NP
Pimpin Aku, Allah Bapa
Guide Me, O Thou Jehovah
Informasi Lagu
151
Nomor
Kode
NP 151
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
John Hughes
Pencipta Syair
William Williams
Cross Ref.
KJ 412, KPJ 109, KK 542
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Pimpin aku Allah Bapa, Lewat padang yang gersang!
Ku lemahlah Kau perkasa, Tanganku pegang skarang.
Roti surga, Roti surga, Puaskanlah jiwaku,
Puaskanlah jiwaku!
Pancarkanlah air hidup bagiku yang dahaga;
Tiang api, tiang awan, Pimpin aku slamanya.
Juru Slamat, Juru Slamat, Kaulah Benteng hidupku,
Kaulah Benteng hidupku!
Walau arus Sungai Yordan sangat dras menakutkan,
O sebrangkan aku Tuhan, Slamat sampai Kanaan.
Puji Allah, Puji Allah, untuk slama-lamanya,
Untuk slama-lamanya! Amin.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Pimpin Aku, Allah Bapa"** (dalam bahasa Inggris berjudul *"Guide Me, O Thou Jehovah"* atau *"Guide Me, O Thou Great Redeemer"*) adalah salah satu himne (lagu pujian) Kristen yang paling terkenal di dunia.
Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh penting dari Wales, yaitu penulis liriknya **William Williams** dan komposer melodinya **John Hughes**.
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis Lirik: William Williams (1717–1791)
William Williams sering dijuluki sebagai "Penyair Wales". Ia adalah seorang pengkhotbah dari gereja Metodis Calvinis yang melakukan perjalanan ribuan mil di seluruh pelosok Wales untuk menyampaikan khotbah.
* **Latar Belakang Penulisan:** Williams menulis lirik asli lagu ini dalam bahasa Welsh pada tahun 1745 dengan judul *"Arglwydd, arwain trwy'r anialwch"* (Tuhan, pimpinlah aku melalui padang gurun).
* **Konteks Spiritual:** Liriknya sangat dipengaruhi oleh pengalaman bangsa Israel saat keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan. Williams mengibaratkan hidup manusia sebagai perjalanan melalui "padang gurun" dunia yang penuh godaan dan tantangan, di mana manusia membutuhkan "Roti Surgawi" (Yesus Kristus) sebagai penopang.
* **Kondisi Fisik:** Menariknya, Williams menulis ini saat ia sendiri sedang mengalami masa-masa sulit dan kesehatan yang menurun, yang membuat tema "penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan" menjadi sangat jujur dan mendalam.
### 2. Komposer Melodi: John Hughes (1873–1932)
Meskipun liriknya sudah ada sejak abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang baru lahir sekitar 160 tahun kemudian.
* **Konteks Penciptaan:** John Hughes bukanlah seorang musisi profesional, melainkan seorang petugas stasiun kereta api di Llantwit Fardre, Wales. Ia adalah seorang organis di gereja lokalnya.
* **Inspirasi "Cwm Rhondda":** Pada tahun 1907, sebuah festival musik gerejawi diadakan di kota tersebut. Hughes diminta untuk menulis sebuah lagu baru. Ia menciptakan melodi yang megah dan penuh kemenangan untuk lirik William Williams.
* **Nama Melodi:** Melodi ini ia beri nama **"Cwm Rhondda"** (Lembah Rhondda). Nama ini merujuk pada lembah di Wales yang dikenal sebagai pusat pertambangan batu bara. Melodi ini mencerminkan semangat yang kuat, kokoh, dan penuh harapan, seperti semangat para penambang di wilayah tersebut.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini sangat kuat karena metaforanya yang sangat jelas:
* **"Padang gurun"**: Melambangkan dunia atau kesulitan hidup.
* **"Tiang awan dan tiang api"**: Merujuk pada penyertaan Tuhan bagi bangsa Israel di padang gurun.
* **"Roti surgawi"**: Merujuk pada kerohanian yang menguatkan.
* **"Yordan"**: Sering disimbolkan sebagai batas akhir kehidupan atau kematian yang harus diseberangi untuk mencapai "Tanah Kanaan" (Surga).
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Ikonik?
* **Daya Tahan:** Lagu ini menjadi sangat populer karena melodinya yang megah (terutama di bait "Bread of Heaven"). Lagu ini sering dinyanyikan dalam acara-acara kenegaraan besar di Inggris dan perayaan gerejawi.
* **Permintaan Khusus:** Lagu ini sempat dinyanyikan pada pemakaman **Putri Diana** pada tahun 1997. Hal ini membuat lagu yang aslinya berasal dari sebuah desa kecil di Wales ini dikenal oleh jutaan orang di seluruh dunia.
### Ringkasan
Kisah lagu ini adalah pertemuan antara **kerinduan spiritual yang mendalam** dari seorang pengkhotbah pengembara (William Williams) dan **kreativitas seorang pekerja stasiun** yang sederhana namun berbakat (John Hughes). Mereka berdua tidak pernah bertemu secara langsung, namun karya mereka bersatu menciptakan sebuah doa yang abadi bagi jutaan orang yang merasa lelah dan membutuhkan tuntunan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenalnya melalui lirik yang diterjemahkan:
*"Pimpin aku, Allah Bapa, bawa aku di gurun, ku lemah namun Kau kuat, Tuhan, tolong ku terus..."*
Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh penting dari Wales, yaitu penulis liriknya **William Williams** dan komposer melodinya **John Hughes**.
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis Lirik: William Williams (1717–1791)
William Williams sering dijuluki sebagai "Penyair Wales". Ia adalah seorang pengkhotbah dari gereja Metodis Calvinis yang melakukan perjalanan ribuan mil di seluruh pelosok Wales untuk menyampaikan khotbah.
* **Latar Belakang Penulisan:** Williams menulis lirik asli lagu ini dalam bahasa Welsh pada tahun 1745 dengan judul *"Arglwydd, arwain trwy'r anialwch"* (Tuhan, pimpinlah aku melalui padang gurun).
* **Konteks Spiritual:** Liriknya sangat dipengaruhi oleh pengalaman bangsa Israel saat keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan. Williams mengibaratkan hidup manusia sebagai perjalanan melalui "padang gurun" dunia yang penuh godaan dan tantangan, di mana manusia membutuhkan "Roti Surgawi" (Yesus Kristus) sebagai penopang.
* **Kondisi Fisik:** Menariknya, Williams menulis ini saat ia sendiri sedang mengalami masa-masa sulit dan kesehatan yang menurun, yang membuat tema "penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan" menjadi sangat jujur dan mendalam.
### 2. Komposer Melodi: John Hughes (1873–1932)
Meskipun liriknya sudah ada sejak abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang baru lahir sekitar 160 tahun kemudian.
* **Konteks Penciptaan:** John Hughes bukanlah seorang musisi profesional, melainkan seorang petugas stasiun kereta api di Llantwit Fardre, Wales. Ia adalah seorang organis di gereja lokalnya.
* **Inspirasi "Cwm Rhondda":** Pada tahun 1907, sebuah festival musik gerejawi diadakan di kota tersebut. Hughes diminta untuk menulis sebuah lagu baru. Ia menciptakan melodi yang megah dan penuh kemenangan untuk lirik William Williams.
* **Nama Melodi:** Melodi ini ia beri nama **"Cwm Rhondda"** (Lembah Rhondda). Nama ini merujuk pada lembah di Wales yang dikenal sebagai pusat pertambangan batu bara. Melodi ini mencerminkan semangat yang kuat, kokoh, dan penuh harapan, seperti semangat para penambang di wilayah tersebut.
### 3. Makna di Balik Lirik
Lagu ini sangat kuat karena metaforanya yang sangat jelas:
* **"Padang gurun"**: Melambangkan dunia atau kesulitan hidup.
* **"Tiang awan dan tiang api"**: Merujuk pada penyertaan Tuhan bagi bangsa Israel di padang gurun.
* **"Roti surgawi"**: Merujuk pada kerohanian yang menguatkan.
* **"Yordan"**: Sering disimbolkan sebagai batas akhir kehidupan atau kematian yang harus diseberangi untuk mencapai "Tanah Kanaan" (Surga).
### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Ikonik?
* **Daya Tahan:** Lagu ini menjadi sangat populer karena melodinya yang megah (terutama di bait "Bread of Heaven"). Lagu ini sering dinyanyikan dalam acara-acara kenegaraan besar di Inggris dan perayaan gerejawi.
* **Permintaan Khusus:** Lagu ini sempat dinyanyikan pada pemakaman **Putri Diana** pada tahun 1997. Hal ini membuat lagu yang aslinya berasal dari sebuah desa kecil di Wales ini dikenal oleh jutaan orang di seluruh dunia.
### Ringkasan
Kisah lagu ini adalah pertemuan antara **kerinduan spiritual yang mendalam** dari seorang pengkhotbah pengembara (William Williams) dan **kreativitas seorang pekerja stasiun** yang sederhana namun berbakat (John Hughes). Mereka berdua tidak pernah bertemu secara langsung, namun karya mereka bersatu menciptakan sebuah doa yang abadi bagi jutaan orang yang merasa lelah dan membutuhkan tuntunan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenalnya melalui lirik yang diterjemahkan:
*"Pimpin aku, Allah Bapa, bawa aku di gurun, ku lemah namun Kau kuat, Tuhan, tolong ku terus..."*
Cross Reference
KJ 412, KPJ 109, KK 542
Tuntun Aku, Tuhan Allah
KJ
Tuntun Aku, Tuhan Allah
KK
Gusti Pangayom Kang Setya
KPJ
Yesus Bagaikan Gembala
NP
Ku Bersandar pada Yang Kekal
NP
Pimpin Aku, Allah Bapa
NP
Tuhan yang Memimpin Aku
NP
Yesus, B'rilah Pimpinan
NP
Berjalan SertaNya
NP
Yesus, Cahaya Jiwaku
NP
Tuhan Menuntun Hidupku
NP
Tuhan Menjagamu
NP
Tiap Hari, Tiap Jam
NP
Yesus Kuperlukan
NP
Mulia SetiaMu
NP
Siang Sudah Lalu
NP
Bapa Surgawi Mem'liharaku
NP
Serta Tuhan
NP
Naungan Jiwaku
NP
Ya Allah, Kau Pertolongan
NP