KPJ
Allah Mahakwasa Jumeneng Pamarta
Bringing In the Sheaves
Informasi Lagu
69
Nomor
Kode
KPJ 69
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Style
70sCntryChrt, TopChartCountry
Cross Ref.
NKB 208, GB 283, KMM 92, NP 291
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
5 bait
Allah Maha kwasa jumeneng Pamarta,
sestu gung tresnanya, angruwat dosa.
Salir tyang pracaya lamun tansah setya
luwar sing antaka, mlebet mring swarga.
Sung sembah puja konjuk Sang Rama,
kang paring nugraha tentrem raharja.
Sung sembah bekti konjuk mring Gusti,
kang sampun nyawisi kamulyan swargi.
Rama Mahamirah ngrentahken gung berkah
tyang nandhang sangsara manggih waluya
Saliring pra umat tan kendhat rinimat.
srana peparingnya, nadyan prasaja.
Gusti Mahaagung kang paring pitulung,
nglipur manah sisah mrih datan semplah.
Njangkung kagungannya, temah tansah begja,
gesang mursid yekti dumugèng janji.
Pangéran murbéngrat nglubèrken sih-rahmat.
mbélani tyang leres saking panindhes.
Nunggil tyang pracaya temahan santosa,
kuwawa ngasorken salir panggodha.
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah detail di balik lagu rohani yang sangat dikenal dan menginspirasi, "Bringing In the Sheaves" atau di Indonesia sering dikenal sebagai "Tabur Waktu Pagi" atau "Bawa Berkas Lalang". Kisah ini melibatkan dua tokoh utama yang menyatukan lirik dan melodi, Knowles Shaw dan George A. Minor.
---
### Latar Belakang dan Inspirasi Lirik: Rev. Knowles Shaw (1834-1878)
Lirik dari lagu "Bringing In the Sheaves" ditulis oleh **Rev. Knowles Shaw**, seorang pengkhotbah dan penginjil yang bersemangat dari Ohio, Amerika Serikat. Shaw dikenal sebagai seorang evangelis yang tak kenal lelah, yang mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan Injil di seluruh Amerika pada pertengahan hingga akhir abad ke-19, era kebangkitan rohani besar-besaran (revivalism).
1. **Kehidupan dan Pelayanan Knowles Shaw:**
* Knowles Shaw lahir pada tahun 1834. Ia adalah seorang pria dengan semangat yang membara untuk Tuhan. Ia dikenal karena khotbah-khotbahnya yang penuh kuasa dan kemampuannya untuk menginspirasi banyak orang.
* Sebagai seorang penginjil keliling, hidupnya penuh dengan perjalanan, khotbah, dan upaya untuk menjangkau jiwa-jiwa. Ia sering menghadapi kesulitan, kelelahan, dan penolakan, namun semangatnya tidak pernah padam.
* Ia tidak hanya berkhotbah tetapi juga sering menyanyikan lagu-lagu rohani yang ia tulis sendiri atau lagu-lagu yang akrab dengan jemaat untuk mengiringi pesannya.
2. **Inspirasi Alkitabiah:**
* Inti dari lirik lagu ini berasal dari **Mazmur 126:6**, yang berbunyi: *"Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."* (KJV: "He that goeth forth and weepeth, bearing precious seed, shall doubtless come again with rejoicing, bringing his sheaves with him.")
* Ayat ini menjadi metafora agraris yang kuat bagi pekerjaan penginjilan. "Benih yang berharga" melambangkan Firman Tuhan atau pesan Injil yang ditaburkan. "Berjalan maju dengan menangis" menggambarkan pengorbanan, kesulitan, air mata, dan usaha keras yang seringkali menyertai pelayanan Kristen. "Pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya" (sheaves) melambangkan hasil panen jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Kristus, sukacita melihat orang bertobat dan percaya.
3. **Penulisan Lirik:**
* Diperkirakan Shaw menulis lirik lagu ini sekitar tahun **1874 atau 1875**, saat ia merenungkan makna dari Mazmur 126:6 dalam konteks pelayanannya sendiri. Ia melihat hidupnya sebagai seorang penabur benih Injil yang seringkali harus menabur dengan susah payah, bahkan dengan air mata, tetapi dengan keyakinan akan janji Tuhan bahwa ia akan kembali dengan sukacita, membawa pulang "berkas-berkas" (jiwa-jiwa yang dimenangkan).
* Liriknya sederhana namun sangat mendalam, mencerminkan pemahaman Shaw akan panggilan Kristen: kerja keras, kesabaran, iman, dan janji sukacita di masa depan.
* Knowles Shaw sendiri meninggal secara tragis pada tahun 1878 karena demam kuning di Texas, saat ia masih melayani sebagai penginjil, mencerminkan komitmennya hingga akhir hayatnya.
---
### Penciptaan Melodi: George A. Minor (1845-1904)
Meskipun Knowles Shaw menulis liriknya, melodi yang kita kenal sekarang untuk "Bringing In the Sheaves" diciptakan oleh **George A. Minor**, seorang musisi dan komposer hymn pada masanya.
1. **Karya George A. Minor:**
* George A. Minor adalah seorang musisi gereja yang produktif, yang sering bekerja sama dengan penulis lirik untuk menciptakan melodi bagi lagu-lagu rohani baru. Ia memiliki bakat untuk menciptakan melodi yang mudah diingat, dinyanyikan, dan memotivasi.
* Melodi untuk "Bringing In the Sheaves" diciptakan oleh Minor pada tahun **1880**, dua tahun setelah kematian Knowles Shaw. Ini menunjukkan bahwa Shaw dan Minor kemungkinan besar tidak pernah berinteraksi secara langsung untuk menciptakan lagu ini bersama. Minor kemungkinan besar menemukan lirik Shaw yang telah dipublikasikan dan merasa tergerak untuk memberikan melodi padanya.
2. **Publikasi dan Penyebaran:**
* Lagu ini pertama kali diterbitkan pada tahun **1882** dalam sebuah buku lagu rohani berjudul *Songs of Redeeming Love*, yang diedit oleh John R. Sweney, Wm. J. Kirkpatrick, H. R. Palmer, dan Minor sendiri.
* Kombinasi lirik yang kuat dari Shaw dan melodi yang mengalir dari Minor segera menjadikan lagu ini sangat populer. Pesannya yang universal tentang kerja keras dalam pelayanan dan janji panen sukacita sangat resonan dengan banyak orang Kristen, terutama mereka yang terlibat dalam pekerjaan misionaris dan penginjilan.
---
### Makna dan Dampak Lagu
"Bringing In the Sheaves" dengan cepat menjadi himne yang dicintai dan diakui secara internasional karena beberapa alasan:
1. **Metafora yang Kuat:** Perumpamaan tentang menabur benih dan menuai berkas-berkas mudah dipahami dan sangat relevan dengan pengalaman Kristen dalam menyebarkan Injil dan melayani Tuhan. Ini berbicara tentang upaya yang gigih, kesabaran, dan iman bahwa kerja keras tidak akan sia-sia.
2. **Pesan Harapan dan Sukacita:** Meskipun liriknya mengakui adanya air mata dan kesulitan dalam pelayanan ("menangis sambil menabur benih"), inti pesannya adalah harapan dan sukacita yang pasti akan datang ("pasti pulang dengan sorak-sorai"). Ini memberikan dorongan besar bagi para pekerja Kristen di seluruh dunia.
3. **Melodi yang Mudah Diingat:** Melodi Minor sangat menarik, optimis, dan mudah dipelajari, menjadikannya favorit di gereja-gereja, pertemuan kebangkitan rohani, dan acara-acara misi.
4. **Motivasi untuk Pelayanan:** Lagu ini sering digunakan sebagai lagu motivasi untuk mendorong orang-orang untuk terlibat dalam penginjilan, pekerjaan misionaris, atau bentuk pelayanan Kristen lainnya, mengingatkan mereka akan upah rohani yang menanti.
Hingga hari ini, "Bringing In the Sheaves" tetap menjadi salah satu lagu rohani yang paling sering dinyanyikan, terus menginspirasi generasi demi generasi orang percaya untuk "menabur waktu pagi" dengan setia, dengan keyakinan bahwa suatu hari mereka akan kembali dengan sukacita, membawa berkas-berkas hasil panen mereka. Kisah di baliknya adalah perpaduan iman yang mendalam dari seorang penginjil dan bakat musik seorang komposer, menghasilkan sebuah warisan yang abadi.
---
### Latar Belakang dan Inspirasi Lirik: Rev. Knowles Shaw (1834-1878)
Lirik dari lagu "Bringing In the Sheaves" ditulis oleh **Rev. Knowles Shaw**, seorang pengkhotbah dan penginjil yang bersemangat dari Ohio, Amerika Serikat. Shaw dikenal sebagai seorang evangelis yang tak kenal lelah, yang mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan Injil di seluruh Amerika pada pertengahan hingga akhir abad ke-19, era kebangkitan rohani besar-besaran (revivalism).
1. **Kehidupan dan Pelayanan Knowles Shaw:**
* Knowles Shaw lahir pada tahun 1834. Ia adalah seorang pria dengan semangat yang membara untuk Tuhan. Ia dikenal karena khotbah-khotbahnya yang penuh kuasa dan kemampuannya untuk menginspirasi banyak orang.
* Sebagai seorang penginjil keliling, hidupnya penuh dengan perjalanan, khotbah, dan upaya untuk menjangkau jiwa-jiwa. Ia sering menghadapi kesulitan, kelelahan, dan penolakan, namun semangatnya tidak pernah padam.
* Ia tidak hanya berkhotbah tetapi juga sering menyanyikan lagu-lagu rohani yang ia tulis sendiri atau lagu-lagu yang akrab dengan jemaat untuk mengiringi pesannya.
2. **Inspirasi Alkitabiah:**
* Inti dari lirik lagu ini berasal dari **Mazmur 126:6**, yang berbunyi: *"Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."* (KJV: "He that goeth forth and weepeth, bearing precious seed, shall doubtless come again with rejoicing, bringing his sheaves with him.")
* Ayat ini menjadi metafora agraris yang kuat bagi pekerjaan penginjilan. "Benih yang berharga" melambangkan Firman Tuhan atau pesan Injil yang ditaburkan. "Berjalan maju dengan menangis" menggambarkan pengorbanan, kesulitan, air mata, dan usaha keras yang seringkali menyertai pelayanan Kristen. "Pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya" (sheaves) melambangkan hasil panen jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Kristus, sukacita melihat orang bertobat dan percaya.
3. **Penulisan Lirik:**
* Diperkirakan Shaw menulis lirik lagu ini sekitar tahun **1874 atau 1875**, saat ia merenungkan makna dari Mazmur 126:6 dalam konteks pelayanannya sendiri. Ia melihat hidupnya sebagai seorang penabur benih Injil yang seringkali harus menabur dengan susah payah, bahkan dengan air mata, tetapi dengan keyakinan akan janji Tuhan bahwa ia akan kembali dengan sukacita, membawa pulang "berkas-berkas" (jiwa-jiwa yang dimenangkan).
* Liriknya sederhana namun sangat mendalam, mencerminkan pemahaman Shaw akan panggilan Kristen: kerja keras, kesabaran, iman, dan janji sukacita di masa depan.
* Knowles Shaw sendiri meninggal secara tragis pada tahun 1878 karena demam kuning di Texas, saat ia masih melayani sebagai penginjil, mencerminkan komitmennya hingga akhir hayatnya.
---
### Penciptaan Melodi: George A. Minor (1845-1904)
Meskipun Knowles Shaw menulis liriknya, melodi yang kita kenal sekarang untuk "Bringing In the Sheaves" diciptakan oleh **George A. Minor**, seorang musisi dan komposer hymn pada masanya.
1. **Karya George A. Minor:**
* George A. Minor adalah seorang musisi gereja yang produktif, yang sering bekerja sama dengan penulis lirik untuk menciptakan melodi bagi lagu-lagu rohani baru. Ia memiliki bakat untuk menciptakan melodi yang mudah diingat, dinyanyikan, dan memotivasi.
* Melodi untuk "Bringing In the Sheaves" diciptakan oleh Minor pada tahun **1880**, dua tahun setelah kematian Knowles Shaw. Ini menunjukkan bahwa Shaw dan Minor kemungkinan besar tidak pernah berinteraksi secara langsung untuk menciptakan lagu ini bersama. Minor kemungkinan besar menemukan lirik Shaw yang telah dipublikasikan dan merasa tergerak untuk memberikan melodi padanya.
2. **Publikasi dan Penyebaran:**
* Lagu ini pertama kali diterbitkan pada tahun **1882** dalam sebuah buku lagu rohani berjudul *Songs of Redeeming Love*, yang diedit oleh John R. Sweney, Wm. J. Kirkpatrick, H. R. Palmer, dan Minor sendiri.
* Kombinasi lirik yang kuat dari Shaw dan melodi yang mengalir dari Minor segera menjadikan lagu ini sangat populer. Pesannya yang universal tentang kerja keras dalam pelayanan dan janji panen sukacita sangat resonan dengan banyak orang Kristen, terutama mereka yang terlibat dalam pekerjaan misionaris dan penginjilan.
---
### Makna dan Dampak Lagu
"Bringing In the Sheaves" dengan cepat menjadi himne yang dicintai dan diakui secara internasional karena beberapa alasan:
1. **Metafora yang Kuat:** Perumpamaan tentang menabur benih dan menuai berkas-berkas mudah dipahami dan sangat relevan dengan pengalaman Kristen dalam menyebarkan Injil dan melayani Tuhan. Ini berbicara tentang upaya yang gigih, kesabaran, dan iman bahwa kerja keras tidak akan sia-sia.
2. **Pesan Harapan dan Sukacita:** Meskipun liriknya mengakui adanya air mata dan kesulitan dalam pelayanan ("menangis sambil menabur benih"), inti pesannya adalah harapan dan sukacita yang pasti akan datang ("pasti pulang dengan sorak-sorai"). Ini memberikan dorongan besar bagi para pekerja Kristen di seluruh dunia.
3. **Melodi yang Mudah Diingat:** Melodi Minor sangat menarik, optimis, dan mudah dipelajari, menjadikannya favorit di gereja-gereja, pertemuan kebangkitan rohani, dan acara-acara misi.
4. **Motivasi untuk Pelayanan:** Lagu ini sering digunakan sebagai lagu motivasi untuk mendorong orang-orang untuk terlibat dalam penginjilan, pekerjaan misionaris, atau bentuk pelayanan Kristen lainnya, mengingatkan mereka akan upah rohani yang menanti.
Hingga hari ini, "Bringing In the Sheaves" tetap menjadi salah satu lagu rohani yang paling sering dinyanyikan, terus menginspirasi generasi demi generasi orang percaya untuk "menabur waktu pagi" dengan setia, dengan keyakinan bahwa suatu hari mereka akan kembali dengan sukacita, membawa berkas-berkas hasil panen mereka. Kisah di baliknya adalah perpaduan iman yang mendalam dari seorang penginjil dan bakat musik seorang komposer, menghasilkan sebuah warisan yang abadi.
Cross Reference
NKB 208, GB 283, KMM 92, NP 291
Kita Menaburkan Biji Kebenaran
GB
Kita Menaburkan Biji Kebenaran
KMM
Tabur Waktu Pagi
NKB
Mari Kumpulkan
NP
Sama Tema
Kidung Sih Rahmat
Aku Tan Ngreti Mengkon?
KPJ
Allahe Para Pracaya
KPJ
Allah Kang Makwasa
KPJ
Allah Maasih
KPJ
Amung Godhong
KPJ
Duk Nyipati Gung Pakaryaning Gusti
KPJ
Gusti Kawula Ingkang Binerkahan
KPJ
Gusti Kula
KPJ
Gusti Mugi Nunggila
KPJ
Gusti Nunggil
KPJ
Gusti Yesus Kang Maasih
KPJ
Iba Adi Tuwin Endahnya
KPJ
Iba Begjaku
KPJ
Karsa Paduka Priyangga
KPJ
Krana Allah Tresna
KPJ
Lamun Atimu Susah
KPJ
Lamun Kula Kasayahan
KPJ
Lamun Sira Susah
KPJ
Mara Wong Dosa, Wong Cilaka, Mareka
KPJ
Mugi Gusti Melasi
KPJ
Mugi Sampun Anglangkungi
KPJ
Neng Kasa Ngumandhang Asma
KPJ
Osiking Manah Kawula
KPJ
Puji Konjuk Allah
KPJ
Rama Pangayoman Kula
KPJ
Salir Wong Pracaya
KPJ
Sestu Agung Sihe Gusti
KPJ
Sih Paduka Gusti
KPJ
Sumangga Mareka
KPJ
Tansah Dakrangkul Salibe
KPJ
Tyas Kita Dimen Slamanya Bungah
KPJ
Uwal Sing Laknat
KPJ
Wong Kang Kamotan Dosa
KPJ