MK
Di malam sunyi bergema
It came upon a midnight clear
Informasi Lagu
40
Nomor
Kode
MK 40
Buku
Malam Kudus
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 96, KK 168
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"It Came Upon a Midnight Clear"** (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"Di Malam Sunyi Bergema"**) adalah salah satu lagu Natal yang paling puitis dan bermakna mendalam. Kisah di balik lagu ini sangat menarik karena ia lahir bukan dari suasana sukacita yang meluap-luap, melainkan dari pergumulan batin sang penulis mengenai kondisi dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis: Edmund Hamilton Sears
Lagu ini ditulis oleh **Edmund Hamilton Sears**, seorang pendeta Unitarian di Wayland, Massachusetts, Amerika Serikat. Sears menulis puisi ini pada tahun **1849**.
Penting untuk dipahami bahwa Sears adalah seorang pemikir yang sangat peduli pada isu sosial. Pada tahun 1849, dunia sedang mengalami banyak pergolakan:
* **Perang:** Perang Meksiko-Amerika baru saja berakhir.
* **Ketegangan Politik:** Amerika Serikat sedang berada di ambang perang saudara karena isu perbudakan yang memanas.
* **Revolusi di Eropa:** Terjadi berbagai pemberontakan di seluruh Eropa yang mengakibatkan banyak pertumpahan darah.
### 2. Pesan di Balik Lirik
Sears merasa bahwa dunia telah kehilangan pesan damai dari Natal. Meskipun dunia merayakan kelahiran Yesus sebagai "Raja Damai", kenyataannya manusia terus terjebak dalam perang, kebencian, dan keserakahan.
Dalam lirik aslinya, Sears menekankan bahwa lagu malaikat itu sebenarnya sudah bergema selama berabad-abad, namun **telinga manusia terlalu bising dengan suara senjata dan egoisme** sehingga mereka tidak mampu mendengarnya.
Salah satu bait yang sangat kuat (yang sering kali dilewati dalam versi modern) berbunyi:
> *"O ye, beneath life's crushing load, whose forms are bending low... Look up, for glad and golden hours come swiftly on the wing."*
Sears ingin memberikan harapan bagi orang-orang yang lelah karena penindasan, kerja keras, dan penderitaan hidup, bahwa kedamaian sejati yang dibawa Kristus akan segera datang.
### 3. Musik: Richard Storrs Willis
Puisi Sears kemudian menarik perhatian **Richard Storrs Willis**, seorang komposer dan kritikus musik. Pada tahun **1850**, Willis menciptakan melodi yang kita kenal sekarang, yang diberi nama *"Carol"*.
Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang bernada riang dan penuh lonceng (seperti *Jingle Bells*), melodi Willis cenderung lebih tenang, kontemplatif, dan memiliki kedalaman emosional. Harmoni ini sangat cocok dengan nuansa "malam sunyi" yang digambarkan Sears.
### 4. Makna yang Relevan Sepanjang Masa
Yang membuat lagu ini begitu istimewa adalah keberaniannya untuk menyinggung kondisi dunia. Jika lagu Natal lain fokus pada palungan, gembala, atau bintang, *Di Malam Sunyi Bergema* justru berbicara tentang:
* **Penderitaan manusia:** Lagu ini mengakui bahwa hidup itu berat ("life's crushing load").
* **Harapan untuk perdamaian dunia:** Lagu ini adalah doa agar peperangan berhenti dan kasih menggantikan kebencian.
* **Kerinduan akan keadilan:** Fokusnya bukan hanya pada "bayi di palungan", tetapi pada "pesan damai" yang harus dipraktikkan di bumi.
### 5. Fakta Menarik: "Gencatan Senjata Natal"
Salah satu momen paling ikonik dalam sejarah lagu ini terjadi saat **Perang Dunia I pada tahun 1914**. Di tengah "Gencatan Senjata Natal" yang terkenal itu, para tentara yang berada di parit-parit yang berseberangan secara spontan berhenti menembak. Di tengah kesunyian malam yang mencekam di antara garis depan pertempuran, lagu ini—dengan pesannya tentang "damai di bumi"—dinyanyikan oleh tentara di kedua belah pihak sebagai pengingat akan kemanusiaan mereka di tengah perang yang kejam.
### Kesimpulan
Saat kita menyanyikan *"Di Malam Sunyi Bergema"*, kita sebenarnya sedang diingatkan bahwa Natal bukan sekadar perayaan pesta, melainkan sebuah **protes terhadap kebencian**. Lagu ini adalah sebuah ajakan untuk berhenti sejenak dari kebisingan dunia, mendengarkan "pesan malaikat", dan mencoba menghadirkan kedamaian di tengah dunia yang penuh dengan "beban berat".
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis: Edmund Hamilton Sears
Lagu ini ditulis oleh **Edmund Hamilton Sears**, seorang pendeta Unitarian di Wayland, Massachusetts, Amerika Serikat. Sears menulis puisi ini pada tahun **1849**.
Penting untuk dipahami bahwa Sears adalah seorang pemikir yang sangat peduli pada isu sosial. Pada tahun 1849, dunia sedang mengalami banyak pergolakan:
* **Perang:** Perang Meksiko-Amerika baru saja berakhir.
* **Ketegangan Politik:** Amerika Serikat sedang berada di ambang perang saudara karena isu perbudakan yang memanas.
* **Revolusi di Eropa:** Terjadi berbagai pemberontakan di seluruh Eropa yang mengakibatkan banyak pertumpahan darah.
### 2. Pesan di Balik Lirik
Sears merasa bahwa dunia telah kehilangan pesan damai dari Natal. Meskipun dunia merayakan kelahiran Yesus sebagai "Raja Damai", kenyataannya manusia terus terjebak dalam perang, kebencian, dan keserakahan.
Dalam lirik aslinya, Sears menekankan bahwa lagu malaikat itu sebenarnya sudah bergema selama berabad-abad, namun **telinga manusia terlalu bising dengan suara senjata dan egoisme** sehingga mereka tidak mampu mendengarnya.
Salah satu bait yang sangat kuat (yang sering kali dilewati dalam versi modern) berbunyi:
> *"O ye, beneath life's crushing load, whose forms are bending low... Look up, for glad and golden hours come swiftly on the wing."*
Sears ingin memberikan harapan bagi orang-orang yang lelah karena penindasan, kerja keras, dan penderitaan hidup, bahwa kedamaian sejati yang dibawa Kristus akan segera datang.
### 3. Musik: Richard Storrs Willis
Puisi Sears kemudian menarik perhatian **Richard Storrs Willis**, seorang komposer dan kritikus musik. Pada tahun **1850**, Willis menciptakan melodi yang kita kenal sekarang, yang diberi nama *"Carol"*.
Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang bernada riang dan penuh lonceng (seperti *Jingle Bells*), melodi Willis cenderung lebih tenang, kontemplatif, dan memiliki kedalaman emosional. Harmoni ini sangat cocok dengan nuansa "malam sunyi" yang digambarkan Sears.
### 4. Makna yang Relevan Sepanjang Masa
Yang membuat lagu ini begitu istimewa adalah keberaniannya untuk menyinggung kondisi dunia. Jika lagu Natal lain fokus pada palungan, gembala, atau bintang, *Di Malam Sunyi Bergema* justru berbicara tentang:
* **Penderitaan manusia:** Lagu ini mengakui bahwa hidup itu berat ("life's crushing load").
* **Harapan untuk perdamaian dunia:** Lagu ini adalah doa agar peperangan berhenti dan kasih menggantikan kebencian.
* **Kerinduan akan keadilan:** Fokusnya bukan hanya pada "bayi di palungan", tetapi pada "pesan damai" yang harus dipraktikkan di bumi.
### 5. Fakta Menarik: "Gencatan Senjata Natal"
Salah satu momen paling ikonik dalam sejarah lagu ini terjadi saat **Perang Dunia I pada tahun 1914**. Di tengah "Gencatan Senjata Natal" yang terkenal itu, para tentara yang berada di parit-parit yang berseberangan secara spontan berhenti menembak. Di tengah kesunyian malam yang mencekam di antara garis depan pertempuran, lagu ini—dengan pesannya tentang "damai di bumi"—dinyanyikan oleh tentara di kedua belah pihak sebagai pengingat akan kemanusiaan mereka di tengah perang yang kejam.
### Kesimpulan
Saat kita menyanyikan *"Di Malam Sunyi Bergema"*, kita sebenarnya sedang diingatkan bahwa Natal bukan sekadar perayaan pesta, melainkan sebuah **protes terhadap kebencian**. Lagu ini adalah sebuah ajakan untuk berhenti sejenak dari kebisingan dunia, mendengarkan "pesan malaikat", dan mencoba menghadirkan kedamaian di tengah dunia yang penuh dengan "beban berat".
Cross Reference
Sama Tema
Natal
Sayang
MK
Betlehem
MK
Hai Kota mungil Betlehem
MK
Nina bobo
MK
Tidur, tidur
MK
Malam kudus
MK
Gembala waktu malam g'lap
MK
Gembala waktu malam glap
MK
Jauh dari sorga datangku
MK
Wahai hatiku
MK
Muliakanlah
MK
Lahir seorang Putera
MK
Gita sorga bergema
MK
Hai malaikat dari sorga
MK
Malaikat sorga datanglah
MK
Alam raya berkumandang
MK
O dengarlah lagu apa
MK
Dengarlah kidung
MK
Gembaia yang ada di padang
MK
Mari gembala ke kandang rendah
MK
O Natalan di Betlehem
MK
Waktu malam yang sepi
MK
Siapakah yang menerima
MK
Di palungan dibaringkan
MK
Di palungan dibaringkan
MK
Di zaman yang silam
MK
Di dalam palungan
MK
Ya Anak kecil
MK
Dalam palungan
MK
Siapa namaNya
MK
Bernyanyilah merdu
MK
Dalam kota Raja Daud
MK
Malam kudus, malam kudus
MK
Malam kudus, kartika berkilauan
MK
Bintang-bintang cemerlang
MK