KJ
Andaikan, Yesus, Kau Bukan Milikku
Ach, mein Herr Jesu
Informasi Lagu
300
Nomor
Kode
KJ 300
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
KK 362, BE 198, KKb 52
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
5 bait
Andaikan, Yesus, Kau bukan milikku dan tak Kaubrikan darahMu
bagiku, ke mana aku mohon pengampunan dan perlindungan?
Ku tahu sungguh siapa Penghiburku; tak ada hati seperti hatiMu.
Kaulah, ya Tuhan, kau Yang Mahakasih; lain tiada lagi.
Aku sadari, bahwa aku ini mahluk terhina yang telah Kaupilih.
Itu semua murahMu belaka yang tak bertara.
Andaikan Tuhan tidak meraihku, tak mungkin aku akan mencariMu;
karna kasihMu Kaupeluk diriku dalam tanganMu.
Aku bersyukur dan memuji Tuhan, karna diriku ikut Kaumasukkan
dalam kawanan domba tebusanMu oleh darahMu.
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku"** (dalam bahasa Jerman berjudul *„Ach, mein Herr Jesu, wärst du nicht mein“*) adalah sebuah perjalanan panjang dari sebuah puisi devosional pribadi menjadi himne yang dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia.
Lagu ini merupakan gabungan antara lirik yang lahir dari kesalehan Pietisme Jerman dan melodi yang diciptakan oleh seorang musisi abad ke-19. Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Asal-Usul Lirik: Christian Gregor
Lirik asli lagu ini ditulis oleh **Christian Gregor (1723–1801)**. Gregor adalah seorang tokoh penting dalam komunitas **Moravia (Herrnhut)**, sebuah gerakan Kristen yang sangat menekankan kedekatan pribadi dengan Yesus Kristus.
* **Latar Belakang:** Dalam tradisi Moravia, hubungan dengan Kristus digambarkan dengan sangat intim, penuh kasih sayang, dan personal. Lirik *"Ach, mein Herr Jesu, wärst du nicht mein"* mencerminkan ketergantungan mutlak seorang percaya kepada penebusan Kristus.
* **Makna:** Inti dari lirik ini adalah pengakuan bahwa tanpa kasih karunia, pengorbanan, dan kepemilikan Kristus atas hidup seseorang, jiwa manusia akan tersesat dan tanpa harapan. Ini adalah lagu tentang "iman yang memegang erat" pada janji keselamatan.
### 2. Melodi: Friedrich Ferdinand Flemming
Meskipun liriknya lahir dari tradisi Moravia abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **Friedrich Ferdinand Flemming (1778–1813)**.
* **Siapakah Flemming?** Ia bukanlah seorang pendeta atau musisi gereja profesional penuh waktu, melainkan seorang dokter medis asal Jerman yang sangat berbakat dalam bidang musik.
* **Konteks Pembuatan:** Flemming dikenal sebagai komposer yang sering menggubah lagu untuk paduan suara pria (part-songs). Melodi ini aslinya digubah untuk komposisi *Achtstimmige Gesänge* (lagu delapan suara). Melodinya yang tenang, khidmat, dan mudah diingat membuatnya sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai himne gerejawi.
* **Penggabungan:** Setelah kematian Flemming, komposisi melodinya diadaptasi ke dalam berbagai buku nyanyian gereja (hymnal). Karena keindahan melodinya yang "teduh", para pemimpin gereja saat itu menggabungkannya dengan teks-teks rohani yang memiliki meter (ritme) yang sesuai, termasuk puisi karya Christian Gregor.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Kekuatan lagu ini terletak pada **kontras antara kepasrahan dan kepastian**:
1. **Kepasrahan:** Pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa-apa selain apa yang diberikan oleh Yesus.
2. **Kepastian:** Keyakinan bahwa karena Yesus "milikku", maka ia aman.
Dalam bahasa Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan ke dalam buku nyanyian (seperti *Kidung Jemaat* atau *NKB*) dengan penekanan pada penyerahan diri total. Melodi Flemming yang lambat dan penuh harmoni membantu jemaat untuk merenungkan kedalaman pengorbanan Kristus.
### 4. Warisan
Lagu ini menjadi bukti bagaimana dua orang yang hidup di zaman berbeda—Christian Gregor yang menekankan sisi teologis-mistis, dan Friedrich Flemming yang membawa sisi musikalitas yang elegan—dapat menciptakan satu karya yang melintasi zaman.
* **Di Jerman:** Lagu ini tetap menjadi salah satu himne klasik yang dihormati dalam tradisi Protestan.
* **Di Indonesia:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian yang khusyuk, sering kali sebagai lagu persiapan perjamuan kudus atau saat doa pribadi, karena liriknya yang sangat reflektif dan melodi yang memberikan ketenangan jiwa.
**Kesimpulan:**
"Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku" adalah hasil pernikahan antara **spiritualitas Moravia yang mendalam** dengan **musikalitas Romantik Jerman**. Ia bukan sekadar lagu, melainkan sebuah doa pengakuan bahwa bagi seorang Kristen, keberadaan Yesus adalah satu-satunya hal yang membuat hidup menjadi bermakna.
Lagu ini merupakan gabungan antara lirik yang lahir dari kesalehan Pietisme Jerman dan melodi yang diciptakan oleh seorang musisi abad ke-19. Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Asal-Usul Lirik: Christian Gregor
Lirik asli lagu ini ditulis oleh **Christian Gregor (1723–1801)**. Gregor adalah seorang tokoh penting dalam komunitas **Moravia (Herrnhut)**, sebuah gerakan Kristen yang sangat menekankan kedekatan pribadi dengan Yesus Kristus.
* **Latar Belakang:** Dalam tradisi Moravia, hubungan dengan Kristus digambarkan dengan sangat intim, penuh kasih sayang, dan personal. Lirik *"Ach, mein Herr Jesu, wärst du nicht mein"* mencerminkan ketergantungan mutlak seorang percaya kepada penebusan Kristus.
* **Makna:** Inti dari lirik ini adalah pengakuan bahwa tanpa kasih karunia, pengorbanan, dan kepemilikan Kristus atas hidup seseorang, jiwa manusia akan tersesat dan tanpa harapan. Ini adalah lagu tentang "iman yang memegang erat" pada janji keselamatan.
### 2. Melodi: Friedrich Ferdinand Flemming
Meskipun liriknya lahir dari tradisi Moravia abad ke-18, melodi yang kita kenal sekarang diciptakan oleh **Friedrich Ferdinand Flemming (1778–1813)**.
* **Siapakah Flemming?** Ia bukanlah seorang pendeta atau musisi gereja profesional penuh waktu, melainkan seorang dokter medis asal Jerman yang sangat berbakat dalam bidang musik.
* **Konteks Pembuatan:** Flemming dikenal sebagai komposer yang sering menggubah lagu untuk paduan suara pria (part-songs). Melodi ini aslinya digubah untuk komposisi *Achtstimmige Gesänge* (lagu delapan suara). Melodinya yang tenang, khidmat, dan mudah diingat membuatnya sangat cocok untuk dinyanyikan sebagai himne gerejawi.
* **Penggabungan:** Setelah kematian Flemming, komposisi melodinya diadaptasi ke dalam berbagai buku nyanyian gereja (hymnal). Karena keindahan melodinya yang "teduh", para pemimpin gereja saat itu menggabungkannya dengan teks-teks rohani yang memiliki meter (ritme) yang sesuai, termasuk puisi karya Christian Gregor.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Menyentuh?
Kekuatan lagu ini terletak pada **kontras antara kepasrahan dan kepastian**:
1. **Kepasrahan:** Pengakuan bahwa manusia tidak memiliki apa-apa selain apa yang diberikan oleh Yesus.
2. **Kepastian:** Keyakinan bahwa karena Yesus "milikku", maka ia aman.
Dalam bahasa Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan ke dalam buku nyanyian (seperti *Kidung Jemaat* atau *NKB*) dengan penekanan pada penyerahan diri total. Melodi Flemming yang lambat dan penuh harmoni membantu jemaat untuk merenungkan kedalaman pengorbanan Kristus.
### 4. Warisan
Lagu ini menjadi bukti bagaimana dua orang yang hidup di zaman berbeda—Christian Gregor yang menekankan sisi teologis-mistis, dan Friedrich Flemming yang membawa sisi musikalitas yang elegan—dapat menciptakan satu karya yang melintasi zaman.
* **Di Jerman:** Lagu ini tetap menjadi salah satu himne klasik yang dihormati dalam tradisi Protestan.
* **Di Indonesia:** Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian-kebaktian yang khusyuk, sering kali sebagai lagu persiapan perjamuan kudus atau saat doa pribadi, karena liriknya yang sangat reflektif dan melodi yang memberikan ketenangan jiwa.
**Kesimpulan:**
"Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku" adalah hasil pernikahan antara **spiritualitas Moravia yang mendalam** dengan **musikalitas Romantik Jerman**. Ia bukan sekadar lagu, melainkan sebuah doa pengakuan bahwa bagi seorang Kristen, keberadaan Yesus adalah satu-satunya hal yang membuat hidup menjadi bermakna.
Cross Reference
KK 362, BE 198, KKb 52
Aut Unang Ho
BE
Andaikan, Yesus, 'Kau Bukan Milikku
KK
Nya Ageng Pisan Kaasihan Gusti
KKb
Sama Tema
Pengucapan Syukur dan Persembahan
Bumi dan Langit, Pujilah
KJ
Sekarang B'ri Syukur
KJ
Sekarang B'ri Syukur
KJ
Mari, Puji Raja Sorga
KJ
Tuhan, Pencipta Semesta
KJ
Takkah Patut 'Ku Bernyanyi
KJ
Mari Bersyukur Semua
KJ
Tabuh Gendang!
KJ
Puji Yesus
KJ
Beribu Lidah Patutlah
KJ
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KJ
Anak-anak, Puji Nama Allah
KJ
Kau, Yesus, Raja Mahakaya
KJ
Selama Bumi Didiami
KJ
Bersyukur kepada Tuhan
KJ
Aku Bawa dan Berikan
KJ
Kub'ri Persembahan
KJ
Pujilah Khalik Semesta
KJ
Pujilah Khalik Semesta
KJ