Informasi Lagu
242
Nomor
Kode
PKJ 242
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
99
Style
FinalWaltz
Pencipta Lagu
W. Elmo Mercer
Pencipta Syair
W. Elmo Mercer
Cross Ref.
KK 527
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 2 bait
Seindah siang disinari terang cara Tuhan mengasihiku; seindah petang dengan angin sejuk cara Tuhan mengasihiku. Tuhanku lembut dan penyayang dan aku mengasihi Dia. KasihNya besar; agung dan mulia cara Tuhan mengasihiku.
Sedalamnya laut seluas angkasa cara Tuhan mengasihiku; seharum kembang yang tetap semerbak cara Tuhan mengasihiku. DamaiNya tetap besertaku; dan sorgalah pengharapanku. Hidupku tent’ram; kunikmati penuh cara Tuhan mengasihiku.
Slide Lirik 2 slide
Slide 1 — PKJ 242 1
Slide 2 — PKJ 242 2
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 242
Sejarah Lagu
Lagu **"Seindah Siang Disinari Terang"** yang memiliki judul asli **"The Way That He Loves"** adalah salah satu lagu himne Kristen yang sangat populer, baik di dunia internasional maupun di Indonesia. Lagu ini diciptakan oleh seorang komponis, penulis lagu, dan arranger musik gereja terkenal asal Amerika Serikat, **William Elmo Mercer** (1932–2020), pada tahun **1958**.

Di balik melodinya yang riang, sederhana, dan menyentuh hati, terdapat kisah perenungan spiritual yang mendalam tentang keindahan alam semesta dan kasih Tuhan yang tanpa syarat. Berikut adalah kisah detail di balik terciptanya lagu legendaris ini.

---

### 1. Latar Belakang William Elmo Mercer
Sebelum memahami kisah lagunya, kita perlu mengenal sosok Elmo Mercer. Ia adalah seorang pria yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk musik gereja. Sepanjang kariernya, ia telah menulis lebih dari 1.600 lagu Kristen dan bekerja di penerbitan musik ternama seperti *Benson Publishing Company*.

Mercer dikenal memiliki kepekaan rohani yang tinggi. Baginya, inspirasi lagu tidak harus datang dari peristiwa teologis yang rumit, melainkan dari keseharian yang sederhana di mana hadirat Tuhan terasa nyata.

### 2. Inspirasi di Pagi Hari yang Cerah (Tahun 1958)
Kisah terciptanya lagu *"The Way That He Loves"* bermula pada suatu pagi di musim semi tahun 1958. Saat itu, Elmo Mercer sedang berada di rumahnya. Ketika ia melihat ke luar jendela, ia terpaku oleh keindahan alam yang luar biasa pagi itu.

Ia melihat:
* Sinar matahari pagi yang hangat menyinari bumi.
* Bunga-bunga mawar yang mulai mekar dengan indah dan menyebarkan keharuman.
* Embun pagi yang membasahi dedaunan, tampak berkilau seperti permata.
* Burung-burung yang berkicau dengan riang.
* Angin sepoi-sepoi yang berembus lembut, menggoyang dahan-dahan pohon.

Keindahan alam ini membuat Mercer tertegun. Sebagai seorang petobat dan pemusik gereja, ia tidak sekadar melihat itu sebagai fenomena alam biasa, melainkan sebagai **"surat cinta" dari Tuhan** kepada manusia.

### 3. Perenungan: Kasih Tuhan Lebih dari Segalanya
Sambil memandang keindahan tersebut, Mercer mulai merenungkan kasih Allah. Pikiran rohaninya mulai menghubungkan elemen-elemen alam yang ia lihat dengan cara Tuhan mengasihi manusia:
* **Sinar matahari** mengingatkannya pada kehangatan kasih Tuhan yang selalu menerangi kegelapan hidup manusia.
* **Hujan gerimis** atau embun pagi mengingatkannya pada kesegaran rohani yang Tuhan berikan saat jiwa manusia sedang dahaga dan lelah.
* **Bunga mawar yang mekar** mengingatkannya pada keindahan dan kelembutan kasih-Nya yang bertumbuh di dalam hati manusia.

Namun, perenungan Mercer tidak berhenti pada keindahan alam (panteisme). Ia menyadari bahwa seindah-indahnya alam semesta, **bukti terbesar kasih Tuhan bukanlah pada matahari, angin, atau bunga, melainkan pada pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib (Kalvari).**

Dari perenungan mendalam inilah, Mercer mengambil pena dan kertas, lalu menuliskan bait demi bait lagu tersebut dengan mengalir begitu saja.

### 4. Makna Lirik dan Struktur Lagu
Jika kita membedah lirik asli bahasa Inggrisnya (*The Way That He Loves*), kita bisa melihat bagaimana Mercer menyusun kisah perenungannya secara runut:

* **Bait Pertama:**
* *English:* *"The way that He loves is like sunshine, that glows on a cold winter day..."*
* *Indonesia:* *"Seindah siang disinari terang, cara Tuhan mengasihiku..."*
* **Makna:** Kasih Tuhan diumpamakan seperti sinar matahari yang memberi kehangatan di tengah dinginnya dunia yang penuh penderitaan.

* **Bait Kedua:**
* *English:* *"The way that He loves is like a rose in bloom, or a spring of water clear..."*
* *Indonesia:* *"Seindah bunga di dalam taman..."*
* **Makna:** Kasih-Nya membawa keindahan (bunga yang mekar) dan kesegaran jiwa yang murni (mata air yang jernih).

* **Reff (Klimaks Pujian):**
* *English:* *"It’s a wonderful, wonderful thing, the way that He loves me..."*
* *Indonesia:* *"Sangat indah, oh sangat indah, cara Tuhan mengasihiku..."*
* **Makna:** Ini adalah ekspresi kekaguman Mercer yang meluap-luap atas betapa ajaibnya kasih Allah yang personal bagi dirinya.

* **Bait Ketiga (Puncak Teologis):**
* *English:* *"He showed me His love on Calvary’s hill, when He died to set me free..."*
* *Indonesia:* Bait ini sering diterjemahkan atau diadaptasi dalam ibadah, menekankan bahwa puncak kasih-Nya adalah di bukit Golgota (Kalvari), di mana Yesus mati untuk menebus dosa manusia.

### 5. Masuk ke Indonesia dan Menjadi Himne yang Dicintai
Lagu ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan sangat apik. Penerjemah berhasil mempertahankan esensi puitis dari karya Mercer.

Di Indonesia, lagu ini tidak hanya dinyanyikan di ibadah umum, tetapi sangat populer di kalangan **Sekolah Minggu (anak-anak) dan Persekutuan Pemuda**. Melodinya yang menggunakan birama 6/8 atau 3/4 yang mengalir (*flowing*) membuatnya sangat mudah diingat, memberikan rasa damai, sukacita, dan optimisme bagi siapa saja yang menyanyikannya.

### Kesimpulan
Lagu *"Seindah Siang Disinari Terang"* bukan sekadar lagu tentang alam, melainkan sebuah kesaksian iman dari William Elmo Mercer. Melalui keindahan alam di suatu pagi, Mercer rindu mengingatkan dunia bahwa Tuhan yang menciptakan matahari, angin, dan bunga adalah Tuhan yang sama yang mengasihi kita secara pribadi, bahkan rela mati di kayu salib demi kita.