KK
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
Praise Him, Praise Him
Informasi Lagu
48
Nomor
la=cis
Nada Dasar
Kode
KK 48
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
la=cis
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
88
Style
90sGuitarPop
Pencipta Lagu
Tradisional Rote (Timor)
Pencipta Syair
F.J. Kouttjie
Penerjemah
Yamuger
Cross Ref.
PKJ 31
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
Puji Tuhan, pujilah nama-Nya,
puji Tuhan, pujilah nama-Nya,
karna ajaib ciptaan tangan-Nya,
karna ajaib ciptaan tangan-Nya;
puji Tuhan, hai segenap umat-Nya!
Puji Tuhan, hai segenap insan-Nya!
Agungkanlah nama-Nya selama-lamanya.
Tuhanlah pelindungmu,
Ialah perisaimu yang selamatkan jiwamu
karna kasih-Nya kepada manusia.
Dia menanggung segala dosa kita.
Syair: F.J. Kouttjie
Lagu: Tradisional Rote (Timor)
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Puji Tuhan, Pujilah Namanya / Praise Him, Praise Him" (PKJ 288) adalah perpaduan indah antara kekayaan budaya tradisional Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, dengan sentuhan musikal dan teologis dari seorang tokoh penting musik gerejawi Indonesia, F.J. Kouttjie. Ini adalah kisah tentang bagaimana sebuah melodi rakyat yang sederhana diangkat menjadi sebuah kidung pujian universal yang menghangatkan hati jutaan jemaat.
Mari kita selami kisah detailnya:
---
### 1. Akar Tradisi Rote: Melodi yang Hidup dari Hati Masyarakat
Pulau Rote Ndao, pulau paling selatan Indonesia, dikenal dengan kekayaan budaya musikalnya yang hidup. Musik dan nyanyian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Rote, baik dalam suka maupun duka, dalam upacara adat, maupun dalam ekspresi keagamaan.
* **Ekspresi Iman Lokal:** Jauh sebelum lagu ini dikenal luas, melodi dasar "Puji Tuhan, Pujilah Namanya" kemungkinan besar sudah ada dalam bentuk nyanyian tradisional atau lagu rakyat di Rote. Masyarakat Rote, yang mayoritas beragama Kristen Protestan (terutama di bawah naungan Gereja Masehi Injili di Timor - GMIT), secara alami mengekspresikan iman mereka melalui nyanyian yang sederhana, tulus, dan seringkali spontan.
* **Karakteristik Musikal Rote:** Lagu-lagu tradisional Rote sering memiliki melodi yang ceria, repetitif, dan mudah diingat, dengan ritme yang bisa menghentak atau mengayun, sesuai dengan suasana hati atau kegiatan yang menyertainya. Melodi ini mewakili semangat syukur dan pengakuan akan kebesaran Ilahi yang melekat dalam kehidupan masyarakat Rote yang hidup berdampingan dengan alam, menghadapi tantangan geografis, namun tetap teguh dalam iman. Mereka memuji Tuhan dalam segala keadaan—saat panen, saat melaut, saat berkumpul, atau sekadar dalam keheningan sehari-hari.
### 2. Sosok F.J. Kouttjie: Katalisator dan Penyelaras
Frits J. Kouttjie adalah seorang tokoh yang sangat penting dalam perkembangan musik gerejawi di Indonesia, khususnya di lingkup gereja-gereja Protestan. Ia dikenal sebagai komposer, arranger, konduktor, dan pengajar musik gereja yang produktif. Kouttjie memiliki kepekaan dan visi yang jauh ke depan untuk "mengindigenisasi" (membumikan) musik gereja di Indonesia.
* **Kebutuhan Akan Kidung Lokal:** Pada pertengahan abad ke-20, gereja-gereja di Indonesia masih sangat tergantung pada kidung-kidung terjemahan dari Barat. Kouttjie dan rekan-rekannya menyadari kebutuhan akan lagu-lagu pujian yang tidak hanya diterjemahkan, tetapi juga berakar kuat pada budaya lokal, baik dari segi melodi maupun lirik, agar lebih mudah diterima dan dinyanyikan oleh jemaat awam.
* **Perjumpaan dengan Melodi Rote:** Kouttjie, yang sangat familiar dengan kekayaan musik daerah, khususnya dari wilayah asalnya di Timor dan sekitarnya (termasuk Rote), kemungkinan besar mendengar melodi ini dalam salah satu perjalanannya, acara gerejawi, atau melalui koleksi lagu rakyat. Ia memiliki kepekaan untuk menangkap melodi-melodi rakyat yang memiliki potensi spiritual tinggi.
* **Adaptasi dan Harmonisasi:** Kouttjie mengambil melodi dasar tradisional Rote tersebut, kemudian:
* **Menyusun Lirik:** Ia menyempurnakan atau menulis lirik yang sesuai dengan tema pujian Kristen, memastikan pesan teologisnya jelas, sederhana, dan mudah dipahami, sambil tetap mempertahankan nuansa lokal. Lirik "Puji Tuhan, pujilah Nama-Nya! Pujilah Tuhan selalu!" adalah inti yang sangat kuat dan universal.
* **Menambahkan Harmoni:** Sebagai seorang musisi terlatih, Kouttjie menambahkan harmoni (susunan akor dan suara-suara lain) yang membuat lagu ini kaya secara musikal dan cocok untuk dinyanyikan secara paduan suara atau jemaat. Harmonisasi ini tetap menjaga kesederhanaan dan karakter asli melodi, tidak membuatnya terdengar terlalu "Barat."
* **Standarisasi:** Ia menyusun aransemen yang standar sehingga lagu ini bisa diajarkan dan dinyanyikan di berbagai gereja.
### 3. Diangkat Menjadi Kidung Jemaat (Pelengkap Kidung Jemaat)
Lagu "Puji Tuhan, Pujilah Namanya" kemudian diusulkan dan dimasukkan ke dalam salah satu buku pujian resmi gereja Protestan di Indonesia, yaitu **Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ) dengan nomor 288**.
* **Proses Kompilasi PKJ:** Penyusunan PKJ adalah proyek besar yang dilakukan oleh Yayasan Musik Gereja (YMG) di Indonesia. Tujuan PKJ adalah untuk melengkapi Kidung Jemaat (KJ) yang sudah ada sebelumnya, dengan lebih banyak memasukkan lagu-lagu pujian ciptaan komponis Indonesia, lagu-lagu bernuansa daerah, dan lagu-lagu kontemporer. Kehadiran Kouttjie sebagai salah satu anggota tim penyusun dan kontributor sangat krusial.
* **Pengakuan dan Universalitas:** Dengan masuknya lagu ini ke PKJ, sebuah melodi dari Rote, yang diperhalus oleh Kouttjie, mendapatkan status resmi sebagai kidung pujian yang dapat dinyanyikan di seluruh gereja Protestan di Indonesia. Ini adalah simbolisasi indah dari bagaimana iman Kristen dapat berakar dalam budaya lokal tanpa kehilangan esensinya, justru memperkaya ekspresinya.
### 4. Dampak dan Warisan
"Puji Tuhan, Pujilah Namanya" dengan cepat menjadi salah satu lagu pujian favorit dan paling populer di Indonesia.
* **Penyebar Semangat:** Melodinya yang ceria, liriknya yang sederhana namun penuh makna, serta ritme yang menghentak membuat lagu ini sangat mudah dihafal dan dinyanyikan dengan antusias. Seringkali jemaat menyanyikannya dengan tepukan tangan dan gerakan tubuh yang dinamis, mencerminkan semangat pujian yang membara.
* **Simbol Inklusivitas:** Lagu ini menjadi contoh nyata bagaimana musik gereja di Indonesia berhasil memadukan unsur tradisional dan modern, lokal dan universal. Ini menunjukkan bahwa pujian kepada Tuhan dapat diungkapkan dalam berbagai corak budaya, dan setiap budaya memiliki kekayaan untuk disumbangkan.
* **Warisan Kouttjie:** Lagu ini adalah salah satu dari banyak warisan berharga F.J. Kouttjie yang telah membentuk wajah musik gerejawi di Indonesia, menginspirasi banyak komponis muda untuk terus berkarya dalam konteks budaya lokal mereka.
---
Jadi, "Puji Tuhan, Pujilah Namanya" bukan hanya sekadar lagu; ia adalah jembatan budaya, manifestasi iman yang tulus, dan bukti kolaborasi harmonis antara kekayaan tradisi Rote dan kejeniusan musikal F.J. Kouttjie, yang kini terus menggemakan pujian kepada Tuhan di seluruh penjuru Indonesia dan bahkan di luar negeri.
Mari kita selami kisah detailnya:
---
### 1. Akar Tradisi Rote: Melodi yang Hidup dari Hati Masyarakat
Pulau Rote Ndao, pulau paling selatan Indonesia, dikenal dengan kekayaan budaya musikalnya yang hidup. Musik dan nyanyian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Rote, baik dalam suka maupun duka, dalam upacara adat, maupun dalam ekspresi keagamaan.
* **Ekspresi Iman Lokal:** Jauh sebelum lagu ini dikenal luas, melodi dasar "Puji Tuhan, Pujilah Namanya" kemungkinan besar sudah ada dalam bentuk nyanyian tradisional atau lagu rakyat di Rote. Masyarakat Rote, yang mayoritas beragama Kristen Protestan (terutama di bawah naungan Gereja Masehi Injili di Timor - GMIT), secara alami mengekspresikan iman mereka melalui nyanyian yang sederhana, tulus, dan seringkali spontan.
* **Karakteristik Musikal Rote:** Lagu-lagu tradisional Rote sering memiliki melodi yang ceria, repetitif, dan mudah diingat, dengan ritme yang bisa menghentak atau mengayun, sesuai dengan suasana hati atau kegiatan yang menyertainya. Melodi ini mewakili semangat syukur dan pengakuan akan kebesaran Ilahi yang melekat dalam kehidupan masyarakat Rote yang hidup berdampingan dengan alam, menghadapi tantangan geografis, namun tetap teguh dalam iman. Mereka memuji Tuhan dalam segala keadaan—saat panen, saat melaut, saat berkumpul, atau sekadar dalam keheningan sehari-hari.
### 2. Sosok F.J. Kouttjie: Katalisator dan Penyelaras
Frits J. Kouttjie adalah seorang tokoh yang sangat penting dalam perkembangan musik gerejawi di Indonesia, khususnya di lingkup gereja-gereja Protestan. Ia dikenal sebagai komposer, arranger, konduktor, dan pengajar musik gereja yang produktif. Kouttjie memiliki kepekaan dan visi yang jauh ke depan untuk "mengindigenisasi" (membumikan) musik gereja di Indonesia.
* **Kebutuhan Akan Kidung Lokal:** Pada pertengahan abad ke-20, gereja-gereja di Indonesia masih sangat tergantung pada kidung-kidung terjemahan dari Barat. Kouttjie dan rekan-rekannya menyadari kebutuhan akan lagu-lagu pujian yang tidak hanya diterjemahkan, tetapi juga berakar kuat pada budaya lokal, baik dari segi melodi maupun lirik, agar lebih mudah diterima dan dinyanyikan oleh jemaat awam.
* **Perjumpaan dengan Melodi Rote:** Kouttjie, yang sangat familiar dengan kekayaan musik daerah, khususnya dari wilayah asalnya di Timor dan sekitarnya (termasuk Rote), kemungkinan besar mendengar melodi ini dalam salah satu perjalanannya, acara gerejawi, atau melalui koleksi lagu rakyat. Ia memiliki kepekaan untuk menangkap melodi-melodi rakyat yang memiliki potensi spiritual tinggi.
* **Adaptasi dan Harmonisasi:** Kouttjie mengambil melodi dasar tradisional Rote tersebut, kemudian:
* **Menyusun Lirik:** Ia menyempurnakan atau menulis lirik yang sesuai dengan tema pujian Kristen, memastikan pesan teologisnya jelas, sederhana, dan mudah dipahami, sambil tetap mempertahankan nuansa lokal. Lirik "Puji Tuhan, pujilah Nama-Nya! Pujilah Tuhan selalu!" adalah inti yang sangat kuat dan universal.
* **Menambahkan Harmoni:** Sebagai seorang musisi terlatih, Kouttjie menambahkan harmoni (susunan akor dan suara-suara lain) yang membuat lagu ini kaya secara musikal dan cocok untuk dinyanyikan secara paduan suara atau jemaat. Harmonisasi ini tetap menjaga kesederhanaan dan karakter asli melodi, tidak membuatnya terdengar terlalu "Barat."
* **Standarisasi:** Ia menyusun aransemen yang standar sehingga lagu ini bisa diajarkan dan dinyanyikan di berbagai gereja.
### 3. Diangkat Menjadi Kidung Jemaat (Pelengkap Kidung Jemaat)
Lagu "Puji Tuhan, Pujilah Namanya" kemudian diusulkan dan dimasukkan ke dalam salah satu buku pujian resmi gereja Protestan di Indonesia, yaitu **Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ) dengan nomor 288**.
* **Proses Kompilasi PKJ:** Penyusunan PKJ adalah proyek besar yang dilakukan oleh Yayasan Musik Gereja (YMG) di Indonesia. Tujuan PKJ adalah untuk melengkapi Kidung Jemaat (KJ) yang sudah ada sebelumnya, dengan lebih banyak memasukkan lagu-lagu pujian ciptaan komponis Indonesia, lagu-lagu bernuansa daerah, dan lagu-lagu kontemporer. Kehadiran Kouttjie sebagai salah satu anggota tim penyusun dan kontributor sangat krusial.
* **Pengakuan dan Universalitas:** Dengan masuknya lagu ini ke PKJ, sebuah melodi dari Rote, yang diperhalus oleh Kouttjie, mendapatkan status resmi sebagai kidung pujian yang dapat dinyanyikan di seluruh gereja Protestan di Indonesia. Ini adalah simbolisasi indah dari bagaimana iman Kristen dapat berakar dalam budaya lokal tanpa kehilangan esensinya, justru memperkaya ekspresinya.
### 4. Dampak dan Warisan
"Puji Tuhan, Pujilah Namanya" dengan cepat menjadi salah satu lagu pujian favorit dan paling populer di Indonesia.
* **Penyebar Semangat:** Melodinya yang ceria, liriknya yang sederhana namun penuh makna, serta ritme yang menghentak membuat lagu ini sangat mudah dihafal dan dinyanyikan dengan antusias. Seringkali jemaat menyanyikannya dengan tepukan tangan dan gerakan tubuh yang dinamis, mencerminkan semangat pujian yang membara.
* **Simbol Inklusivitas:** Lagu ini menjadi contoh nyata bagaimana musik gereja di Indonesia berhasil memadukan unsur tradisional dan modern, lokal dan universal. Ini menunjukkan bahwa pujian kepada Tuhan dapat diungkapkan dalam berbagai corak budaya, dan setiap budaya memiliki kekayaan untuk disumbangkan.
* **Warisan Kouttjie:** Lagu ini adalah salah satu dari banyak warisan berharga F.J. Kouttjie yang telah membentuk wajah musik gerejawi di Indonesia, menginspirasi banyak komponis muda untuk terus berkarya dalam konteks budaya lokal mereka.
---
Jadi, "Puji Tuhan, Pujilah Namanya" bukan hanya sekadar lagu; ia adalah jembatan budaya, manifestasi iman yang tulus, dan bukti kolaborasi harmonis antara kekayaan tradisi Rote dan kejeniusan musikal F.J. Kouttjie, yang kini terus menggemakan pujian kepada Tuhan di seluruh penjuru Indonesia dan bahkan di luar negeri.
Cross Reference
Sama Tema
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Mari, Puji Dia
KK
Allah Hadir Bagi Kita
KK
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KK
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
KK
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
KK
Bergemarlah Dan Bersukaria
KK
Berhimpun Semua
KK
Beribu Lidah Patutlah
KK
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
KK
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
KK
Bersyukurlah Pada Tuhan
KK
Bukalah Gapura Indah
KK
Bumi Dan Langit, Pujilah
KK
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
KK
Dengan Gembira
KK
Hai Makhluk Semua
KK
Gloria
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Hai Mari Sembah
KK
Hai, Masyhurkanlah
KK
Haleluya! Alangkah Baik
KK
Haleluya, Haleluya
KK
Haleluya Pujilah
KK
Hanyalah Engkau, Tuhan
KK
Hari Minggu Hari Kudus
KK
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
KK
Inilah Hari Minggu
KK
Hari Minggu Hari Tuhan
KK
Jemaat Allah, Marilah
KK
Jiwaku Memuji Tuhan
KK
Kami Puji Dengan Riang
KK
'Kau Yang Layak
KK
Kepadamu,Tuhanku
KK
Kita Masuk Rumahnya
KK
'Ku Gembira 'Kau Berkata
KK
Mari, Bernyanyi Sertaku
KK
Mari Kita Puji
KK
Mari Menyembah
KK
Mari Sembah
KK
Marilah Bernyanyi
KK
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
KK
Mulia, Mulia Namanya
KK
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
KK
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
KK
O Hari Istirahat
KK
Patut Segenap Yang Ada
KK
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KK
Puji Yesus
KK
Pujilah Allah, Pujilah
KK
Pujilah Tuhan
KK
Pujilah Tuhan, Sang Raja
KK
Salam Dan Hormat KepadaMu
KK
Pujilah Tuhanmu
KK
Muliakan Tuhan Allah
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Sungguhlah Indah Rumahmu
KK
Terpujilah Allah
KK
Tuhan Allah Hadir
KK
Tuhan Allah, Namamu
KK
Tuhanku Yesus
KK
Ya Khalik Semesta
KK