Informasi Lagu
195
Nomor
Kode
NKB 195
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Philip P. Bliss
Pencipta Syair
Horatio G. Spafford
Penerjemah
E.L. Pohan
Cross Ref.
PKJ 232, GB 263, NP 221, NKI 85, PPK 138, KK 588, BE 213, BN 213, BL 115
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Kendati hidupku tent’ram dan senang, dan walau derita penuh, Engkau mengajarku bersaksi tegas: S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku. S’lamatlah (s’lamatlah) jiwaku (jiwaku), S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.
Kendatipun susah terus menekan dan iblis geram menyerbu, Tuhanku menilik anakNya tetap; S’lamatlah, s’lamatlah jiwaku.
Yesusku mengangkat di salib kejam dosaku dan aib sepenuh. Hutangku dibayar dan aku lepas, puji Tuhan, wahai jiwaku.
Ya Tuhan, singkapkan embun yang gelap dapatkan seg’ra umatMu. ‘Pabila serunai berbunyi gegap, ‘ku seru: s’lamatlah jiwaku.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NKB 195 1
Slide 2 — NKB 195 2
Slide 3 — NKB 195 3
Slide 4 — NKB 195 4
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 195
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Kendati Hidupku Tent'ram" atau dalam bahasa Inggris "It Is Well With My Soul" (sering juga dikenal dengan baris pertamanya, "When Peace Like A River") adalah salah satu cerita paling mengharukan dan mendalam dalam sejarah musik rohani Kristen. Lagu ini lahir dari tragedi yang tak terbayangkan, menjadi testimoni iman yang tak tergoyahkan, dan diciptakan oleh dua tokoh kunci: **Horatio Gates Spafford** (penulis lirik) dan **Philip Paul Bliss** (komposer melodi).

Mari kita selami kisah detailnya:

---

**Bagian 1: Kehidupan Horatio G. Spafford Sebelum Tragedi (1828-1871)**

Horatio Gates Spafford adalah seorang pengacara sukses dan pebisnis terkemuka di Chicago, Amerika Serikat. Ia adalah seorang yang sangat dihormati, seorang penatua gereja Presbiterian yang saleh, dan teman dekat dari penginjil terkenal Dwight L. Moody dan penyanyi Ira D. Sankey. Horatio dan istrinya, Anna, dikaruniai lima orang anak: seorang putra dan empat putri.

Kehidupan Spafford, meskipun makmur, tidak luput dari duka.
1. **Kematian Putra Tunggal (1870):** Pada tahun 1870, putra tunggal mereka meninggal dunia karena sakit pada usia yang sangat muda. Ini adalah pukulan pertama yang menyakitkan bagi keluarga Spafford.
2. **Kebakaran Besar Chicago (1871):** Setahun kemudian, pada tahun 1871, Chicago dilanda "Great Chicago Fire" yang dahsyat. Meskipun Horatio tidak kehilangan rumahnya, sebagian besar investasinya di real estat hancur lebur akibat kebakaran tersebut. Kerugian finansialnya sangat besar, tetapi imannya tetap teguh.

Setelah kebakaran, Horatio Spafford terlibat aktif dalam upaya pembangunan kembali Chicago. Ia melihat bagaimana orang-orang bergumul, dan ia merasa perlu ada penyegaran rohani. Ia merencanakan perjalanan ke Eropa bersama keluarganya untuk mendukung kampanye penginjilan D.L. Moody dan Ira Sankey.

---

**Bagian 2: Tragedi di Samudra Atlantik (November 1873)**

Pada bulan November 1873, Horatio Spafford memiliki urusan bisnis mendesak terkait dengan propertinya yang rusak akibat kebakaran. Karena itu, ia memutuskan untuk menunda perjalanannya ke Eropa, sementara istrinya, Anna, dan keempat putri mereka—Tanetta (11), Elizabeth (9), Margaret Lee (5), dan Annie (2)—bertolak lebih dulu. Mereka berlayar dengan kapal uap Perancis bernama **SS Ville du Havre** dari New York. Horatio berjanji akan menyusul mereka beberapa hari kemudian.

Pada dini hari tanggal 22 November 1873, di tengah Samudra Atlantik, SS Ville du Havre bertabrakan dengan sebuah kapal layar besi bernama **Lochearn**. Dampaknya sangat parah. Ville du Havre adalah kapal kayu yang jauh lebih rapuh dibandingkan Lochearn yang terbuat dari besi. Dalam waktu sekitar 12 menit, Ville du Havre tenggelam ke dasar laut.

Dari 313 penumpang dan awak, 226 orang tewas, termasuk keempat putri Horatio Spafford. Istrinya, Anna, adalah salah satu dari sedikit yang selamat. Ia ditemukan mengambang tak sadarkan diri di atas sepotong puing kapal oleh awak Lochearn yang sempat menyelamatkan beberapa orang. Ketika Anna sadar, ia dikelilingi oleh para penyintas lainnya yang putus asa. Seorang wanita berkata kepadanya, "Anda adalah satu-satunya yang selamat dari keluarga Anda." Anna menjawab, "Saya tidak sendiri; saya memiliki Yesus."

Setelah beberapa hari terombang-ambing di laut, para penyintas akhirnya diselamatkan oleh kapal lain dan dibawa ke Cardiff, Wales. Dari sana, Anna Spafford mengirim telegram kepada suaminya di Chicago, yang hanya berisi dua kata yang menghantam hati Horatio: **"Saved alone..."** (Hanya saya yang selamat...).

---

**Bagian 3: Perjalanan Horatio dan Lahirnya Lirik Lagu (Desember 1873)**

Setelah menerima telegram yang memilukan itu, Horatio Spafford segera memesan tiket kapal uap termurah untuk berlayar ke Inggris, menjemput istrinya. Selama perjalanan melintasi Samudra Atlantik, kapten kapal memanggil Horatio ke geladak dan memberitahunya, "Saya percaya kita berada di tempat kapal Ville du Havre tenggelam."

Di tengah samudra yang dingin dan luas, tepat di atas kuburan putri-putrinya, Horatio Spafford berdiri merenung. Ia tidak hanya merasakan kesedihan yang tak terhingga dan luka yang menganga, tetapi juga kedamaian yang melampaui akal sehat manusia, sebuah kepastian akan hadirat Tuhan dan pengharapan kekal. Dalam momen yang luar biasa itu, dengan pena di tangan, ia menuliskan lirik-lirik yang kini abadi:

> *When peace, like a river, attendeth my way,*
> *When sorrows like sea billows roll;*
> *Whatever my lot, Thou hast taught me to say,*
> ***It is well, it is well, with my soul.***
>
> *(Kendati hidupku tentram dan senang,*
> *Derita badai menyerbu g’lap,*
> *Tak goyah imanku, ya, s’bab Kau t’lah b’ri*
> ***Di dalam jiwaku s’lamatlah!***)*

Lirik ini bukan sekadar ekspresi pasrah, melainkan deklarasi iman yang kuat bahwa bahkan di tengah badai kehidupan yang paling mengerikan, ada kedamaian batin dan keyakinan akan keselamatan jiwa melalui Kristus. Ia menulis tentang penebusan dosa-dosa dan pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua kali, di mana maut tidak lagi memiliki sengatnya.

---

**Bagian 4: Melodi oleh Philip P. Bliss dan Penyebaran Lagu**

Ketika Horatio akhirnya bertemu dengan Anna di Inggris, ia membagikan lirik yang telah ditulisnya kepada D.L. Moody dan Ira Sankey. Sankey kemudian meneruskan lirik itu kepada **Philip Paul Bliss**, seorang komposer musik rohani dan penyanyi gospel terkemuka pada masa itu, yang juga merupakan teman dari Spafford.

Bliss, yang sangat tersentuh oleh kisah dan kedalaman iman Horatio, dengan cepat mengkomposisikan melodi yang kini kita kenal. Melodinya sederhana namun kuat, sempurna untuk mengiringi lirik yang begitu jujur dan penuh harapan. Ia memberi judul lagu tersebut "It Is Well With My Soul."

Lagu ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1876 dalam koleksi lagu-lagu gospel yang disusun oleh Moody dan Sankey berjudul *Gospel Songs No. 2*. Sejak saat itu, lagu ini dengan cepat menyebar dan menjadi salah satu himne paling dicintai di seluruh dunia, dinyanyikan di gereja-gereja, pemakaman, dan di saat-saat kesedihan maupun sukacita.

---

**Bagian 5: Kehidupan Spafford Setelah Lagu**

Keluarga Spafford kemudian dikaruniai tiga putri lagi: Horatia, Bertha, dan Grace. Horatio dan Anna Spafford tidak hanya berhenti pada penulisan lagu. Pada tahun 1881, mereka memutuskan untuk pindah ke Yerusalem bersama beberapa orang Kristen lainnya, membentuk apa yang dikenal sebagai "American Colony." Mereka mendirikan sebuah komunitas yang mengabdikan diri untuk melayani penduduk setempat—Kristen, Muslim, dan Yahudi—tanpa memandang latar belakang agama, melalui karya sosial dan kemanusiaan. Spafford meninggal di Yerusalem pada tahun 1888, dan istrinya Anna meninggal pada tahun 1923.

---

**Warisan Abadi**

"Kendati Hidupku Tent'ram / It Is Well With My Soul" adalah lebih dari sekadar lagu; ia adalah kesaksian hidup tentang kekuatan iman yang luar biasa. Ia mengajarkan bahwa meskipun kita mungkin menghadapi badai kehidupan yang paling mengerikan, dan meskipun "derita badai menyerbu g'lap," kedamaian sejati dan keselamatan jiwa dapat ditemukan di dalam Kristus. Lagu ini terus menghibur, menginspirasi, dan mengingatkan jutaan orang di seluruh dunia tentang pengharapan yang tidak tergoyahkan.