PKJ
Bukalah Gapura Indah
Tut mir auf die schone Pforte
Informasi Lagu
8
Nomor
Kode
PKJ 8
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Jumlah Bait
6 bait
Pencipta Lagu
Joachim Neander
Pencipta Syair
Benjamin Schmolck
Cross Ref.
UKP 12b, KK 12, PS 524, MB 439, GB 181
Syair / Lirik
6 bait
Bukalah gapura indah aku masuk rumahMu,
agar aku bahagia, jiwaku tenang teduh
dan kupandang wajahMu dalam cahya mulia.
KepadaMu aku datang: o, Tuhanku datanglah!
Di tempat Engkau berada, sorga pun di situlah.
Masuklah di hatiku, jadikanlah rumahMu!
Saat aku, menghadapMu, sucikanlah diriku.
agar doa dan nyanyian berkenan kepadaMu.
Angkat roh dan jiwaku sampai kehadiratMu.
Buat aku tanah subur dan hatiku bukalah,
agar tumbuh yang Kau tabur dan berlimpah hasilnya.
Budiku terangilah, firmanMu tanamkanlah.
Dan kuatkanlah percaya dalam hati anakMu,
agar Iblis tak berdaya meruntuhkan imanku.
Tuhan, hanya firmanMu bintang pandu hidupku.
Berbicaralah, Tuhanku, aku siap mendengar;
dan nyatakan kehendakMu, Sumber Hayat yang benar.
Dalam susah yang pedih roti surga Kau beri.
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu rohani yang indah "Tut mir auf die schöne Pforte" yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau kadang "Bukalah Pintu Gerbang Indah".
Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa atribusi "Joachim Neander-Neumann / Benjamin Schmolck" sedikit membingungkan. Sebenarnya, lagu "Tut mir auf die schöne Pforte" secara luas dan akurat dikaitkan dengan lirik yang ditulis oleh **Benjamin Schmolck**. Joachim Neander adalah seorang komponis dan penulis himne Protestan terkemuka lainnya dari era yang sedikit lebih awal, terkenal dengan lagu seperti "Lobe den Herren, den mächtigen König der Ehren" (Pujilah Tuhan, Raja Yang Mahakuasa), tetapi ia bukanlah penulis lirik untuk "Tut mir auf die schöne Pforte". Mungkin ada kebingungan atau misatribusi dalam sumber yang Anda temui.
Jadi, mari kita fokus pada **Benjamin Schmolck** sebagai penulis lirik utama untuk himne ini.
---
### **Kisah di Balik "Tut mir auf die schöne Pforte" oleh Benjamin Schmolck**
**1. Sang Penulis Lirik: Benjamin Schmolck (1672-1737)**
Benjamin Schmolck adalah seorang pendeta Lutheran yang sangat produktif dari Silesia (wilayah yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Prusia, sekarang Polandia). Ia lahir pada tahun 1672 di Brauchitschdorf dan meninggal pada tahun 1737 di Schweidnitz (sekarang ?widnica, Polandia).
* **Kehidupan dan Latar Belakang:** Schmolck hidup pada masa yang penuh tantangan di Eropa, ditandai oleh peperangan (seperti Perang Suksesi Spanyol), wabah penyakit, dan kemiskinan. Ia sendiri mengalami banyak kehilangan dan kesulitan pribadi, termasuk kematian anak-anaknya. Lingkungan sosial dan pribadi yang sulit ini sangat memengaruhi tema-tema dalam tulisan-tulisannya.
* **Seorang Hyminis Prolifik:** Schmolck adalah salah satu penulis himne Lutheran yang paling subur, dengan lebih dari 1.200 himne yang dikaitkan dengannya. Himnenya dicirikan oleh kesalehan pribadi yang mendalam, fokus pada penghiburan dalam penderitaan, kepercayaan pada Tuhan, dan kerinduan akan keabadian. Ia adalah sosok penting dalam Pietisme Lutheran, sebuah gerakan yang menekankan pengalaman iman pribadi dan kesalehan praktis.
* **Pelayanan Pastoral:** Ia melayani sebagai pendeta di gereja St. Nikolaus di Schweidnitz selama bertahun-tahun, di mana ia juga menulis sebagian besar himnenya. Melalui pelayanan dan tulisannya, ia berusaha memberikan penghiburan, harapan, dan bimbingan rohani kepada jemaatnya yang sering kali menghadapi kesulitan hidup yang berat.
**2. Konteks Penciptaan Lagu "Tut mir auf die schöne Pforte"**
Schmolck menulis "Tut mir auf die schöne Pforte" sekitar tahun **1720-an**. Himne ini muncul dari konteks yang dalam:
* **Penderitaan dan Kematian:** Seperti banyak himnenya yang lain, lagu ini adalah cerminan dari pergumulan manusia dengan penderitaan, kefanaan, dan kematian. Schmolck sendiri telah melihat banyak kematian, baik di antara jemaatnya maupun di dalam keluarganya sendiri. Ia merasakan betapa rapuhnya hidup di dunia ini dan betapa besarnya kerinduan akan kedamaian abadi.
* **Pengharapan Kristen:** Meskipun penuh dengan kesedihan, lagu ini bukanlah ratapan tanpa harapan. Sebaliknya, ia adalah sebuah deklarasi iman yang kuat pada janji-janji Tuhan dan pengharapan akan kehidupan setelah kematian. Bagi Schmolck dan jemaatnya, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju persekutuan yang lebih erat dengan Kristus.
* **Fokus pada Surga:** Himne ini dengan jelas menggambarkan kerinduan akan surga, "gapura indah" atau "pintu gerbang yang indah" yang akan membuka jalan menuju hadirat Tuhan. Ini adalah gambaran dari Yerusalem Baru, tempat di mana tidak ada lagi air mata, sakit, atau penderitaan (Wahyu 21:4).
**3. Analisis Lirik dan Makna**
Judul "Tut mir auf die schöne Pforte" secara harfiah berarti "Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah." Ini adalah sebuah permohonan, doa yang tulus dari seorang jiwa yang mendambakan kebebasan dari penderitaan dunia dan persekutuan kekal dengan Tuhan.
* **Stanza Pembuka:** Lirik biasanya dimulai dengan permohonan agar pintu gerbang surga dibuka, mengungkapkan keinginan untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan dan meninggalkan segala kesusahan dunia.
> *"Tut mir auf die schöne Pforte, führet mich in Zion ein!
> Lass mich, Herr, an deinem Orte endlich ewig fröhlich sein!"*
> (Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah, tuntunlah aku masuk ke Sion!
> Biarlah aku, Tuhan, di tempat-Mu, akhirnya berbahagia selamanya!)
* **Tema-tema Utama:**
* **Kerinduan akan Surga:** Lagu ini adalah ekspresi mendalam dari kerinduan jiwa untuk meninggalkan dunia yang penuh dosa dan penderitaan, dan masuk ke dalam kemuliaan Tuhan.
* **Penghiburan dalam Kematian:** Bagi banyak orang, lagu ini telah menjadi sumber penghiburan yang besar dalam menghadapi kematian orang-orang terkasih, menawarkan pandangan bahwa kematian adalah transisi menuju kedamaian abadi.
* **Kemenangan atas Penderitaan:** Liriknya berbicara tentang dilepaskan dari "Leid und Not" (penderitaan dan kesusahan), dan menemukan kedamaian sejati hanya di hadirat Kristus.
* **Iman dan Kepercayaan:** Meskipun ada kerinduan dan permohonan, ada juga nada kepercayaan yang teguh bahwa Tuhan akan membuka jalan dan menyambut mereka yang beriman.
**4. Melodi**
Meskipun liriknya ditulis oleh Schmolck, melodi yang paling umum digunakan untuk "Tut mir auf die schöne Pforte" sering kali dikaitkan dengan **Gottlob Siegmund Gräfe** (1780–1841) atau merupakan melodi tradisional Jerman yang lebih tua yang diadaptasi. Dalam tradisi himnologi, sangat umum bagi lirik yang kuat untuk dipasangkan dengan melodi yang sudah ada atau dikembangkan secara terpisah. Melodi yang umum adalah melodi yang syahdu dan kontemplatif, sangat cocok dengan nuansa lirik yang penuh kerinduan dan harapan.
**5. Warisan dan Pengaruh**
"Tut mir auf die schöne Pforte" menjadi salah satu himne Benjamin Schmolck yang paling dicintai dan bertahan lama.
* **Penggunaan Liturgi:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian pemakaman, kebaktian mengenang orang meninggal, dan pada Mingu Kematian (Totensonntag) di gereja-gereja Protestan Jerman. Melodi dan liriknya memberikan penghiburan yang mendalam bagi mereka yang berduka, mengingatkan mereka akan pengharapan kekal dalam Kristus.
* **Popularitas Internasional:** Kekuatan pesannya melampaui batas-batas bahasa dan budaya. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau "Bukalah Pintu Gerbang Indah," dan terus dinyanyikan di seluruh dunia sebagai ekspresi kerinduan akan surga dan janji kehidupan kekal.
---
Singkatnya, "Tut mir auf die schöne Pforte" adalah sebuah mahakarya himnologi yang lahir dari hati seorang pendeta, Benjamin Schmolck, yang hidup di tengah penderitaan dan kehilangan. Melalui liriknya, ia memberikan suara pada kerinduan universal akan kedamaian abadi di hadirat Tuhan, menawarkan penghiburan dan harapan bagi banyak generasi.
Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa atribusi "Joachim Neander-Neumann / Benjamin Schmolck" sedikit membingungkan. Sebenarnya, lagu "Tut mir auf die schöne Pforte" secara luas dan akurat dikaitkan dengan lirik yang ditulis oleh **Benjamin Schmolck**. Joachim Neander adalah seorang komponis dan penulis himne Protestan terkemuka lainnya dari era yang sedikit lebih awal, terkenal dengan lagu seperti "Lobe den Herren, den mächtigen König der Ehren" (Pujilah Tuhan, Raja Yang Mahakuasa), tetapi ia bukanlah penulis lirik untuk "Tut mir auf die schöne Pforte". Mungkin ada kebingungan atau misatribusi dalam sumber yang Anda temui.
Jadi, mari kita fokus pada **Benjamin Schmolck** sebagai penulis lirik utama untuk himne ini.
---
### **Kisah di Balik "Tut mir auf die schöne Pforte" oleh Benjamin Schmolck**
**1. Sang Penulis Lirik: Benjamin Schmolck (1672-1737)**
Benjamin Schmolck adalah seorang pendeta Lutheran yang sangat produktif dari Silesia (wilayah yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Prusia, sekarang Polandia). Ia lahir pada tahun 1672 di Brauchitschdorf dan meninggal pada tahun 1737 di Schweidnitz (sekarang ?widnica, Polandia).
* **Kehidupan dan Latar Belakang:** Schmolck hidup pada masa yang penuh tantangan di Eropa, ditandai oleh peperangan (seperti Perang Suksesi Spanyol), wabah penyakit, dan kemiskinan. Ia sendiri mengalami banyak kehilangan dan kesulitan pribadi, termasuk kematian anak-anaknya. Lingkungan sosial dan pribadi yang sulit ini sangat memengaruhi tema-tema dalam tulisan-tulisannya.
* **Seorang Hyminis Prolifik:** Schmolck adalah salah satu penulis himne Lutheran yang paling subur, dengan lebih dari 1.200 himne yang dikaitkan dengannya. Himnenya dicirikan oleh kesalehan pribadi yang mendalam, fokus pada penghiburan dalam penderitaan, kepercayaan pada Tuhan, dan kerinduan akan keabadian. Ia adalah sosok penting dalam Pietisme Lutheran, sebuah gerakan yang menekankan pengalaman iman pribadi dan kesalehan praktis.
* **Pelayanan Pastoral:** Ia melayani sebagai pendeta di gereja St. Nikolaus di Schweidnitz selama bertahun-tahun, di mana ia juga menulis sebagian besar himnenya. Melalui pelayanan dan tulisannya, ia berusaha memberikan penghiburan, harapan, dan bimbingan rohani kepada jemaatnya yang sering kali menghadapi kesulitan hidup yang berat.
**2. Konteks Penciptaan Lagu "Tut mir auf die schöne Pforte"**
Schmolck menulis "Tut mir auf die schöne Pforte" sekitar tahun **1720-an**. Himne ini muncul dari konteks yang dalam:
* **Penderitaan dan Kematian:** Seperti banyak himnenya yang lain, lagu ini adalah cerminan dari pergumulan manusia dengan penderitaan, kefanaan, dan kematian. Schmolck sendiri telah melihat banyak kematian, baik di antara jemaatnya maupun di dalam keluarganya sendiri. Ia merasakan betapa rapuhnya hidup di dunia ini dan betapa besarnya kerinduan akan kedamaian abadi.
* **Pengharapan Kristen:** Meskipun penuh dengan kesedihan, lagu ini bukanlah ratapan tanpa harapan. Sebaliknya, ia adalah sebuah deklarasi iman yang kuat pada janji-janji Tuhan dan pengharapan akan kehidupan setelah kematian. Bagi Schmolck dan jemaatnya, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju persekutuan yang lebih erat dengan Kristus.
* **Fokus pada Surga:** Himne ini dengan jelas menggambarkan kerinduan akan surga, "gapura indah" atau "pintu gerbang yang indah" yang akan membuka jalan menuju hadirat Tuhan. Ini adalah gambaran dari Yerusalem Baru, tempat di mana tidak ada lagi air mata, sakit, atau penderitaan (Wahyu 21:4).
**3. Analisis Lirik dan Makna**
Judul "Tut mir auf die schöne Pforte" secara harfiah berarti "Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah." Ini adalah sebuah permohonan, doa yang tulus dari seorang jiwa yang mendambakan kebebasan dari penderitaan dunia dan persekutuan kekal dengan Tuhan.
* **Stanza Pembuka:** Lirik biasanya dimulai dengan permohonan agar pintu gerbang surga dibuka, mengungkapkan keinginan untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan dan meninggalkan segala kesusahan dunia.
> *"Tut mir auf die schöne Pforte, führet mich in Zion ein!
> Lass mich, Herr, an deinem Orte endlich ewig fröhlich sein!"*
> (Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah, tuntunlah aku masuk ke Sion!
> Biarlah aku, Tuhan, di tempat-Mu, akhirnya berbahagia selamanya!)
* **Tema-tema Utama:**
* **Kerinduan akan Surga:** Lagu ini adalah ekspresi mendalam dari kerinduan jiwa untuk meninggalkan dunia yang penuh dosa dan penderitaan, dan masuk ke dalam kemuliaan Tuhan.
* **Penghiburan dalam Kematian:** Bagi banyak orang, lagu ini telah menjadi sumber penghiburan yang besar dalam menghadapi kematian orang-orang terkasih, menawarkan pandangan bahwa kematian adalah transisi menuju kedamaian abadi.
* **Kemenangan atas Penderitaan:** Liriknya berbicara tentang dilepaskan dari "Leid und Not" (penderitaan dan kesusahan), dan menemukan kedamaian sejati hanya di hadirat Kristus.
* **Iman dan Kepercayaan:** Meskipun ada kerinduan dan permohonan, ada juga nada kepercayaan yang teguh bahwa Tuhan akan membuka jalan dan menyambut mereka yang beriman.
**4. Melodi**
Meskipun liriknya ditulis oleh Schmolck, melodi yang paling umum digunakan untuk "Tut mir auf die schöne Pforte" sering kali dikaitkan dengan **Gottlob Siegmund Gräfe** (1780–1841) atau merupakan melodi tradisional Jerman yang lebih tua yang diadaptasi. Dalam tradisi himnologi, sangat umum bagi lirik yang kuat untuk dipasangkan dengan melodi yang sudah ada atau dikembangkan secara terpisah. Melodi yang umum adalah melodi yang syahdu dan kontemplatif, sangat cocok dengan nuansa lirik yang penuh kerinduan dan harapan.
**5. Warisan dan Pengaruh**
"Tut mir auf die schöne Pforte" menjadi salah satu himne Benjamin Schmolck yang paling dicintai dan bertahan lama.
* **Penggunaan Liturgi:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian pemakaman, kebaktian mengenang orang meninggal, dan pada Mingu Kematian (Totensonntag) di gereja-gereja Protestan Jerman. Melodi dan liriknya memberikan penghiburan yang mendalam bagi mereka yang berduka, mengingatkan mereka akan pengharapan kekal dalam Kristus.
* **Popularitas Internasional:** Kekuatan pesannya melampaui batas-batas bahasa dan budaya. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau "Bukalah Pintu Gerbang Indah," dan terus dinyanyikan di seluruh dunia sebagai ekspresi kerinduan akan surga dan janji kehidupan kekal.
---
Singkatnya, "Tut mir auf die schöne Pforte" adalah sebuah mahakarya himnologi yang lahir dari hati seorang pendeta, Benjamin Schmolck, yang hidup di tengah penderitaan dan kehilangan. Melalui liriknya, ia memberikan suara pada kerinduan universal akan kedamaian abadi di hadirat Tuhan, menawarkan penghiburan dan harapan bagi banyak generasi.
Cross Reference
UKP 12b, KK 12, PS 524, MB 439, GB 181
Kristus Bangkit
GB
Bukalah Gapura Indah
KK
Kristus bangkit
MB
Kristus bangkit
PS
Halleluya andau Tuhan
UKP
Sama Tema
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Abadi Tak Nampak
PKJ
Mulia, Mulia NamaNya
PKJ
Ajaib NamaNya
PKJ
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
PKJ
Bersoraklah dan Puji Tuhan
PKJ
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
PKJ
Bersyukurlah Pada Tuhan
PKJ
Dengan Malaikat, Angkatlah
PKJ
Dengan Semarak Majulah
PKJ
Inilah Hari Minggu
PKJ
Kami Muliakan NamaMu
PKJ
Kita Masuk RumahNya
PKJ
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan
PKJ
Kusiapkan Hatiku, Tuhan
PKJ
Mari, Kawan-Kawan, Nyanyi Gembira
PKJ
Mari Kita Puji
PKJ
Mari Masuk ke RumahNya
PKJ
Mari Sembah
PKJ
Mari Semua, Mari Sembah Tuhan
PKJ
Mari Semua, Kini Bernyanyilah
PKJ
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
PKJ
Marilah Memuji
PKJ
Marilah, Pujilah Allah
PKJ
Muliakan Nama Tuhan
PKJ
Nyanyikanlah Haleluya
PKJ
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
PKJ
Nyanyikan Tuhanmu Haleluya
PKJ
Patut Segenap yang Ada
PKJ
Puji Tuhan Allah
PKJ
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
PKJ
Puji Tuhan, Pujilah NamaNya
PKJ
Pujilah Allah, Pujilah
PKJ
Soraklah, Hai UmatNya
PKJ
Suci, Suci, Suci
PKJ
Yesus, Raja Damai
PKJ