Informasi Lagu
167
Nomor
Kode
NP 167
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Henri F. Hemy
Pencipta Syair
Frederick W. Faber
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Iman umatMu hidup trus, Walau sengsara dan pedang; Girang hatiku yang tulus, Karna imannya yang menang. Iman umatMu imanku! Ya sampai maut setiaku!
Iman umatMu yang teguh Yang memenangkan dunia, Dan kebenaran FirmanMu Yang memerdekakan smua.
Iman umatMu yang rela kasih kan sobat dan setru, Dan mewujudkan kasihNya Dalam kebajikan penuh.
Partitur / Not
Partitur Chord NP 167
Sejarah Lagu
Lagu **"Faith of Our Fathers"** (Iman Umat Tuhan) adalah salah satu himne Kristen yang paling dicintai di dunia. Di balik liriknya yang gagah dan penuh semangat, terdapat kisah tentang keberanian, penganiayaan, dan kerinduan akan warisan iman yang tak tergoyahkan.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Latar Belakang Penulis: Frederick W. Faber
Lirik lagu ini ditulis oleh **Frederick William Faber** pada tahun 1849. Faber adalah seorang teolog dan penyair asal Inggris yang dulunya adalah pendeta Gereja Anglikan (Gereja Inggris).

Namun, pada tahun 1845, Faber memutuskan untuk pindah (konversi) ke **Gereja Katolik Roma**. Keputusan ini saat itu dipandang sebagai tindakan "pengkhianatan" di Inggris, karena pada masa itu terdapat ketegangan agama yang sangat kuat. Banyak orang Katolik di Inggris mengalami diskriminasi, pengucilan, bahkan penganiayaan fisik dan hukum karena iman mereka.

### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Faber menulis lirik ini di London, di tengah suasana di mana umat Katolik di Inggris sedang berjuang untuk mempertahankan eksistensi mereka. Lirik "Faith of Our Fathers" bukan sekadar lagu rohani biasa; lagu ini adalah **bentuk penghormatan kepada para martir Katolik di Inggris** yang telah dibunuh atau dipenjara selama masa Reformasi Inggris (terutama pada era pemerintahan Ratu Elizabeth I dan seterusnya).

* **"Faith of our fathers, living still, in spite of dungeon, fire, and sword..."** (Iman bapa kita, tetap hidup, meski dalam penjara, api, dan pedang).
* Kalimat ini merujuk langsung pada sejarah kelam di mana banyak orang Kristen dihukum mati (dibakar atau dipenggal) karena menolak meninggalkan iman Katolik mereka demi tuntutan politik atau gereja negara saat itu.

* **"Faith of our fathers, holy faith! We will be true to thee till death."**
* Ini adalah janji setia. Faber ingin membangkitkan semangat umat yang tertindas agar tidak takut pada "penjara, api, dan pedang", melainkan tetap teguh pada iman yang diwariskan oleh para leluhur.

### 3. Komposisi Musik: Henri F. Hemy
Lirik asli Faber ditulis untuk dinyanyikan dengan melodi lagu kebangsaan Inggris (*God Save the Queen*), namun kemudian muncul melodi yang paling terkenal hingga hari ini.

Melodi tersebut diciptakan oleh **Henri Frederick Hemy** pada tahun 1864. Hemy adalah seorang organis Katolik. Ia menulis melodi ini untuk buku himne yang ia susun berjudul *Crown of Jesus Music*. Nama asli dari melodi ini adalah **"St. Catherine"**.

### 4. Makna yang Meluas
Meskipun ditulis dalam konteks sejarah Katolik Inggris yang spesifik, lagu ini segera melampaui batasan denominasi. Pesan tentang **keteguhan iman di tengah kesulitan** (penderitaan, penganiayaan, dan godaan duniawi) membuatnya relevan bagi seluruh umat Kristen.

Dalam perkembangannya, lagu ini sering dinyanyikan dalam upacara kenegaraan atau perayaan hari-hari besar iman. Bait kedua dan ketiganya pun sering diubah versinya agar lebih inklusif untuk berbagai kalangan gereja, namun esensinya tetap sama: **penghormatan pada iman para leluhur dan tekad untuk meneruskannya.**

### Ringkasan Pesan
Lagu ini mengajarkan bahwa iman bukanlah sesuatu yang mudah atau sekadar formalitas, melainkan sesuatu yang telah diperjuangkan dengan nyawa oleh generasi sebelum kita.

Ketika kita menyanyikan *"Iman Umat Tuhan,"* kita sebenarnya sedang menyatakan bahwa:
1. Kita menghargai sejarah iman kita.
2. Kita mengakui adanya pengorbanan besar di masa lalu.
3. Kita berkomitmen untuk menjaga dan mewariskan iman tersebut kepada generasi masa depan, apa pun tantangan yang dihadapi.

Hingga hari ini, lagu ini tetap menjadi simbol kekuatan batin bagi jutaan umat Kristen di seluruh dunia saat mereka menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan mereka.