Informasi Lagu
67
Nomor
Kode
NP 67
Buku
Nyanyian Pujian
Metronom
0
Pencipta Lagu
William B. Bradbury
Pencipta Syair
William B. Tappan
Cross Ref.
KJ 164, KK 223
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Ya, pada malam harilah Juru Slamat sendirian Di Getsemani berdoa, Menanggung penderitaan.
Ya, pada malam harilah Juru Selamat digempur Oleh gentar serta duka; Murid kekasih pun tidur.
Ya, pada malam harilah UmatNya yang ditangisi; Namun dalam kelam duka Datang bantuan ilahi.
Ya, pada malam harilah Suara malak yang indah; Tak terdengar manusia, Namun Yesus dihiburnya.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — NP 67 1
Slide 2 — NP 67 2
Slide 3 — NP 67 3
Slide 4 — NP 67 4
Partitur / Not
Partitur Chord NP 67
Sejarah Lagu
Lagu "Di Larut Malam Yang Gelap" atau "Tis Midnight, and on Olive's Brow" adalah sebuah himne Kristen yang sangat menyentuh dan mendalam, yang berhasil menangkap esensi dari salah satu momen paling krusial dan penuh penderitaan dalam kehidupan Yesus Kristus: saat-saat doa-Nya di Taman Getsemani sebelum Penyaliban. Kisah di balik lagu ini melibatkan dua tokoh penting: penyair William Bingham Tappan (untuk lirik) dan komposer William Batchelder Bradbury (untuk musik).

Mari kita telusuri kisahnya secara detail:

---

### **1. Sang Penyair: William Bingham Tappan (Lirik)**

* **Latar Belakang:** William Bingham Tappan (1794-1849) adalah seorang penyair dan menteri Kongregasional asal Amerika. Ia dikenal sebagai penulis himne yang produktif dengan kepekaan spiritual yang mendalam. Tappan hidup di era di mana himne dan puisi religius menjadi bagian integral dari kehidupan rohani dan ibadah.
* **Penciptaan Lirik:** Tappan menulis puisi berjudul "Tis Midnight" yang kemudian menjadi lirik lagu ini, dan pertama kali diterbitkan pada tahun **1822**. Inspirasinya datang langsung dari kisah Alkitab tentang penderitaan Yesus di Taman Getsemani, seperti yang dicatat dalam Injil Matius 26:36-46, Markus 14:32-42, dan Lukas 22:39-46.
* **Kedalaman Lirik:** Tappan memiliki kemampuan luar biasa untuk menangkap detail emosional dan spiritual dari narasi Alkitab. Liriknya tidak hanya menceritakan kembali peristiwa, tetapi juga mengundang pendengar untuk merasakan empati dan merenungkan makna mendalam dari pengorbanan Yesus.
* **"Tis midnight, and on Olive's brow..."** Baris pembuka ini langsung membawa kita ke latar waktu dan tempat: tengah malam di Bukit Zaitun (Olive's Brow), di mana Taman Getsemani berada. Suasana kesunyian dan kegelapan malam melambangkan beratnya momen tersebut.
* **"...the chosen three are slumbering 'round."** Ini merujuk pada Petrus, Yakobus, dan Yohanes, murid-murid terdekat Yesus yang Ia minta untuk berjaga dan berdoa bersama-Nya, namun malah tertidur karena kelelahan. Kontras antara kesendirian Yesus dalam pergumulan-Nya dan ketidakmampuan murid-murid-Nya untuk berjaga sangatlah menyayat hati.
* **"Tis midnight, and for others' guilt..."** Baris ini menyoroti inti dari penderitaan Yesus: Ia menderita bukan karena dosa-Nya sendiri, melainkan untuk dosa-dosa umat manusia. Ini adalah inti teologis dari pengorbanan penebusan.
* **"His blood-like sweat, His anguish sore..."** Ini adalah referensi langsung dari Lukas 22:44, di mana dikatakan bahwa keringat Yesus menjadi seperti tetesan darah yang jatuh ke tanah, sebuah gambaran yang kuat tentang intensitas penderitaan fisik dan mental-Nya.
* **"Lo, from the mount in visions bright, an angel wings his airy flight..."** Ini adalah gambaran tentang malaikat yang datang untuk menguatkan Yesus, seperti yang dicatat dalam Lukas 22:43. Ini menunjukkan bahwa bahkan dalam penderitaan-Nya yang paling dalam, ada intervensi ilahi.
* **Gaya Penulisan Tappan:** Liriknya seringkali puitis, serius, dan mengajak refleksi diri. Ia tidak menulis sekadar narasi, melainkan mencoba mengekspresikan suasana hati dan makna spiritual.

---

### **2. Sang Komposer: William Batchelder Bradbury (Musik)**

* **Latar Belakang:** William Batchelder Bradbury (1816-1868) adalah salah satu komposer himne dan musik anak-anak paling berpengaruh di Amerika pada abad ke-19. Ia adalah seorang pendidik musik, konduktor, dan penerbit buku lagu yang sangat produktif. Bradbury dikenal karena menciptakan melodi yang sederhana namun indah, mudah dinyanyikan oleh jemaat, dan memiliki daya tahan abadi. Ia memiliki peran besar dalam perkembangan musik Minggu Sekolah.
* **Menemukan Melodi:** Ketika lirik Tappan sudah beredar dan dikenal, Bradbury, dengan kejeniusannya dalam menciptakan melodi, mengadaptasi lirik "Tis Midnight" menjadi sebuah himne. Ia menciptakan musik yang sekarang kita kenal, yang diberi nama **"Olive's Brow"** (sesuai dengan salah satu baris liriknya). Tanggal pasti Bradbury menyusun melodi ini tidak selalu tercatat secara spesifik, tetapi kemungkinan besar terjadi pada tahun **1850-an atau awal 1860-an**, saat puncak karirnya.
* **Sinergi Lirik dan Musik:**
* Melodi Bradbury sangat cocok dengan keseriusan dan kedalaman lirik Tappan. Musiknya seringkali bergerak dengan tempo yang lambat dan khidmat, dengan akord-akord yang minor atau melankolis pada bagian-bagian tertentu untuk menekankan suasana penderitaan dan kesendirian.
* Harmonisasi yang sederhana namun kaya memungkinkan jemaat untuk menyanyikannya dengan sepenuh hati, tanpa mengorbankan kedalaman emosional. Ada perasaan melankolis yang indah yang menjiwai lagu ini, menarik pendengar ke dalam momen intim doa Yesus.
* Melodi tersebut memiliki alur yang mengalir, seolah-olah mengiringi kita dalam perenungan pribadi tentang perjuangan Yesus. Tidak ada hiasan yang berlebihan; fokusnya adalah pada kejelasan lirik dan kekuatan emosionalnya.

---

### **3. Konteks Alkitabiah dan Makna Getsemani**

Kisah Getsemani adalah momen paling intens dalam kehidupan Yesus sebelum Penyaliban-Nya:

* **Penderitaan Manusiawi Yesus:** Di Getsemani, Yesus menunjukkan sepenuhnya kemanusiaan-Nya. Ia merasakan ketakutan, kesedihan, dan keraguan yang mendalam tentang penderitaan yang akan datang. Doa-Nya, "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi," menunjukkan pergulatan-Nya yang luar biasa antara kehendak manusiawi-Nya untuk menghindari penderitaan dan penyerahan mutlak-Nya kepada kehendak ilahi Bapa.
* **Kesendirian dan Pengkhianatan:** Ia ditinggalkan sendirian oleh murid-murid-Nya, yang bahkan tidak dapat berjaga satu jam pun. Ini adalah gambaran dari kesendirian yang akan Ia hadapi di salib, dan segera setelah itu, pengkhianatan Yudas Iskariot terjadi di tempat yang sama.
* **Kemenangan Kehendak Ilahi:** Meskipun pergulatan itu sangat berat, Yesus akhirnya memilih untuk taat sepenuhnya kepada kehendak Bapa. Keputusan ini di Getsemani adalah krusial karena mengunci jalan menuju Salib dan penebusan umat manusia.

---

### **4. Warisan dan Dampak Lagu**

"Di Larut Malam Yang Gelap" menjadi salah satu himne yang paling dicintai dan sering dinyanyikan, terutama pada masa Prapaskah (Lent) atau Jumat Agung.

* **Pengajaran dan Refleksi:** Lagu ini tidak hanya menceritakan kembali kisah Getsemani, tetapi juga berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk:
* **Membangkitkan Empati:** Membantu umat Kristen merasakan sedikit dari penderitaan dan pengorbanan Yesus.
* **Mendorong Ketaatan:** Mengingatkan pada penyerahan diri Yesus kepada kehendak Bapa, menginspirasi kita untuk melakukan hal yang sama dalam hidup kita.
* **Menantang Kewaspadaan Rohani:** Kontras dengan murid-murid yang tertidur seringkali dijadikan peringatan bagi kita untuk berjaga dan berdoa.
* **Keabadian:** Perpaduan lirik puitis Tappan dengan melodi Bradbury yang khidmat telah memberikan himne ini keabadian. Ia terus dicetak ulang dalam berbagai buku himne di seluruh dunia dan tetap menjadi lagu yang kuat untuk perenungan spiritual.

---

Singkatnya, "Di Larut Malam Yang Gelap" adalah mahakarya kolaboratif yang lahir dari kepekaan rohani seorang penyair dan kejeniusan musikal seorang komposer. Bersama-sama, mereka menciptakan sebuah himne yang tidak hanya menceritakan sebuah kisah kuno, tetapi juga menghidupkan kembali emosi dan makna teologis yang mendalam dari salah satu momen terpenting dalam sejarah keselamatan, mengundang pendengar untuk masuk ke dalam penderitaan dan ketaatan Kristus di Taman Getsemani.