KK
Puji Yesus
Informasi Lagu
49
Nomor
do=g
Nada Dasar
Kode
KK 49
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=g
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
100
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Chester G.Allen (1869)
Pencipta Syair
Fanny Jane Crosby (1869)
Penerjemah
Yamuger, (1977)
Cross Ref.
KJ 293 , KC 129 , BE 573
Syair / Lirik
3 bait
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat!
Langit, bumi, maklumkan kasih-Nya!
Haleluya! Nyanyilah para malaikat:
kuasa, hormat brilah kepada-Nya.
Selamanya Yesus Gembala kita,
siang malam kita didukung-Nya.
Puji Dia! Britakan keagungan-Nya!
Puji Dia! Mari bernyanyilah!
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat!
Pada salib dosa dihapus-Nya.
Gunung Batu dan Pengharapan Abadi
dinyatakan di bukit Golgota.
Haleluya! Hilanglah dukacita
oleh kuasa kasih setia-Nya.
Puji Dia! Britakan keagungan-Nya!
Puji Dia! Mari bernyanyilah!
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat!
Hosiana! Soraknya bergema.
Krajaan-Nya untuk selama-lamanya:
Yesus Kristus Raja, Nabi, Imam.
Ia datang: Raja segala alam;
kuasa, hormat hanya kepada-Nya.
Puji Dia! Britakan keagungan-Nya!
Puji Dia! Mari bernyanyilah!
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Puji Yesus! Puji Yesus!" (Praise Him! Praise Him!)** adalah salah satu himne yang paling ceria dan populer dalam tradisi Kristen. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara dua tokoh besar musik gerejawi abad ke-19: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **Chester G. Allen** (komposer musik).
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah. Meskipun ia mengalami kebutaan sejak usia dua bulan, ia memiliki "penglihatan rohani" yang luar biasa. Ia menulis ribuan lirik lagu pujian yang penuh dengan sukacita dan teologi yang dalam.
### 2. Inspirasi Penulisan (Tahun 1869)
Kisah penciptaan lagu ini dimulai dari sebuah percakapan antara Fanny J. Crosby dengan seorang temannya, Chester G. Allen, di New York pada tahun 1869.
Saat itu, Allen sedang menyusun musik untuk sebuah buku himne baru. Ia datang kepada Fanny dan memintanya untuk membuat lirik yang bisa menggambarkan kebesaran kasih Yesus. Allen berkata kepada Fanny, **"Fanny, saya ingin kamu menulis sesuatu yang membangkitkan semangat tentang Yesus."**
### 3. Proses Kreatif yang Spontan
Fanny J. Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menggubah puisi secara instan. Begitu mendengar permintaan Allen, ia langsung duduk dalam keheningan sejenak, membiarkan imajinasinya merenungkan karakter Yesus Kristus.
Ia mulai merangkai kata-kata dalam pikirannya. Ia ingin lagu ini tidak hanya memuji Yesus sebagai Tuhan, tetapi juga menonjolkan peran-peran-Nya: sebagai **Penyelamat, Juruselamat, Pembela, dan Sahabat.**
Dalam waktu singkat, Fanny membacakan lirik tersebut kepada Allen. Lirik yang ia ciptakan begitu kuat, penuh ritme, dan memiliki alur yang sangat cocok dengan nada yang ingin dibangun oleh Allen. Lirik tersebut menekankan bahwa setiap saat adalah waktu yang tepat untuk memuji Yesus—baik di pagi hari yang cerah, siang hari yang sibuk, maupun malam hari yang tenang.
### 4. Makna Teologis dalam Lirik
Lirik lagu ini dirancang untuk mengajak jemaat melihat Yesus dari berbagai sudut pandang:
* **"Puji Yesus, Puji Yesus, Juruselamat kita!"**: Mengakui Yesus sebagai penebus dosa.
* **"Nyanyikan kasih-Nya yang tak terbatas"**: Menekankan bahwa kasih Tuhan tidak memiliki batas atau akhir.
* **"Batu Karang kekal"**: Mengambil kiasan Alkitabiah tentang Yesus sebagai dasar kehidupan yang kokoh.
Fanny ingin menyampaikan pesan bahwa meskipun dunia mungkin gelap (baginya secara fisik), kasih Yesus adalah cahaya yang selalu bersinar.
### 5. Warisan Lagu
Setelah lirik itu diselesaikan, Chester G. Allen membuat aransemen musik yang bersemangat (biasanya dalam birama 6/8 yang memberikan nuansa "berjalan" atau "berdansa" yang penuh sukacita). Lagu ini diterbitkan dalam buku *Bright Jewels* pada tahun 1869.
Sejak saat itu, lagu ini menjadi favorit di kebaktian-kebaktian gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dipilih sebagai lagu pembuka atau lagu pujian karena nadanya yang sangat optimis dan liriknya yang berfokus sepenuhnya pada kemuliaan Yesus.
### Kesimpulan
Kisah "Puji Yesus! Puji Yesus!" adalah bukti bagaimana keterbatasan fisik (kebutaan Fanny) tidak menghalangi seseorang untuk melihat "terang" yang lebih besar. Lagu ini lahir dari **kolaborasi sederhana, ketajaman spiritual, dan keinginan untuk membawa jemaat kepada sukacita dalam menyembah Tuhan.** Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa dalam segala situasi hidup, memuji Yesus adalah respons yang paling tepat bagi orang percaya.
Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah. Meskipun ia mengalami kebutaan sejak usia dua bulan, ia memiliki "penglihatan rohani" yang luar biasa. Ia menulis ribuan lirik lagu pujian yang penuh dengan sukacita dan teologi yang dalam.
### 2. Inspirasi Penulisan (Tahun 1869)
Kisah penciptaan lagu ini dimulai dari sebuah percakapan antara Fanny J. Crosby dengan seorang temannya, Chester G. Allen, di New York pada tahun 1869.
Saat itu, Allen sedang menyusun musik untuk sebuah buku himne baru. Ia datang kepada Fanny dan memintanya untuk membuat lirik yang bisa menggambarkan kebesaran kasih Yesus. Allen berkata kepada Fanny, **"Fanny, saya ingin kamu menulis sesuatu yang membangkitkan semangat tentang Yesus."**
### 3. Proses Kreatif yang Spontan
Fanny J. Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menggubah puisi secara instan. Begitu mendengar permintaan Allen, ia langsung duduk dalam keheningan sejenak, membiarkan imajinasinya merenungkan karakter Yesus Kristus.
Ia mulai merangkai kata-kata dalam pikirannya. Ia ingin lagu ini tidak hanya memuji Yesus sebagai Tuhan, tetapi juga menonjolkan peran-peran-Nya: sebagai **Penyelamat, Juruselamat, Pembela, dan Sahabat.**
Dalam waktu singkat, Fanny membacakan lirik tersebut kepada Allen. Lirik yang ia ciptakan begitu kuat, penuh ritme, dan memiliki alur yang sangat cocok dengan nada yang ingin dibangun oleh Allen. Lirik tersebut menekankan bahwa setiap saat adalah waktu yang tepat untuk memuji Yesus—baik di pagi hari yang cerah, siang hari yang sibuk, maupun malam hari yang tenang.
### 4. Makna Teologis dalam Lirik
Lirik lagu ini dirancang untuk mengajak jemaat melihat Yesus dari berbagai sudut pandang:
* **"Puji Yesus, Puji Yesus, Juruselamat kita!"**: Mengakui Yesus sebagai penebus dosa.
* **"Nyanyikan kasih-Nya yang tak terbatas"**: Menekankan bahwa kasih Tuhan tidak memiliki batas atau akhir.
* **"Batu Karang kekal"**: Mengambil kiasan Alkitabiah tentang Yesus sebagai dasar kehidupan yang kokoh.
Fanny ingin menyampaikan pesan bahwa meskipun dunia mungkin gelap (baginya secara fisik), kasih Yesus adalah cahaya yang selalu bersinar.
### 5. Warisan Lagu
Setelah lirik itu diselesaikan, Chester G. Allen membuat aransemen musik yang bersemangat (biasanya dalam birama 6/8 yang memberikan nuansa "berjalan" atau "berdansa" yang penuh sukacita). Lagu ini diterbitkan dalam buku *Bright Jewels* pada tahun 1869.
Sejak saat itu, lagu ini menjadi favorit di kebaktian-kebaktian gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dipilih sebagai lagu pembuka atau lagu pujian karena nadanya yang sangat optimis dan liriknya yang berfokus sepenuhnya pada kemuliaan Yesus.
### Kesimpulan
Kisah "Puji Yesus! Puji Yesus!" adalah bukti bagaimana keterbatasan fisik (kebutaan Fanny) tidak menghalangi seseorang untuk melihat "terang" yang lebih besar. Lagu ini lahir dari **kolaborasi sederhana, ketajaman spiritual, dan keinginan untuk membawa jemaat kepada sukacita dalam menyembah Tuhan.** Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa dalam segala situasi hidup, memuji Yesus adalah respons yang paling tepat bagi orang percaya.
Cross Reference
Sama Tema
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Mari, Puji Dia
KK
Allah Hadir Bagi Kita
KK
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KK
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
KK
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
KK
Bergemarlah Dan Bersukaria
KK
Berhimpun Semua
KK
Beribu Lidah Patutlah
KK
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
KK
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
KK
Bersyukurlah Pada Tuhan
KK
Bukalah Gapura Indah
KK
Bumi Dan Langit, Pujilah
KK
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
KK
Dengan Gembira
KK
Hai Makhluk Semua
KK
Gloria
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Hai Mari Sembah
KK
Hai, Masyhurkanlah
KK
Haleluya! Alangkah Baik
KK
Haleluya, Haleluya
KK
Haleluya Pujilah
KK
Hanyalah Engkau, Tuhan
KK
Hari Minggu Hari Kudus
KK
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
KK
Inilah Hari Minggu
KK
Hari Minggu Hari Tuhan
KK
Jemaat Allah, Marilah
KK
Jiwaku Memuji Tuhan
KK
Kami Puji Dengan Riang
KK
'Kau Yang Layak
KK
Kepadamu,Tuhanku
KK
Kita Masuk Rumahnya
KK
'Ku Gembira 'Kau Berkata
KK
Mari, Bernyanyi Sertaku
KK
Mari Kita Puji
KK
Mari Menyembah
KK
Mari Sembah
KK
Marilah Bernyanyi
KK
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
KK
Mulia, Mulia Namanya
KK
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
KK
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
KK
O Hari Istirahat
KK
Patut Segenap Yang Ada
KK
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KK
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
KK
Pujilah Allah, Pujilah
KK
Pujilah Tuhan
KK
Pujilah Tuhan, Sang Raja
KK
Salam Dan Hormat KepadaMu
KK
Pujilah Tuhanmu
KK
Muliakan Tuhan Allah
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Sungguhlah Indah Rumahmu
KK
Terpujilah Allah
KK
Tuhan Allah Hadir
KK
Tuhan Allah, Namamu
KK
Tuhanku Yesus
KK
Ya Khalik Semesta
KK