Informasi Lagu
20
Nomor
Kode
PKJ 20
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Alexander Gondo
Pencipta Syair
Alexander Gondo
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 1 bait
Mari semua, mari sembah Tuhan; mari semua, mari sembah Tuhan; mari semua, mari sembah Tuhan; mari sujud menyembah.
Slide Lirik 1 slide
Slide 1 — PKJ 20 1
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 20
Sejarah Lagu
Lagu **"Mari Semua, Mari Sembah Tuhan"** (atau dalam bahasa aslinya berjudul **"Uyaimose"**) adalah salah satu lagu rohani yang sangat ikonik di Indonesia, terutama di kalangan gereja-gereja yang menggunakan lagu pujian bernuansa etnik.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Sosok Alexander Gondo
Alexander Gondo adalah seorang tokoh musik gerejawi asal Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi dalam menggali kekayaan musik tradisional untuk memuji Tuhan. Beliau dikenal sebagai penggubah, komposer, dan tokoh yang aktif dalam pengembangan musik liturgi di Indonesia. Ia sering melakukan riset tentang lagu-lagu rakyat dan menerjemahkannya ke dalam konteks iman Kristen.

### 2. Asal-Usul "Uyaimose"
Lagu ini bukan sekadar karangan bebas, melainkan sebuah **adaptasi dari lagu rakyat (folklore) suku di wilayah Afrika**.

* **Asal Wilayah:** Lagu "Uyaimose" berasal dari tradisi musik masyarakat di Zimbabwe (daerah kebudayaan suku Shona).
* **Makna Asli:** Dalam bahasa aslinya, *Uyaimose* secara harfiah berarti "Datanglah kamu sekalian". Ini adalah ajakan komunal untuk berkumpul.
* **Adaptasi:** Alexander Gondo menemukan keindahan dalam ritme dan melodi lagu ini. Ia melihat bahwa struktur lagu yang repetitif (berulang-ulang) dan semangat kebersamaannya sangat cocok untuk digunakan dalam ibadah Kristen sebagai ajakan untuk menyembah Tuhan.

### 3. Proses Penggubahan
Alexander Gondo melakukan penyesuaian (aransemen) agar lagu tersebut dapat diterima dalam liturgi gereja di Indonesia.
* **Lirik:** Ia menulis lirik bahasa Indonesia yang sederhana namun kuat: *"Mari semua, mari sembah Tuhan; Mari semua, mari sembah Tuhan; Mari semua, mari sembah Tuhan; Sembahlah Dia, Tuhan kita."*
* **Karakter Musik:** Gondo mempertahankan pola ritme Afrika yang dinamis. Musik ini dirancang untuk dinyanyikan secara *antiphonal* (sahut-sahutan) atau dalam bentuk *call and response* (pemimpin lagu dan jemaat), yang merupakan ciri khas musik tradisional yang sangat partisipatif.

### 4. Makna Teologis
Secara teologis, lagu ini membawa pesan **inklusivitas**. Kata "Mari Semua" menjadi panggilan universal bagi setiap orang, tanpa memandang latar belakang, untuk datang ke hadirat Tuhan. Pengulangan kalimat dalam lagu ini bukan tanpa alasan; ini adalah bentuk meditasi atau doa yang diucapkan berulang-ulang hingga masuk ke dalam hati penyembah.

### 5. Warisan Lagu Ini
Lagu "Mari Semua, Mari Sembah Tuhan" menjadi sangat populer karena:
* **Sifatnya yang Komunal:** Sangat mudah diajarkan dan dinyanyikan oleh jemaat dalam waktu singkat.
* **Elemen Perkusi:** Lagu ini memberikan ruang bagi penggunaan alat musik perkusi (seperti gendang atau tamborin), yang membuat suasana ibadah menjadi lebih hidup dan sukacita (inkulturasi musik).
* **Pengakuan Internasional:** Karena lagu ini berbasis pada melodi tradisional Afrika, lagu ini juga sering dinyanyikan di banyak negara lain dengan lirik yang berbeda-beda, menjadikannya salah satu "lagu global" dalam khazanah musik gerejawi.

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"menjemput kekayaan budaya dunia untuk memuliakan Tuhan"**. Alexander Gondo berhasil menjembatani budaya Afrika dengan spirit Kristen di Indonesia, menciptakan sebuah karya yang melampaui batas suku dan bangsa. Lagu ini kini menjadi salah satu "lagu wajib" dalam berbagai kebaktian, terutama yang menekankan pada semangat persekutuan jemaat yang hangat dan bersemangat.