Informasi Lagu
67
Nomor
Kode
PKJ 67
Buku
Pelengkap Kidung Jemaat
Metronom
0
Pencipta Lagu
Rachael Borne
Pencipta Syair
Rachael Borne
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 8 bait
Itulah Natal pertama.
Sang Bayi nyenyak dipalungan: Itulah Natal pertama.
Dikota Daud Betlehem, – Sang Bayi nyenyak dipalungan: Itulah Natal pertama.
Yusuf, Maria dan Bayinya. Dikota Daud Betlehem, – Sang Bayi nyenyak dipalungan: Itulah Natal pertama.
Datang gembala bersama ternak; Yusuf, Maria dan Bayinya. Dikota Daud Betlehem, – Sang Bayi nyenyak dipalungan: Itulah Natal pertama.
Malak disorga meyanyi merdu, Datang gembala bersama ternak; Yusuf, Maria dan Bayinya. Dikota Daud Betlehem, – Sang Bayi nyenyak dipalungan: Itulah Natal pertama.
Majus datang dari jauh, Malak disorga meyanyi merdu, Datang gembala bersama ternak; Yusuf, Maria dan Bayinya. Dikota Daud Betlehem, – Sang Bayi nyenyak dipalungan: Itulah Natal pertama.
Ikut bintang cemerlang. Majus datang dari jauh, Malak disorga meyanyi merdu, Datang gembala bersama ternak; Yusuf, Maria dan Bayinya. Dikota Daud Betlehem, – Sang Bayi nyenyak dipalungan: Itulah Natal pertama.
Slide Lirik 6 slide
Slide 1 — PKJ 67 1
Slide 2 — PKJ 67 2
Slide 3 — PKJ 67 3
Slide 4 — PKJ 67 4
Slide 5 — PKJ 67 5
Slide 6 — PKJ 67 6
Partitur / Not
Partitur Chord PKJ 67
Sejarah Lagu
Lagu **"Itulah Natal Pertama"** (atau dalam bahasa Inggris berjudul **"The Very First Christmas"**) yang ditulis oleh **Rachael Borne** adalah salah satu lagu Natal kontemporer yang memiliki daya tarik khusus karena liriknya yang sederhana namun sangat mendalam.

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Konteks Penciptaan
Rachael Borne menulis lagu ini dengan sebuah misi yang spesifik: **ingin membawa pendengar kembali ke kesederhanaan narasi Alkitab.**

Di tengah dunia modern yang sering kali merayakan Natal dengan kemewahan, dekorasi berlebihan, dan kesibukan komersial, Rachael ingin menciptakan sebuah lagu yang berfungsi sebagai "pengingat" (*reminder*). Ia merasa bahwa banyak orang kehilangan esensi dari apa yang sebenarnya terjadi pada malam kelahiran Yesus di Betlehem.

### 2. Pesan Utama: Melampaui Kemegahan
Kisah di balik lagu ini berakar pada kerinduan Rachael untuk menonjolkan kontras antara:
* **Harapan dunia:** Seringkali kita membayangkan kelahiran seorang Raja dengan pesta pora, istana emas, dan kemuliaan duniawi.
* **Realita ilahi:** Kelahiran Yesus justru terjadi di tempat yang sangat rendah (palungan), di tengah kesunyian, dan di antara orang-orang yang dianggap tidak penting pada masa itu (gembala).

Dalam lagu ini, Rachael mencoba menceritakan kisah tersebut bukan sebagai dongeng kuno, melainkan sebagai peristiwa yang "segar" dan intim. Ia ingin pendengar merasakan "keheningan" malam itu, seolah-olah mereka sendiri sedang berdiri di dalam kandang tersebut.

### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Beberapa poin penting mengapa karya ini sering digunakan dalam ibadah Natal, khususnya di kalangan gereja-gereja yang menggunakan lagu-lagu rohani kontemporer:

* **Fokus pada "The First" (Yang Pertama):** Judulnya menekankan kata "Pertama". Ini mengajak pendengar untuk melupakan tradisi Natal yang sudah kita buat selama berabad-abad dan kembali ke momen aslinya—saat di mana janji Tuhan digenapi pertama kalinya dalam wujud seorang bayi.
* **Kualitas Lirik yang Intim:** Rachael Borne dikenal dengan kemampuannya menulis lirik yang tidak terlalu puitis hingga sulit dimengerti, tetapi cukup mendalam untuk menyentuh hati. Liriknya sering kali berfokus pada ketakjuban (*awe and wonder*) yang dirasakan oleh Maria dan Yusuf.
* **Fungsi Liturgis:** Banyak pemimpin pujian memilih lagu ini karena dianggap sangat efektif sebagai lagu pembuka ibadah atau saat momen penyalaan lilin Natal, karena mampu membangun suasana yang tenang dan reflektif.

### 4. Pengaruh Rachael Borne
Rachael Borne sendiri bukanlah sosok yang haus akan sorotan di dunia musik komersial. Ia lebih dikenal dalam lingkaran musik gerejawi yang berfokus pada lagu-lagu yang memiliki nilai teologis yang kuat. "The Very First Christmas" menjadi salah satu warisan karyanya yang paling sering dinyanyikan di banyak gereja di seluruh dunia (termasuk versi terjemahan bahasa Indonesia "Itulah Natal Pertama").

### Kesimpulan
Kisah di balik lagu ini adalah tentang **"kembali ke asal."** Rachael Borne tidak ingin menciptakan lagu Natal yang hanya sekadar merayakan suasana liburan. Sebaliknya, ia ingin mengajak umat Kristen untuk berhenti sejenak, meninggalkan kebisingan dunia, dan kembali ke palungan di Betlehem untuk melihat Yesus—sumber utama dari perayaan itu sendiri.

Jika Anda mendengarkan lagunya dengan seksama, Anda akan merasakan bahwa lagu ini seolah-olah berbisik, mengajak kita untuk tidak sekadar "merayakan Natal," tetapi "mengalami" kedatangan Tuhan yang sangat sederhana namun mengubah dunia.