Informasi Lagu
8
Nomor
do=g
Nada Dasar
Kode
KK 8
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=g
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
100
Pencipta Lagu
Thomas Jarman
Pencipta Syair
Charles Wesley
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
GB 356, KJ 294, BE 568a, PKJ 9
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Beribu lidah patutlah memuji Tuhanku, memuji Tuhanku dan mewartakan kuasa-Nya dengan kidung merdu, dengan kidung merdu, dengan kidung merdu.
Yesus, nama-Mu cukuplah menghibur yang sedih, menghibur yang sedih, membuat hati tenteram, merawat yang pedih, merawat yang pedih, merawat yang pedih.
Dosa, betapapun besar, dibasuh darah-Nya, dibasuh darah-Nya. Kuasa Iblis pun lenyap, lepas tawanannya, lepas tawanannya, lepas tawanannya.
Yang bisu-tuli, soraklah memuji Tabibmu, memuji Tabibmu; yang buta, lumpuh dan lemah, berbangkitlah sembuh, berbangkitlah sembuh, berbangkitlah sembuh.
Tolonglah aku, ya Tuhan, mengangkat suaraku, mengangkat suaraku. Kan kusebar diriku di dunia agungnya nama-Mu, agungnya nama-Mu, agungnya nama-Mu.
Slide Lirik 10 slide
Slide 1 — KK 8 1
Slide 2 — KK 8 2
Slide 3 — KK 8 3
Slide 4 — KK 8 4
Slide 5 — KK 8 5
Slide 6 — KK 8 6
Slide 7 — KK 8 7
Slide 8 — KK 8 8
Slide 9 — KK 8 9
Slide 10 — KK 8 10
Partitur / Not
Partitur Chord KK 8
Sejarah Lagu
Kisah di balik salah satu himne Kristen paling abadi dan penuh kuasa, "O For a Thousand Tongues To Sing" karya Charles Wesley. Perlu diklarifikasi sedikit mengenai penciptanya: lirik dari himne ini secara eksklusif adalah karya **Charles Wesley**. Sementara nama Thomas Jarman mungkin terkait dengan beberapa melodi himne di masa itu, dialah seorang komposer Inggris yang hidup pada abad ke-18 dan ke-19, dan ia mungkin memang menciptakan salah satu melodi yang kemudian digunakan untuk himne ini atau himne lain yang populer. Namun, inti dari "O For a Thousand Tongues To Sing" sebagai sebuah teks puitis dan teologis murni berasal dari Charles Wesley.

Mari kita fokus pada Charles Wesley dan kisah di balik mahakaryanya ini.

---

### Latar Belakang: Charles Wesley dan Kebangunan Rohani Methodis

Charles Wesley (1707-1788) adalah seorang pendeta Anglikan Inggris, seorang penulis himne yang produktif (diperkirakan menulis lebih dari 6.500 himne), dan salah satu pendiri gerakan Metodis bersama kakaknya, John Wesley.

Kehidupan awal Charles, meskipun religius, sering digambarkan sebagai perjuangan spiritual yang diwarnai oleh formalitas keagamaan tanpa keyakinan pribadi yang mendalam. Bersama John dan sekelompok mahasiswa lainnya di Universitas Oxford, mereka membentuk "Holy Club" (Klub Suci), sebuah kelompok yang menekankan disiplin spiritual yang ketat, belajar Alkitab, dan melakukan pelayanan sosial. Namun, di balik semua upaya keras ini, Charles (dan John) masih merasa kurang akan kepastian keselamatan pribadi dan hubungan yang intim dengan Tuhan.

Pengalaman misionaris Charles dan John di Georgia, Amerika, pada tahun 1735-1737 menjadi titik balik. Misi tersebut, dari sudut pandang pribadi mereka, adalah kegagalan. Mereka pulang ke Inggris dengan hati yang hancur dan diliputi keraguan, menyadari bahwa semua upaya mereka untuk hidup saleh tidak cukup untuk membawa kedamaian atau keyakinan akan keselamatan.

### Titik Balik Spiritual: 21 Mei 1738

Sesampainya di Inggris, Charles dan John Wesley berkenalan dengan jemaat Moravian, sebuah kelompok Protestan asal Jerman yang menekankan iman pribadi kepada Kristus dan kepastian keselamatan melalui kasih karunia, bukan usaha manusia. Salah satu pemimpin Moravian, Peter Böhler, menjadi pembimbing spiritual mereka.

Pada tanggal **21 Mei 1738**, di penginapannya di Little Britain, London, setelah berjuang dengan sakit fisik dan keraguan rohani, Charles Wesley mengalami pengalaman pertobatan yang mendalam dan transformatif. Saat itu adalah hari Pentakosta. Dia membaca ajaran Martin Luther tentang kitab Roma, khususnya tentang kebenaran yang datang melalui iman. Tiba-tiba, dia merasakan keyakinan yang luar biasa akan pengampunan dosa-dosanya melalui darah Kristus dan kepastian akan kasih Tuhan yang menyelamatkan.

Charles menulis dalam jurnalnya:
"Pada hari Pentakosta, saya percaya..."
"Saya menerima kepastian yang lebih penuh bahwa saya dibenarkan, tanpa syarat, dari semua dosa."
"Saya menemukan diri saya tiba-tiba dilepaskan dari ketakutan akan kematian dan dari semua perbudakan terhadap dosa."

Ini bukan hanya keyakinan intelektual, melainkan pengalaman batiniah yang mengalirkan kedamaian, sukacita, dan kepastian yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dia menyebutnya sebagai "kelahiran spiritualnya". Pengalaman John Wesley yang terkenal di Aldersgate Street beberapa hari kemudian (24 Mei 1738) adalah cermin dari pengalaman Charles ini.

### Inspirasi "O For a Thousand Tongues To Sing"

Setahun setelah pengalaman transformatif tersebut, pada tanggal **21 Mei 1739**, Charles Wesley ingin memperingati "ulang tahun spiritualnya" ini. Ia merasa begitu meluap-luap dengan rasa syukur dan pujian sehingga kata-kata saja terasa tidak cukup untuk mengungkapkan kebesaran kasih Tuhan yang telah menyelamatkannya.

Menurut sebuah anekdot yang sering diceritakan (meskipun kebenarannya kadang diperdebatkan, namun memiliki nilai inspiratif), Charles Wesley pernah berkata kepada teman Moravian-nya, Peter Böhler, "Aku ingin sekali memuji Kristus, tetapi aku tidak memiliki seribu lidah untuk melakukannya!" Böhler dilaporkan menjawab, "Kalau begitu, gunakanlah yang kamu miliki!"

Terinspirasi oleh perasaan ini dan dorongan untuk bersaksi, Charles menulis sebuah puisi panjang yang terdiri dari 18 bait, berjudul **"For the anniversary of my conversion"** (Untuk peringatan pertobatanku). Puisi ini awalnya dimulai dengan baris: "Glory to God, and praise, and love, / Be ever, ever given!"

Namun, bait ketujuh dari puisi panjang itu adalah yang paling menonjol dan akhirnya menjadi baris pembuka dari himne yang kita kenal sekarang:

> **O for a thousand tongues to sing**
> My great Redeemer's praise,
> The glories of my God and King,
> The triumphs of His grace!

(Oh, andai seribu lidah kumiliki,
Tuk menyanyikan pujian Penebusku yang agung,
Kemuliaan Allahku dan Rajaku,
Kemenangan kasih karunia-Nya!)

### Makna Lirik dan Warisan

Himne ini, meskipun merupakan bagian dari puisi yang lebih panjang, dipilih dan dipopulerkan secara terpisah karena kekuatan dan universalitas pesannya. Beberapa bait penting lainnya dari himne ini (yang sering disertakan dalam buku himne modern) adalah:

* **Bait 2:** Menekankan nama Yesus yang ajaib, yang mengusir ketakutan dan membangkitkan orang mati secara rohani.
* "My gracious Master and my God, / Assist me to proclaim, / To spread through all the earth abroad / The honours of Thy name."
* **Bait 3 & 4:** Menggambarkan kuasa Yesus untuk mematahkan ikatan dosa, menyembuhkan penyakit rohani dan fisik, dan membebaskan orang yang tertekan.
* "Jesus! the name that charms our fears, / That bids our sorrows cease; / 'Tis music in the sinner's ears, / 'Tis life, and health, and peace."
* "He breaks the power of reigning sin, / He sets the prisoner free; / His blood can make the foulest clean; / His blood availed for me."
* **Bait 5 & 6:** Mengajak semua orang untuk mendengar panggilan Kristus, dari orang yang buta hingga orang yang tuli secara rohani, untuk menemukan anugerah-Nya.
* "Hear him, ye deaf; his praise, ye dumb, / Your loosened tongues employ; / Ye blind, behold your Saviour come; / And leap, ye lame, for joy!"
* "Look unto Him, ye nations; own / Your God, ye fallen race; / Be justified through faith alone; / Be sanctified by grace."
* **Bait terakhir (sering):** Pujian kepada Allah Tritunggal.
* "To God all glory, praise, and love, / Be ever, ever given, / By saints below and saints above, / The Church in earth and heaven."

"O For a Thousand Tongues To Sing" pertama kali diterbitkan dalam koleksi "Hymns and Sacred Poems" oleh John dan Charles Wesley pada tahun 1739. Himne ini dengan cepat menjadi salah satu himne paling dicintai dan sering dinyanyikan dalam gerakan Metodis yang berkembang pesat.

Himne ini bukan hanya ekspresi pribadi Charles Wesley tentang pertobatannya, tetapi juga menjadi seruan bagi setiap orang percaya untuk bersaksi tentang kasih karunia dan kuasa penebusan Kristus. Ia merangkum inti ajaran Metodis: pengalaman pribadi akan keselamatan, kebutuhan akan anugerah ilahi, dan dorongan untuk menyebarkan kabar baik ini ke seluruh dunia.

Hingga hari ini, "O For a Thousand Tongues To Sing" tetap menjadi permata dalam khazanah himne Kristen, dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia sebagai nyanyian pujian yang kuat, penuh sukacita, dan ajakan yang tak lekang oleh waktu untuk memuliakan Tuhan atas keselamatan-Nya yang agung. Ia adalah testimoni abadi akan kuasa transformasi dari iman pribadi dalam Kristus.
1
Mari, Puji Dia
KK
2
Allah Hadir Bagi Kita
KK
3
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KK
4
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
KK
5
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
KK
6
Bergemarlah Dan Bersukaria
KK
7
Berhimpun Semua
KK
9
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
KK
10
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
KK
11
Bersyukurlah Pada Tuhan
KK
12
Bukalah Gapura Indah
KK
13
Bumi Dan Langit, Pujilah
KK
14
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
KK
15
Dengan Gembira
KK
16
Hai Makhluk Semua
KK
17
Gloria
KK
18
Suci, Suci, Suci
KK
19
Hai Mari Sembah
KK
20
Hai, Masyhurkanlah
KK
21
Haleluya! Alangkah Baik
KK
22
Haleluya, Haleluya
KK
23
Haleluya Pujilah
KK
24
Hanyalah Engkau, Tuhan
KK
25
Hari Minggu Hari Kudus
KK
26
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
KK
27
Inilah Hari Minggu
KK
28
Hari Minggu Hari Tuhan
KK
29
Jemaat Allah, Marilah
KK
30
Jiwaku Memuji Tuhan
KK
31
Kami Puji Dengan Riang
KK
32
'Kau Yang Layak
KK
33
Kepadamu,Tuhanku
KK
34
Kita Masuk Rumahnya
KK
35
'Ku Gembira 'Kau Berkata
KK
36
Mari, Bernyanyi Sertaku
KK
37
Mari Kita Puji
KK
38
Mari Menyembah
KK
39
Mari Sembah
KK
40
Marilah Bernyanyi
KK
41
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
KK
42
Mulia, Mulia Namanya
KK
43
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
KK
44
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
KK
45
O Hari Istirahat
KK
46
Patut Segenap Yang Ada
KK
47
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KK
48
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
KK
49
Puji Yesus
KK
50
Pujilah Allah, Pujilah
KK
51
Pujilah Tuhan
KK
52
Pujilah Tuhan, Sang Raja
KK
53
Salam Dan Hormat KepadaMu
KK
54
Pujilah Tuhanmu
KK
55
Muliakan Tuhan Allah
KK
56
Suci, Suci, Suci
KK
57
Sungguhlah Indah Rumahmu
KK
58
Terpujilah Allah
KK
59
Tuhan Allah Hadir
KK
60
Tuhan Allah, Namamu
KK
61
Tuhanku Yesus
KK
62
Ya Khalik Semesta
KK
Kembali ke KK