Informasi Lagu
18
Nomor
Kode
NKB 18
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Silas J. Vail
Pencipta Syair
L. Baxter
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI 1990
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Pintu gerbang terbukalah sehingga tampak cahya, yang dari salib asalnya, besarlah kasih Allah. Betapa dalam kasihNya, pintu gerbang terbukalah! Ya bagiku, terbuka bagiku!
Pintu gerbang terbukalah mengundang yang berdosa, baik kaya, miskin masuklah, pun s’gala suku bangsa.
Berjalanlah tetap teguh meski set’ru menghadang, terus pikullah salibmu dan raihlah jejamang.
K’lak salib kita campakkan di dalam k’rajaanNya. Mahkota kita dapatkan berkat pengorbananNya.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 18 1
Slide 2 — NKB 18 2
Slide 3 — NKB 18 3
Slide 4 — NKB 18 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 18
Sejarah Lagu
Lagu **"Pintu Gerbang Terbukalah"** (judul asli bahasa Inggris: ***The Gate Ajar for Me***) adalah salah satu lagu himne Kristen klasik yang memiliki sejarah yang cukup sederhana namun sangat menyentuh.

Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:

### 1. Penulis Lirik: Lydia Baxter
Lirik lagu ini ditulis oleh **Lydia Baxter** (1809–1874), seorang wanita Kristen asal Amerika yang dikenal karena dedikasinya dalam pelayanan dan tulisannya. Lydia Baxter bukanlah seorang penulis lagu profesional di awal hidupnya; ia adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki kerinduan mendalam untuk membagikan pengharapan Kristiani melalui kata-kata.

Meskipun ia hidup dalam kondisi kesehatan yang cukup lemah di tahun-tahun terakhir hidupnya, ia tetap aktif menulis puisi dan himne. Lirik *"The Gate Ajar for Me"* ditulis sebagai bentuk refleksi atas kasih karunia Tuhan yang selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin datang kepada-Nya.

### 2. Komposer: Silas J. Vail
Lirik yang dibuat oleh Lydia Baxter kemudian ditemukan oleh **Silas J. Vail** (1818–1884). Vail adalah seorang komposer musik gereja dan penyanyi yang cukup produktif pada pertengahan abad ke-19 di Amerika.

Vail dikenal sebagai sosok yang sangat religius dan sering kali menciptakan melodi yang sederhana namun mampu menyentuh perasaan jemaat di kebaktian-kebaktian kebangunan rohani. Ketika ia membaca puisi karya Lydia Baxter, ia merasa pesan tentang "pintu gerbang yang terbuka" sangat kuat dan cocok dengan semangat evangelis saat itu. Ia kemudian menciptakan melodi yang kita kenal sekarang, yang memberikan penekanan emosional pada janji keselamatan tersebut.

### 3. Makna dan Teologi di Balik Lagu
Lagu ini terinspirasi dari konsep teologis tentang **Pintu Gerbang Surga**. Dalam Alkitab (khususnya merujuk pada Wahyu 21:25 atau metafora Yesus sebagai "Pintu"), ada keyakinan bahwa keselamatan tersedia bagi setiap orang yang berdosa yang mau bertobat.

* **"Pintu Gerbang Terbukalah"**: Menggambarkan bahwa Tuhan tidak menutup diri-Nya bagi manusia. Pintu itu "terbuka sedikit" (*ajar*), sebuah metafora bahwa keselamatan tidak terkunci rapat; siapapun yang mengetuk dan masuk akan diterima.
* **Konteks Zaman**: Lagu ini diciptakan pada masa ketika gerakan penginjilan sedang berkembang pesat di Amerika (sekitar tahun 1870-an). Lagu-lagu dengan tema "panggilan untuk bertobat" sangat populer di acara-acara *revival* (kebaktian kebangunan rohani).

### 4. Kepopuleran
Lagu ini mencapai puncak kepopulerannya karena dimasukkan ke dalam buku-buku kumpulan lagu ibadah (hymnal) yang digunakan dalam kampanye penginjilan besar, seperti kampanye **Dwight L. Moody** dan penyanyi solonya, **Ira D. Sankey**.

Ira D. Sankey sering menggunakan lagu ini untuk mengakhiri sesi khotbahnya, di mana setelah mendengar ajakan untuk bertobat, jemaat diajak menyanyikan lagu ini sebagai bentuk komitmen mereka untuk masuk ke dalam "pintu keselamatan."

### Ringkasan Pesan
Daya tarik utama dari lagu ini terletak pada kesederhanaannya. Kisah di baliknya bukan tentang peristiwa dramatis yang heroik, melainkan tentang **seorang wanita yang sakit (Lydia Baxter)** yang ingin menyampaikan pesan tentang **kasih Tuhan yang tidak pernah putus**, yang kemudian **diiringi musik oleh seorang komposer yang taat (Silas J. Vail)**, sehingga pesan tersebut bisa dinyanyikan oleh jutaan orang sebagai pengingat akan janji keselamatan yang selalu tersedia.

Dalam bahasa Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan dan dinyanyikan dengan judul "Pintu Gerbang Terbukalah", dan tetap menjadi salah satu lagu klasik yang membangkitkan rasa aman dan harapan di kalangan umat Kristen.