Informasi Lagu
51
Nomor
Kode
NP 51
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
lagu rakyat Italia
Pencipta Syair
Johannes Daniel Falk
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Bagus amat, riang sangat, hari Natal Tuhanku! Dunia yang celaka dibri berkat Allah; Umat Kristen, hai muliakan Tuhanmu!
Glap di dunia; datang cahya pada Natal Tuhanku! Bala tentra surga nyanyi sungguh ria; Umat Kristen, hai muliakan Tuhanmu!
Bahagia, sukacita, karna Natal Tuhanku! Damai atas bumi; Damai dalam hati; Umat Kristen, hai muliakan Tuhanmu!
Partitur / Not
Partitur Chord NP 51
Sejarah Lagu
Lagu **"O How Joyfully"** (dalam bahasa Jerman berjudul *O du fröhliche*) adalah salah satu lagu Natal paling ikonik di dunia. Namun, di balik melodinya yang riang dan liriknya yang penuh sukacita, terdapat sebuah kisah yang sangat tragis sekaligus mengharukan tentang kehilangan, harapan, dan kasih Tuhan.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu ini:

### 1. Sosok di Balik Lirik: Johannes Daniel Falk
Lagu ini ditulis oleh **Johannes Daniel Falk** (1768–1826), seorang penyair, teolog, dan dermawan asal Jerman. Falk hidup di masa yang sangat sulit, yakni selama **Perang Napoleon**.

Pada saat itu, Falk kehilangan empat dari tujuh anaknya karena penyakit tifus yang mewabah. Kehilangan ini menghancurkan hatinya, namun peristiwa tragis tersebut justru membangkitkan empati yang luar biasa di dalam dirinya. Ia merasa terpanggil untuk membantu anak-anak yatim piatu yang kehilangan orang tua akibat perang dan wabah penyakit.

Falk kemudian mendirikan sebuah yayasan bernama *Lutherhof* di Weimar, Jerman, yang berfungsi sebagai tempat penampungan bagi anak-anak jalanan dan yatim piatu. Ia mencurahkan hidupnya untuk merawat, memberi makan, dan mendidik anak-anak tersebut agar mereka tidak harus hidup di jalanan.

### 2. Inspirasi Penulisan Lagu
Pada tahun 1816, sekitar satu dekade setelah kehilangan anak-anaknya, Falk menulis sebuah puisi untuk anak-anak asuhannya. Puisi ini ditulis sebagai bentuk perayaan atas kelahiran Yesus Kristus.

Falk ingin memberikan pesan kepada anak-anak yang menderita tersebut bahwa meskipun hidup mereka penuh dengan penderitaan, kesedihan, dan kemiskinan, ada sukacita sejati yang ditemukan dalam kelahiran Sang Penebus. Ia ingin lagu tersebut menjadi pengingat bahwa Natal adalah tentang harapan yang mengalahkan kegelapan.

### 3. Asal Usul Melodi: Lagu Rakyat Sisilia
Melodi lagu ini tidak ditulis oleh Falk sendiri. Musiknya diambil dari lagu rakyat tradisional Italia yang berasal dari Sisilia, berjudul ***"O Sanctissima"*** (O Paling Kudus).

Lagu ini merupakan lagu pujian kepada Bunda Maria yang sangat populer di kalangan pelaut Sisilia. Karena nadanya yang sangat indah dan mudah diingat, Falk mengadaptasi melodi tersebut dan memasangkan lirik buatannya sendiri ke dalamnya. Hasilnya adalah sebuah perpaduan unik antara tradisi musik Italia yang hangat dengan teologi Jerman yang mendalam.

### 4. Makna Lirik (Konteks "O How Joyfully")
Lirik asli dalam bahasa Jerman, *O du fröhliche*, secara harfiah berarti "Oh, engkau yang penuh sukacita."

Dalam tiga bait yang ditulis Falk, ia membawa pendengar melalui tiga fase:
1. **Bait pertama:** Merayakan hari Natal sebagai momen kelahiran Sang Juruselamat.
2. **Bait kedua:** Merayakan hari Paskah dan karya penebusan Kristus.
3. **Bait ketiga:** Merayakan Roh Kudus dan janji penghiburan bagi mereka yang berduka.

Ini adalah perpaduan yang sangat brilian: Falk menggunakan melodi yang "riang" untuk menyampaikan pesan teologis bahwa sukacita Natal tidak hanya terbatas pada bayi di palungan, tetapi juga mencakup kemenangan atas maut (Paskah) dan penyertaan Tuhan bagi mereka yang bersedih.

### 5. Warisan Lagu Ini
*O du fröhliche* (O How Joyfully) dengan cepat menjadi "lagu kebangsaan Natal" di Jerman. Lagu ini dinyanyikan tidak hanya di gereja, tetapi juga di rumah-rumah oleh keluarga.

Bagi Falk sendiri, lagu ini adalah cerminan dari iman pribadinya yang tetap teguh meski telah melalui lembah kekelaman kehilangan empat anaknya. Ia membuktikan bahwa dari kedukaan yang paling dalam, Tuhan bisa menghasilkan sebuah pujian yang membawa penghiburan bagi jutaan orang selama lebih dari dua abad.

Di banyak negara, lagu ini terus dinyanyikan sebagai simbol bahwa **kegembiraan Natal bukanlah ketidakhadiran masalah, melainkan kehadiran Tuhan di tengah-tengah masalah tersebut.**