PKJ
Jikalau Kristus Penolongku
Que estou fazendo se sou Cristao (Brasil)
Informasi Lagu
236
Nomor
Kode
PKJ 236
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Decio Emerique Lauretti
Pencipta Syair
Joao Dias de Araujo
Cross Ref.
KK 581
Syair / Lirik
3 bait
Jikalau Kristus Penolongku,
apakah tugas panggilanku?
Kaum fakir miskin berapakah;
siapa menyelamatkannya?
Sang Kristus datang di dunia
untuk mengubah semuanya:
yang hina dina diangkatNya
di dalam t’rang kebangkitanNya!
Banyak yang kurang makanannya,
bernasib malang di dunia,
pun banyak anak terkaparlah
dan mati dalam sengsaranya.
Jutaan tak berpendidikan,
tak tahu mengungkap pendirian,
mengulur hidup dengan berat,
dianggap bodoh dan tanpa hak.
Hai penguasa dan pembesar,
hendaklah kalian mendengar:
yang tidak adil dan tidak sah
melawan Tuhan dan kasihNya.
Sang Kristus datang di dunia
untuk mengubah semuanya:
sejiwaraga manusia
seutuhnya dibangkitkanNya!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Jikalau Kristus Penolongku"** (judul asli dalam bahasa Portugis: *“Que Estou Fazendo Se Sou Cristão?”*) adalah sebuah lagu rohani yang memiliki kedalaman refleksi teologis dan praktis. Lagu ini ditulis oleh **João Dias de Araújo** dengan musik yang dikomposisi oleh **Decio Emerique Lauretti**.
Untuk memahami kisah di balik lagu ini, kita harus melihat konteks penulisannya di lingkungan Gereja Presbiterian Brasil, di mana kedua tokoh ini berkarya.
### 1. Profil Penulis
* **João Dias de Araújo (Penulis Lirik):** Beliau adalah seorang pendeta, teolog, dan penyair terkemuka dari Gereja Presbiterian Brasil. Ia dikenal sangat vokal dalam menyuarakan bahwa iman Kristen tidak boleh berhenti pada ritual ibadah di hari Minggu, melainkan harus mewujud dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
* **Decio Emerique Lauretti (Komposer Musik):** Seorang musisi gerejawi yang sering berkolaborasi dalam menciptakan himne-himne yang menggabungkan harmoni yang khidmat namun memiliki irama yang mudah diingat oleh jemaat.
### 2. Latar Belakang dan Makna Lagu
Lagu ini lahir dari sebuah keresahan spiritual yang mendalam. Pada pertengahan abad ke-20, gereja-gereja di Brasil (seperti banyak gereja di dunia) mulai menghadapi tantangan di mana kehidupan orang Kristen menjadi sangat terpisah antara "hari Minggu di gereja" dan "hari kerja di dunia".
Lirik lagu ini (yang aslinya bertanya: *"Que estou fazendo se sou cristão?"* atau *"Apa yang sedang kulakukan jika aku seorang Kristen?"*) adalah sebuah **introspeksi yang tajam**.
**Pesan inti dari lagu ini adalah:**
* **Kritik terhadap kemunafikan:** Lagu ini mempertanyakan validitas iman seseorang jika iman tersebut tidak menghasilkan buah. Jika Kristus adalah Penolong dan Tuhan, mengapa perilaku, kasih, dan kepedulian kita tidak mencerminkan-Nya?
* **Tanggung Jawab Sosial:** Penulis ingin mengingatkan jemaat bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya tentang keselamatan pribadi, melainkan tentang "menjadi tangan dan kaki Kristus" bagi sesama yang menderita, tertindas, atau membutuhkan.
* **Panggilan untuk Bertindak:** Bait-bait lagu ini berfungsi sebagai cermin. Setiap kali jemaat menyanyikannya, mereka dipaksa untuk bertanya kepada diri sendiri: "Apakah kasih-Ku sudah nyata?", "Apakah aku sudah memikul salib-Ku?", atau "Apakah aku hanya berdiam diri melihat ketidakadilan?"
### 3. Mengapa Lagu Ini Menjadi Sangat Dikenal?
Lagu ini menyebar luas karena kejujurannya. Di banyak gereja, lagu ini sering dianggap sebagai "lagu pertobatan" atau lagu penutup ibadah yang menantang jemaat untuk hidup lebih serius setelah pulang dari gereja.
Dalam terjemahan bahasa Indonesia, lagu ini sering dinyanyikan sebagai pengingat akan kasih karunia Tuhan yang harus dibalas dengan kesetiaan. Judul bahasa Indonesianya, *"Jikalau Kristus Penolongku"*, menjadi sebuah pernyataan komitmen: Jika benar Kristus adalah penolong dan penyelamat, maka konsekuensi logisnya adalah hidup saya harus berpadanan dengan ajaran-Nya.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **panggilan untuk hidup otentik**. João Dias de Araújo dan Decio Emerique Lauretti ingin mengubah paradigma bahwa iman Kristen bukan sekadar teori atau pernyataan doktrin, melainkan sebuah aksi nyata.
Setiap kali Anda menyanyikan lagu ini, ingatlah bahwa lagu ini ditulis sebagai sebuah **tantangan pribadi** bagi penulisnya, yang kemudian menjadi tantangan bagi setiap orang percaya untuk tidak sekadar "mengaku" sebagai Kristen, tetapi "menghidupi" identitas Kristus dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
Untuk memahami kisah di balik lagu ini, kita harus melihat konteks penulisannya di lingkungan Gereja Presbiterian Brasil, di mana kedua tokoh ini berkarya.
### 1. Profil Penulis
* **João Dias de Araújo (Penulis Lirik):** Beliau adalah seorang pendeta, teolog, dan penyair terkemuka dari Gereja Presbiterian Brasil. Ia dikenal sangat vokal dalam menyuarakan bahwa iman Kristen tidak boleh berhenti pada ritual ibadah di hari Minggu, melainkan harus mewujud dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
* **Decio Emerique Lauretti (Komposer Musik):** Seorang musisi gerejawi yang sering berkolaborasi dalam menciptakan himne-himne yang menggabungkan harmoni yang khidmat namun memiliki irama yang mudah diingat oleh jemaat.
### 2. Latar Belakang dan Makna Lagu
Lagu ini lahir dari sebuah keresahan spiritual yang mendalam. Pada pertengahan abad ke-20, gereja-gereja di Brasil (seperti banyak gereja di dunia) mulai menghadapi tantangan di mana kehidupan orang Kristen menjadi sangat terpisah antara "hari Minggu di gereja" dan "hari kerja di dunia".
Lirik lagu ini (yang aslinya bertanya: *"Que estou fazendo se sou cristão?"* atau *"Apa yang sedang kulakukan jika aku seorang Kristen?"*) adalah sebuah **introspeksi yang tajam**.
**Pesan inti dari lagu ini adalah:**
* **Kritik terhadap kemunafikan:** Lagu ini mempertanyakan validitas iman seseorang jika iman tersebut tidak menghasilkan buah. Jika Kristus adalah Penolong dan Tuhan, mengapa perilaku, kasih, dan kepedulian kita tidak mencerminkan-Nya?
* **Tanggung Jawab Sosial:** Penulis ingin mengingatkan jemaat bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya tentang keselamatan pribadi, melainkan tentang "menjadi tangan dan kaki Kristus" bagi sesama yang menderita, tertindas, atau membutuhkan.
* **Panggilan untuk Bertindak:** Bait-bait lagu ini berfungsi sebagai cermin. Setiap kali jemaat menyanyikannya, mereka dipaksa untuk bertanya kepada diri sendiri: "Apakah kasih-Ku sudah nyata?", "Apakah aku sudah memikul salib-Ku?", atau "Apakah aku hanya berdiam diri melihat ketidakadilan?"
### 3. Mengapa Lagu Ini Menjadi Sangat Dikenal?
Lagu ini menyebar luas karena kejujurannya. Di banyak gereja, lagu ini sering dianggap sebagai "lagu pertobatan" atau lagu penutup ibadah yang menantang jemaat untuk hidup lebih serius setelah pulang dari gereja.
Dalam terjemahan bahasa Indonesia, lagu ini sering dinyanyikan sebagai pengingat akan kasih karunia Tuhan yang harus dibalas dengan kesetiaan. Judul bahasa Indonesianya, *"Jikalau Kristus Penolongku"*, menjadi sebuah pernyataan komitmen: Jika benar Kristus adalah penolong dan penyelamat, maka konsekuensi logisnya adalah hidup saya harus berpadanan dengan ajaran-Nya.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **panggilan untuk hidup otentik**. João Dias de Araújo dan Decio Emerique Lauretti ingin mengubah paradigma bahwa iman Kristen bukan sekadar teori atau pernyataan doktrin, melainkan sebuah aksi nyata.
Setiap kali Anda menyanyikan lagu ini, ingatlah bahwa lagu ini ditulis sebagai sebuah **tantangan pribadi** bagi penulisnya, yang kemudian menjadi tantangan bagi setiap orang percaya untuk tidak sekadar "mengaku" sebagai Kristen, tetapi "menghidupi" identitas Kristus dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
Cross Reference
Sama Tema
Hidup Bersama Tuhan
Adalah Hal yang Tak 'Ku Tahu
PKJ
Adalah Seorang Menaburkan Benih
PKJ
Andaikan Surya Pagi Tersembunyi
PKJ
Bapa Sorgawi
PKJ
Berbahagialah Orang-Orang
PKJ
Berkilat Halilintar
PKJ
Di Dalam Suka, Di Dalam Duka
PKJ
Di Kala Hidupku Tent'ram
PKJ
Imanuel, Imanuel
PKJ
Jangan Kuatir 'Kan Hari Esok
PKJ
Janganlah Takut
PKJ
Kenapa Timbul Perpecahan
PKJ
Kita Dirangkul Oleh Kuasa Kasih
PKJ
Perubahan Besar
PKJ
Salib Kudus
PKJ
Tak 'Ku Tahu 'Kan Hari Esok
PKJ
Seindah Siang Disinari Terang
PKJ
Sejahtera Tuhan
PKJ
Sejenak Aku Menoleh
PKJ
Seperti Wanita di Pinggir Sumur
PKJ
Waktu Fajar di Taman Sepi
PKJ
Walau Tak Dapat Mata Memandang
PKJ
Ya Tuhan, Engkau Perlindunganku
PKJ
Ya Tuhan, Kuatkan Imanku
PKJ
Ya Tuhan, Ya Allahku
PKJ