Informasi Lagu
155
Nomor
Kode
NKB 155
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Ira D. Sankey
Pencipta Syair
Samuel O. Clough
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Jurus’lamatku bertakhta di sorga, penuh kasih sayang dan anugerah. Dan Dia menjagaku untuk s’lamanya, kiranya engkau pun milikNya baka. Engkau ‘ku doakan, engkau ‘ku doakan kiranya engkau pun milikNya baka.
Bapa di sorga telah memberiku harapan sejati dan hidup kekal. Dengan segera Dia ‘kan menjemputku, hai mari serta, takkan ‘kau menyesal. Engkau ‘ku doakan, engkau ‘ku doakan kiranya engkau pun milikNya baka.
Jubah yang putih kemilau bercahya, ‘ku lihat jelas di penantianku. ‘Pabila kelak aku menerimanya, hai kawan, maukah itu pun milikmu? Engkau ‘ku doakan, engkau ‘ku doakan kiranya engkau pun milikNya baka.
Jikalau Yesus berjumpa denganmu, kisahkan kasihNya kepada dunia. Dan bawa mereka di dalam doamu, tentu Dia akan mengabulkannya. Engkau ‘ku doakan, engkau ‘ku doakan kiranya engkau pun milikNya baka.
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 155
Sejarah Lagu
Lagu **"Jurus’lamatku Bertakhta di Sorga"** (judul asli: *I Am Praying for You*) adalah salah satu lagu rohani klasik yang memiliki kisah yang sangat menyentuh hati di balik penciptaannya. Lagu ini lahir dari persahabatan yang tulus antara dua orang pria: **Samuel O. Clough** (penulis lirik) dan **Ira D. Sankey** (komposer musik).

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang Penulis (Samuel O. Clough)
Samuel O. Clough adalah seorang pria asal Inggris yang memiliki kerinduan besar untuk membagikan kasih Tuhan kepada orang lain. Pada tahun 1874, ia tinggal di London. Clough bukanlah seorang penulis lagu profesional, namun ia adalah seorang yang sangat aktif dalam pelayanan penginjilan.

### 2. Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Pada tahun 1874, penginjil terkenal **D.L. Moody** dan penyanyi/komposer **Ira D. Sankey** sedang mengadakan rangkaian kebaktian kebangunan rohani di Inggris. Dalam salah satu pertemuan tersebut, Clough bertemu dengan Ira D. Sankey.

Clough mengungkapkan kepada Sankey bahwa dia telah menulis sebuah puisi (lirik lagu) yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya dalam berdoa bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Clough sangat yakin bahwa doa syafaat (berdoa untuk orang lain) adalah kunci untuk memenangkan jiwa. Lirik tersebut ditulis berdasarkan ayat Alkitab dalam **Ibrani 7:25**:
> *"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka."*

### 3. Proses Penciptaan
Ira D. Sankey, yang saat itu sudah dikenal karena kemampuannya mengubah puisi menjadi lagu yang menggugah, membaca lirik yang disodorkan Clough. Sankey merasa lirik tersebut sangat kuat, sederhana, dan memiliki pesan penginjilan yang mendalam.

Sankey kemudian menggubah melodi untuk lirik tersebut. Lagu ini tidak dirancang dengan megah, melainkan dengan irama yang tenang dan penuh penekanan pada kasih Kristus yang terus berdoa bagi kita (sebagai pengantara) dan panggilan bagi orang percaya untuk mendoakan sesamanya.

### 4. Makna Lagu
Lirik lagu ini mencerminkan dua hal utama:
* **Keyakinan akan Kristus:** Bahwa Yesus tidak hanya mati dan bangkit, tetapi saat ini Ia sedang "bertakhta di sorga" dan "berdoa bagi kita" (*I am praying for you*).
* **Panggilan Syafaat:** Bahwa sebagai pengikut Kristus, kita pun dipanggil untuk mendoakan mereka yang belum diselamatkan.

Bait-bait lagunya (dalam terjemahan Indonesia) menegaskan bahwa ada Juruselamat yang tidak pernah lelah mengasihi dan mengantarai umat-Nya di hadapan Bapa.

### 5. Dampak Lagu Tersebut
Lagu ini menjadi salah satu lagu paling populer dalam buku nyanyian *Gospel Hymns* yang diterbitkan oleh Sankey dan Moody. Lagu ini sering dinyanyikan dalam pertemuan-pertemuan evangelisasi di berbagai negara.

Kisah di balik lagu ini juga sering digunakan oleh para pengkhotbah untuk menekankan bahwa pelayanan yang paling berdampak bukanlah selalu khotbah yang berapi-api, melainkan doa yang dinaikkan dengan tekun bagi jiwa-jiwa yang terhilang.

### Kesimpulan
*I Am Praying for You* bukan sekadar lagu, melainkan sebuah pengingat bahwa di balik kesibukan dunia, ada satu pribadi—Yesus Kristus—yang terus menjaga dan mendoakan anak-anak-Nya. Bagi kita yang menyanyikannya, lagu ini menjadi pengingat untuk tidak berhenti mendoakan orang-orang di sekitar kita yang belum mengenal kasih Allah.

---
**Potongan lirik asli:**
*"I have a Savior, He’s pleading in glory,*
*A dear, loving Savior, though earth-friends be few;*
*And now He is watching in tenderness o’er me,*
*And oh, that my Savior were your Savior too."*