KK
'Ku Diberi Nyanyian Baru
I Have A Song That Jesus Gave Me
Informasi Lagu
101
Nomor
do=g
Nada Dasar
Kode
KK 101
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=g
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
108
Style
CountryShuffle, SlowFoxtrot
Pencipta Lagu
Elton Menno Roth
Pencipta Syair
I Have A Song That Jesus Gave Me, Elton Menno Roth, 1924
Penerjemah
Yamuger
Cross Ref.
NKB 21, KMM 128
Syair / Lirik
3 bait
Ku diberi nyanyian baru oleh Yesus, Tuhanku;
irama lagu paling mulia, kidung kasih yang merdu.
Reff
Hatiku bersukacitalah, bersukacitalah, bersukacitalah.
Hatiku bersukacitalah di dalam Yesus, Tuhanku.
Ku mengasihi Tuhan Yesus yang tersalib bagiku;
segala dosaku dihapus-Nya, hingga baru kidungku:
Reff
Hatiku bersukacitalah, bersukacitalah, bersukacitalah.
Hatiku bersukacitalah di dalam Yesus, Tuhanku.
Kumuliakan kasih Yesus dalam lagu yang merdu;
kelak malaikat dalam surga mengiringi kidungku:
Reff
Hatiku bersukacitalah, bersukacitalah, bersukacitalah.
Hatiku bersukacitalah di dalam Yesus, Tuhanku.
Syair: I Have A Song That Jesus Gave Me, Elton Menno Roth, 1924
terj. Yamuger, 1985, revisi, 2016,
refrein terj. Peng Hong Pouw, 1955
Lagu: Elton Menno Roth, 1924
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "Ku Diberi Nyanyian Baru" atau "I Have A Song That Jesus Gave Me" adalah salah satu himne yang sangat dicintai dan telah membawa sukacita bagi jutaan orang selama hampir satu abad. Kisah di baliknya, meskipun tidak melibatkan satu peristiwa dramatis yang sensasional, justru lebih merupakan cerminan dari kehidupan iman yang mendalam dan pelayanan yang tulus dari penciptanya, Elton Menno Roth.
**Latar Belakang Sang Komposer: Elton Menno Roth (1891-1959)**
Elton Menno Roth lahir di Waterloo County, Ontario, Kanada pada tahun 1891, dari keluarga dengan akar Mennonit yang kuat. Komunitas Mennonit dikenal karena penekanan mereka pada kehidupan yang sederhana, iman pribadi yang kuat, pacifisme, dan komunitas yang erat. Lingkungan inilah yang membentuk karakter dan spiritualitas Roth.
Sejak muda, Roth menunjukkan bakat dan minat yang besar dalam musik dan pelayanan rohani. Ia dididik dalam tradisi Mennonit dan tumbuh menjadi seorang pria yang berdedikasi tinggi pada imannya. Roth kemudian menjadi seorang pendeta terkemuka, evangelis, guru, dan editor musik. Ia adalah seorang yang aktif dalam komunitas gerejanya, melayani sebagai pastor di berbagai gereja Mennonit dan menjadi dosen di Goshen College, sebuah institusi pendidikan tinggi Mennonit terkemuka.
Sebagai seorang yang sangat bersemangat dalam menyebarkan Injil dan mengajar kebenaran Kristen, Roth menyadari kekuatan musik sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan rohani. Pada masa itu, awal abad ke-20, himne-himne baru sering menjadi jantung dari ibadah kebangunan rohani dan pertemuan-pertemuan gereja, membawa penghiburan, harapan, dan dorongan bagi umat percaya.
**Kelahiran "I Have A Song That Jesus Gave Me" (1924)**
Lagu "I Have A Song That Jesus Gave Me" ditulis oleh Elton Menno Roth pada tahun 1924. Berbeda dengan beberapa himne lain yang lahir dari tragedi pribadi yang mendalam atau pengalaman konversi yang dramatis, kisah di balik lagu ini lebih mencerminkan kehidupan iman yang konsisten, sukacita yang melimpah, dan hasrat untuk berbagi Injil yang telah menjadi bagian integral dari diri Roth.
Roth adalah seorang yang mengalami sukacita sejati dalam hubungannya dengan Yesus Kristus. Ia bukan hanya seorang teolog atau pengkhotbah, tetapi juga seorang yang secara pribadi merasakan transformasi dan damai sejahtera yang diberikan oleh iman. Lagu ini adalah buah dari pengalaman pribadinya akan keselamatan dan kegembiraan yang tak terlukiskan karena memiliki Yesus dalam hidupnya.
**Analisis Lirik dan Makna Mendalam:**
Lirik lagu ini sederhana namun sangat kuat, mencerminkan kejujuran hati Roth:
* **"I have a song that Jesus gave me, It was new when first I heard it sung; In a distant land, a land of sorrow and of sin, But now I'm marching to a fairer shore."**
* Baris pembuka ini menggambarkan pengalaman pertobatan dan kelahiran baru. "Nyanyian baru" adalah metafora untuk kehidupan baru dalam Kristus, sebuah sukacita dan damai yang sebelumnya tidak ada. Ini bukan sekadar lagu harfiah, melainkan kesaksian tentang perubahan hati. "Tanah dukacita dan dosa" merujuk pada kehidupan sebelum mengenal Kristus, sedangkan "pantai yang lebih adil" (fairer shore) adalah pengharapan surgawi dan kehidupan kekal.
* **"It tells of joy, a joy that banishes all gloom, And tells of peace, a peace that calms the storm; It tells of love, a love that never fails nor fades, And tells of Him Who died to set me free."**
* Ayat ini menguraikan berkat-berkat yang dibawa oleh "nyanyian baru" ini: sukacita yang mengusir kegelapan, damai yang menenangkan badai kehidupan, dan kasih Kristus yang tak berkesudahan. Inti dari nyanyian ini adalah penebusan melalui kematian Yesus Kristus yang membebaskan jiwa dari belenggu dosa.
* **"No longer walk I in the shades of night, No longer burdened by my heavy load; For Christ has come and filled my life with light, And now I'm singing on the homeward road."**
* Ayat ketiga ini menyatakan kebebasan dari kegelapan dosa dan beban kehidupan. Kristus adalah terang yang menerangi jalan, dan kini, dengan sukacita, penyanyi (orang percaya) berjalan di "jalan pulang" menuju rumah kekal bersama Tuhan.
* **"So I will sing, and shout His praises loud, To Him who made me whole and gave me life; And I will tell the story to the waiting crowd, And lead them to the Savior, Jesus Christ."**
* Ini adalah bagian kesaksian dan misi. Dengan nyanyian ini, orang percaya ingin memuji Tuhan dan menceritakan kisah keselamatannya kepada orang lain, mengajak mereka untuk juga menemukan keselamatan dalam Yesus Kristus.
**Dampak dan Warisan Lagu:**
Sejak diciptakan pada tahun 1924, "I Have A Song That Jesus Gave Me" segera meraih popularitas, terutama di kalangan gereja-gereja Injili dan Mennonit. Lagu ini dimasukkan ke dalam berbagai buku himne dan menjadi lagu favorit dalam ibadah kebangunan rohani, pertemuan pemuda, dan ibadah Minggu.
* **Kesederhanaan dan Kejelasan:** Salah satu alasan utama popularitasnya adalah kesederhanaan melodi dan kejelasan pesannya. Lagu ini mudah dinyanyikan dan liriknya langsung menyentuh hati, mengungkapkan pengalaman iman yang dapat diidentifikasi oleh banyak orang.
* **Pesan Universal:** Pesan tentang sukacita, damai, dan pembebasan dari dosa melalui Yesus Kristus adalah tema universal dalam Kekristenan. Lagu ini tidak terikat pada satu denominasi atau latar belakang teologis tertentu, sehingga dapat diterima secara luas.
* **Dorongan untuk Bersaksi:** Lagu ini menginspirasi umat percaya untuk tidak hanya merasakan sukacita secara pribadi tetapi juga untuk membagikannya kepada orang lain, menjadikannya lagu yang kuat untuk evangelisasi dan kesaksian.
Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul "Ku Diberi Nyanyian Baru" dan sering dinyanyikan di berbagai gereja Protestan dan Injili. Terjemahan yang akurat dan melodi yang akrab membuatnya menjadi bagian tak terpisahkan dari perbendaharaan lagu rohani di tanah air.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "Ku Diberi Nyanyian Baru" bukanlah tentang suatu peristiwa tunggal yang heroik, melainkan tentang kehidupan yang berakar dalam iman, sukacita yang melimpah dari hubungan pribadi dengan Kristus, dan hasrat tulus seorang hamba Tuhan untuk membagikan kebenaran tersebut melalui musik. Elton Menno Roth, melalui himne yang abadi ini, telah meninggalkan warisan rohani yang terus menginspirasi, menghibur, dan memimpin jiwa-jiwa kepada Sang Penebus, Yesus Kristus. Lagu ini adalah bukti bahwa kesaksian yang paling tulus seringkali datang dari hati yang paling sederhana dan penuh iman.
**Latar Belakang Sang Komposer: Elton Menno Roth (1891-1959)**
Elton Menno Roth lahir di Waterloo County, Ontario, Kanada pada tahun 1891, dari keluarga dengan akar Mennonit yang kuat. Komunitas Mennonit dikenal karena penekanan mereka pada kehidupan yang sederhana, iman pribadi yang kuat, pacifisme, dan komunitas yang erat. Lingkungan inilah yang membentuk karakter dan spiritualitas Roth.
Sejak muda, Roth menunjukkan bakat dan minat yang besar dalam musik dan pelayanan rohani. Ia dididik dalam tradisi Mennonit dan tumbuh menjadi seorang pria yang berdedikasi tinggi pada imannya. Roth kemudian menjadi seorang pendeta terkemuka, evangelis, guru, dan editor musik. Ia adalah seorang yang aktif dalam komunitas gerejanya, melayani sebagai pastor di berbagai gereja Mennonit dan menjadi dosen di Goshen College, sebuah institusi pendidikan tinggi Mennonit terkemuka.
Sebagai seorang yang sangat bersemangat dalam menyebarkan Injil dan mengajar kebenaran Kristen, Roth menyadari kekuatan musik sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan rohani. Pada masa itu, awal abad ke-20, himne-himne baru sering menjadi jantung dari ibadah kebangunan rohani dan pertemuan-pertemuan gereja, membawa penghiburan, harapan, dan dorongan bagi umat percaya.
**Kelahiran "I Have A Song That Jesus Gave Me" (1924)**
Lagu "I Have A Song That Jesus Gave Me" ditulis oleh Elton Menno Roth pada tahun 1924. Berbeda dengan beberapa himne lain yang lahir dari tragedi pribadi yang mendalam atau pengalaman konversi yang dramatis, kisah di balik lagu ini lebih mencerminkan kehidupan iman yang konsisten, sukacita yang melimpah, dan hasrat untuk berbagi Injil yang telah menjadi bagian integral dari diri Roth.
Roth adalah seorang yang mengalami sukacita sejati dalam hubungannya dengan Yesus Kristus. Ia bukan hanya seorang teolog atau pengkhotbah, tetapi juga seorang yang secara pribadi merasakan transformasi dan damai sejahtera yang diberikan oleh iman. Lagu ini adalah buah dari pengalaman pribadinya akan keselamatan dan kegembiraan yang tak terlukiskan karena memiliki Yesus dalam hidupnya.
**Analisis Lirik dan Makna Mendalam:**
Lirik lagu ini sederhana namun sangat kuat, mencerminkan kejujuran hati Roth:
* **"I have a song that Jesus gave me, It was new when first I heard it sung; In a distant land, a land of sorrow and of sin, But now I'm marching to a fairer shore."**
* Baris pembuka ini menggambarkan pengalaman pertobatan dan kelahiran baru. "Nyanyian baru" adalah metafora untuk kehidupan baru dalam Kristus, sebuah sukacita dan damai yang sebelumnya tidak ada. Ini bukan sekadar lagu harfiah, melainkan kesaksian tentang perubahan hati. "Tanah dukacita dan dosa" merujuk pada kehidupan sebelum mengenal Kristus, sedangkan "pantai yang lebih adil" (fairer shore) adalah pengharapan surgawi dan kehidupan kekal.
* **"It tells of joy, a joy that banishes all gloom, And tells of peace, a peace that calms the storm; It tells of love, a love that never fails nor fades, And tells of Him Who died to set me free."**
* Ayat ini menguraikan berkat-berkat yang dibawa oleh "nyanyian baru" ini: sukacita yang mengusir kegelapan, damai yang menenangkan badai kehidupan, dan kasih Kristus yang tak berkesudahan. Inti dari nyanyian ini adalah penebusan melalui kematian Yesus Kristus yang membebaskan jiwa dari belenggu dosa.
* **"No longer walk I in the shades of night, No longer burdened by my heavy load; For Christ has come and filled my life with light, And now I'm singing on the homeward road."**
* Ayat ketiga ini menyatakan kebebasan dari kegelapan dosa dan beban kehidupan. Kristus adalah terang yang menerangi jalan, dan kini, dengan sukacita, penyanyi (orang percaya) berjalan di "jalan pulang" menuju rumah kekal bersama Tuhan.
* **"So I will sing, and shout His praises loud, To Him who made me whole and gave me life; And I will tell the story to the waiting crowd, And lead them to the Savior, Jesus Christ."**
* Ini adalah bagian kesaksian dan misi. Dengan nyanyian ini, orang percaya ingin memuji Tuhan dan menceritakan kisah keselamatannya kepada orang lain, mengajak mereka untuk juga menemukan keselamatan dalam Yesus Kristus.
**Dampak dan Warisan Lagu:**
Sejak diciptakan pada tahun 1924, "I Have A Song That Jesus Gave Me" segera meraih popularitas, terutama di kalangan gereja-gereja Injili dan Mennonit. Lagu ini dimasukkan ke dalam berbagai buku himne dan menjadi lagu favorit dalam ibadah kebangunan rohani, pertemuan pemuda, dan ibadah Minggu.
* **Kesederhanaan dan Kejelasan:** Salah satu alasan utama popularitasnya adalah kesederhanaan melodi dan kejelasan pesannya. Lagu ini mudah dinyanyikan dan liriknya langsung menyentuh hati, mengungkapkan pengalaman iman yang dapat diidentifikasi oleh banyak orang.
* **Pesan Universal:** Pesan tentang sukacita, damai, dan pembebasan dari dosa melalui Yesus Kristus adalah tema universal dalam Kekristenan. Lagu ini tidak terikat pada satu denominasi atau latar belakang teologis tertentu, sehingga dapat diterima secara luas.
* **Dorongan untuk Bersaksi:** Lagu ini menginspirasi umat percaya untuk tidak hanya merasakan sukacita secara pribadi tetapi juga untuk membagikannya kepada orang lain, menjadikannya lagu yang kuat untuk evangelisasi dan kesaksian.
Di Indonesia, lagu ini dikenal luas dengan judul "Ku Diberi Nyanyian Baru" dan sering dinyanyikan di berbagai gereja Protestan dan Injili. Terjemahan yang akurat dan melodi yang akrab membuatnya menjadi bagian tak terpisahkan dari perbendaharaan lagu rohani di tanah air.
**Kesimpulan:**
Kisah di balik "Ku Diberi Nyanyian Baru" bukanlah tentang suatu peristiwa tunggal yang heroik, melainkan tentang kehidupan yang berakar dalam iman, sukacita yang melimpah dari hubungan pribadi dengan Kristus, dan hasrat tulus seorang hamba Tuhan untuk membagikan kebenaran tersebut melalui musik. Elton Menno Roth, melalui himne yang abadi ini, telah meninggalkan warisan rohani yang terus menginspirasi, menghibur, dan memimpin jiwa-jiwa kepada Sang Penebus, Yesus Kristus. Lagu ini adalah bukti bahwa kesaksian yang paling tulus seringkali datang dari hati yang paling sederhana dan penuh iman.