KPJ
Allah Mahasuci
Wunderbarer K?nig, Herrscher von uns allen
Informasi Lagu
2
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KPJ 2
Buku
Kidung Pasamuwan Jawi
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4, 6/4 ketuk
Metronom
120
Jumlah Bait
4 bait
Style
Live8Beat, PowerBallad
Pencipta Lagu
Bremen / Joachim Neander-Neumann (1680)
Pencipta Syair
Gerhard Tersteegen (1729)
Cross Ref.
KJ 17, KK 59, NR 97, KPKA 6
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Allah Maha suci, kula asung puji ing pangibadah puniki
agung kamulyanta, ageng sih Paduka kang nitahken jagad raya.
Pinuji Hyang Widi, kang siyang lan ratri ngreksa lan ngrimati.
Dhuh Allah Makwasa, kanthi trusing driya
kawula nlangsani dosa.
Mugi angapunten sarta nucèkaken,
temah gesang kula ayem.
Pinuja Sang Rama kang ngutus Sang Putra,
jumeneng Pamarta.
Dhuh Allah Mamirah, sru adrenging manah.
kula sami nyadhong berkah.
Nggih sabda kang suci, sabdanipun Gusti:
kang paring gesang sejati.
Pinuji Roh Suci kang ngénggalken budi.
nilar gesang lami.
Allah Mahaluhur, kula saos sokur,
dalah pisungsung kang katur.
Bandha sarta badan miwah kasagedan.
dadosa kurban kang gesang.
Pinundhi Roh Suci ingkang mbereg ati,
bekti dhateng Gusti.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Allah Mahasuci," yang merupakan terjemahan dari himne Jerman "Wunderbarer König, Herrscher von uns allen," adalah cerita yang kaya akan spiritualitas, pergumulan pribadi, dan warisan abadi seorang pujangga himne yang luar biasa. Mari kita selami detailnya:
---
### **1. Asal Mula: "Wunderbarer König" dan Joachim Neander**
Lagu ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul **"Wunderbarer König, Herrscher von uns allen"** (Raja yang Ajaib, Penguasa kita semua) oleh **Joachim Neander**.
* **Joachim Neander (1650-1680): Sang Pujangga dari Lembah Neander**
* **Kelahiran dan Latar Belakang:** Neander lahir di Bremen, Jerman, pada tahun 1650. Ia adalah seorang teolog Reformed dan salah satu pujangga himne Protestan terbesar di Jerman.
* **Masa Muda dan Pengaruh Pietisme:** Setelah kehilangan ayahnya di usia muda, Neander tumbuh dalam lingkungan yang saleh. Ia belajar teologi dan menjadi sangat dipengaruhi oleh gerakan Pietisme, sebuah gerakan dalam Protestanisme yang menekankan kesalehan pribadi, pengalaman rohani yang mendalam, dan hidup Kristen yang praktis, berbeda dengan formalisme dogmatis gereja pada masanya. Tokoh-tokoh seperti Philipp Spener dan Theodor Undereyk sangat memengaruhinya.
* **Pergumulan dan Kontroversi:** Keyakinan Pietisnya sering kali menempatkannya dalam konflik dengan otoritas gereja Reformed yang lebih ortodoks. Ia pernah menjabat sebagai guru di sebuah sekolah Latin di Düsseldorf dan juga berkhotbah, tetapi pandangannya yang "radikal" menurut standar saat itu membuatnya diberhentikan dari jabatannya.
* **Inspirasi di Lembah:** Selama periode pengasingan atau ketika ia mencari ketenangan dari konflik gereja, Neander sering menghabiskan waktu di sebuah lembah terpencil di dekat Mettmann, timur Düsseldorf. Di lembah ini, ia bermeditasi, merenungkan kebesaran Tuhan melalui alam, dan menulis banyak himne indahnya. Lembah ini kemudian dinamai "Neanderthal" (Lembah Neander) untuk menghormatinya. Menariknya, lembah ini juga menjadi lokasi penemuan fosil manusia purba Homo neanderthalensis sekitar 150 tahun kemudian, sehingga namanya menjadi terkenal secara global karena alasan yang berbeda.
* **Kematian Dini:** Sayangnya, Joachim Neander meninggal dunia pada usia yang sangat muda, 30 tahun, kemungkinan besar karena wabah. Meskipun hidupnya singkat, ia meninggalkan warisan yang luar biasa berupa lebih dari 60 himne, yang banyak di antaranya tetap dinyanyikan hingga hari ini.
* **Penciptaan "Wunderbarer König":**
* Lagu "Wunderbarer König" diyakini ditulis sekitar tahun 1680, tak lama sebelum kematiannya. Himne ini mencerminkan imannya yang mendalam, kekagumannya akan ciptaan Tuhan, dan pemahamannya tentang kedaulatan Tuhan di tengah-tengah cobaan pribadi.
* **Tema:** Lirik lagu ini adalah pujian yang megah kepada Tuhan sebagai "Raja yang Ajaib" (Wunderbarer König) yang mengatur seluruh alam semesta. Neander dengan indah menggambarkan bagaimana kebesaran, kuasa, dan hikmat Tuhan terpancar melalui langit berbintang, matahari, bulan, lautan, gunung, lembah, dan setiap makhluk hidup. Lagu ini mengajak seluruh ciptaan, termasuk jiwa manusia, untuk bersatu dalam pujian kepada Sang Pencipta. Ini adalah himne tentang teologi alam (natural theology), melihat kemuliaan Tuhan melalui ciptaan-Nya.
### **2. Penerjemahan ke "Allah Mahasuci"**
* **Penyebaran di Indonesia:** Seperti banyak himne Kristen lainnya, "Wunderbarer König" masuk ke Indonesia melalui jalur misi Kristen, terutama dari Belanda dan Jerman, yang membawa serta tradisi himne-himne Eropa.
* **Adaptasi dan Makna:** Judul "Allah Mahasuci" (God the Most Holy) di Indonesia dengan indah menangkap inti dari "Wunderbarer König" (Raja yang Ajaib). Meskipun terjemahan harfiah dari "Wunderbarer König" adalah "Raja yang Ajaib," pilihan "Mahasuci" mungkin lebih menekankan kemuliaan, kesempurnaan, dan keagungan Tuhan yang melampaui segala sesuatu, yang merupakan inti dari kekaguman Neander. Ini menunjukkan bahwa penerjemah berupaya menangkap *roh* dari himne asli, yaitu kekaguman dan pujian tak terbatas kepada Tuhan yang agung dan sempurna.
* **Popularitas di Indonesia:** "Allah Mahasuci" menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan di gereja-gereja Protestan di Indonesia. Melodi yang kuat dan lirik yang memukau tentang kebesaran Tuhan yang terpancar melalui ciptaan-Nya sangat meresap ke dalam hati jemaat. Lagu ini tercantum dalam berbagai buku himne Indonesia, seperti Kidung Jemaat (KJ 10) dan Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ 1).
### **3. Klarifikasi Nama-nama dalam Pertanyaan Anda:**
Pertanyaan Anda menyebutkan beberapa nama yang perlu diklarifikasi perannya terkait dengan lagu ini:
* **Bremen:** Bremen adalah kota kelahiran Joachim Neander. Jadi, "Bremen" bukan penulis lagu, melainkan tempat asal dari penulis utamanya.
* **Joachim Neander:** Ini adalah **penulis asli** dari himne "Wunderbarer König." Ia adalah tokoh sentral di balik lagu ini.
* **Neumann:** Tidak ada tokoh bernama "Neumann" yang secara langsung dikenal sebagai penulis atau penerjemah utama dari "Wunderbarer König" atau "Allah Mahasuci." Mungkin ada kekeliruan penulisan dengan "Neander," atau merujuk pada individu lain yang tidak secara langsung terkait dengan penulisan himne ini. Dalam konteks himnologi Jerman, ada beberapa tokoh bernama Neumann yang penting (misalnya, Paul Gerhardt Neumann), tetapi bukan sebagai penulis "Wunderbarer König."
* **Gerhard Tersteegen (1697-1769):** Gerhard Tersteegen adalah seorang mistikus Reformed Jerman yang sangat penting dan juga seorang pujangga himne yang produktif. Ia hidup setelah Neander dan terkenal dengan himne-himne yang dalam dan introspektif, seperti "Ich bete an die Macht der Liebe" (Ku Menyembah Pada Kekuatan Kasih). Namun, **Gerhard Tersteegen BUKANLAH penulis "Wunderbarer König."** Meskipun ia adalah tokoh penting dalam sejarah himnologi Jerman dan Pietisme, lagu "Wunderbarer König" adalah karya eksklusif Joachim Neander. Kemungkinan besar, penyebutan Tersteegen di sini adalah salah atribusi atau kebingungan dengan himne-himne penting lainnya dari periode tersebut.
---
**Kesimpulan:**
"Allah Mahasuci" adalah permata himne Kristen yang lahir dari hati seorang pujangga muda, Joachim Neander, yang menemukan inspirasi Ilahi di tengah pergumulan hidup dan keindahan alam. Lagu ini tetap menjadi ekspresi kekaguman dan pujian yang mendalam kepada Tuhan Yang Mahakuasa, melampaui batas bahasa dan waktu, menghubungkan jemaat di Indonesia dengan warisan spiritual dari seorang hamba Tuhan di lembah Neandertal ratusan tahun yang lalu.
---
### **1. Asal Mula: "Wunderbarer König" dan Joachim Neander**
Lagu ini pertama kali ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul **"Wunderbarer König, Herrscher von uns allen"** (Raja yang Ajaib, Penguasa kita semua) oleh **Joachim Neander**.
* **Joachim Neander (1650-1680): Sang Pujangga dari Lembah Neander**
* **Kelahiran dan Latar Belakang:** Neander lahir di Bremen, Jerman, pada tahun 1650. Ia adalah seorang teolog Reformed dan salah satu pujangga himne Protestan terbesar di Jerman.
* **Masa Muda dan Pengaruh Pietisme:** Setelah kehilangan ayahnya di usia muda, Neander tumbuh dalam lingkungan yang saleh. Ia belajar teologi dan menjadi sangat dipengaruhi oleh gerakan Pietisme, sebuah gerakan dalam Protestanisme yang menekankan kesalehan pribadi, pengalaman rohani yang mendalam, dan hidup Kristen yang praktis, berbeda dengan formalisme dogmatis gereja pada masanya. Tokoh-tokoh seperti Philipp Spener dan Theodor Undereyk sangat memengaruhinya.
* **Pergumulan dan Kontroversi:** Keyakinan Pietisnya sering kali menempatkannya dalam konflik dengan otoritas gereja Reformed yang lebih ortodoks. Ia pernah menjabat sebagai guru di sebuah sekolah Latin di Düsseldorf dan juga berkhotbah, tetapi pandangannya yang "radikal" menurut standar saat itu membuatnya diberhentikan dari jabatannya.
* **Inspirasi di Lembah:** Selama periode pengasingan atau ketika ia mencari ketenangan dari konflik gereja, Neander sering menghabiskan waktu di sebuah lembah terpencil di dekat Mettmann, timur Düsseldorf. Di lembah ini, ia bermeditasi, merenungkan kebesaran Tuhan melalui alam, dan menulis banyak himne indahnya. Lembah ini kemudian dinamai "Neanderthal" (Lembah Neander) untuk menghormatinya. Menariknya, lembah ini juga menjadi lokasi penemuan fosil manusia purba Homo neanderthalensis sekitar 150 tahun kemudian, sehingga namanya menjadi terkenal secara global karena alasan yang berbeda.
* **Kematian Dini:** Sayangnya, Joachim Neander meninggal dunia pada usia yang sangat muda, 30 tahun, kemungkinan besar karena wabah. Meskipun hidupnya singkat, ia meninggalkan warisan yang luar biasa berupa lebih dari 60 himne, yang banyak di antaranya tetap dinyanyikan hingga hari ini.
* **Penciptaan "Wunderbarer König":**
* Lagu "Wunderbarer König" diyakini ditulis sekitar tahun 1680, tak lama sebelum kematiannya. Himne ini mencerminkan imannya yang mendalam, kekagumannya akan ciptaan Tuhan, dan pemahamannya tentang kedaulatan Tuhan di tengah-tengah cobaan pribadi.
* **Tema:** Lirik lagu ini adalah pujian yang megah kepada Tuhan sebagai "Raja yang Ajaib" (Wunderbarer König) yang mengatur seluruh alam semesta. Neander dengan indah menggambarkan bagaimana kebesaran, kuasa, dan hikmat Tuhan terpancar melalui langit berbintang, matahari, bulan, lautan, gunung, lembah, dan setiap makhluk hidup. Lagu ini mengajak seluruh ciptaan, termasuk jiwa manusia, untuk bersatu dalam pujian kepada Sang Pencipta. Ini adalah himne tentang teologi alam (natural theology), melihat kemuliaan Tuhan melalui ciptaan-Nya.
### **2. Penerjemahan ke "Allah Mahasuci"**
* **Penyebaran di Indonesia:** Seperti banyak himne Kristen lainnya, "Wunderbarer König" masuk ke Indonesia melalui jalur misi Kristen, terutama dari Belanda dan Jerman, yang membawa serta tradisi himne-himne Eropa.
* **Adaptasi dan Makna:** Judul "Allah Mahasuci" (God the Most Holy) di Indonesia dengan indah menangkap inti dari "Wunderbarer König" (Raja yang Ajaib). Meskipun terjemahan harfiah dari "Wunderbarer König" adalah "Raja yang Ajaib," pilihan "Mahasuci" mungkin lebih menekankan kemuliaan, kesempurnaan, dan keagungan Tuhan yang melampaui segala sesuatu, yang merupakan inti dari kekaguman Neander. Ini menunjukkan bahwa penerjemah berupaya menangkap *roh* dari himne asli, yaitu kekaguman dan pujian tak terbatas kepada Tuhan yang agung dan sempurna.
* **Popularitas di Indonesia:** "Allah Mahasuci" menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan di gereja-gereja Protestan di Indonesia. Melodi yang kuat dan lirik yang memukau tentang kebesaran Tuhan yang terpancar melalui ciptaan-Nya sangat meresap ke dalam hati jemaat. Lagu ini tercantum dalam berbagai buku himne Indonesia, seperti Kidung Jemaat (KJ 10) dan Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ 1).
### **3. Klarifikasi Nama-nama dalam Pertanyaan Anda:**
Pertanyaan Anda menyebutkan beberapa nama yang perlu diklarifikasi perannya terkait dengan lagu ini:
* **Bremen:** Bremen adalah kota kelahiran Joachim Neander. Jadi, "Bremen" bukan penulis lagu, melainkan tempat asal dari penulis utamanya.
* **Joachim Neander:** Ini adalah **penulis asli** dari himne "Wunderbarer König." Ia adalah tokoh sentral di balik lagu ini.
* **Neumann:** Tidak ada tokoh bernama "Neumann" yang secara langsung dikenal sebagai penulis atau penerjemah utama dari "Wunderbarer König" atau "Allah Mahasuci." Mungkin ada kekeliruan penulisan dengan "Neander," atau merujuk pada individu lain yang tidak secara langsung terkait dengan penulisan himne ini. Dalam konteks himnologi Jerman, ada beberapa tokoh bernama Neumann yang penting (misalnya, Paul Gerhardt Neumann), tetapi bukan sebagai penulis "Wunderbarer König."
* **Gerhard Tersteegen (1697-1769):** Gerhard Tersteegen adalah seorang mistikus Reformed Jerman yang sangat penting dan juga seorang pujangga himne yang produktif. Ia hidup setelah Neander dan terkenal dengan himne-himne yang dalam dan introspektif, seperti "Ich bete an die Macht der Liebe" (Ku Menyembah Pada Kekuatan Kasih). Namun, **Gerhard Tersteegen BUKANLAH penulis "Wunderbarer König."** Meskipun ia adalah tokoh penting dalam sejarah himnologi Jerman dan Pietisme, lagu "Wunderbarer König" adalah karya eksklusif Joachim Neander. Kemungkinan besar, penyebutan Tersteegen di sini adalah salah atribusi atau kebingungan dengan himne-himne penting lainnya dari periode tersebut.
---
**Kesimpulan:**
"Allah Mahasuci" adalah permata himne Kristen yang lahir dari hati seorang pujangga muda, Joachim Neander, yang menemukan inspirasi Ilahi di tengah pergumulan hidup dan keindahan alam. Lagu ini tetap menjadi ekspresi kekaguman dan pujian yang mendalam kepada Tuhan Yang Mahakuasa, melampaui batas bahasa dan waktu, menghubungkan jemaat di Indonesia dengan warisan spiritual dari seorang hamba Tuhan di lembah Neandertal ratusan tahun yang lalu.
Cross Reference
KJ 17, KK 59, NR 97, KPKA 6
Tuhan Allah Hadir
KJ
Tuhan Allah Hadir
KK
Pamuji Ing Pangibadah
KPKA
Tuhan Allah Hadir
NR
Sama Tema
Kidung Pamuji
Allah Iku Mahakwasa
KPJ
Allah Mbabarken Kwasanya
KPJ
Dhuh Nyawaku, Sira Saosa Puji
KPJ
Dhuh Pang'ran
KPJ
Gusti Kang Murbeng Dumadi
KPJ
Gusti, Kawula Sowan
KPJ
Haleluya
KPJ
He, Sarupaning Pra Umat
KPJ
He Wong Salumahing Bumi
KPJ
Kula Ngaturken Sembah
KPJ
Kula Sami Kekempalan
KPJ
Kula Sami Kekempalan
KPJ
Kula Sami Sowan
KPJ
Kula Samya Tetunggilan
KPJ
Kula Tumenga Mring Gusti
KPJ
Langit Tansah Nyariyosken
KPJ
Mugi Rawuha, Dhuh Gusti!
KPJ
Nyawaku, Pujinen Allah!
KPJ
Pamuji Konjuk Gusti
KPJ
Pangeran Mamulya
KPJ
Para Titah Sadaya Samya Ngrepekna
KPJ
Puji Konjuk Allah Rama
KPJ
Puji Mring Allah
KPJ
Pinujia Gusti Allah
KPJ
Pinuji Allah
KPJ
Pinuji Gusti
KPJ
Sakehing Titah Ing Bumi
KPJ
Suci, Suci, Suci
KPJ
Sumangga Sowan Gusti
KPJ
Swawi Pra Kadang
KPJ
Swawi Pra Suci Nyawiji
KPJ
Swawi Sami Muji Allah
KPJ
Swawi Ta Kanca Kula
KPJ
Ulukna Pamuji
KPJ