Informasi Lagu
292
Nomor
Kode
KJ 292
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
94
Jumlah Bait
3 bait
Style
IrishDance
Cross Ref.
KK 467, NR 123
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Tabuh gendang! Sambil menari nyanyikan lagu yang merdu! Bunyikanlah gambus, kecapi: mari memuji Allahmu! Karya besar yang agung benar tlah dilakukanNya terhadap umatNya!
Israel pun atas berkatNya riang gembira bermazmur. Ikut serta kita percaya dan kepadaNya bersyukur: "Tuhanlah baik, KasihNya ajaib kekal selamanya; terpuji namaNya!"
Dulu telah dari himpitan Ia bebaskan umatNya. Habis mendung Ia berikan sinar mentari yang cerah! Puji terus yang Mahakudus: Bebanmu yang berat digantiNya berkat!
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KJ 292 1
Slide 2 — KJ 292 2
Slide 3 — KJ 292 3
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 292
Sejarah Lagu
Lagu yang Anda maksud, **"Tabuh Gendang"** (atau dalam bahasa Belanda dikenal sebagai **"Komt Nu Met Zang"**) memiliki latar belakang sejarah yang sangat menarik. Lagu ini berasal dari koleksi lagu-lagu perjuangan Belanda pada masa Perang Delapan Puluh Tahun (Perang Kemerdekaan Belanda melawan Spanyol).

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Asal-Usul: *Nederlandtsche Gedenck-clanck*
Lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam buku berjudul **"Nederlandtsche Gedenck-clanck"** (Catatan Kenangan Belanda) yang disusun oleh **Adrianus Valerius** (1575–1625) dan diterbitkan pada tahun **1626**, tepat setahun setelah ia wafat.

Adrianus Valerius adalah seorang penyair, musisi, dan petugas pajak asal Veere, Belanda. Buku karyanya ini merupakan kompilasi lagu-lagu yang menggambarkan perjuangan Belanda melawan penjajahan Spanyol (Dinasti Habsburg) selama Perang Delapan Puluh Tahun (1568–1648).

### 2. Melodi yang Diadaptasi
Lagu "Komt Nu Met Zang" (Ayo Bernyanyi Sekarang) sebenarnya menggunakan melodi yang berasal dari lagu rakyat Prancis abad ke-16 yang berjudul *"Vous perdrez vos plumes"* (Kamu akan kehilangan bulu-bulumu). Valerius mengambil melodi yang sudah populer di Eropa saat itu dan memberikan lirik baru dalam bahasa Belanda yang sarat dengan semangat nasionalisme dan religiusitas (Protestan).

### 3. Makna Lirik (Konteks Perjuangan)
Secara harfiah, lirik *"Komt nu met zang van zoete tonen"* mengajak orang-orang untuk bernyanyi dengan nada-nada manis untuk merayakan kemenangan atau untuk memuji Tuhan atas kebebasan yang telah diraih.

* **Semangat Perlawanan:** Di masa itu, lagu ini berfungsi untuk membangkitkan semangat moral rakyat Belanda yang sedang berjuang demi kemerdekaan beragama dan kemerdekaan politik dari kekuasaan Spanyol yang Katolik dan absolut.
* **Identitas Nasional:** Buku *Gedenck-clanck* sendiri dianggap sebagai "buku sejarah dalam bentuk lagu". Valerius ingin memastikan bahwa generasi mendatang tidak lupa akan pengorbanan para leluhur mereka dalam memerdekakan negara.

### 4. Versi Indonesia: "Tabuh Gendang"
Dalam konteks di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan atau diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dengan judul **"Tabuh Gendang"**.

Adaptasi ini sering muncul di lingkungan gereja atau paduan suara (sering ditemukan dalam buku nyanyian rohani seperti *Kidung Jemaat* atau buku musik sekolah). Dalam konteks Indonesia, lagu ini tidak lagi dikaitkan dengan perang melawan Spanyol, melainkan diubah menjadi lagu pujian atau lagu perayaan yang ceria, sesuai dengan melodi aslinya yang memang bersifat *upbeat* dan optimis.

### 5. Mengapa Lagu ini Penting?
* **Dokumen Sejarah:** *Gedenck-clanck* milik Valerius adalah salah satu dokumen musik paling penting dalam sejarah Belanda. Ia merekam bagaimana musik digunakan sebagai alat propaganda dan perekat solidaritas nasional.
* **Melodi yang Abadi:** Lagu ini menjadi simbol "identitas nasional" Belanda. Salah satu lagu yang paling terkenal dari koleksi buku yang sama adalah *Wilt heden nu treden* (yang kini menjadi lagu nasional Belanda tidak resmi, *O Nederland! let op u saeck*).

**Kesimpulan:**
Kisah di balik "Tabuh Gendang" atau "Komt Nu Met Zang" adalah kisah tentang **seni sebagai alat perjuangan**. Adrianus Valerius berhasil mengabadikan semangat rakyat Belanda yang merdeka melalui melodi yang ia pinjam dari lagu rakyat, yang kemudian terus dinyanyikan selama berabad-abad, bahkan hingga mencapai Indonesia dengan makna baru sebagai lagu perayaan yang penuh sukacita.