Informasi Lagu
175
Nomor
Kode
KJ 175
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
NR 56, KPJ 257, KK 237
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 5 bait
Penebusku disalib dalam nista dan sengsara. Putra Allah, hilangkah kuasaMu dan kemuliaanMu?
Penebusku disalib menghapuskan hukumanku, agar aku diberi anugerah, hidup oleh matiNya.
Penebusku disalib. Biar aku pun setia bagi Dia! Oleh kematianNya aku dibangkitkanNya.
Penebusku disalib. Apa pantas ku mengaduh disusahku? Dibandingkan salibNya, pikulanku ringanlah.
Penebusku disalib. Hidup-matiku, ya Tuhan, kuserahkan: dalam suka-dukaku ku tetap bersamaMu!
Slide Lirik 5 slide
Slide 1 — KJ 175 1
Slide 2 — KJ 175 2
Slide 3 — KJ 175 3
Slide 4 — KJ 175 4
Slide 5 — KJ 175 5
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 175
Sejarah Lagu
Lagu **"Penebusku Disalib"** (dalam bahasa Jerman asli berjudul ***"Meine Liebe hängt am Kreuz"***) adalah sebuah karya yang sangat mendalam dalam tradisi musik gereja Protestan. Untuk memahami kisah di baliknya, kita harus melihat dua tokoh yang terlibat: **Christian Friedrich Witt** (komponis melodi) dan **Johann Adolph Schlegel** (penulis lirik).

Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:

### 1. Konteks Zaman: Pietisme dan Fokus pada Penderitaan Kristus
Lagu ini lahir di era di mana teologi Kristen, khususnya di Jerman, sangat dipengaruhi oleh gerakan **Pietisme**. Gerakan ini menekankan hubungan pribadi yang emosional dan mendalam antara individu dengan Kristus. Fokus utamanya bukan sekadar doktrin yang kaku, melainkan perenungan terhadap penderitaan Yesus di kayu salib sebagai bukti kasih yang personal.

### 2. Johann Adolph Schlegel (Penulis Lirik)
Johann Adolph Schlegel (1721–1793) adalah seorang pendeta dan penyair Jerman yang juga merupakan ayah dari tokoh sastra terkenal, August Wilhelm dan Friedrich Schlegel.

* **Latar Belakang:** Schlegel hidup di masa transisi antara masa Pencerahan (Aufklärung) dan masa yang lebih emosional. Ia dikenal karena kemampuannya menulis lirik yang menggabungkan ketenangan teologis dengan kerendahan hati seorang percaya.
* **Makna Lirik:** Judul aslinya, *Meine Liebe hängt am Kreuz*, secara literal berarti "Cintaku tergantung di atas kayu salib." Kalimat ini adalah pernyataan iman yang provokatif sekaligus intim. Ini merujuk pada kenyataan bahwa pusat dari seluruh kasih sayang, pengharapan, dan hidup si penyair "tergantung" pada peristiwa penyaliban Yesus. Bagi Schlegel, kayu salib bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan tempat di mana kasih Allah secara nyata "dipajang" bagi dunia.

### 3. Christian Friedrich Witt (Komponis Melodi)
Christian Friedrich Witt (sekitar 1660–1716) adalah seorang organis dan komponis yang melayani di istana Gotha, Jerman.

* **Kontribusi:** Witt adalah tokoh penting dalam penyusunan buku nyanyian gereja (*hymnbook*) yang sangat berpengaruh pada zamannya, yaitu *Psalmodia Sacra* (1715).
* **Gaya Musik:** Musik Witt cenderung khidmat, sederhana, namun sangat fokus pada pendalaman emosi teks. Melodi yang ia ciptakan dirancang agar jemaat dapat merenungkan setiap kata yang dinyanyikan. Ia tidak membuat musik yang megah, melainkan musik yang bersifat kontemplatif (mengajak untuk diam dan merenung).

### 4. Kisah di Balik Penggabungan Karya
Sebenarnya, lirik karya Schlegel dan melodi karya Witt disatukan oleh sejarah penyuntingan buku nyanyian gereja di Jerman. Ketika lirik Schlegel yang puitis dan penuh gairah spiritual itu dipadukan dengan melodi Witt yang tenang, lagu ini menjadi sarana peribadatan yang sangat kuat selama masa **Masa Sengsara (Passio)** atau Pekan Suci.

Kisah di balik lagu ini adalah kisah tentang **"Dunia yang berpusat pada Salib"**:
* **Pengakuan Dosa:** Liriknya mengajak penyanyi untuk menyadari bahwa penderitaan Kristus adalah akibat dari dosa manusia.
* **Respon Kasih:** Alih-alih hanya merasa bersalah, lagu ini mengajak orang percaya untuk menanggapi kasih Kristus dengan cinta yang serupa—yaitu menggantungkan seluruh hidup mereka pada apa yang telah Kristus selesaikan di atas kayu salib.

### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Berkesan?
Lagu ini bertahan melintasi berabad-abad karena kejujurannya. Di saat dunia modern sering kali mengaburkan makna salib, lagu ini memberikan pengingat visual (melalui liriknya) bahwa iman Kristen berakar pada satu titik historis: **Yesus yang tergantung di kayu salib.**

Dalam tradisi gereja (termasuk di Indonesia, di mana lagu ini sering diterjemahkan sebagai *"Penebusku Disalib"*), lagu ini sering dinyanyikan dengan tempo lambat untuk menciptakan suasana sakral di mana jemaat diajak untuk membayangkan secara mental kasih Allah yang luar biasa besar tersebut.

**Kesimpulan:**
Lagu ini bukan sekadar komposisi musik, melainkan sebuah **ekspresi kerohanian pribadi**. Ini adalah pengakuan seorang manusia (Schlegel) yang diiringi oleh melodi yang khidmat (Witt), yang menyatakan bahwa seluruh arti hidupnya, arah cintanya, dan tujuan keselamatannya telah "digantungkan" di kayu salib tempat Yesus mati.