PKJ
Sejahtera Tuhan
La paz del Senor
Informasi Lagu
243
Nomor
Kode
PKJ 243
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Anders Ruuth
Pencipta Syair
Anders Ruuth
Cross Ref.
KK 528
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Sejahtera Tuhan, sejahtera Tuhan
yang hidup dan menghidupkan
bagimu, bagiku dan siapa pun
yang ada di dunia ini.
bagimu, bagiku dan siapa pun
yang ada di dunia ini.
Sejahtera Tuhan, sejahtera Tuhan
yang hidup dan menghidupkan
berlimpah sekarang dan s’lamanya;
bersiaplah menerima!
berlimpah sekarang dan s’lamanya;
bersiaplah menerima!
Sejahtera Tuhan, sejahtera Tuhan
yang hidup dan menghidupkan
tak dapat berdiri sendiri:
hendaknya kaubagi-bagi!
tak dapat berdiri sendiri:
hendaknya kaubagi-bagi!
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Sejahtera Tuhan"** (atau dalam bahasa aslinya berjudul ***La Paz del Señor***) adalah salah satu lagu rohani yang sangat populer di kalangan gereja-gereja di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Lagu ini diciptakan oleh **Anders Ruuth**, seorang misionaris dan musisi asal Swedia.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok Anders Ruuth
Anders Ruuth bukanlah sekadar penulis lagu; ia adalah seorang misionaris yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melayani di Amerika Latin. Ruuth sangat terinspirasi oleh kekayaan budaya dan musik di wilayah tersebut. Ia dikenal karena kemampuannya memadukan harmoni musik Nordik (Skandinavia) dengan semangat dan ritme musik rakyat Amerika Latin.
### 2. Konteks Penciptaan: Pelayanan di Argentina
Lagu ini ditulis sekitar tahun 1960-an atau 1970-an saat Ruuth melayani di **Argentina**. Pada masa itu, Argentina (dan banyak negara Amerika Latin lainnya) sedang mengalami masa-masa yang penuh dengan gejolak politik, ketidakpastian sosial, dan pergumulan hidup yang berat bagi rakyatnya.
Di tengah situasi masyarakat yang cemas, penuh tekanan, dan konflik, Ruuth merasakan kerinduan yang mendalam untuk membawa pesan penghiburan Kristus. Ia ingin menciptakan sesuatu yang tidak hanya sekadar nyanyian liturgis, tetapi sebuah pernyataan iman yang bisa menenangkan jiwa yang sedang gelisah.
### 3. Filosofi di Balik Liriknya
Lirik lagu ini sederhana namun memiliki kedalaman teologis yang kuat:
* ***"La paz del Señor, que llena mi vida..."*** (Sejahtera Tuhan, yang mengisi hidupku...)
* Lirik ini berfokus pada **damai sejahtera (Shalom)** yang tidak bergantung pada situasi luar, melainkan berasal dari kehadiran Tuhan di dalam batin seseorang.
Inspirasi utamanya berasal dari ayat Alkitab dalam **Yohanes 14:27**, di mana Yesus berkata: *"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."*
Ruuth menulis lagu ini sebagai pengingat bahwa di tengah dunia yang "sedang tidak damai," seorang pengikut Kristus bisa tetap memiliki kedamaian internal karena Tuhan ada bersama mereka.
### 4. Penyebaran Lagu
Lagu ini awalnya dikenal dalam komunitas berbahasa Spanyol dan sering digunakan dalam ibadah perjamuan kudus atau sebagai nyanyian pembawa berkat. Karena nadanya yang sangat *catchy*, mudah diingat, dan bersifat kontemplatif, lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat akrab di telinga jemaat, terutama di gereja-gereja yang menggunakan lagu-lagu dari buku nyanyian rohani ekumenis atau lagu-lagu pujian kontemporer. Versi bahasa Indonesianya, "Sejahtera Tuhan", berhasil menangkap esensi kedamaian yang sama dengan versi aslinya.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kesuksesan lagu "Sejahtera Tuhan" terletak pada kesederhanaannya. Anders Ruuth tidak menggunakan kata-kata yang rumit. Ia menciptakan melodi yang terasa seperti sebuah "pelukan" bagi mereka yang sedang lelah. Bagi Ruuth, lagu ini adalah bentuk kontribusi kecilnya untuk membantu jemaat di Amerika Latin agar tetap memiliki harapan di tengah situasi dunia yang kacau.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang seorang misionaris yang merespons ketakutan dunia dengan pesan kedamaian Tuhan. *La Paz del Señor* bukan diciptakan dari menara gading, melainkan lahir dari pemahaman bahwa damai sejahtera sejati adalah jangkar bagi jiwa di tengah badai kehidupan.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik terciptanya lagu ini:
### 1. Sosok Anders Ruuth
Anders Ruuth bukanlah sekadar penulis lagu; ia adalah seorang misionaris yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melayani di Amerika Latin. Ruuth sangat terinspirasi oleh kekayaan budaya dan musik di wilayah tersebut. Ia dikenal karena kemampuannya memadukan harmoni musik Nordik (Skandinavia) dengan semangat dan ritme musik rakyat Amerika Latin.
### 2. Konteks Penciptaan: Pelayanan di Argentina
Lagu ini ditulis sekitar tahun 1960-an atau 1970-an saat Ruuth melayani di **Argentina**. Pada masa itu, Argentina (dan banyak negara Amerika Latin lainnya) sedang mengalami masa-masa yang penuh dengan gejolak politik, ketidakpastian sosial, dan pergumulan hidup yang berat bagi rakyatnya.
Di tengah situasi masyarakat yang cemas, penuh tekanan, dan konflik, Ruuth merasakan kerinduan yang mendalam untuk membawa pesan penghiburan Kristus. Ia ingin menciptakan sesuatu yang tidak hanya sekadar nyanyian liturgis, tetapi sebuah pernyataan iman yang bisa menenangkan jiwa yang sedang gelisah.
### 3. Filosofi di Balik Liriknya
Lirik lagu ini sederhana namun memiliki kedalaman teologis yang kuat:
* ***"La paz del Señor, que llena mi vida..."*** (Sejahtera Tuhan, yang mengisi hidupku...)
* Lirik ini berfokus pada **damai sejahtera (Shalom)** yang tidak bergantung pada situasi luar, melainkan berasal dari kehadiran Tuhan di dalam batin seseorang.
Inspirasi utamanya berasal dari ayat Alkitab dalam **Yohanes 14:27**, di mana Yesus berkata: *"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."*
Ruuth menulis lagu ini sebagai pengingat bahwa di tengah dunia yang "sedang tidak damai," seorang pengikut Kristus bisa tetap memiliki kedamaian internal karena Tuhan ada bersama mereka.
### 4. Penyebaran Lagu
Lagu ini awalnya dikenal dalam komunitas berbahasa Spanyol dan sering digunakan dalam ibadah perjamuan kudus atau sebagai nyanyian pembawa berkat. Karena nadanya yang sangat *catchy*, mudah diingat, dan bersifat kontemplatif, lagu ini kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.
Di Indonesia, lagu ini menjadi sangat akrab di telinga jemaat, terutama di gereja-gereja yang menggunakan lagu-lagu dari buku nyanyian rohani ekumenis atau lagu-lagu pujian kontemporer. Versi bahasa Indonesianya, "Sejahtera Tuhan", berhasil menangkap esensi kedamaian yang sama dengan versi aslinya.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Kesuksesan lagu "Sejahtera Tuhan" terletak pada kesederhanaannya. Anders Ruuth tidak menggunakan kata-kata yang rumit. Ia menciptakan melodi yang terasa seperti sebuah "pelukan" bagi mereka yang sedang lelah. Bagi Ruuth, lagu ini adalah bentuk kontribusi kecilnya untuk membantu jemaat di Amerika Latin agar tetap memiliki harapan di tengah situasi dunia yang kacau.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang seorang misionaris yang merespons ketakutan dunia dengan pesan kedamaian Tuhan. *La Paz del Señor* bukan diciptakan dari menara gading, melainkan lahir dari pemahaman bahwa damai sejahtera sejati adalah jangkar bagi jiwa di tengah badai kehidupan.
Cross Reference
KK 528
Sejahtera Tuhan
KK
Sama Tema
Hidup Bersama Tuhan
Adalah Hal yang Tak 'Ku Tahu
PKJ
Adalah Seorang Menaburkan Benih
PKJ
Andaikan Surya Pagi Tersembunyi
PKJ
Bapa Sorgawi
PKJ
Berbahagialah Orang-Orang
PKJ
Berkilat Halilintar
PKJ
Di Dalam Suka, Di Dalam Duka
PKJ
Di Kala Hidupku Tent'ram
PKJ
Imanuel, Imanuel
PKJ
Jangan Kuatir 'Kan Hari Esok
PKJ
Janganlah Takut
PKJ
Jikalau Kristus Penolongku
PKJ
Kenapa Timbul Perpecahan
PKJ
Kita Dirangkul Oleh Kuasa Kasih
PKJ
Perubahan Besar
PKJ
Salib Kudus
PKJ
Tak 'Ku Tahu 'Kan Hari Esok
PKJ
Seindah Siang Disinari Terang
PKJ
Sejenak Aku Menoleh
PKJ
Seperti Wanita di Pinggir Sumur
PKJ
Waktu Fajar di Taman Sepi
PKJ
Walau Tak Dapat Mata Memandang
PKJ
Ya Tuhan, Engkau Perlindunganku
PKJ
Ya Tuhan, Kuatkan Imanku
PKJ
Ya Tuhan, Ya Allahku
PKJ