KK
Bukalah Gapura Indah
Tut Mir Auf Die Schone Pforte
Informasi Lagu
12
Nomor
do=c
Nada Dasar
Kode
KK 12
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=c
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
100
Pencipta Lagu
Joachim Neander-Neumann
Pencipta Syair
Benjamin Schmolc
Penerjemah
Yamuger
Cross Ref.
PKJ 8, UKP 12b, , PS 524, MB 439, GB 181
Syair / Lirik
6 bait
Bukalah Gapura Indah, aku masuk rumah-Mu,
agar aku bahagia, jiwaku tenang teduh
dan kupandang wajah-Mu dalam cahya mulia.
Kepada-Mu aku datang: o, Tuhanku, datanglah!
Di tempat Engkau berada, surga pun di situlah.
Masuklah di hatiku, jadikanlah rumah-Mu!
Saat aku menghadap-Mu, sucikanlah diriku,
agar doa dan nyanyian berkenan kepada-Mu.
Angkat roh dan jiwaku sampai ke hadirat-Mu.
Buat aku tanah subur dan hatiku bukalah,
agar tumbuh yang Kautabur dan berlimpah hasilnya.
Budiku terangilah, firman-Mu tanamkanlah.
Dan kuatkanlah percaya dalam hati anak-Mu,
agar Iblis tak berdaya meruntuhkan imanku.
Tuhan, hanya firman-Mu bintang pandu hidupku.
Berbicaralah, Tuhanku, aku siap mendengar;
dan nyatakan kehendak-Mu, Sumber Hayat yang benar.
Dalam susah yang pedih roti surga Kauberi.
Syair: Tut mir auf die schöne Pforte, Benjamin Schmolck, 1732
terj. Yamuger, 1998
Lagu: Joachim Neander-Neumann, 1680
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu rohani yang indah "Tut mir auf die schöne Pforte" yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau kadang "Bukalah Pintu Gerbang Indah".
Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa atribusi "Joachim Neander-Neumann / Benjamin Schmolck" sedikit membingungkan. Sebenarnya, lagu "Tut mir auf die schöne Pforte" secara luas dan akurat dikaitkan dengan lirik yang ditulis oleh **Benjamin Schmolck**. Joachim Neander adalah seorang komponis dan penulis himne Protestan terkemuka lainnya dari era yang sedikit lebih awal, terkenal dengan lagu seperti "Lobe den Herren, den mächtigen König der Ehren" (Pujilah Tuhan, Raja Yang Mahakuasa), tetapi ia bukanlah penulis lirik untuk "Tut mir auf die schöne Pforte". Mungkin ada kebingungan atau misatribusi dalam sumber yang Anda temui.
Jadi, mari kita fokus pada **Benjamin Schmolck** sebagai penulis lirik utama untuk himne ini.
---
### **Kisah di Balik "Tut mir auf die schöne Pforte" oleh Benjamin Schmolck**
**1. Sang Penulis Lirik: Benjamin Schmolck (1672-1737)**
Benjamin Schmolck adalah seorang pendeta Lutheran yang sangat produktif dari Silesia (wilayah yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Prusia, sekarang Polandia). Ia lahir pada tahun 1672 di Brauchitschdorf dan meninggal pada tahun 1737 di Schweidnitz (sekarang ?widnica, Polandia).
* **Kehidupan dan Latar Belakang:** Schmolck hidup pada masa yang penuh tantangan di Eropa, ditandai oleh peperangan (seperti Perang Suksesi Spanyol), wabah penyakit, dan kemiskinan. Ia sendiri mengalami banyak kehilangan dan kesulitan pribadi, termasuk kematian anak-anaknya. Lingkungan sosial dan pribadi yang sulit ini sangat memengaruhi tema-tema dalam tulisan-tulisannya.
* **Seorang Hyminis Prolifik:** Schmolck adalah salah satu penulis himne Lutheran yang paling subur, dengan lebih dari 1.200 himne yang dikaitkan dengannya. Himnenya dicirikan oleh kesalehan pribadi yang mendalam, fokus pada penghiburan dalam penderitaan, kepercayaan pada Tuhan, dan kerinduan akan keabadian. Ia adalah sosok penting dalam Pietisme Lutheran, sebuah gerakan yang menekankan pengalaman iman pribadi dan kesalehan praktis.
* **Pelayanan Pastoral:** Ia melayani sebagai pendeta di gereja St. Nikolaus di Schweidnitz selama bertahun-tahun, di mana ia juga menulis sebagian besar himnenya. Melalui pelayanan dan tulisannya, ia berusaha memberikan penghiburan, harapan, dan bimbingan rohani kepada jemaatnya yang sering kali menghadapi kesulitan hidup yang berat.
**2. Konteks Penciptaan Lagu "Tut mir auf die schöne Pforte"**
Schmolck menulis "Tut mir auf die schöne Pforte" sekitar tahun **1720-an**. Himne ini muncul dari konteks yang dalam:
* **Penderitaan dan Kematian:** Seperti banyak himnenya yang lain, lagu ini adalah cerminan dari pergumulan manusia dengan penderitaan, kefanaan, dan kematian. Schmolck sendiri telah melihat banyak kematian, baik di antara jemaatnya maupun di dalam keluarganya sendiri. Ia merasakan betapa rapuhnya hidup di dunia ini dan betapa besarnya kerinduan akan kedamaian abadi.
* **Pengharapan Kristen:** Meskipun penuh dengan kesedihan, lagu ini bukanlah ratapan tanpa harapan. Sebaliknya, ia adalah sebuah deklarasi iman yang kuat pada janji-janji Tuhan dan pengharapan akan kehidupan setelah kematian. Bagi Schmolck dan jemaatnya, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju persekutuan yang lebih erat dengan Kristus.
* **Fokus pada Surga:** Himne ini dengan jelas menggambarkan kerinduan akan surga, "gapura indah" atau "pintu gerbang yang indah" yang akan membuka jalan menuju hadirat Tuhan. Ini adalah gambaran dari Yerusalem Baru, tempat di mana tidak ada lagi air mata, sakit, atau penderitaan (Wahyu 21:4).
**3. Analisis Lirik dan Makna**
Judul "Tut mir auf die schöne Pforte" secara harfiah berarti "Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah." Ini adalah sebuah permohonan, doa yang tulus dari seorang jiwa yang mendambakan kebebasan dari penderitaan dunia dan persekutuan kekal dengan Tuhan.
* **Stanza Pembuka:** Lirik biasanya dimulai dengan permohonan agar pintu gerbang surga dibuka, mengungkapkan keinginan untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan dan meninggalkan segala kesusahan dunia.
> *"Tut mir auf die schöne Pforte, führet mich in Zion ein!
> Lass mich, Herr, an deinem Orte endlich ewig fröhlich sein!"*
> (Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah, tuntunlah aku masuk ke Sion!
> Biarlah aku, Tuhan, di tempat-Mu, akhirnya berbahagia selamanya!)
* **Tema-tema Utama:**
* **Kerinduan akan Surga:** Lagu ini adalah ekspresi mendalam dari kerinduan jiwa untuk meninggalkan dunia yang penuh dosa dan penderitaan, dan masuk ke dalam kemuliaan Tuhan.
* **Penghiburan dalam Kematian:** Bagi banyak orang, lagu ini telah menjadi sumber penghiburan yang besar dalam menghadapi kematian orang-orang terkasih, menawarkan pandangan bahwa kematian adalah transisi menuju kedamaian abadi.
* **Kemenangan atas Penderitaan:** Liriknya berbicara tentang dilepaskan dari "Leid und Not" (penderitaan dan kesusahan), dan menemukan kedamaian sejati hanya di hadirat Kristus.
* **Iman dan Kepercayaan:** Meskipun ada kerinduan dan permohonan, ada juga nada kepercayaan yang teguh bahwa Tuhan akan membuka jalan dan menyambut mereka yang beriman.
**4. Melodi**
Meskipun liriknya ditulis oleh Schmolck, melodi yang paling umum digunakan untuk "Tut mir auf die schöne Pforte" sering kali dikaitkan dengan **Gottlob Siegmund Gräfe** (1780–1841) atau merupakan melodi tradisional Jerman yang lebih tua yang diadaptasi. Dalam tradisi himnologi, sangat umum bagi lirik yang kuat untuk dipasangkan dengan melodi yang sudah ada atau dikembangkan secara terpisah. Melodi yang umum adalah melodi yang syahdu dan kontemplatif, sangat cocok dengan nuansa lirik yang penuh kerinduan dan harapan.
**5. Warisan dan Pengaruh**
"Tut mir auf die schöne Pforte" menjadi salah satu himne Benjamin Schmolck yang paling dicintai dan bertahan lama.
* **Penggunaan Liturgi:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian pemakaman, kebaktian mengenang orang meninggal, dan pada Mingu Kematian (Totensonntag) di gereja-gereja Protestan Jerman. Melodi dan liriknya memberikan penghiburan yang mendalam bagi mereka yang berduka, mengingatkan mereka akan pengharapan kekal dalam Kristus.
* **Popularitas Internasional:** Kekuatan pesannya melampaui batas-batas bahasa dan budaya. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau "Bukalah Pintu Gerbang Indah," dan terus dinyanyikan di seluruh dunia sebagai ekspresi kerinduan akan surga dan janji kehidupan kekal.
---
Singkatnya, "Tut mir auf die schöne Pforte" adalah sebuah mahakarya himnologi yang lahir dari hati seorang pendeta, Benjamin Schmolck, yang hidup di tengah penderitaan dan kehilangan. Melalui liriknya, ia memberikan suara pada kerinduan universal akan kedamaian abadi di hadirat Tuhan, menawarkan penghiburan dan harapan bagi banyak generasi.
Pertama-tama, perlu diklarifikasi bahwa atribusi "Joachim Neander-Neumann / Benjamin Schmolck" sedikit membingungkan. Sebenarnya, lagu "Tut mir auf die schöne Pforte" secara luas dan akurat dikaitkan dengan lirik yang ditulis oleh **Benjamin Schmolck**. Joachim Neander adalah seorang komponis dan penulis himne Protestan terkemuka lainnya dari era yang sedikit lebih awal, terkenal dengan lagu seperti "Lobe den Herren, den mächtigen König der Ehren" (Pujilah Tuhan, Raja Yang Mahakuasa), tetapi ia bukanlah penulis lirik untuk "Tut mir auf die schöne Pforte". Mungkin ada kebingungan atau misatribusi dalam sumber yang Anda temui.
Jadi, mari kita fokus pada **Benjamin Schmolck** sebagai penulis lirik utama untuk himne ini.
---
### **Kisah di Balik "Tut mir auf die schöne Pforte" oleh Benjamin Schmolck**
**1. Sang Penulis Lirik: Benjamin Schmolck (1672-1737)**
Benjamin Schmolck adalah seorang pendeta Lutheran yang sangat produktif dari Silesia (wilayah yang saat itu merupakan bagian dari Kerajaan Prusia, sekarang Polandia). Ia lahir pada tahun 1672 di Brauchitschdorf dan meninggal pada tahun 1737 di Schweidnitz (sekarang ?widnica, Polandia).
* **Kehidupan dan Latar Belakang:** Schmolck hidup pada masa yang penuh tantangan di Eropa, ditandai oleh peperangan (seperti Perang Suksesi Spanyol), wabah penyakit, dan kemiskinan. Ia sendiri mengalami banyak kehilangan dan kesulitan pribadi, termasuk kematian anak-anaknya. Lingkungan sosial dan pribadi yang sulit ini sangat memengaruhi tema-tema dalam tulisan-tulisannya.
* **Seorang Hyminis Prolifik:** Schmolck adalah salah satu penulis himne Lutheran yang paling subur, dengan lebih dari 1.200 himne yang dikaitkan dengannya. Himnenya dicirikan oleh kesalehan pribadi yang mendalam, fokus pada penghiburan dalam penderitaan, kepercayaan pada Tuhan, dan kerinduan akan keabadian. Ia adalah sosok penting dalam Pietisme Lutheran, sebuah gerakan yang menekankan pengalaman iman pribadi dan kesalehan praktis.
* **Pelayanan Pastoral:** Ia melayani sebagai pendeta di gereja St. Nikolaus di Schweidnitz selama bertahun-tahun, di mana ia juga menulis sebagian besar himnenya. Melalui pelayanan dan tulisannya, ia berusaha memberikan penghiburan, harapan, dan bimbingan rohani kepada jemaatnya yang sering kali menghadapi kesulitan hidup yang berat.
**2. Konteks Penciptaan Lagu "Tut mir auf die schöne Pforte"**
Schmolck menulis "Tut mir auf die schöne Pforte" sekitar tahun **1720-an**. Himne ini muncul dari konteks yang dalam:
* **Penderitaan dan Kematian:** Seperti banyak himnenya yang lain, lagu ini adalah cerminan dari pergumulan manusia dengan penderitaan, kefanaan, dan kematian. Schmolck sendiri telah melihat banyak kematian, baik di antara jemaatnya maupun di dalam keluarganya sendiri. Ia merasakan betapa rapuhnya hidup di dunia ini dan betapa besarnya kerinduan akan kedamaian abadi.
* **Pengharapan Kristen:** Meskipun penuh dengan kesedihan, lagu ini bukanlah ratapan tanpa harapan. Sebaliknya, ia adalah sebuah deklarasi iman yang kuat pada janji-janji Tuhan dan pengharapan akan kehidupan setelah kematian. Bagi Schmolck dan jemaatnya, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu gerbang menuju persekutuan yang lebih erat dengan Kristus.
* **Fokus pada Surga:** Himne ini dengan jelas menggambarkan kerinduan akan surga, "gapura indah" atau "pintu gerbang yang indah" yang akan membuka jalan menuju hadirat Tuhan. Ini adalah gambaran dari Yerusalem Baru, tempat di mana tidak ada lagi air mata, sakit, atau penderitaan (Wahyu 21:4).
**3. Analisis Lirik dan Makna**
Judul "Tut mir auf die schöne Pforte" secara harfiah berarti "Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah." Ini adalah sebuah permohonan, doa yang tulus dari seorang jiwa yang mendambakan kebebasan dari penderitaan dunia dan persekutuan kekal dengan Tuhan.
* **Stanza Pembuka:** Lirik biasanya dimulai dengan permohonan agar pintu gerbang surga dibuka, mengungkapkan keinginan untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan dan meninggalkan segala kesusahan dunia.
> *"Tut mir auf die schöne Pforte, führet mich in Zion ein!
> Lass mich, Herr, an deinem Orte endlich ewig fröhlich sein!"*
> (Bukalah bagiku pintu gerbang yang indah, tuntunlah aku masuk ke Sion!
> Biarlah aku, Tuhan, di tempat-Mu, akhirnya berbahagia selamanya!)
* **Tema-tema Utama:**
* **Kerinduan akan Surga:** Lagu ini adalah ekspresi mendalam dari kerinduan jiwa untuk meninggalkan dunia yang penuh dosa dan penderitaan, dan masuk ke dalam kemuliaan Tuhan.
* **Penghiburan dalam Kematian:** Bagi banyak orang, lagu ini telah menjadi sumber penghiburan yang besar dalam menghadapi kematian orang-orang terkasih, menawarkan pandangan bahwa kematian adalah transisi menuju kedamaian abadi.
* **Kemenangan atas Penderitaan:** Liriknya berbicara tentang dilepaskan dari "Leid und Not" (penderitaan dan kesusahan), dan menemukan kedamaian sejati hanya di hadirat Kristus.
* **Iman dan Kepercayaan:** Meskipun ada kerinduan dan permohonan, ada juga nada kepercayaan yang teguh bahwa Tuhan akan membuka jalan dan menyambut mereka yang beriman.
**4. Melodi**
Meskipun liriknya ditulis oleh Schmolck, melodi yang paling umum digunakan untuk "Tut mir auf die schöne Pforte" sering kali dikaitkan dengan **Gottlob Siegmund Gräfe** (1780–1841) atau merupakan melodi tradisional Jerman yang lebih tua yang diadaptasi. Dalam tradisi himnologi, sangat umum bagi lirik yang kuat untuk dipasangkan dengan melodi yang sudah ada atau dikembangkan secara terpisah. Melodi yang umum adalah melodi yang syahdu dan kontemplatif, sangat cocok dengan nuansa lirik yang penuh kerinduan dan harapan.
**5. Warisan dan Pengaruh**
"Tut mir auf die schöne Pforte" menjadi salah satu himne Benjamin Schmolck yang paling dicintai dan bertahan lama.
* **Penggunaan Liturgi:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian pemakaman, kebaktian mengenang orang meninggal, dan pada Mingu Kematian (Totensonntag) di gereja-gereja Protestan Jerman. Melodi dan liriknya memberikan penghiburan yang mendalam bagi mereka yang berduka, mengingatkan mereka akan pengharapan kekal dalam Kristus.
* **Popularitas Internasional:** Kekuatan pesannya melampaui batas-batas bahasa dan budaya. Lagu ini telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia sebagai "Bukalah Gapura Indah" atau "Bukalah Pintu Gerbang Indah," dan terus dinyanyikan di seluruh dunia sebagai ekspresi kerinduan akan surga dan janji kehidupan kekal.
---
Singkatnya, "Tut mir auf die schöne Pforte" adalah sebuah mahakarya himnologi yang lahir dari hati seorang pendeta, Benjamin Schmolck, yang hidup di tengah penderitaan dan kehilangan. Melalui liriknya, ia memberikan suara pada kerinduan universal akan kedamaian abadi di hadirat Tuhan, menawarkan penghiburan dan harapan bagi banyak generasi.
Cross Reference
PKJ 8, UKP 12b, , PS 524, MB 439, GB 181
Kristus Bangkit
GB
Kristus bangkit
MB
Bukalah Gapura Indah
PKJ
Kristus bangkit
PS
Halleluya andau Tuhan
UKP
Sama Tema
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Mari, Puji Dia
KK
Allah Hadir Bagi Kita
KK
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KK
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
KK
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
KK
Bergemarlah Dan Bersukaria
KK
Berhimpun Semua
KK
Beribu Lidah Patutlah
KK
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
KK
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
KK
Bersyukurlah Pada Tuhan
KK
Bumi Dan Langit, Pujilah
KK
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
KK
Dengan Gembira
KK
Hai Makhluk Semua
KK
Gloria
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Hai Mari Sembah
KK
Hai, Masyhurkanlah
KK
Haleluya! Alangkah Baik
KK
Haleluya, Haleluya
KK
Haleluya Pujilah
KK
Hanyalah Engkau, Tuhan
KK
Hari Minggu Hari Kudus
KK
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
KK
Inilah Hari Minggu
KK
Hari Minggu Hari Tuhan
KK
Jemaat Allah, Marilah
KK
Jiwaku Memuji Tuhan
KK
Kami Puji Dengan Riang
KK
'Kau Yang Layak
KK
Kepadamu,Tuhanku
KK
Kita Masuk Rumahnya
KK
'Ku Gembira 'Kau Berkata
KK
Mari, Bernyanyi Sertaku
KK
Mari Kita Puji
KK
Mari Menyembah
KK
Mari Sembah
KK
Marilah Bernyanyi
KK
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
KK
Mulia, Mulia Namanya
KK
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
KK
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
KK
O Hari Istirahat
KK
Patut Segenap Yang Ada
KK
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KK
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
KK
Puji Yesus
KK
Pujilah Allah, Pujilah
KK
Pujilah Tuhan
KK
Pujilah Tuhan, Sang Raja
KK
Salam Dan Hormat KepadaMu
KK
Pujilah Tuhanmu
KK
Muliakan Tuhan Allah
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Sungguhlah Indah Rumahmu
KK
Terpujilah Allah
KK
Tuhan Allah Hadir
KK
Tuhan Allah, Namamu
KK
Tuhanku Yesus
KK
Ya Khalik Semesta
KK