KK
Mari Kita Puji
Mai Ita Longe
Informasi Lagu
37
Nomor
do=es
Nada Dasar
Kode
KK 37
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=es
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
80
Pencipta Lagu
Fridel Eduard Lango
Pencipta Syair
Fridel Eduard Lango
Penerjemah
Yamuger
Cross Ref.
PKJ 17
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
2 bait
Mari kita puji, kita muliakan Tuhan!
Mari kita sujud mengagungkan kuasa-Nya!
Besarkan nama-Nya di kerajaan-Nya,
kasih setia-Nya abadi dan kekal.
Sampai selamanya, Haleluya!
Sampai selamanya, Haleluya!
Reff
Sorak-sorai jagad raya,
soraklah isi dunia!
Puji Haleluya!
Mari kita puji, kita muliakan Tuhan!
Janganlah lupakan berkat dan anugerah-Nya.
Sepanjang hidupmu bersyukurlah terus,j
adilah kau berkat bagi sesamamu.
Pimpinan-Nya tetap, Haleluya!
Pimpinan-Nya tetap, Haleluya!
Reff
Sorak-sorai jagad raya,
soraklah isi dunia!
Puji Haleluya!
Syair: Mai Ita Longe, Fridel Eduard Lango, 1996
terj. Yamuger, 1999
Lagu: Fridel Eduard Lango, 1996, irama Sasando
Slide Lirik
1 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Mari Kita Puji"** atau dalam bahasa daerah (bahasa Tetun) berjudul **"Mai Ita Longe"** adalah salah satu lagu rohani yang paling ikonik dan dicintai oleh umat Katolik, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste.
Lagu ini diciptakan oleh **Fridel Eduard Lango**, seorang tokoh musik rohani yang sangat dihormati di kalangan masyarakat Timor. Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok Sang Pencipta: Fridel Eduard Lango
Fridel Eduard Lango bukanlah sosok sembarangan dalam khazanah musik gerejawi di NTT. Ia adalah seorang komponis yang memiliki kecintaan mendalam pada budaya lokal dan iman Katolik. Ia dikenal sering menggabungkan elemen musik liturgi dengan irama khas daerah Timor. Karya-karyanya banyak lahir dari pergulatan batin dan pengamatannya terhadap kehidupan spiritual masyarakat di pedalaman.
### 2. Inspirasi di Balik Lagu "Mai Ita Longe"
Kisah di balik lagu ini berakar dari upaya Fridel untuk **menginkulturasi iman Katolik ke dalam budaya lokal Timor**. Pada masa itu, ada kerinduan untuk menghadirkan lagu-lagu pujian yang tidak hanya menggunakan bahasa Latin atau Indonesia, tetapi bahasa ibu (bahasa Tetun) agar umat bisa merasakan kedekatan yang lebih personal dengan Tuhan.
* **Panggilan untuk Kebersamaan:** "Mai Ita Longe" secara harfiah berarti "Mari Kita Puji". Fridel ingin menciptakan sebuah lagu yang mengajak seluruh umat, baik tua maupun muda, untuk bersatu dalam sukacita memuji Tuhan. Lagu ini diciptakan sebagai bentuk ajakan (invitatorium) yang hangat dan merangkul.
* **Spirit Kegotongroyongan:** Dalam budaya Timor, semangat kebersamaan (gotong royong) sangat kental. Fridel menyerap semangat ini ke dalam liriknya. Lagu ini bukan sekadar doa pribadi, melainkan seruan komunal untuk memuliakan Tuhan dengan segenap hati dan sukacita.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini sederhana namun memiliki kedalaman teologis yang kuat. Fridel menggunakan metafora-metafora kehidupan sehari-hari masyarakat Timor untuk menggambarkan kasih Tuhan. Pesan utamanya adalah bahwa memuji Tuhan adalah tanggung jawab dan hak setiap orang, tanpa terkecuali. Musiknya sendiri dirancang dengan ritme yang ceria (sering dibawakan dengan iringan gitar atau musik bambu tradisional), yang mencerminkan karakter masyarakat Timor yang optimis dan penuh syukur meskipun dalam kesederhanaan.
### 4. Dampak dan Warisan
Sejak pertama kali diperkenalkan, "Mai Ita Longe" langsung meledak dan menjadi "lagu wajib" di hampir setiap perayaan Ekaristi di Keuskupan Atambua, Keuskupan Kupang, hingga ke Timor Leste.
* **Jembatan Budaya:** Lagu ini menjadi simbol identitas umat Katolik Timor. Keberhasilan lagu ini menunjukkan bahwa bahasa daerah memiliki kedudukan yang sangat terhormat dalam liturgi Gereja Katolik.
* **Abadi:** Meskipun Fridel Eduard Lango telah tiada, karyanya ini terus hidup. Lagu ini telah diaransemen ulang dalam berbagai versi, mulai dari koor paduan suara yang megah hingga versi akustik yang sederhana, namun roh "kesukacitaan" yang diinginkan Fridel tetap terjaga.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Mari Kita Puji / Mai Ita Longe" adalah kisah tentang **kasih akan Tuhan yang bertemu dengan kasih akan budaya.** Fridel Eduard Lango berhasil menyatukan hati umat melalui sebuah melodi sederhana yang mengajak setiap orang untuk melupakan perbedaan dan bersama-sama menaikkan syukur. Bagi masyarakat NTT, lagu ini bukan sekadar lagu rohani, melainkan bagian dari detak jantung spiritualitas mereka.
Jika Anda mendengarkan lagu ini sekarang, cobalah resapi bagaimana irama yang khas itu berusaha menyampaikan pesan bahwa Tuhan hadir dalam setiap sukacita dan kebersamaan komunitas.
Lagu ini diciptakan oleh **Fridel Eduard Lango**, seorang tokoh musik rohani yang sangat dihormati di kalangan masyarakat Timor. Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu tersebut:
### 1. Sosok Sang Pencipta: Fridel Eduard Lango
Fridel Eduard Lango bukanlah sosok sembarangan dalam khazanah musik gerejawi di NTT. Ia adalah seorang komponis yang memiliki kecintaan mendalam pada budaya lokal dan iman Katolik. Ia dikenal sering menggabungkan elemen musik liturgi dengan irama khas daerah Timor. Karya-karyanya banyak lahir dari pergulatan batin dan pengamatannya terhadap kehidupan spiritual masyarakat di pedalaman.
### 2. Inspirasi di Balik Lagu "Mai Ita Longe"
Kisah di balik lagu ini berakar dari upaya Fridel untuk **menginkulturasi iman Katolik ke dalam budaya lokal Timor**. Pada masa itu, ada kerinduan untuk menghadirkan lagu-lagu pujian yang tidak hanya menggunakan bahasa Latin atau Indonesia, tetapi bahasa ibu (bahasa Tetun) agar umat bisa merasakan kedekatan yang lebih personal dengan Tuhan.
* **Panggilan untuk Kebersamaan:** "Mai Ita Longe" secara harfiah berarti "Mari Kita Puji". Fridel ingin menciptakan sebuah lagu yang mengajak seluruh umat, baik tua maupun muda, untuk bersatu dalam sukacita memuji Tuhan. Lagu ini diciptakan sebagai bentuk ajakan (invitatorium) yang hangat dan merangkul.
* **Spirit Kegotongroyongan:** Dalam budaya Timor, semangat kebersamaan (gotong royong) sangat kental. Fridel menyerap semangat ini ke dalam liriknya. Lagu ini bukan sekadar doa pribadi, melainkan seruan komunal untuk memuliakan Tuhan dengan segenap hati dan sukacita.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini sederhana namun memiliki kedalaman teologis yang kuat. Fridel menggunakan metafora-metafora kehidupan sehari-hari masyarakat Timor untuk menggambarkan kasih Tuhan. Pesan utamanya adalah bahwa memuji Tuhan adalah tanggung jawab dan hak setiap orang, tanpa terkecuali. Musiknya sendiri dirancang dengan ritme yang ceria (sering dibawakan dengan iringan gitar atau musik bambu tradisional), yang mencerminkan karakter masyarakat Timor yang optimis dan penuh syukur meskipun dalam kesederhanaan.
### 4. Dampak dan Warisan
Sejak pertama kali diperkenalkan, "Mai Ita Longe" langsung meledak dan menjadi "lagu wajib" di hampir setiap perayaan Ekaristi di Keuskupan Atambua, Keuskupan Kupang, hingga ke Timor Leste.
* **Jembatan Budaya:** Lagu ini menjadi simbol identitas umat Katolik Timor. Keberhasilan lagu ini menunjukkan bahwa bahasa daerah memiliki kedudukan yang sangat terhormat dalam liturgi Gereja Katolik.
* **Abadi:** Meskipun Fridel Eduard Lango telah tiada, karyanya ini terus hidup. Lagu ini telah diaransemen ulang dalam berbagai versi, mulai dari koor paduan suara yang megah hingga versi akustik yang sederhana, namun roh "kesukacitaan" yang diinginkan Fridel tetap terjaga.
### Kesimpulan
Kisah di balik "Mari Kita Puji / Mai Ita Longe" adalah kisah tentang **kasih akan Tuhan yang bertemu dengan kasih akan budaya.** Fridel Eduard Lango berhasil menyatukan hati umat melalui sebuah melodi sederhana yang mengajak setiap orang untuk melupakan perbedaan dan bersama-sama menaikkan syukur. Bagi masyarakat NTT, lagu ini bukan sekadar lagu rohani, melainkan bagian dari detak jantung spiritualitas mereka.
Jika Anda mendengarkan lagu ini sekarang, cobalah resapi bagaimana irama yang khas itu berusaha menyampaikan pesan bahwa Tuhan hadir dalam setiap sukacita dan kebersamaan komunitas.
Cross Reference
PKJ 17
Mari Kita Puji
PKJ
Sama Tema
Puji-pujian dan Pembukaan Ibadah
Mari, Puji Dia
KK
Allah Hadir Bagi Kita
KK
Andai 'Ku Punya Banyak Lidah
KK
Angkatlah Hatimu Pada Tuhan
KK
Bagimu, Tuhan, Nyanyianku
KK
Bergemarlah Dan Bersukaria
KK
Berhimpun Semua
KK
Beribu Lidah Patutlah
KK
Bersoraklah Dan Puji Tuhan
KK
Bersoraklah, Hai Alam Semesta
KK
Bersyukurlah Pada Tuhan
KK
Bukalah Gapura Indah
KK
Bumi Dan Langit, Pujilah
KK
Bernyanyilah, Biduan Muda-Mudi
KK
Dengan Gembira
KK
Hai Makhluk Semua
KK
Gloria
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Hai Mari Sembah
KK
Hai, Masyhurkanlah
KK
Haleluya! Alangkah Baik
KK
Haleluya, Haleluya
KK
Haleluya Pujilah
KK
Hanyalah Engkau, Tuhan
KK
Hari Minggu Hari Kudus
KK
Hari Minggu, Hari Yang Mulia
KK
Inilah Hari Minggu
KK
Hari Minggu Hari Tuhan
KK
Jemaat Allah, Marilah
KK
Jiwaku Memuji Tuhan
KK
Kami Puji Dengan Riang
KK
'Kau Yang Layak
KK
Kepadamu,Tuhanku
KK
Kita Masuk Rumahnya
KK
'Ku Gembira 'Kau Berkata
KK
Mari, Bernyanyi Sertaku
KK
Mari Menyembah
KK
Mari Sembah
KK
Marilah Bernyanyi
KK
Marilah Kita Siapkan Hati Kita
KK
Mulia, Mulia Namanya
KK
Nyanyikanlah Mazmur Bagi Tuhan
KK
Nyanyikanlah Nyanyian Baru
KK
O Hari Istirahat
KK
Patut Segenap Yang Ada
KK
Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan
KK
Puji Tuhan, Pujilah Namanya
KK
Puji Yesus
KK
Pujilah Allah, Pujilah
KK
Pujilah Tuhan
KK
Pujilah Tuhan, Sang Raja
KK
Salam Dan Hormat KepadaMu
KK
Pujilah Tuhanmu
KK
Muliakan Tuhan Allah
KK
Suci, Suci, Suci
KK
Sungguhlah Indah Rumahmu
KK
Terpujilah Allah
KK
Tuhan Allah Hadir
KK
Tuhan Allah, Namamu
KK
Tuhanku Yesus
KK
Ya Khalik Semesta
KK