Informasi Lagu
293
Nomor
Kode
KJ 293
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
KK 49 , BE 573, NP 25
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya! Haleluya! Nyanyilah, para malaikat: kuasa, hormat brilah kepadaNya. Selamanya Yesus Gembala kita, siang malam kita didukungNya. Puji Dia! Britakan keagunganNya! Puji Dia! Mari Bernyanyilah!
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Pada salib dosa dihapusNya. Gunung Batu dan Pengharapan Abadi dinyatakan di Bukit Golgota. Haleluya! Hilanglah dukacita oleh kuasa kasih setiaNya. Puji Dia! Britakan keagunganNya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Hosiana! Soraknya bergema. KrajaanNya untuk selama-lamanya: Yesus Kristus Raja, Nabi, Imam. Ia datang: Raja segala alam; kuasa, hormat hanya kepadaNya. Puji Dia! Britakan keagunganNya! Puji Dia! Mari bernyanyilah!
Slide Lirik 6 slide
Slide 1 — KJ 293 1
Slide 2 — KJ 293 2
Slide 3 — KJ 293 3
Slide 4 — KJ 293 4
Slide 5 — KJ 293 5
Slide 6 — KJ 293 6
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 293
Sejarah Lagu
Lagu **"Puji Yesus! Puji Yesus!" (Praise Him! Praise Him!)** adalah salah satu himne yang paling ceria dan populer dalam tradisi Kristen. Lagu ini merupakan hasil kolaborasi antara dua tokoh besar musik gerejawi abad ke-19: **Fanny J. Crosby** (penulis lirik) dan **Chester G. Allen** (komposer musik).

Berikut adalah kisah mendalam di balik terciptanya lagu ini:

### 1. Sosok di Balik Lirik: Fanny J. Crosby
Fanny J. Crosby adalah salah satu penulis himne paling produktif dalam sejarah. Meskipun ia mengalami kebutaan sejak usia dua bulan, ia memiliki "penglihatan rohani" yang luar biasa. Ia menulis ribuan lirik lagu pujian yang penuh dengan sukacita dan teologi yang dalam.

### 2. Inspirasi Penulisan (Tahun 1869)
Kisah penciptaan lagu ini dimulai dari sebuah percakapan antara Fanny J. Crosby dengan seorang temannya, Chester G. Allen, di New York pada tahun 1869.

Saat itu, Allen sedang menyusun musik untuk sebuah buku himne baru. Ia datang kepada Fanny dan memintanya untuk membuat lirik yang bisa menggambarkan kebesaran kasih Yesus. Allen berkata kepada Fanny, **"Fanny, saya ingin kamu menulis sesuatu yang membangkitkan semangat tentang Yesus."**

### 3. Proses Kreatif yang Spontan
Fanny J. Crosby dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menggubah puisi secara instan. Begitu mendengar permintaan Allen, ia langsung duduk dalam keheningan sejenak, membiarkan imajinasinya merenungkan karakter Yesus Kristus.

Ia mulai merangkai kata-kata dalam pikirannya. Ia ingin lagu ini tidak hanya memuji Yesus sebagai Tuhan, tetapi juga menonjolkan peran-peran-Nya: sebagai **Penyelamat, Juruselamat, Pembela, dan Sahabat.**

Dalam waktu singkat, Fanny membacakan lirik tersebut kepada Allen. Lirik yang ia ciptakan begitu kuat, penuh ritme, dan memiliki alur yang sangat cocok dengan nada yang ingin dibangun oleh Allen. Lirik tersebut menekankan bahwa setiap saat adalah waktu yang tepat untuk memuji Yesus—baik di pagi hari yang cerah, siang hari yang sibuk, maupun malam hari yang tenang.

### 4. Makna Teologis dalam Lirik
Lirik lagu ini dirancang untuk mengajak jemaat melihat Yesus dari berbagai sudut pandang:
* **"Puji Yesus, Puji Yesus, Juruselamat kita!"**: Mengakui Yesus sebagai penebus dosa.
* **"Nyanyikan kasih-Nya yang tak terbatas"**: Menekankan bahwa kasih Tuhan tidak memiliki batas atau akhir.
* **"Batu Karang kekal"**: Mengambil kiasan Alkitabiah tentang Yesus sebagai dasar kehidupan yang kokoh.

Fanny ingin menyampaikan pesan bahwa meskipun dunia mungkin gelap (baginya secara fisik), kasih Yesus adalah cahaya yang selalu bersinar.

### 5. Warisan Lagu
Setelah lirik itu diselesaikan, Chester G. Allen membuat aransemen musik yang bersemangat (biasanya dalam birama 6/8 yang memberikan nuansa "berjalan" atau "berdansa" yang penuh sukacita). Lagu ini diterbitkan dalam buku *Bright Jewels* pada tahun 1869.

Sejak saat itu, lagu ini menjadi favorit di kebaktian-kebaktian gereja di seluruh dunia. Lagu ini sering dipilih sebagai lagu pembuka atau lagu pujian karena nadanya yang sangat optimis dan liriknya yang berfokus sepenuhnya pada kemuliaan Yesus.

### Kesimpulan
Kisah "Puji Yesus! Puji Yesus!" adalah bukti bagaimana keterbatasan fisik (kebutaan Fanny) tidak menghalangi seseorang untuk melihat "terang" yang lebih besar. Lagu ini lahir dari **kolaborasi sederhana, ketajaman spiritual, dan keinginan untuk membawa jemaat kepada sukacita dalam menyembah Tuhan.** Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa dalam segala situasi hidup, memuji Yesus adalah respons yang paling tepat bagi orang percaya.