Informasi Lagu
219
Nomor
Kode
PKJ 219
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
David Graham
Pencipta Syair
David Graham
Cross Ref.
KK 478
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Di saat ini kuangkat tembang, kuangkat tembang bagi Yesus. Di saat ini kuucap syukur, kuucap syukur padaNya. Kukasihi Engkau, kukasihi Engkau, kukasihi Engkau, Yesus, Tuhanku.
Di saat ini ‘ku datang, Tuhan, ‘ku datang bersujud padaMu. Di saat ini Engkau kusembah, Engkau kusembah ya Tuhan. Kukasihi Engkau, kukasihi Engkau, kukasihi Engkau, Yesus, Tuhanku.
Di saat ini dengarlah, Tuhan, dengarlah seruan doaku. Di saat ini kumohon, Tuhan, kumohon berkat kasihMu. Kukasihi Engkau, kukasihi Engkau, kukasihi Engkau, Yesus, Tuhanku.
Slide Lirik 4 slide
Slide 1 — PKJ 219 1
Slide 2 — PKJ 219 2
Slide 3 — PKJ 219 3
Slide 4 — PKJ 219 4
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 219
Sejarah Lagu
Lagu **"Di Saat Ini Kuangkat Tembang"** (judul asli bahasa Inggris: ***"In Moments Like These"***) adalah salah satu lagu penyembahan yang paling ikonik dan banyak dinyanyikan di gereja-gereja di seluruh dunia.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu tersebut:

### 1. Pencipta: David Graham
Lagu ini ditulis oleh **David Graham** pada tahun 1980. David Graham adalah seorang musisi dan pemimpin pujian yang berbasis di Amerika Serikat.

Kisah di balik penciptaan lagu ini sangat sederhana namun mendalam. David Graham menulis lagu ini saat ia sedang duduk di depan pianonya. Pada saat itu, ia merasa sangat kewalahan dengan beban hidup dan situasi di sekitarnya, namun di saat yang sama, ia merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa yang memberikan ketenangan.

Ia ingin mengekspresikan perasaannya yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata biasa. Ia merasa bahwa di saat-saat tersulit atau saat-saat di mana ia merasa tidak berdaya, satu-satunya cara untuk merespons kasih Tuhan adalah dengan **menyanyi dan memuliakan nama-Nya**. Itulah alasan mengapa liriknya dimulai dengan: *"In moments like these, I sing out a song..."* (Di saat-saat seperti ini, aku mengangkat sebuah lagu...).

### 2. Kesederhanaan yang Mendalam
Lagu ini sengaja dibuat sangat sederhana. David Graham tidak ingin membuat lagu yang rumit secara teologis atau teknis. Ia ingin lagu yang bisa dinyanyikan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, terutama ketika seseorang merasa butuh untuk "bersandar" pada Tuhan.

Pesan utamanya adalah **penyerahan diri**. Lirik *"I sing out a love song to Jesus"* (Aku nyanyikan lagu cinta bagi Yesus) adalah pernyataan kasih yang murni dari seorang anak kepada Bapanya, bukan karena kewajiban, melainkan karena kasih yang meluap dari hati.

### 3. Versi Bahasa Indonesia: Rita Simorangkir-Sibarani
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat populer melalui terjemahan yang dilakukan oleh **Rita Simorangkir-Sibarani**.

Rita Simorangkir-Sibarani dikenal sebagai salah satu tokoh musik rohani di Indonesia yang banyak menerjemahkan lagu-lagu penyembahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia di era 80-an dan 90-an. Terjemahan yang ia buat untuk lagu ini dianggap sangat tepat karena:
* **Puitis:** Ia mengubah "In moments like these" menjadi "Di saat ini kuangkat tembang", yang terasa lebih syahdu dan puitis dalam bahasa Indonesia.
* **Mempertahankan Esensi:** Ia tetap menjaga inti pesan lagu, yaitu pengakuan kasih kepada Yesus.

Versi bahasa Indonesia ini menjadi sangat akrab di telinga jemaat di Indonesia karena sering dibawakan dalam acara-acara kebaktian, persekutuan doa, maupun sebagai lagu pengiring saat komuni (perjamuan kudus).

### 4. Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan Lama?
* **Universalisme:** Lagu ini tidak terikat pada situasi spesifik (seperti perayaan Paskah atau Natal), sehingga bisa dinyanyikan kapan saja—baik dalam sukacita maupun dalam masa berkabung.
* **Intimasi:** Lagu ini menciptakan suasana "intim" antara manusia dengan Tuhan. Melodi yang tenang dan lirik yang berulang membuat lagu ini sering digunakan sebagai bentuk meditasi atau doa.
* **Kejujuran:** Banyak orang merasa lagu ini mewakili apa yang mereka rasakan ketika mereka tidak lagi memiliki kata-kata untuk berdoa, sehingga mereka memilih untuk "menyanyi".

### Kesimpulan
*"Di Saat Ini Kuangkat Tembang"* adalah contoh klasik bagaimana sebuah lagu yang lahir dari ketulusan hati seorang pribadi (David Graham) dapat menembus batas negara, bahasa, dan budaya (melalui terjemahan Rita Simorangkir-Sibarani) untuk menjadi lagu yang menenangkan jutaan orang di seluruh dunia. Lagu ini tetap menjadi pengingat bahwa di saat kita merasa tidak mampu, kita selalu bisa kembali kepada Tuhan melalui penyembahan.