KPKA
Pamuji Ing Pangibadah
Informasi Lagu
6
Nomor
Kode
KPKA 6
Buku
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar
Metronom
0
Style
Live8Beat, PowerBallad
Cross Ref.
KK 59, KPJ 2, NR 97, KJ 17
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Dhuh Allah Ma suci kula asung puji ing pangibadah puniki
agung kamulyanta ageng sih Paduka kang nitahken jagad raya
pinuji Hyang Widi kang siyang lan ratri ngreksa lan ngrimati.
Dhuh Allah Makwasa kanthi trusing driya, kawula nlangsani dosa,
mugi angapunten sarta nucekaken, temah gesang kula ayem,
pinuja Sang Rama kang ngutus Sang Putra, jumeneng Pamarta.
Dhuh Allah Mamirah sru adrenging manah kula sami nyadhong berkah,
nggih sabda kang suci sabdanipun Gusti, kang paring gesang sejati,
pinuji Roh Suci kang ngenggalken budi, nilar gesang lami.
Dhuh Allah Maluhur kula saos sokur dalah pisungsung kang katur,
bandha sarta badan miwah kasagedan, dadosa kurban kang gesang,
pinundhi Roh Suci ingkang mbereg ati, bekti dhateng gusti.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Allah Mahasuci," yang merupakan terjemahan dari himne Jerman "Wunderbarer König, Herrscher von uns allen," adalah cerita yang kaya akan spiritualitas, pergumulan pribadi, dan warisan abadi seorang pujangga himne yang luar biasa. Mari kita selami detailnya:
---
### **1. Asal Mula: "Wunderbarer König" dan Joachim Neander**
Lagu ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul **"Wunderbarer König, Herrscher von uns allen"** (Raja yang Ajaib, Penguasa kita semua) oleh **Joachim Neander**.
* **Joachim Neander (1650-1680): Sang Pujangga dari Lembah Neander**
* **Kelahiran dan Latar Belakang:** Neander lahir di Bremen, Jerman, pada tahun 1650. Ia adalah seorang teolog Reformed dan salah satu pujangga himne Protestan terbesar di Jerman.
* **Masa Muda dan Pengaruh Pietisme:** Setelah kehilangan ayahnya di usia muda, Neander tumbuh dalam lingkungan yang saleh. Ia belajar teologi dan menjadi sangat dipengaruhi oleh gerakan Pietisme, sebuah gerakan dalam Protestanisme yang menekankan kesalehan pribadi, pengalaman rohani yang mendalam, dan hidup Kristen yang praktis, berbeda dengan formalisme dogmatis gereja pada masanya. Tokoh-tokoh seperti Philipp Spener dan Theodor Undereyk sangat memengaruhinya.
* **Pergumulan dan Kontroversi:** Keyakinan Pietisnya sering kali menempatkannya dalam konflik dengan otoritas gereja Reformed yang lebih ortodoks. Ia pernah menjabat sebagai guru di sebuah sekolah Latin di Düsseldorf dan juga berkhotbah, tetapi pandangannya yang "radikal" menurut standar saat itu membuatnya diberhentikan dari jabatannya.
* **Inspirasi di Lembah:** Selama periode pengasingan atau ketika ia mencari ketenangan dari konflik gereja, Neander sering menghabiskan waktu di sebuah lembah terpencil di dekat Mettmann, timur Düsseldorf. Di lembah ini, ia bermeditasi, merenungkan kebesaran Tuhan melalui alam, dan menulis banyak himne indahnya. Lembah ini kemudian dinamai "Neanderthal" (Lembah Neander) untuk menghormatinya. Menariknya, lembah ini juga menjadi lokasi penemuan fosil manusia purba Homo neanderthalensis sekitar 150 tahun kemudian, sehingga namanya menjadi terkenal secara global karena alasan yang berbeda.
* **Kematian Dini:** Sayangnya, Joachim Neander meninggal dunia pada usia yang sangat muda, 30 tahun, kemungkinan besar karena wabah. Meskipun hidupnya singkat, ia meninggalkan warisan yang luar biasa berupa lebih dari 60 himne, yang banyak di antaranya tetap dinyanyikan hingga hari ini.
* **Penciptaan "Wunderbarer König":**
* Lagu "Wunderbarer König" diyakini ditulis sekitar tahun 1680, tak lama sebelum kematiannya. Himne ini mencerminkan imannya yang mendalam, kekagumannya akan ciptaan Tuhan, dan pemahamannya tentang kedaulatan Tuhan di tengah-tengah cobaan pribadi.
* **Tema:** Lirik lagu ini adalah pujian yang megah kepada Tuhan sebagai "Raja yang Ajaib" (Wunderbarer König) yang mengatur seluruh alam semesta. Neander dengan indah menggambarkan bagaimana kebesaran, kuasa, dan hikmat Tuhan terpancar melalui langit berbintang, matahari, bulan, lautan, gunung, lembah, dan setiap makhluk hidup. Lagu ini mengajak seluruh ciptaan, termasuk jiwa manusia, untuk bersatu dalam pujian kepada Sang Pencipta. Ini adalah himne tentang teologi alam (natural theology), melihat kemuliaan Tuhan melalui ciptaan-Nya.
### **2. Penerjemahan ke "Allah Mahasuci"**
* **Penyebaran di Indonesia:** Seperti banyak himne Kristen lainnya, "Wunderbarer König" masuk ke Indonesia melalui jalur misi Kristen, terutama dari Belanda dan Jerman, yang membawa serta tradisi himne-himne Eropa.
* **Adaptasi dan Makna:** Judul "Allah Mahasuci" (God the Most Holy) di Indonesia dengan indah menangkap inti dari "Wunderbarer König" (Raja yang Ajaib). Meskipun terjemahan harfiah dari "Wunderbarer König" adalah "Raja yang Ajaib," pilihan "Mahasuci" mungkin lebih menekankan kemuliaan, kesempurnaan, dan keagungan Tuhan yang melampaui segala sesuatu, yang merupakan inti dari kekaguman Neander. Ini menunjukkan bahwa penerjemah berupaya menangkap *roh* dari himne asli, yaitu kekaguman dan pujian tak terbatas kepada Tuhan yang agung dan sempurna.
* **Popularitas di Indonesia:** "Allah Mahasuci" menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan di gereja-gereja Protestan di Indonesia. Melodi yang kuat dan lirik yang memukau tentang kebesaran Tuhan yang terpancar melalui ciptaan-Nya sangat meresap ke dalam hati jemaat. Lagu ini tercantum dalam berbagai buku himne Indonesia, seperti Kidung Jemaat (KJ 10) dan Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ 1).
### **3. Klarifikasi Nama-nama dalam Pertanyaan Anda:**
Pertanyaan Anda menyebutkan beberapa nama yang perlu diklarifikasi perannya terkait dengan lagu ini:
* **Bremen:** Bremen adalah kota kelahiran Joachim Neander. Jadi, "Bremen" bukan penulis lagu, melainkan tempat asal dari penulis utamanya.
* **Joachim Neander:** Ini adalah **penulis asli** dari himne "Wunderbarer König." Ia adalah tokoh sentral di balik lagu ini.
* **Neumann:** Tidak ada tokoh bernama "Neumann" yang secara langsung dikenal sebagai penulis atau penerjemah utama dari "Wunderbarer König" atau "Allah Mahasuci." Mungkin ada kekeliruan penulisan dengan "Neander," atau merujuk pada individu lain yang tidak secara langsung terkait dengan penulisan himne ini. Dalam konteks himnologi Jerman, ada beberapa tokoh bernama Neumann yang penting (misalnya, Paul Gerhardt Neumann), tetapi bukan sebagai penulis "Wunderbarer König."
* **Gerhard Tersteegen (1697-1769):** Gerhard Tersteegen adalah seorang mistikus Reformed Jerman yang sangat penting dan juga seorang pujangga himne yang produktif. Ia hidup setelah Neander dan terkenal dengan himne-himne yang dalam dan introspektif, seperti "Ich bete an die Macht der Liebe" (Ku Menyembah Pada Kekuatan Kasih). Namun, **Gerhard Tersteegen BUKANLAH penulis "Wunderbarer König."** Meskipun ia adalah tokoh penting dalam sejarah himnologi Jerman dan Pietisme, lagu "Wunderbarer König" adalah karya eksklusif Joachim Neander. Kemungkinan besar, penyebutan Tersteegen di sini adalah salah atribusi atau kebingungan dengan himne-himne penting lainnya dari periode tersebut.
---
**Kesimpulan:**
"Allah Mahasuci" adalah permata himne Kristen yang lahir dari hati seorang pujangga muda, Joachim Neander, yang menemukan inspirasi Ilahi di tengah pergumulan hidup dan keindahan alam. Lagu ini tetap menjadi ekspresi kekaguman dan pujian yang mendalam kepada Tuhan Yang Mahakuasa, melampaui batas bahasa dan waktu, menghubungkan jemaat di Indonesia dengan warisan spiritual dari seorang hamba Tuhan di lembah Neandertal ratusan tahun yang lalu.
---
### **1. Asal Mula: "Wunderbarer König" dan Joachim Neander**
Lagu ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul **"Wunderbarer König, Herrscher von uns allen"** (Raja yang Ajaib, Penguasa kita semua) oleh **Joachim Neander**.
* **Joachim Neander (1650-1680): Sang Pujangga dari Lembah Neander**
* **Kelahiran dan Latar Belakang:** Neander lahir di Bremen, Jerman, pada tahun 1650. Ia adalah seorang teolog Reformed dan salah satu pujangga himne Protestan terbesar di Jerman.
* **Masa Muda dan Pengaruh Pietisme:** Setelah kehilangan ayahnya di usia muda, Neander tumbuh dalam lingkungan yang saleh. Ia belajar teologi dan menjadi sangat dipengaruhi oleh gerakan Pietisme, sebuah gerakan dalam Protestanisme yang menekankan kesalehan pribadi, pengalaman rohani yang mendalam, dan hidup Kristen yang praktis, berbeda dengan formalisme dogmatis gereja pada masanya. Tokoh-tokoh seperti Philipp Spener dan Theodor Undereyk sangat memengaruhinya.
* **Pergumulan dan Kontroversi:** Keyakinan Pietisnya sering kali menempatkannya dalam konflik dengan otoritas gereja Reformed yang lebih ortodoks. Ia pernah menjabat sebagai guru di sebuah sekolah Latin di Düsseldorf dan juga berkhotbah, tetapi pandangannya yang "radikal" menurut standar saat itu membuatnya diberhentikan dari jabatannya.
* **Inspirasi di Lembah:** Selama periode pengasingan atau ketika ia mencari ketenangan dari konflik gereja, Neander sering menghabiskan waktu di sebuah lembah terpencil di dekat Mettmann, timur Düsseldorf. Di lembah ini, ia bermeditasi, merenungkan kebesaran Tuhan melalui alam, dan menulis banyak himne indahnya. Lembah ini kemudian dinamai "Neanderthal" (Lembah Neander) untuk menghormatinya. Menariknya, lembah ini juga menjadi lokasi penemuan fosil manusia purba Homo neanderthalensis sekitar 150 tahun kemudian, sehingga namanya menjadi terkenal secara global karena alasan yang berbeda.
* **Kematian Dini:** Sayangnya, Joachim Neander meninggal dunia pada usia yang sangat muda, 30 tahun, kemungkinan besar karena wabah. Meskipun hidupnya singkat, ia meninggalkan warisan yang luar biasa berupa lebih dari 60 himne, yang banyak di antaranya tetap dinyanyikan hingga hari ini.
* **Penciptaan "Wunderbarer König":**
* Lagu "Wunderbarer König" diyakini ditulis sekitar tahun 1680, tak lama sebelum kematiannya. Himne ini mencerminkan imannya yang mendalam, kekagumannya akan ciptaan Tuhan, dan pemahamannya tentang kedaulatan Tuhan di tengah-tengah cobaan pribadi.
* **Tema:** Lirik lagu ini adalah pujian yang megah kepada Tuhan sebagai "Raja yang Ajaib" (Wunderbarer König) yang mengatur seluruh alam semesta. Neander dengan indah menggambarkan bagaimana kebesaran, kuasa, dan hikmat Tuhan terpancar melalui langit berbintang, matahari, bulan, lautan, gunung, lembah, dan setiap makhluk hidup. Lagu ini mengajak seluruh ciptaan, termasuk jiwa manusia, untuk bersatu dalam pujian kepada Sang Pencipta. Ini adalah himne tentang teologi alam (natural theology), melihat kemuliaan Tuhan melalui ciptaan-Nya.
### **2. Penerjemahan ke "Allah Mahasuci"**
* **Penyebaran di Indonesia:** Seperti banyak himne Kristen lainnya, "Wunderbarer König" masuk ke Indonesia melalui jalur misi Kristen, terutama dari Belanda dan Jerman, yang membawa serta tradisi himne-himne Eropa.
* **Adaptasi dan Makna:** Judul "Allah Mahasuci" (God the Most Holy) di Indonesia dengan indah menangkap inti dari "Wunderbarer König" (Raja yang Ajaib). Meskipun terjemahan harfiah dari "Wunderbarer König" adalah "Raja yang Ajaib," pilihan "Mahasuci" mungkin lebih menekankan kemuliaan, kesempurnaan, dan keagungan Tuhan yang melampaui segala sesuatu, yang merupakan inti dari kekaguman Neander. Ini menunjukkan bahwa penerjemah berupaya menangkap *roh* dari himne asli, yaitu kekaguman dan pujian tak terbatas kepada Tuhan yang agung dan sempurna.
* **Popularitas di Indonesia:** "Allah Mahasuci" menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan di gereja-gereja Protestan di Indonesia. Melodi yang kuat dan lirik yang memukau tentang kebesaran Tuhan yang terpancar melalui ciptaan-Nya sangat meresap ke dalam hati jemaat. Lagu ini tercantum dalam berbagai buku himne Indonesia, seperti Kidung Jemaat (KJ 10) dan Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ 1).
### **3. Klarifikasi Nama-nama dalam Pertanyaan Anda:**
Pertanyaan Anda menyebutkan beberapa nama yang perlu diklarifikasi perannya terkait dengan lagu ini:
* **Bremen:** Bremen adalah kota kelahiran Joachim Neander. Jadi, "Bremen" bukan penulis lagu, melainkan tempat asal dari penulis utamanya.
* **Joachim Neander:** Ini adalah **penulis asli** dari himne "Wunderbarer König." Ia adalah tokoh sentral di balik lagu ini.
* **Neumann:** Tidak ada tokoh bernama "Neumann" yang secara langsung dikenal sebagai penulis atau penerjemah utama dari "Wunderbarer König" atau "Allah Mahasuci." Mungkin ada kekeliruan penulisan dengan "Neander," atau merujuk pada individu lain yang tidak secara langsung terkait dengan penulisan himne ini. Dalam konteks himnologi Jerman, ada beberapa tokoh bernama Neumann yang penting (misalnya, Paul Gerhardt Neumann), tetapi bukan sebagai penulis "Wunderbarer König."
* **Gerhard Tersteegen (1697-1769):** Gerhard Tersteegen adalah seorang mistikus Reformed Jerman yang sangat penting dan juga seorang pujangga himne yang produktif. Ia hidup setelah Neander dan terkenal dengan himne-himne yang dalam dan introspektif, seperti "Ich bete an die Macht der Liebe" (Ku Menyembah Pada Kekuatan Kasih). Namun, **Gerhard Tersteegen BUKANLAH penulis "Wunderbarer König."** Meskipun ia adalah tokoh penting dalam sejarah himnologi Jerman dan Pietisme, lagu "Wunderbarer König" adalah karya eksklusif Joachim Neander. Kemungkinan besar, penyebutan Tersteegen di sini adalah salah atribusi atau kebingungan dengan himne-himne penting lainnya dari periode tersebut.
---
**Kesimpulan:**
"Allah Mahasuci" adalah permata himne Kristen yang lahir dari hati seorang pujangga muda, Joachim Neander, yang menemukan inspirasi Ilahi di tengah pergumulan hidup dan keindahan alam. Lagu ini tetap menjadi ekspresi kekaguman dan pujian yang mendalam kepada Tuhan Yang Mahakuasa, melampaui batas bahasa dan waktu, menghubungkan jemaat di Indonesia dengan warisan spiritual dari seorang hamba Tuhan di lembah Neandertal ratusan tahun yang lalu.
Cross Reference
KK 59, KPJ 2, NR 97, KJ 17
Tuhan Allah Hadir
KJ
Tuhan Allah Hadir
KK
Allah Mahasuci
KPJ
Tuhan Allah Hadir
NR
Sama Tema
Pamuji
Allah Maha Kwasa
KPKA
Allah Mbabarken Kwasanya
KPKA
Gusti Allah Andel-Andel Sejati
KPKA
Haleluya
KPKA
Pamuji Konjuk Gusti
KPKA
Puji Konjuk Allah
KPKA
Allah Maasih
KPKA
Pamuji Konjuk Allah Ma Agung
KPKA
Allahe Para Pracaya
KPKA
Sih Kawelasanipun Allah
KPKA
Yesus Sang Pangen Sejati
KPKA
Aku Duwe Pamarta
KPKA
Allah Maha Suci
KPKA
Panggunggung Mring Pangeran
KPKA
Puji Mring Allah Kang Maha Wisesa
KPKA
Pamuji Konjuk Mring Allah
KPKA
Sih Kamirahanipun Allah
KPKA
Angluhurken Allah
KPKA
Panggunggung Konjuk Mring Pangeran
KPKA
Palimirmanipun Allah
KPKA
Kasampurnanipun Gusti
KPKA
Tansah Saos Sokur Mring Gusti
KPKA
Panggunggung Konjuk Mring Gusti
KPKA
Ngabekti Mring Gusti
KPKA
Puji Panuwun
KPKA
Asmane Gusti Kula
KPKA
Sowan Mring Gusti
KPKA
Kamulyanipun Gusti
KPKA
Pujinen Hyang Makwasa
KPKA
Pinujia Allah
KPKA
Sembah Bekti Konjuk Gusti
KPKA
Sawernaning Puji
KPKA
Sung Sembah Puja
KPKA
Kamirahaning Gusti
KPKA
Gusti Rawuha
KPKA
Panggunggung Wit Sihing Gusti
KPKA
Haleluya Puji Gusti
KPKA
Kamulyaning Pangeran
KPKA
Yehuwah Allah Kula
KPKA