STB
O Worship the King
Informasi Lagu
24
Nomor
Do=Bes
Nada Dasar
Kode
STB 24
Buku
Sound The Bamboo
Nada Dasar
Do=Bes
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
88
Jumlah Bait
5 bait
Nuansa
Sunda
Pencipta Lagu
Daud Kosasih
Pencipta Syair
Robert Grant (1779)
Cross Ref.
NKB 2, KLIK 417
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
5 bait
O worship the King, all glorious above,
O gratefully sing God’s power and God’s love.
Our Shield and Defender, the Ancient of Days,
pavilioned in splendor and girded with praise.
O tell of God’s might, O sing of God’s grace,
whose robe is the light, whose canopy space.
Whose chariots of wrath the deep thunderclouds form,
and dark is God’s path on the wings of the storm.
The earth with its store of wonder untold,
almighty, your power has founded of old.
Established it fast by a changeless decree,
and round it has cast, like a mantle, the sea.
Your bountiful care what tongue can recite?
It breathes in the air, it shines in the light:
it streams from the hills, it descends to the plain,
and sweetly distills in the dew and the rain.
Frail children of dust, and feeble as frail,
in you do we trust, nor find you to fail;
your mercies how tender, how firm to the end,
our Maker, Defender, Redeemer and Friend.
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Hai Mari Sembah"** (judul asli dalam bahasa Inggris: ***O Worship the King***) adalah salah satu himne pujian yang paling klasik dan dicintai di dunia. Untuk memahami kisahnya, kita perlu menelusuri sejarah dari dua tokoh yang berbeda zaman: **Sir Robert Grant** (penulis lirik asli) dan **William Kethe** (yang sering dikaitkan dengan sumber inspirasi metrumnya), serta bagaimana lagu ini diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh **Daud Kosasih**.
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Asal-Usul Lirik: Sir Robert Grant (1833)
Meskipun sering dikaitkan dengan tradisi yang lebih tua, lirik asli *O Worship the King* ditulis oleh **Sir Robert Grant** pada tahun 1833.
Robert Grant adalah seorang politisi Inggris yang menjabat sebagai Gubernur Bombay (India). Ia adalah seorang Kristen yang sangat taat. Lirik lagu ini terinspirasi dari **Mazmur 104** dalam Alkitab. Mazmur ini dikenal sebagai "Mazmur Penciptaan" yang memuji keagungan Tuhan melalui alam semesta.
Grant menulis lagu ini sebagai bentuk kekaguman atas kemuliaan Allah yang melampaui segala sesuatu. Ia ingin mengingatkan jemaat bahwa meskipun Allah adalah Raja yang agung dan pencipta alam semesta yang dahsyat, Ia juga adalah sosok yang penuh kasih dan perlindungan bagi umat-Nya.
### 2. Hubungan dengan William Kethe
Nama **William Kethe** sering muncul dalam catatan sejarah lagu ini karena ia adalah penyair yang menulis parafrasa Mazmur 104 dalam *Daye's Psalter* (1561).
Robert Grant menggunakan struktur metrum dan gagasan dari parafrasa milik Kethe ini sebagai kerangka dasar untuk menulis liriknya yang baru. Jadi, Kethe memberikan "cetak biru" metrumnya, sementara Grant memberikan keindahan sastra yang kita kenal sekarang.
### 3. Melodi: "O Hanover"
Lagu ini tidak bisa dipisahkan dari melodinya yang megah, yaitu **"Hanover"**. Melodi ini disusun oleh **William Croft** pada tahun 1708. Nama "Hanover" diambil sebagai penghormatan kepada keluarga kerajaan Inggris dari dinasti Hanover yang berkuasa saat itu. Perpaduan antara lirik Grant yang agung dan musik Croft yang berwibawa menciptakan suasana ibadah yang sangat megah dan bersemangat.
### 4. Adaptasi ke Bahasa Indonesia oleh Daud Kosasih
Di Indonesia, lagu ini sangat populer karena terjemahan yang dilakukan oleh **Daud Kosasih**.
Daud Kosasih adalah seorang tokoh musik gerejawi di Indonesia yang banyak berjasa menerjemahkan himne-himne klasik Barat ke dalam bahasa Indonesia dengan tetap mempertahankan keindahan rima dan kedalaman teologisnya.
Dalam adaptasi Daud Kosasih:
* Ia berhasil menjaga nuansa "keagungan" (*majesty*) dari versi aslinya.
* Lirik bahasa Indonesia yang ia susun: *"Hai mari sembah, Yang Maha Besar, nyanyikan syukur dengan bergemar..."* dianggap sangat puitis dan mudah dinyanyikan dalam jemaat, sehingga lagu ini menjadi standar di hampir semua gereja di Indonesia.
### Makna Teologis di Balik Lagu Ini
Lagu ini adalah sebuah **Doksologi** (pujian kepada Allah). Setiap baitnya membawa pesan khusus:
1. **Bait 1:** Mengajak umat memuji Allah sebagai Raja yang mulia.
2. **Bait 2:** Menggambarkan kuasa Allah dalam penciptaan (awan, badai, angin).
3. **Bait 3:** Mengingat kasih setia Allah yang tidak pernah berubah kepada manusia yang lemah.
4. **Bait 4:** Penyerahan diri manusia sebagai debu tanah yang dikasihi oleh Allah yang baka.
### Kesimpulan
Kisah di balik *O Worship the King* atau *Hai Mari Sembah* adalah perjalanan lintas abad—dimulai dari inspirasi Mazmur 104, dirajut kembali oleh Robert Grant, diberi musik megah oleh William Croft, dan dibawa ke hati jemaat Indonesia oleh Daud Kosasih. Lagu ini tetap relevan karena esensinya yang tidak pernah berubah: **pengakuan akan keagungan Tuhan di tengah keterbatasan manusia.**
Berikut adalah detail kisah di baliknya:
### 1. Asal-Usul Lirik: Sir Robert Grant (1833)
Meskipun sering dikaitkan dengan tradisi yang lebih tua, lirik asli *O Worship the King* ditulis oleh **Sir Robert Grant** pada tahun 1833.
Robert Grant adalah seorang politisi Inggris yang menjabat sebagai Gubernur Bombay (India). Ia adalah seorang Kristen yang sangat taat. Lirik lagu ini terinspirasi dari **Mazmur 104** dalam Alkitab. Mazmur ini dikenal sebagai "Mazmur Penciptaan" yang memuji keagungan Tuhan melalui alam semesta.
Grant menulis lagu ini sebagai bentuk kekaguman atas kemuliaan Allah yang melampaui segala sesuatu. Ia ingin mengingatkan jemaat bahwa meskipun Allah adalah Raja yang agung dan pencipta alam semesta yang dahsyat, Ia juga adalah sosok yang penuh kasih dan perlindungan bagi umat-Nya.
### 2. Hubungan dengan William Kethe
Nama **William Kethe** sering muncul dalam catatan sejarah lagu ini karena ia adalah penyair yang menulis parafrasa Mazmur 104 dalam *Daye's Psalter* (1561).
Robert Grant menggunakan struktur metrum dan gagasan dari parafrasa milik Kethe ini sebagai kerangka dasar untuk menulis liriknya yang baru. Jadi, Kethe memberikan "cetak biru" metrumnya, sementara Grant memberikan keindahan sastra yang kita kenal sekarang.
### 3. Melodi: "O Hanover"
Lagu ini tidak bisa dipisahkan dari melodinya yang megah, yaitu **"Hanover"**. Melodi ini disusun oleh **William Croft** pada tahun 1708. Nama "Hanover" diambil sebagai penghormatan kepada keluarga kerajaan Inggris dari dinasti Hanover yang berkuasa saat itu. Perpaduan antara lirik Grant yang agung dan musik Croft yang berwibawa menciptakan suasana ibadah yang sangat megah dan bersemangat.
### 4. Adaptasi ke Bahasa Indonesia oleh Daud Kosasih
Di Indonesia, lagu ini sangat populer karena terjemahan yang dilakukan oleh **Daud Kosasih**.
Daud Kosasih adalah seorang tokoh musik gerejawi di Indonesia yang banyak berjasa menerjemahkan himne-himne klasik Barat ke dalam bahasa Indonesia dengan tetap mempertahankan keindahan rima dan kedalaman teologisnya.
Dalam adaptasi Daud Kosasih:
* Ia berhasil menjaga nuansa "keagungan" (*majesty*) dari versi aslinya.
* Lirik bahasa Indonesia yang ia susun: *"Hai mari sembah, Yang Maha Besar, nyanyikan syukur dengan bergemar..."* dianggap sangat puitis dan mudah dinyanyikan dalam jemaat, sehingga lagu ini menjadi standar di hampir semua gereja di Indonesia.
### Makna Teologis di Balik Lagu Ini
Lagu ini adalah sebuah **Doksologi** (pujian kepada Allah). Setiap baitnya membawa pesan khusus:
1. **Bait 1:** Mengajak umat memuji Allah sebagai Raja yang mulia.
2. **Bait 2:** Menggambarkan kuasa Allah dalam penciptaan (awan, badai, angin).
3. **Bait 3:** Mengingat kasih setia Allah yang tidak pernah berubah kepada manusia yang lemah.
4. **Bait 4:** Penyerahan diri manusia sebagai debu tanah yang dikasihi oleh Allah yang baka.
### Kesimpulan
Kisah di balik *O Worship the King* atau *Hai Mari Sembah* adalah perjalanan lintas abad—dimulai dari inspirasi Mazmur 104, dirajut kembali oleh Robert Grant, diberi musik megah oleh William Croft, dan dibawa ke hati jemaat Indonesia oleh Daud Kosasih. Lagu ini tetap relevan karena esensinya yang tidak pernah berubah: **pengakuan akan keagungan Tuhan di tengah keterbatasan manusia.**
Cross Reference
Sama Tema
Praise and Thanksgiving
O Praise the LORD
STB
O Father God, We Give You Praise
STB
Praise to You Jesus
STB
O God, Our Father
STB
Glory be to You, O God
STB
Praise Lord Jesus
STB
O Many People of All Lands
STB
Now Let Us Tell of Your Victory
STB
Praise the LORD
STB
Worship and Praise We Give
STB
Seasons Come, Seasons Go
STB
Now, Let Us Sing a New Song to the LORD
STB
Joy, O Jesus, Crown of All
STB
Our Souls Are Full of Praises
STB
Give Praise to the God of All Earth
STB
In Great Thanksgiving
STB
Praise Be to God
STB
Sing With Hearts
STB
My People, Bless the Name of God Messiah
STB
A Song Of Cosmic Praise
STB
Praise God from Whom All Blessings Flow
STB
Thousands and Thousands of Songs
STB
O Father God, You're Merciful
STB
We Bow Before You, O Great and Holy
STB
Blest Be God, Praised Forever
STB
Jesus, Jesus, How We Adore You
STB
The Great Thanksgiving
STB
O Jesus, We Would Praise You
STB
Sun and Moon and Stars Above
STB
Victory Be to the Father
STB
In the Beginning, God
STB