NP
Hai Betlehem Efrata
O Little Town of Bethlehem
Informasi Lagu
43
Nomor
Kode
NP 43
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
Lewis Redner
Pencipta Syair
Phillips Brooks
Cross Ref.
KJ 94, NKI 41, KK 178, MK 22, KC 47
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Hai Betlehem Efrata, Betapa sunyimu!
Di waktu malam yang kelam, Bintang-bintang lalu.
Namun di suatu lorong, Bersinar Trang kekal;
Terkabul yang diharapkan: Lahir Anak Tunggal.
Malaikat dari surga, Berhimpun di sana,
Dengan penuh kasih mesra, Mengawal Sang Putra.
Dengarlah bintang fajar, Bersama menyanyi
Pujian bagi Rajanya, Yang lahir di bumi.
Seindah malam sunyi, Turunlah rahmatNya;
Ke dalam hati tiap insan, Berlimpah kurniaNya.
Oleh kedatanganNya, Dosa kan dihapus;
Ke dalam hati yang lembut, Masuklah Sang Kristus.
O Yesus Putra Allah, Dengarlah doaku:
Sucikan jiwa ragaku, Masuklah di kalbu!
Indahlah lagu surga, Membawakan suka;
Ya Tuhan tinggal sertaku, Selama-lamanya!
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"O Little Town of Bethlehem"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Hai Betlehem Efrata"*) adalah salah satu kisah yang paling mengharukan dalam sejarah musik rohani. Lagu ini lahir dari pengalaman spiritual seorang pendeta di tengah suasana mencekam pasca-Perang Saudara Amerika.
Berikut adalah detail kisah dibalik terciptanya lagu abadi ini:
### 1. Inspirasi dari Perjalanan ke Tanah Suci
Pada tahun 1865, **Phillips Brooks**, seorang pendeta muda dari Gereja Episkopal di Philadelphia, Amerika Serikat, melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Perjalanan itu dilakukan tepat setelah berakhirnya Perang Saudara Amerika yang sangat berdarah, serta setelah peristiwa pembunuhan Presiden Abraham Lincoln.
Brooks merasa sangat terpukul oleh kekacauan dan perpecahan yang melanda bangsanya. Namun, saat berada di Betlehem pada malam Natal tahun 1865, ia berkesempatan menghadiri kebaktian tengah malam di Gereja Kelahiran (*Church of the Nativity*).
Ia berkuda dari Yerusalem menuju Betlehem di bawah cahaya bintang. Pengalaman melihat kota kecil Betlehem yang sunyi dan tenang di tengah malam sangat membekas di hatinya. Brooks menuliskan pengalamannya: *"Aku ingat berdiri di bukit di atas Betlehem, melihat kota itu dalam diam dan tidak menyangka bahwa aku, di dalam kegelapan itu, berada di tempat yang sama di mana Kristus lahir."*
### 2. Penulisan Lirik (1868)
Tiga tahun setelah perjalanan itu, pada tahun 1868, Brooks ingin menulis sesuatu untuk anak-anak di sekolah Minggu di gerejanya (Gereja Holy Trinity, Philadelphia). Ia teringat kembali pada suasana damai di Betlehem dan bagaimana kota kecil yang sederhana itu menjadi tempat peristiwa paling agung dalam sejarah manusia.
Brooks kemudian menulis puisi tersebut sebagai lirik lagu. Bait-baitnya menggambarkan kontras antara "tidur yang lelap" di Betlehem yang tenang dengan "harapan dan ketakutan" yang dirasakan dunia saat itu.
### 3. Musik oleh Lewis Redner (Organis Gereja)
Lirik itu diserahkan kepada organis gerejanya, **Lewis Redner**, untuk diberi melodi. Redner menceritakan bahwa Brooks meminta lagu itu siap untuk kebaktian Natal hari Minggu mendatang.
Redner berjuang keras untuk menemukan melodi yang tepat. Ia terus berusaha menulis nada, namun ia mengaku merasa sangat buntu dan tidak puas dengan idenya. Hingga pada malam Natal tahun 1868, dalam mimpinya, ia mendengar melodi yang sangat indah dan tenang.
Ia terbangun, langsung menuju organnya, dan menuliskan melodi yang ia dengar dalam mimpi tersebut. Melodi itulah yang kita kenal sekarang sebagai nada **"St. Louis"**. Keesokan harinya, anak-anak sekolah Minggu di gereja tersebut menyanyikan lagu itu untuk pertama kalinya.
### Makna di Balik Lirik
Lagu ini sangat kuat karena menangkap esensi Natal yang lebih dalam daripada sekadar perayaan:
* **"Betlehem yang sunyi":** Mengingatkan kita bahwa Tuhan sering kali menyatakan diri-Nya bukan di tempat yang gemerlap atau berisik, melainkan di tempat yang sederhana dan tenang.
* **"Harapan dan ketakutan sepanjang masa":** Ini adalah refleksi Brooks atas situasi dunia saat itu. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa di tengah kehancuran, perang, dan ketakutan manusia, kelahiran Kristus membawa cahaya harapan yang tidak pernah padam.
### Warisan
* **Phillips Brooks** kemudian menjadi salah satu pengkhotbah paling terkenal di Amerika pada masanya.
* **Lewis Redner** tetap menjadi organis yang rendah hati. Ia menyebut pengalamannya menggubah melodi itu sebagai "hadiah dari Tuhan" karena ia merasa melodi itu datang begitu saja saat ia berada di ambang keputusasaan.
Hingga saat ini, "O Little Town of Bethlehem" tetap menjadi salah satu lagu Natal yang paling dicintai di dunia, menjadi pengingat bahwa di "jalan-jalan gelap" dunia yang penuh masalah, "terang yang abadi" tetap bersinar.
Berikut adalah detail kisah dibalik terciptanya lagu abadi ini:
### 1. Inspirasi dari Perjalanan ke Tanah Suci
Pada tahun 1865, **Phillips Brooks**, seorang pendeta muda dari Gereja Episkopal di Philadelphia, Amerika Serikat, melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Perjalanan itu dilakukan tepat setelah berakhirnya Perang Saudara Amerika yang sangat berdarah, serta setelah peristiwa pembunuhan Presiden Abraham Lincoln.
Brooks merasa sangat terpukul oleh kekacauan dan perpecahan yang melanda bangsanya. Namun, saat berada di Betlehem pada malam Natal tahun 1865, ia berkesempatan menghadiri kebaktian tengah malam di Gereja Kelahiran (*Church of the Nativity*).
Ia berkuda dari Yerusalem menuju Betlehem di bawah cahaya bintang. Pengalaman melihat kota kecil Betlehem yang sunyi dan tenang di tengah malam sangat membekas di hatinya. Brooks menuliskan pengalamannya: *"Aku ingat berdiri di bukit di atas Betlehem, melihat kota itu dalam diam dan tidak menyangka bahwa aku, di dalam kegelapan itu, berada di tempat yang sama di mana Kristus lahir."*
### 2. Penulisan Lirik (1868)
Tiga tahun setelah perjalanan itu, pada tahun 1868, Brooks ingin menulis sesuatu untuk anak-anak di sekolah Minggu di gerejanya (Gereja Holy Trinity, Philadelphia). Ia teringat kembali pada suasana damai di Betlehem dan bagaimana kota kecil yang sederhana itu menjadi tempat peristiwa paling agung dalam sejarah manusia.
Brooks kemudian menulis puisi tersebut sebagai lirik lagu. Bait-baitnya menggambarkan kontras antara "tidur yang lelap" di Betlehem yang tenang dengan "harapan dan ketakutan" yang dirasakan dunia saat itu.
### 3. Musik oleh Lewis Redner (Organis Gereja)
Lirik itu diserahkan kepada organis gerejanya, **Lewis Redner**, untuk diberi melodi. Redner menceritakan bahwa Brooks meminta lagu itu siap untuk kebaktian Natal hari Minggu mendatang.
Redner berjuang keras untuk menemukan melodi yang tepat. Ia terus berusaha menulis nada, namun ia mengaku merasa sangat buntu dan tidak puas dengan idenya. Hingga pada malam Natal tahun 1868, dalam mimpinya, ia mendengar melodi yang sangat indah dan tenang.
Ia terbangun, langsung menuju organnya, dan menuliskan melodi yang ia dengar dalam mimpi tersebut. Melodi itulah yang kita kenal sekarang sebagai nada **"St. Louis"**. Keesokan harinya, anak-anak sekolah Minggu di gereja tersebut menyanyikan lagu itu untuk pertama kalinya.
### Makna di Balik Lirik
Lagu ini sangat kuat karena menangkap esensi Natal yang lebih dalam daripada sekadar perayaan:
* **"Betlehem yang sunyi":** Mengingatkan kita bahwa Tuhan sering kali menyatakan diri-Nya bukan di tempat yang gemerlap atau berisik, melainkan di tempat yang sederhana dan tenang.
* **"Harapan dan ketakutan sepanjang masa":** Ini adalah refleksi Brooks atas situasi dunia saat itu. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa di tengah kehancuran, perang, dan ketakutan manusia, kelahiran Kristus membawa cahaya harapan yang tidak pernah padam.
### Warisan
* **Phillips Brooks** kemudian menjadi salah satu pengkhotbah paling terkenal di Amerika pada masanya.
* **Lewis Redner** tetap menjadi organis yang rendah hati. Ia menyebut pengalamannya menggubah melodi itu sebagai "hadiah dari Tuhan" karena ia merasa melodi itu datang begitu saja saat ia berada di ambang keputusasaan.
Hingga saat ini, "O Little Town of Bethlehem" tetap menjadi salah satu lagu Natal yang paling dicintai di dunia, menjadi pengingat bahwa di "jalan-jalan gelap" dunia yang penuh masalah, "terang yang abadi" tetap bersinar.
Cross Reference
KJ 94, NKI 41, KK 178, MK 22, KC 47
Hai Kota Mungil Betlehem
KC
Hai Kota Mungil Betlehem
KJ
Hai Kota Mungil Betlehem
KK
Hai Kota mungil Betlehem
MK
Hai Negeri Baitlahim Kecil
NKI
Sama Tema
Tritunggal, Yesus Kristus, Kelahiran
Palungan di Kandang
NP
Malam Kudus
NP
Di Waktu Malam yang Cerah
NP
Hai Malaikat dari Surga
NP
Noel, Noel
NP
Suara Malak nan Merdu
NP
Camkan Lagu yang Merdu
NP
Gembala Menjaga Dombanya
NP
Hari Natal Tuhanku
NP
Dengarkanlah Lonceng Natal
NP
Bintang di Timur
NP
Kami Tiga Orang Majus
NP
Hai Mari Berhimpun
NP
Di Neg'ri Raja Daud
NP
TakhtaMu Kautinggalkan
NP
Ada Lagu Merdu
NP
Hai Dunia, Bersukalah!
NP
Kabarkan dari Gunung
NP
B'rilah Hormat
NP