KPKA
Etuking Karahayon
Informasi Lagu
263
Nomor
Kode
KPKA 263
Buku
Kidung Pasamuwan Kristen Anyar
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 35, KK 242, KP 12, KPK 76, KPS 118
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Wonten rah kang suci mancur neng ardi Golgota
nggih rahipun Gusti Yesus kang ngicalken dosa
kang ngicalken dosa kang ngicalken dosa
nggih rahipun Gusti Yesus kang ngicalken dosa.
Wonten rah kang suci mili neng Golgota ardi,
rahing Putranipun Allah sung gesang slaminya,
sung gesang slaminya sung gesang slaminya,
rahing Putranipun Allah sung gesang slaminya.
Mblabar rah Suci tan dosa ing salibing laknat,
rahing kurban kang sampurna ngluberken sih rahmat,
ngluberken sih rahmat ngluberken sih rahmat
rahing kurban kang sampurna ngluberken sih rahmat.
Wonten rah kang suci wutah ing salib kang nistha,
rahing kurban kang sejati kang nuntun mring swargi,
kang nuntun mring swargi kang nuntun mring swargi,
rahing kurban kang sejati kang nuntun mring swargi.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"There Is a Fountain Filled with Blood"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai **"Wonten Darah Suci Mancur"**) adalah salah satu kisah yang paling mengharukan dan dramatis dalam sejarah musik rohani Kristen. Lagu ini lahir dari pergumulan jiwa yang sangat dalam dari penulisnya, **William Cowper**.
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis: William Cowper (1731–1800)
William Cowper adalah seorang penyair Inggris yang sangat berbakat, namun ia memiliki kehidupan yang tragis. Sejak kecil, ia menderita depresi klinis yang parah. Sepanjang hidupnya, ia berkali-kali mencoba bunuh diri karena merasa bahwa Tuhan telah meninggalkannya dan bahwa ia adalah orang berdosa yang tidak mungkin diampuni (ia merasa dirinya adalah "orang terkutuk").
### 2. Latar Belakang Penulisan Lagu
Pada tahun 1771, saat Cowper tinggal di Olney, Inggris, ia mengalami masa depresi yang sangat berat. Kondisi mentalnya memburuk hingga ia merasa benar-benar putus asa.
Dalam momen kegelapan yang pekat itu, Cowper teringat akan janji pengampunan Tuhan melalui darah Kristus. Ia menulis lirik lagu ini (awalnya berjudul *"Praise for the Fountain Opened"*) sebagai bentuk pengakuan imannya bahwa meskipun ia merasa sangat kotor dan berdosa, **darah Yesus Kristus lebih dari cukup untuk menyucikan jiwanya.**
Lagu ini adalah "perang" mentalnya. Ia menulis lirik ini untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa meskipun ia merasa tidak layak, kasih karunia Tuhan melalui pengorbanan di kayu salib tersedia bagi siapa saja yang mau percaya.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini menggunakan metafora yang sangat kuat:
* **"Fountain filled with blood" (Air mancur yang penuh dengan darah):** Mengacu pada pengorbanan Yesus di kayu salib. Bagi Cowper, ini bukan sekadar metafora, melainkan satu-satunya "obat" bagi jiwanya yang sakit dan merasa bersalah.
* **"Drawn from Emmanuel’s veins" (Ditarik dari urat nadi Immanuel):** Menegaskan bahwa penebusan itu datang langsung dari Tuhan sendiri yang menjadi manusia.
* **"And sinners plunged beneath that flood lose all their guilty stains" (Dan orang berdosa yang membenamkan diri di dalam banjir itu kehilangan semua noda dosanya):** Bagian ini sangat pribadi bagi Cowper. Ia merasa noda dosa di jiwanya sangat pekat, sehingga ia membutuhkan "banjir" atau "air mancur" besar untuk menghapusnya.
### 4. Komposisi Musik (Lowell Mason)
Meskipun liriknya ditulis oleh William Cowper pada tahun 1771, melodi yang kita kenal sekarang (sering disebut sebagai nada *CLEANSING FOUNTAIN*) dikaitkan dengan **Lowell Mason**, seorang komponis Amerika yang sangat berpengaruh dalam musik gereja pada abad ke-19.
Mason mengadaptasi melodi yang sesuai dengan lirik yang mendalam ini. Melodi yang tenang, kontemplatif, dan bersifat mengajak pendengar untuk merenungkan pengorbanan Yesus, sangat serasi dengan nada melankolis namun penuh pengharapan dari puisi Cowper.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada dua alasan mengapa lagu ini tetap abadi:
1. **Kejujuran Emosional:** Lagu ini tidak mencoba menutupi realitas rasa sakit manusia. Cowper menulisnya dari "lembah bayang-bayang maut". Banyak orang yang merasa depresi atau merasa tidak layak di hadapan Tuhan merasa sangat terhubung dengan lagu ini.
2. **Fokus pada Anugerah:** Lagu ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan hasil dari apa yang telah dilakukan Yesus (darah yang tercurah).
### Versi Bahasa Jawa (Wonten Darah Suci Mancur)
Dalam tradisi gereja di Indonesia, khususnya di Jawa, lagu ini menjadi sangat populer. Penggunaan kata *"Wonten"* (ada) memberikan kesan penegasan bahwa pengampunan itu nyata dan tersedia sekarang juga. Bagi jemaat di Jawa, melodi ini sering dimainkan dengan sangat khidmat, terutama dalam ibadah Perjamuan Kudus atau masa Pra-Paskah, untuk merenungkan penderitaan Kristus bagi manusia yang berdosa.
**Kesimpulan:**
Lagu ini adalah doa seorang pria yang hampir hancur oleh rasa bersalah, yang akhirnya menemukan kedamaian dengan memandang salib Kristus. Bagi William Cowper, "Air Mancur Darah" itu adalah satu-satunya tempat pelarian dari kegelapan jiwanya sendiri.
Berikut adalah detail kisahnya:
### 1. Penulis: William Cowper (1731–1800)
William Cowper adalah seorang penyair Inggris yang sangat berbakat, namun ia memiliki kehidupan yang tragis. Sejak kecil, ia menderita depresi klinis yang parah. Sepanjang hidupnya, ia berkali-kali mencoba bunuh diri karena merasa bahwa Tuhan telah meninggalkannya dan bahwa ia adalah orang berdosa yang tidak mungkin diampuni (ia merasa dirinya adalah "orang terkutuk").
### 2. Latar Belakang Penulisan Lagu
Pada tahun 1771, saat Cowper tinggal di Olney, Inggris, ia mengalami masa depresi yang sangat berat. Kondisi mentalnya memburuk hingga ia merasa benar-benar putus asa.
Dalam momen kegelapan yang pekat itu, Cowper teringat akan janji pengampunan Tuhan melalui darah Kristus. Ia menulis lirik lagu ini (awalnya berjudul *"Praise for the Fountain Opened"*) sebagai bentuk pengakuan imannya bahwa meskipun ia merasa sangat kotor dan berdosa, **darah Yesus Kristus lebih dari cukup untuk menyucikan jiwanya.**
Lagu ini adalah "perang" mentalnya. Ia menulis lirik ini untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa meskipun ia merasa tidak layak, kasih karunia Tuhan melalui pengorbanan di kayu salib tersedia bagi siapa saja yang mau percaya.
### 3. Makna Lirik
Lirik lagu ini menggunakan metafora yang sangat kuat:
* **"Fountain filled with blood" (Air mancur yang penuh dengan darah):** Mengacu pada pengorbanan Yesus di kayu salib. Bagi Cowper, ini bukan sekadar metafora, melainkan satu-satunya "obat" bagi jiwanya yang sakit dan merasa bersalah.
* **"Drawn from Emmanuel’s veins" (Ditarik dari urat nadi Immanuel):** Menegaskan bahwa penebusan itu datang langsung dari Tuhan sendiri yang menjadi manusia.
* **"And sinners plunged beneath that flood lose all their guilty stains" (Dan orang berdosa yang membenamkan diri di dalam banjir itu kehilangan semua noda dosanya):** Bagian ini sangat pribadi bagi Cowper. Ia merasa noda dosa di jiwanya sangat pekat, sehingga ia membutuhkan "banjir" atau "air mancur" besar untuk menghapusnya.
### 4. Komposisi Musik (Lowell Mason)
Meskipun liriknya ditulis oleh William Cowper pada tahun 1771, melodi yang kita kenal sekarang (sering disebut sebagai nada *CLEANSING FOUNTAIN*) dikaitkan dengan **Lowell Mason**, seorang komponis Amerika yang sangat berpengaruh dalam musik gereja pada abad ke-19.
Mason mengadaptasi melodi yang sesuai dengan lirik yang mendalam ini. Melodi yang tenang, kontemplatif, dan bersifat mengajak pendengar untuk merenungkan pengorbanan Yesus, sangat serasi dengan nada melankolis namun penuh pengharapan dari puisi Cowper.
### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Penting?
Ada dua alasan mengapa lagu ini tetap abadi:
1. **Kejujuran Emosional:** Lagu ini tidak mencoba menutupi realitas rasa sakit manusia. Cowper menulisnya dari "lembah bayang-bayang maut". Banyak orang yang merasa depresi atau merasa tidak layak di hadapan Tuhan merasa sangat terhubung dengan lagu ini.
2. **Fokus pada Anugerah:** Lagu ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan hasil dari apa yang telah dilakukan Yesus (darah yang tercurah).
### Versi Bahasa Jawa (Wonten Darah Suci Mancur)
Dalam tradisi gereja di Indonesia, khususnya di Jawa, lagu ini menjadi sangat populer. Penggunaan kata *"Wonten"* (ada) memberikan kesan penegasan bahwa pengampunan itu nyata dan tersedia sekarang juga. Bagi jemaat di Jawa, melodi ini sering dimainkan dengan sangat khidmat, terutama dalam ibadah Perjamuan Kudus atau masa Pra-Paskah, untuk merenungkan penderitaan Kristus bagi manusia yang berdosa.
**Kesimpulan:**
Lagu ini adalah doa seorang pria yang hampir hancur oleh rasa bersalah, yang akhirnya menemukan kedamaian dengan memandang salib Kristus. Bagi William Cowper, "Air Mancur Darah" itu adalah satu-satunya tempat pelarian dari kegelapan jiwanya sendiri.
Cross Reference
KJ 35, KK 242, KP 12, KPK 76, KPS 118
Tercurah Darah Tuhanku
KJ
Tercurah Darah Tuhanku
KK
Wenten Rah Suci Mamuncrat
KP
Etuking Karahayon
KPK
Tertumpah darah Penebus
KPS
Sama Tema
Paskah
Sangsaranipun Gusti
KPKA
Pamuji Ing Jumat Agung
KPKA
Sangsaraning Gusti
KPKA
Gusti Yesus Sinalib
KPKA
Kapotangan Kula Dhateng Gusti
KPKA
Yesus Abdining Sang Yehuwah
KPKA
Lelabetanipun Gusti
KPKA
Neng Getsemane
KPKA
Yesus Yekti Pamarta
KPKA
Sang Kristus Manungsa Sampurna
KPKA
Mandeng Yesus Kang Kasalib
KPKA
Ing Golgota
KPKA
Kemenanganing Tresna
KPKA
Rahe Gusti Panebus Yekti
KPKA
Sang Kristus Gusti
KPKA
Tinebus Babar Pisan
KPKA
Panglipur Kang Sejati
KPKA
Mandeng Salib
KPKA
Salibing Sang Pamarta
KPKA
Sihe Allah
KPKA
Wungunipun Gusti
KPKA
Wungunipun Gusti Panglipur Kula
KPKA
Pamarta Kula Agesang
KPKA
Gusti Sampun Wungu
KPKA
Ananging Gusti Wus Wungu
KPKA
Sang Kristus Wungu Jumeneng Ratu
KPKA
Gusti Wus Wungu
KPKA
Kaluwaran
KPKA
Punapa Dosanipun Gusti Yesus
KPKA
Yesus, Gusti Wungu Sing Pati
KPKA
Mulada Kayuning Laknat
KPKA
Gusti Netepi Janji
KPKA
Kristus Sang Pamarta, Sinalib
KPKA