KPJ
Gusti Adhawuh
Jesus Bids Us Shine
Informasi Lagu
431
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KPJ 431
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4 ketuk ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Style
Country2-4
Pencipta Lagu
Edwin Othello Excell (1851)
Pencipta Syair
Susan Warner (1819)
Cross Ref.
KJ 422
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Gusti adhawuh yèn kita sami
kinèn kadya lilin kang amadhangi,
supaya saben wong padhang ing ati,
wah angluhuraké Hyang Masuci.
Saka suwarga Gusti mirsani
ngendi lilin kang bentèr lan kang mati.
Gusti ya mirsa, apa kita iki
urip kadya lilin kang madhangi.
Ing jagad kéné peteng wurahan,
kebak ing dosa miwah kasusahan.
Mula payo padha nyunarké cahya
Injil peparingé Gusti kula.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Yesus Berpesan"** (judul asli: *"Jesus Bids Us Shine"*) adalah salah satu lagu rohani anak-anak yang paling dikenal di dunia. Keindahan lagu ini terletak pada kesederhanaannya yang menyampaikan teologi mendalam tentang peran orang percaya di tengah dunia.
Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Susan Warner (1819–1885)
Lirik lagu ini ditulis oleh seorang penulis asal Amerika bernama **Susan Warner**. Ia adalah seorang novelis yang cukup populer pada zamannya. Susan menulis lirik ini di bawah nama pena **Elizabeth Wetherell**.
Susan Warner bukanlah penulis lagu biasa. Ia dan saudara perempuannya, Anna Bartlett Warner, tinggal di Pulau Constitution di Sungai Hudson, New York. Mereka dikenal sangat taat beragama dan sering menulis buku-buku yang bertujuan membimbing orang kepada iman Kristen. Susan menulis lirik lagu ini dengan visi untuk mengajarkan anak-anak tentang tanggung jawab mereka sebagai "terang" bagi lingkungan sekitar, sesuai dengan ajaran Yesus dalam **Matius 5:16**.
### 2. Komposer: Edwin Othello Excell (1851–1921)
Musik yang kita kenal sekarang digubah oleh **Edwin Othello Excell**, atau yang lebih dikenal sebagai **E.O. Excell**. Ia adalah seorang penyanyi bariton, komposer, dan penerbit musik gereja yang sangat berpengaruh pada masanya.
Excell adalah rekan dekat penginjil besar **Billy Sunday**. Ia sering memimpin nyanyian dalam kampanye-kampanye penginjilan massal di Amerika Serikat. Excell memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang mudah diingat (catchy) namun tetap memiliki bobot rohani yang dalam. Ia memasukkan lagu ini ke dalam kumpulan nyanyian yang diterbitkannya, sehingga lagu ini dengan cepat menyebar ke sekolah-sekolah Minggu di seluruh dunia.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini sangat sederhana, namun sangat kuat dalam pesannya:
* **"Yesus berpesan: bersinarlah..."**: Ini adalah panggilan langsung dari Yesus bagi setiap orang, tidak peduli seberapa muda atau seberapa kecil mereka.
* **"Di dunia yang gelap..."**: Pengakuan bahwa dunia di sekitar kita seringkali penuh dengan kegelapan (dosa, penderitaan, keputusasaan), dan kehadiran orang percaya adalah untuk membawa cahaya.
* **"Engkau di rumahmu, aku di rumahku..."**: Ini adalah bagian yang paling menyentuh. Lagu ini mengajarkan bahwa pelayanan Tuhan tidak harus dilakukan di tempat yang jauh atau besar. Pelayanan dimulai dari lingkungan kita yang paling kecil—yaitu rumah kita sendiri dan komunitas sekitar kita.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan Lama?
Lagu ini bertahan melintasi generasi karena beberapa alasan:
1. **Metrum yang Sederhana:** Melodi ciptaan Excell sangat mudah dinyanyikan oleh anak-anak, bahkan mereka yang tidak terlatih secara musik.
2. **Pesan Universal:** Pesan tentang "menjadi terang" adalah inti dari pengajaran Kristus yang relevan bagi segala usia.
3. **Harapan:** Di tengah dunia yang sering terasa "gelap", lagu ini memberikan optimisme bahwa satu tindakan kecil kebaikan atau kasih dapat membawa perubahan yang berarti.
### Kesimpulan
Ketika Susan Warner menuliskan lirik ini, mungkin ia tidak menyangka bahwa kata-katanya akan dinyanyikan dalam berbagai bahasa oleh jutaan anak-anak di seluruh dunia selama lebih dari satu abad. Lagu "Yesus Berpesan" bukan sekadar lagu anak-anak; lagu ini adalah **pengingat harian** bahwa setiap orang, sekecil apa pun, memiliki panggilan untuk memancarkan kasih dan kebenaran Tuhan di tengah dunia yang membutuhkannya.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat akrab di telinga jemaat melalui nyanyian dalam buku **Kidung Jemaat (KJ) No. 436**.
Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Susan Warner (1819–1885)
Lirik lagu ini ditulis oleh seorang penulis asal Amerika bernama **Susan Warner**. Ia adalah seorang novelis yang cukup populer pada zamannya. Susan menulis lirik ini di bawah nama pena **Elizabeth Wetherell**.
Susan Warner bukanlah penulis lagu biasa. Ia dan saudara perempuannya, Anna Bartlett Warner, tinggal di Pulau Constitution di Sungai Hudson, New York. Mereka dikenal sangat taat beragama dan sering menulis buku-buku yang bertujuan membimbing orang kepada iman Kristen. Susan menulis lirik lagu ini dengan visi untuk mengajarkan anak-anak tentang tanggung jawab mereka sebagai "terang" bagi lingkungan sekitar, sesuai dengan ajaran Yesus dalam **Matius 5:16**.
### 2. Komposer: Edwin Othello Excell (1851–1921)
Musik yang kita kenal sekarang digubah oleh **Edwin Othello Excell**, atau yang lebih dikenal sebagai **E.O. Excell**. Ia adalah seorang penyanyi bariton, komposer, dan penerbit musik gereja yang sangat berpengaruh pada masanya.
Excell adalah rekan dekat penginjil besar **Billy Sunday**. Ia sering memimpin nyanyian dalam kampanye-kampanye penginjilan massal di Amerika Serikat. Excell memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan melodi yang mudah diingat (catchy) namun tetap memiliki bobot rohani yang dalam. Ia memasukkan lagu ini ke dalam kumpulan nyanyian yang diterbitkannya, sehingga lagu ini dengan cepat menyebar ke sekolah-sekolah Minggu di seluruh dunia.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lirik lagu ini sangat sederhana, namun sangat kuat dalam pesannya:
* **"Yesus berpesan: bersinarlah..."**: Ini adalah panggilan langsung dari Yesus bagi setiap orang, tidak peduli seberapa muda atau seberapa kecil mereka.
* **"Di dunia yang gelap..."**: Pengakuan bahwa dunia di sekitar kita seringkali penuh dengan kegelapan (dosa, penderitaan, keputusasaan), dan kehadiran orang percaya adalah untuk membawa cahaya.
* **"Engkau di rumahmu, aku di rumahku..."**: Ini adalah bagian yang paling menyentuh. Lagu ini mengajarkan bahwa pelayanan Tuhan tidak harus dilakukan di tempat yang jauh atau besar. Pelayanan dimulai dari lingkungan kita yang paling kecil—yaitu rumah kita sendiri dan komunitas sekitar kita.
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan Lama?
Lagu ini bertahan melintasi generasi karena beberapa alasan:
1. **Metrum yang Sederhana:** Melodi ciptaan Excell sangat mudah dinyanyikan oleh anak-anak, bahkan mereka yang tidak terlatih secara musik.
2. **Pesan Universal:** Pesan tentang "menjadi terang" adalah inti dari pengajaran Kristus yang relevan bagi segala usia.
3. **Harapan:** Di tengah dunia yang sering terasa "gelap", lagu ini memberikan optimisme bahwa satu tindakan kecil kebaikan atau kasih dapat membawa perubahan yang berarti.
### Kesimpulan
Ketika Susan Warner menuliskan lirik ini, mungkin ia tidak menyangka bahwa kata-katanya akan dinyanyikan dalam berbagai bahasa oleh jutaan anak-anak di seluruh dunia selama lebih dari satu abad. Lagu "Yesus Berpesan" bukan sekadar lagu anak-anak; lagu ini adalah **pengingat harian** bahwa setiap orang, sekecil apa pun, memiliki panggilan untuk memancarkan kasih dan kebenaran Tuhan di tengah dunia yang membutuhkannya.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat akrab di telinga jemaat melalui nyanyian dalam buku **Kidung Jemaat (KJ) No. 436**.
Cross Reference
KJ 422
Yesus Berpesan
KJ
Sama Tema
Kidung Pangutusan
Ake'h Sruning Pasambat
KPJ
Apa Sira Ngupaya Inten
KPJ
Begja Sejati
KPJ
Bingaha, Sisaha, Gusti Kula Puji
KPJ
Dhawuhe' Gusti
KPJ
Dituhu Salamanya!
KPJ
Gusti Dedalema
KPJ
Gusti Mugi Nuntun Kawula
KPJ
Gusti Mugi Sampun Ngantos Nilar
KPJ
Gustimu Kepareng Mundhut
KPJ
Gusti Nuntun Lampah Kula
KPJ
Gusti Yesus Pangen Kula
KPJ
Gusti, Paduka Ngirid Lampah Kula
KPJ
Ing Jagad Kang Peteng
KPJ
Kawula Tinuntuna
KPJ
Kita Sami Tinimbalan
KPJ
Kula Kaparengna Caket Gusti
KPJ
Lamun Sira Sangsara
KPJ
Margi Sih Paduka
KPJ
Mugi Gusti Karsa Angutus
KPJ
Nalika Ngambah Margi Kang Sepi
KPJ
Pra Abdining Gusti
KPJ
Pra Prajurite Gusti
KPJ
Sira Sumyaka
KPJ
Sumangga Makarya
KPJ
Sumangga Pra Kadang
KPJ
Tekading Manah Kawula
KPJ
Tiyang Pracaya Densamnya Samekta
KPJ