Informasi Lagu
150
Nomor
Kode
NP 150
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Thomas Hastings
Pencipta Syair
William Williams
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Pimpin aku Allah Bapa, Lewat padang yang gersang! Ku lemahlah Kau perkasa, Tanganku pegang skarang. Roti surga, Puaskanlah jiwaku! Roti surga, Puaskanlah jiwaku!
Pancarkanlah air hidup bagiku yang dahaga; Tiang api, tiang awan, Pimpin aku slamanya. Juru Slamat, Kaulah Benteng hidupku! Juru Slamat, Kaulah Benteng hidupku!
Walau arus Sungai Yordan sangat dras menakutkan, O sebrangkan aku Tuhan, Slamat sampai Kanaan. Puji Allah untuk slama-lamanya! Puji Allah untuk slama-lamanya!
Partitur / Not
Partitur Chord NP 150
Sejarah Lagu
Lagu pujian (hymn) yang sangat ikonik ini memiliki sejarah yang panjang, melibatkan dua tokoh besar dari dua generasi yang berbeda. Lagu ini dikenal di dunia internasional dengan judul asli **"Guide Me, O Thou Great Jehovah"** (atau dalam bahasa Indonesia: **"Pimpin Aku, Allah Bapa"**).

Berikut adalah kisah di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Penulis Lirik: William Williams (1717–1791)
William Williams adalah seorang pengkhotbah dan penyair asal Wales. Ia sering dijuluki sebagai "Penyair Wales" karena kontribusinya yang luar biasa dalam penulisan lagu-lagu rohani dalam bahasa Wales.

* **Latar Belakang:** Williams menulis lirik asli lagu ini dalam bahasa Wales pada tahun 1745 dengan judul *"Arglwydd, arwain trwy'r anialwch"* (Tuhan, pimpinlah melalui padang gurun).
* **Inspirasi:** Lirik ini terinspirasi dari kisah perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian. Seperti bangsa Israel yang dipimpin oleh tiang awan dan tiang api di padang gurun, Williams merefleksikan hidup manusia sebagai sebuah perjalanan di "padang gurun" dunia ini yang penuh godaan dan tantangan, di mana kita sangat bergantung pada pimpinan Allah.
* **Kematian:** Lagu ini sangat bermakna bagi Williams. Dikabarkan bahwa saat ia berada di tempat tidur menjelang ajalnya, ia masih terus melantunkan bait-bait lagu ini sebagai ungkapan pengharapannya akan kehidupan kekal.

### 2. Penerjemahan ke Bahasa Inggris
Pada tahun 1771, Peter Williams (rekan William Williams, bukan kerabat) menerjemahkan lirik tersebut ke dalam bahasa Inggris. Terjemahan inilah yang kemudian menjadi sangat populer di seluruh dunia. Lirik bahasa Inggrisnya memberikan nuansa kemegahan dan kerendahan hati yang mendalam, terutama pada bagian:
*"Bread of heaven, feed me till I want no more"* (Roti surgawi, kenyangkanlah aku sampai aku tak butuh lagi).

### 3. Komposer Musik: Thomas Hastings (1784–1872)
Meskipun liriknya ditulis oleh Williams, melodi yang paling terkenal yang kita nyanyikan saat ini (yang dikenal dengan nama **CWM RHONDDA**) sebenarnya memiliki sejarah tersendiri.

* **Pencipta Melodi:** Melodi yang megah ini diciptakan oleh **John Hughes** pada tahun 1907.
* **Peran Thomas Hastings:** Anda menyebutkan nama Thomas Hastings. Perlu diklarifikasi bahwa Hastings adalah seorang komposer dan editor musik rohani Amerika abad ke-19 yang sangat berpengaruh. Dalam buku-buku nyanyian (hymnal), namanya sering muncul karena ia banyak mengaransemen atau menyunting banyak lagu rohani klasik agar bisa dinyanyikan oleh jemaat dengan lebih baik. Nama Hastings sering dikaitkan dengan lagu ini karena ia memasukkan lagu-lagu Williams ke dalam koleksi nyanyian jemaat di Amerika.

### Makna Mendalam dalam Lagu Ini
Lagu ini bukan sekadar lagu pujian biasa, melainkan sebuah **doa permohonan yang jujur**. Beberapa poin utama yang ingin disampaikan dalam lagu ini adalah:

1. **Pengakuan akan Kelemahan Diri:** *"I am weak, but Thou art mighty"* (Aku lemah, Engkau perkasa). Ini adalah pengakuan bahwa manusia tidak sanggup menjalani hidup dengan kekuatannya sendiri.
2. **Kebutuhan akan Bimbingan:** Menggambarkan Allah sebagai "Pilar Awan dan Api" yang menuntun langkah setiap hari di dunia yang "jahat dan penuh godaan".
3. **Harapan akan Surga:** Bait terakhir lagu ini berbicara tentang saat kematian, di mana pemazmur meminta Allah untuk mendampinginya melewati "sungai maut" agar ia bisa sampai dengan selamat di tanah perjanjian (surga).

### Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Lagu ini telah menjadi "lagu kebangsaan tidak resmi" bagi rakyat Wales dan sering dinyanyikan dalam acara-acara besar, seperti upacara pernikahan kerajaan (termasuk pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton) dan acara kenegaraan di Inggris. Kekuatan lagu ini terletak pada **keseimbangan antara kerendahan hati manusia yang meminta pertolongan dan kemegahan Allah yang Mahakuasa**.

Secara musikal, melodi *Cwm Rhondda* yang digunakan saat ini memberikan nuansa kemenangan dan kepastian, yang sangat kontras namun saling melengkapi dengan lirik yang meminta "pimpinan Tuhan" di sepanjang perjalanan hidup.