KPPK
Suara Dentang Lonceng Berbunyi
Ring The Bells Of Heaven
Informasi Lagu
139
Nomor
Kode
KPPK 139
Buku
Kidung Puji-Pujian Kristen
Metronom
0
Cross Ref.
NKI 233, PPK 69, NP 264, KP 61
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Dari sorga mulia, Ia kan kembali,
suara dentang lonceng berbunyi.
Bangunlah umat-Nya, hai, kau yang menang,
kan berjumpa Dia di angkasa.
Mulia, Kristus Tuhan kembali,
mulia, umat semua memuji,
siap dan berjaga, sambut datang-Nya,
Tuhan kan segera kembali.
Dari malam gelap, ke fajar yang trang,
Ia kan datang dalam terang-Nya.
Bangunlah umat-Nya, hai, angkat panji-Nya,
segera kabarkan Injil-Nya.
Saat Tuhan datang, kan bri pahala,
pada semua yang percaya.
Bangunlah umat-Nya, sampahkan dunia,
gar kau luput dari murka-Nya.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Ring the Bells of Heaven"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"Bunyikan Genta Surga"** atau **"Riang dan Gembira di Surga"**) adalah salah satu himne Kristen klasik yang penuh sukacita. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara seorang penulis lirik yang mengalami banyak penderitaan dan seorang komposer lagu gospel paling berpengaruh di abad ke-19.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: William Orcutt Cushing (1823–1903)
William O. Cushing adalah seorang pendeta dari Amerika Serikat yang melayani di Gereja Kristen (Disciples of Christ). Hidupnya bukanlah kehidupan yang mulus tanpa hambatan.
* **Penderitaan Pribadi:** Cushing adalah orang yang sangat rohani, namun ia mengalami cobaan berat ketika ia kehilangan suaranya. Akibat kondisi medis yang tidak dijelaskan secara rinci, ia terpaksa pensiun dari pelayanan mimbar aktif karena tidak bisa lagi berkhotbah dengan suara yang lantang.
* **Perubahan Fokus:** Meskipun kehilangan kemampuan berkhotbah secara lisan, Cushing tidak menyerah pada Tuhan. Ia memutuskan untuk "berkhotbah" melalui tulisan. Ia mulai menulis lirik lagu pujian. Ia sering berdoa agar Tuhan memberinya kata-kata yang bisa menguatkan orang lain, meskipun ia sendiri sedang mengalami keterbatasan fisik.
* **Filosofi Hidup:** Bagi Cushing, kesedihan di dunia hanyalah sementara, dan sukacita sejati ditemukan dalam pertobatan dan janji keselamatan. Inilah yang menjadi inti dari "Ring the Bells of Heaven"—sebuah lagu tentang perayaan atas jiwa yang kembali kepada Tuhan.
### 2. Komposer: George F. Root (1820–1895)
George F. Root adalah salah satu tokoh musik paling penting dalam sejarah Amerika Serikat. Ia dikenal bukan hanya sebagai penulis lagu gerejawi, tetapi juga sebagai komposer lagu-lagu populer selama Perang Saudara Amerika (seperti *Battle Cry of Freedom*).
* **Kolaborasi:** Cushing dan Root sering bekerja sama. Gaya musik Root sangat dikenal karena melodinya yang semangat, ritmik, dan mudah diikuti oleh jemaat awam. Ketika Cushing mengirimkan lirik *Ring the Bells of Heaven* kepada Root, Root langsung melihat potensi lagu tersebut sebagai lagu yang menggugah semangat (upbeat).
### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini terinspirasi langsung dari ayat Alkitab **Lukas 15:7**, yang berbunyi:
> *"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."*
Liriknya menceritakan tentang perayaan surgawi setiap kali ada "anak yang hilang" kembali ke rumah Bapa.
* **Simbolisme Lonceng:** Dalam budaya Kristen tradisional, lonceng digunakan untuk merayakan peristiwa penting. "Membunyikan lonceng surga" adalah metafora untuk sebuah pesta besar atau kemenangan besar di dimensi spiritual.
* **Pesan Pertobatan:** Lagu ini sangat menekankan bahwa setiap jiwa yang bertobat adalah alasan bagi seluruh isi surga untuk bergembira. Ini adalah pesan yang sangat optimis dan penuh pengharapan bagi siapa pun yang merasa tersesat atau tidak layak.
### 4. Dampak Lagu
Sejak diterbitkan pertama kali pada tahun 1866, lagu ini menjadi sangat populer dalam gerakan *Sunday School* dan pertemuan kebangunan rohani (revival) di Amerika dan kemudian tersebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.
Kekuatan lagu ini terletak pada kontras antara latar belakang penulisnya—seorang pria yang kehilangan suara untuk berbicara—dengan pesan lagu yang mengajak "seluruh dunia" untuk bersorak-sorai. Lagu ini menjadi bukti bahwa meskipun seseorang mungkin "bisu" di dunia ini, pesan kebenaran yang ia tulis bisa bergema dan "berbunyi" melintasi zaman.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **transformasi kesedihan menjadi sukacita.** William O. Cushing mengubah rasa frustrasinya karena kehilangan suara menjadi gema lonceng sukacita yang menyambut orang-orang berdosa pulang ke rumah Bapa. Ketika kita menyanyikan lagu ini, kita diingatkan bahwa di balik setiap tindakan pertobatan, ada perayaan besar yang sedang terjadi di surga, yang dirancang untuk mengalahkan kesedihan apa pun yang kita alami di bumi.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: William Orcutt Cushing (1823–1903)
William O. Cushing adalah seorang pendeta dari Amerika Serikat yang melayani di Gereja Kristen (Disciples of Christ). Hidupnya bukanlah kehidupan yang mulus tanpa hambatan.
* **Penderitaan Pribadi:** Cushing adalah orang yang sangat rohani, namun ia mengalami cobaan berat ketika ia kehilangan suaranya. Akibat kondisi medis yang tidak dijelaskan secara rinci, ia terpaksa pensiun dari pelayanan mimbar aktif karena tidak bisa lagi berkhotbah dengan suara yang lantang.
* **Perubahan Fokus:** Meskipun kehilangan kemampuan berkhotbah secara lisan, Cushing tidak menyerah pada Tuhan. Ia memutuskan untuk "berkhotbah" melalui tulisan. Ia mulai menulis lirik lagu pujian. Ia sering berdoa agar Tuhan memberinya kata-kata yang bisa menguatkan orang lain, meskipun ia sendiri sedang mengalami keterbatasan fisik.
* **Filosofi Hidup:** Bagi Cushing, kesedihan di dunia hanyalah sementara, dan sukacita sejati ditemukan dalam pertobatan dan janji keselamatan. Inilah yang menjadi inti dari "Ring the Bells of Heaven"—sebuah lagu tentang perayaan atas jiwa yang kembali kepada Tuhan.
### 2. Komposer: George F. Root (1820–1895)
George F. Root adalah salah satu tokoh musik paling penting dalam sejarah Amerika Serikat. Ia dikenal bukan hanya sebagai penulis lagu gerejawi, tetapi juga sebagai komposer lagu-lagu populer selama Perang Saudara Amerika (seperti *Battle Cry of Freedom*).
* **Kolaborasi:** Cushing dan Root sering bekerja sama. Gaya musik Root sangat dikenal karena melodinya yang semangat, ritmik, dan mudah diikuti oleh jemaat awam. Ketika Cushing mengirimkan lirik *Ring the Bells of Heaven* kepada Root, Root langsung melihat potensi lagu tersebut sebagai lagu yang menggugah semangat (upbeat).
### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini terinspirasi langsung dari ayat Alkitab **Lukas 15:7**, yang berbunyi:
> *"Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."*
Liriknya menceritakan tentang perayaan surgawi setiap kali ada "anak yang hilang" kembali ke rumah Bapa.
* **Simbolisme Lonceng:** Dalam budaya Kristen tradisional, lonceng digunakan untuk merayakan peristiwa penting. "Membunyikan lonceng surga" adalah metafora untuk sebuah pesta besar atau kemenangan besar di dimensi spiritual.
* **Pesan Pertobatan:** Lagu ini sangat menekankan bahwa setiap jiwa yang bertobat adalah alasan bagi seluruh isi surga untuk bergembira. Ini adalah pesan yang sangat optimis dan penuh pengharapan bagi siapa pun yang merasa tersesat atau tidak layak.
### 4. Dampak Lagu
Sejak diterbitkan pertama kali pada tahun 1866, lagu ini menjadi sangat populer dalam gerakan *Sunday School* dan pertemuan kebangunan rohani (revival) di Amerika dan kemudian tersebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.
Kekuatan lagu ini terletak pada kontras antara latar belakang penulisnya—seorang pria yang kehilangan suara untuk berbicara—dengan pesan lagu yang mengajak "seluruh dunia" untuk bersorak-sorai. Lagu ini menjadi bukti bahwa meskipun seseorang mungkin "bisu" di dunia ini, pesan kebenaran yang ia tulis bisa bergema dan "berbunyi" melintasi zaman.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **transformasi kesedihan menjadi sukacita.** William O. Cushing mengubah rasa frustrasinya karena kehilangan suara menjadi gema lonceng sukacita yang menyambut orang-orang berdosa pulang ke rumah Bapa. Ketika kita menyanyikan lagu ini, kita diingatkan bahwa di balik setiap tindakan pertobatan, ada perayaan besar yang sedang terjadi di surga, yang dirancang untuk mengalahkan kesedihan apa pun yang kita alami di bumi.
Cross Reference
NKI 233, PPK 69, NP 264, KP 61
Ambate Ramennya
KP
Di Surga Ramai Yang Besar
NKI
Riang dan Gembira di Surga
NP
Tuhan Yesus Kristus Segera Kembali
PPK
Sama Tema
Yesus Kristus - Kedatangan Yesus