KK
Ajaib Benar Anugerah
Amazing Grace
Informasi Lagu
95
Nomor
do=g
Nada Dasar
Kode
KK 95
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=g
Ketukan
3/4 ketuk
Metronom
92
Jumlah Bait
6 bait
Style
AmazingGospel. MonDieu
Pencipta Lagu
Amerika
Pencipta Syair
John Newton (1779)
Penerjemah
Yamuger (1978)
Cross Ref.
KJ 40 , KC 242 , KMM 117, KPJ 92, BLP 341
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
6 bait
Ajaib benar anugerah pembaru hidupku!
Ku hilang, buta, bercela; olehnya ku sembuh.
Ketika insaf, ku cemas, sekarang ku lega!
Syukur, bebanku tlah lepas berkat anugerah!
Di jurang yang penuh jerat terancam jiwaku;
anugrah kupegang erat dan aman pulangku.
Kudapat janji yang teguh, kuharap sabda-Nya
dan Tuhan perisaiku tetap selamanya.
Kendati nanti ragaku terkubur dan lenyap,
pada-Nya aku berteduh bahagia tetap.
Meski selaksa tahun lenyap di surga mulia,
rasanya baru sekejap memuji nama-Nya!
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Amazing Grace"** (Ajaib Benar Anugerah) adalah salah satu transformasi hidup yang paling dramatis dalam sejarah musik rohani. Lagu ini bukan sekadar melodi indah, melainkan autobiografi spiritual dari seorang pria yang dulunya sangat kejam.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Masa Lalu yang Kelam: John Newton
John Newton (lahir 1725 di London) tumbuh dalam keluarga yang religius, namun ibunya meninggal saat ia berusia tujuh tahun. Setelah ibunya tiada, ia menjadi pria yang liar, kasar, dan pemberontak.
Pada masa mudanya, Newton dipaksa masuk ke Angkatan Laut Kerajaan Inggris, namun ia melarikan diri dan akhirnya terjun ke dalam perdagangan budak transatlantik. Selama bertahun-tahun, Newton bekerja sebagai kapten kapal budak. Ia dikenal sebagai kapten yang sangat kejam dan tidak memiliki belas kasihan terhadap budak-budak Afrika yang ia bawa dalam kondisi memprihatinkan melintasi Samudra Atlantik.
### 2. Momen Pertobatan: Badai di Laut
Titik balik hidupnya terjadi pada **21 Maret 1748**. Saat itu, Newton sedang berlayar di kapal *Greyhound*. Kapal tersebut diterjang badai dahsyat di lepas pantai Irlandia. Kapal itu hampir tenggelam dan rusak parah.
Dalam ketakutan akan kematian, Newton yang selama ini menghina agama, tiba-tiba berseru kepada Tuhan, *"Jika ini benar-benar ada, Tuhan, kasihanilah aku!"*
Newton selamat dari badai tersebut. Meskipun ia tidak langsung menjadi orang suci saat itu juga, momen ini memulai proses pertobatan panjang dalam hidupnya. Ia mulai mempelajari Alkitab dan perlahan meninggalkan perdagangan budak.
### 3. Menjadi Pendeta dan Penulis Lagu
Setelah meninggalkan perdagangan budak, Newton belajar teologi dan akhirnya ditahbiskan menjadi pendeta di Gereja Inggris pada tahun 1764 di sebuah desa kecil bernama Olney, Buckinghamshire.
Selama menjabat sebagai pendeta, ia sering menulis puisi atau lagu untuk melengkapi khotbah-khotbahnya. Pada tahun **1773**, ia menulis lirik yang kita kenal sekarang sebagai "Amazing Grace". Lirik ini ditulis sebagai refleksi atas pengalamannya:
* *"Amazing grace! (how sweet the sound) that sav'd a wretch like me!"* (Anugerah yang ajaib, betapa manis suaranya, yang menyelamatkan orang celaka sepertiku).
### 4. Makna di Balik Liriknya
Setiap bait dalam lagu ini memiliki arti mendalam:
* **"Wretch like me" (Orang celaka seperti saya):** Newton secara sadar mengakui kekejaman masa lalunya, terutama keterlibatannya dalam perdagangan budak yang ia sesali seumur hidup.
* **"Was blind, but now I see" (Dulu buta, kini melihat):** Ini merujuk pada matanya yang secara rohani terbuka untuk melihat kasih Tuhan setelah bertahun-tahun hidup dalam kegelapan moral.
### 5. Dampak dan Warisan
Menariknya, lagu ini awalnya tidak langsung meledak di Inggris. Lagu ini justru menjadi sangat populer di Amerika Serikat pada abad ke-19 selama masa kebangunan rohani *Second Great Awakening*.
Secara historis, "Amazing Grace" menjadi lagu yang sangat penting dalam gerakan penghapusan perbudakan (*Abolitionist Movement*). Di masa tuanya, John Newton menjadi sahabat karib William Wilberforce (tokoh yang memperjuangkan penghapusan perbudakan di Inggris). Newton memberikan dukungan moral dan kesaksian tentang kekejaman perdagangan budak kepada Parlemen Inggris, yang pada akhirnya membantu penghapusan perdagangan budak di Kekaisaran Inggris pada tahun 1807, tepat setahun sebelum Newton meninggal.
### Kesimpulan
Lagu "Amazing Grace" bukan sekadar lagu pujian biasa. Ia adalah pernyataan penyesalan dan syukur dari seorang pria yang pernah berada di titik terendah kemanusiaan—seorang pedagang manusia—yang akhirnya menemukan pengampunan.
Hingga hari ini, lagu ini dinyanyikan di seluruh dunia, dalam upacara duka maupun perayaan, sebagai simbol harapan bahwa tidak ada manusia yang terlalu jauh dari jangkauan anugerah Tuhan.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Masa Lalu yang Kelam: John Newton
John Newton (lahir 1725 di London) tumbuh dalam keluarga yang religius, namun ibunya meninggal saat ia berusia tujuh tahun. Setelah ibunya tiada, ia menjadi pria yang liar, kasar, dan pemberontak.
Pada masa mudanya, Newton dipaksa masuk ke Angkatan Laut Kerajaan Inggris, namun ia melarikan diri dan akhirnya terjun ke dalam perdagangan budak transatlantik. Selama bertahun-tahun, Newton bekerja sebagai kapten kapal budak. Ia dikenal sebagai kapten yang sangat kejam dan tidak memiliki belas kasihan terhadap budak-budak Afrika yang ia bawa dalam kondisi memprihatinkan melintasi Samudra Atlantik.
### 2. Momen Pertobatan: Badai di Laut
Titik balik hidupnya terjadi pada **21 Maret 1748**. Saat itu, Newton sedang berlayar di kapal *Greyhound*. Kapal tersebut diterjang badai dahsyat di lepas pantai Irlandia. Kapal itu hampir tenggelam dan rusak parah.
Dalam ketakutan akan kematian, Newton yang selama ini menghina agama, tiba-tiba berseru kepada Tuhan, *"Jika ini benar-benar ada, Tuhan, kasihanilah aku!"*
Newton selamat dari badai tersebut. Meskipun ia tidak langsung menjadi orang suci saat itu juga, momen ini memulai proses pertobatan panjang dalam hidupnya. Ia mulai mempelajari Alkitab dan perlahan meninggalkan perdagangan budak.
### 3. Menjadi Pendeta dan Penulis Lagu
Setelah meninggalkan perdagangan budak, Newton belajar teologi dan akhirnya ditahbiskan menjadi pendeta di Gereja Inggris pada tahun 1764 di sebuah desa kecil bernama Olney, Buckinghamshire.
Selama menjabat sebagai pendeta, ia sering menulis puisi atau lagu untuk melengkapi khotbah-khotbahnya. Pada tahun **1773**, ia menulis lirik yang kita kenal sekarang sebagai "Amazing Grace". Lirik ini ditulis sebagai refleksi atas pengalamannya:
* *"Amazing grace! (how sweet the sound) that sav'd a wretch like me!"* (Anugerah yang ajaib, betapa manis suaranya, yang menyelamatkan orang celaka sepertiku).
### 4. Makna di Balik Liriknya
Setiap bait dalam lagu ini memiliki arti mendalam:
* **"Wretch like me" (Orang celaka seperti saya):** Newton secara sadar mengakui kekejaman masa lalunya, terutama keterlibatannya dalam perdagangan budak yang ia sesali seumur hidup.
* **"Was blind, but now I see" (Dulu buta, kini melihat):** Ini merujuk pada matanya yang secara rohani terbuka untuk melihat kasih Tuhan setelah bertahun-tahun hidup dalam kegelapan moral.
### 5. Dampak dan Warisan
Menariknya, lagu ini awalnya tidak langsung meledak di Inggris. Lagu ini justru menjadi sangat populer di Amerika Serikat pada abad ke-19 selama masa kebangunan rohani *Second Great Awakening*.
Secara historis, "Amazing Grace" menjadi lagu yang sangat penting dalam gerakan penghapusan perbudakan (*Abolitionist Movement*). Di masa tuanya, John Newton menjadi sahabat karib William Wilberforce (tokoh yang memperjuangkan penghapusan perbudakan di Inggris). Newton memberikan dukungan moral dan kesaksian tentang kekejaman perdagangan budak kepada Parlemen Inggris, yang pada akhirnya membantu penghapusan perdagangan budak di Kekaisaran Inggris pada tahun 1807, tepat setahun sebelum Newton meninggal.
### Kesimpulan
Lagu "Amazing Grace" bukan sekadar lagu pujian biasa. Ia adalah pernyataan penyesalan dan syukur dari seorang pria yang pernah berada di titik terendah kemanusiaan—seorang pedagang manusia—yang akhirnya menemukan pengampunan.
Hingga hari ini, lagu ini dinyanyikan di seluruh dunia, dalam upacara duka maupun perayaan, sebagai simbol harapan bahwa tidak ada manusia yang terlalu jauh dari jangkauan anugerah Tuhan.
Cross Reference
KJ 40 , KC 242 , KMM 117, KPJ 92, BLP 341
Ajaib Benar Anugerah
BLP
Ajaib Benar Anugerah
KC
Ajaib Benar Anugerah
KJ
Ajaib Benar Anugerah
KMM
Sestu Agung Sihe Gusti
KPJ
Sama Tema
Berita Anugerah Pengampunan