KK
Di Malam Sunyi Bergema
It Came Upon A Midnight Clear
Informasi Lagu
168
Nomor
do=bes
Nada Dasar
Kode
KK 168
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=bes
Ketukan
6/8 ketuk
Metronom
48
Jumlah Bait
5 bait
Pencipta Lagu
Richard Storrs Willis (1850)
Pencipta Syair
Edmund Hamilton Sears, (1849)
Penerjemah
Yamuger, (1978)
Cross Ref.
KJ 96, MK 40
Syair / Lirik
5 bait
Di malam sunyi bergema nyanyian mulia.
Malaikat turun mendekat dengan beritanya,
“Sejahtra bagi dunia, tlah datang Penebus.”
Heninglah bumi mendengar nyanyian yang kudus.
Tetap malaikat menembus angkasa yang gelap,
membawa kidung damai-Nya di bumi yang penat;
sayapnya dikembangkannya di atas yang sendu;
di kancah dosa terdengar nyanyian yang kudus.
Tetapi dosa pun tetap melanda dunia,
Menyangkal kidung Kabar Baik sekian lamanya.
Hai insan, buka hatimu, mengapa rusuh trus?
Diamkan gaduh dan dengar nyanyian yang kudus.
Hai, kamu yang menanggung brat, yang hidup tertekan,
Mendaki, susah jalanmu, langkahmu pun pelan,
hai lihat, hari jadi trang, bebanmu ditebus.
Tabahkan hati dan dengar nyanyian yang kudus.
Tlah hampir penggenapannya nubuat kaum nabi:
Kan datang zaman mulia, indahnya tak terpri.
Seluruh dunia kan penuh sejahtra Penebus
serta mengulang menggema nyanyian yang kudus.
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"It Came Upon a Midnight Clear"** (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai **"Di Malam Sunyi Bergema"**) adalah salah satu lagu Natal yang paling puitis dan bermakna mendalam. Kisah di balik lagu ini sangat menarik karena ia lahir bukan dari suasana sukacita yang meluap-luap, melainkan dari pergumulan batin sang penulis mengenai kondisi dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis: Edmund Hamilton Sears
Lagu ini ditulis oleh **Edmund Hamilton Sears**, seorang pendeta Unitarian di Wayland, Massachusetts, Amerika Serikat. Sears menulis puisi ini pada tahun **1849**.
Penting untuk dipahami bahwa Sears adalah seorang pemikir yang sangat peduli pada isu sosial. Pada tahun 1849, dunia sedang mengalami banyak pergolakan:
* **Perang:** Perang Meksiko-Amerika baru saja berakhir.
* **Ketegangan Politik:** Amerika Serikat sedang berada di ambang perang saudara karena isu perbudakan yang memanas.
* **Revolusi di Eropa:** Terjadi berbagai pemberontakan di seluruh Eropa yang mengakibatkan banyak pertumpahan darah.
### 2. Pesan di Balik Lirik
Sears merasa bahwa dunia telah kehilangan pesan damai dari Natal. Meskipun dunia merayakan kelahiran Yesus sebagai "Raja Damai", kenyataannya manusia terus terjebak dalam perang, kebencian, dan keserakahan.
Dalam lirik aslinya, Sears menekankan bahwa lagu malaikat itu sebenarnya sudah bergema selama berabad-abad, namun **telinga manusia terlalu bising dengan suara senjata dan egoisme** sehingga mereka tidak mampu mendengarnya.
Salah satu bait yang sangat kuat (yang sering kali dilewati dalam versi modern) berbunyi:
> *"O ye, beneath life's crushing load, whose forms are bending low... Look up, for glad and golden hours come swiftly on the wing."*
Sears ingin memberikan harapan bagi orang-orang yang lelah karena penindasan, kerja keras, dan penderitaan hidup, bahwa kedamaian sejati yang dibawa Kristus akan segera datang.
### 3. Musik: Richard Storrs Willis
Puisi Sears kemudian menarik perhatian **Richard Storrs Willis**, seorang komposer dan kritikus musik. Pada tahun **1850**, Willis menciptakan melodi yang kita kenal sekarang, yang diberi nama *"Carol"*.
Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang bernada riang dan penuh lonceng (seperti *Jingle Bells*), melodi Willis cenderung lebih tenang, kontemplatif, dan memiliki kedalaman emosional. Harmoni ini sangat cocok dengan nuansa "malam sunyi" yang digambarkan Sears.
### 4. Makna yang Relevan Sepanjang Masa
Yang membuat lagu ini begitu istimewa adalah keberaniannya untuk menyinggung kondisi dunia. Jika lagu Natal lain fokus pada palungan, gembala, atau bintang, *Di Malam Sunyi Bergema* justru berbicara tentang:
* **Penderitaan manusia:** Lagu ini mengakui bahwa hidup itu berat ("life's crushing load").
* **Harapan untuk perdamaian dunia:** Lagu ini adalah doa agar peperangan berhenti dan kasih menggantikan kebencian.
* **Kerinduan akan keadilan:** Fokusnya bukan hanya pada "bayi di palungan", tetapi pada "pesan damai" yang harus dipraktikkan di bumi.
### 5. Fakta Menarik: "Gencatan Senjata Natal"
Salah satu momen paling ikonik dalam sejarah lagu ini terjadi saat **Perang Dunia I pada tahun 1914**. Di tengah "Gencatan Senjata Natal" yang terkenal itu, para tentara yang berada di parit-parit yang berseberangan secara spontan berhenti menembak. Di tengah kesunyian malam yang mencekam di antara garis depan pertempuran, lagu ini—dengan pesannya tentang "damai di bumi"—dinyanyikan oleh tentara di kedua belah pihak sebagai pengingat akan kemanusiaan mereka di tengah perang yang kejam.
### Kesimpulan
Saat kita menyanyikan *"Di Malam Sunyi Bergema"*, kita sebenarnya sedang diingatkan bahwa Natal bukan sekadar perayaan pesta, melainkan sebuah **protes terhadap kebencian**. Lagu ini adalah sebuah ajakan untuk berhenti sejenak dari kebisingan dunia, mendengarkan "pesan malaikat", dan mencoba menghadirkan kedamaian di tengah dunia yang penuh dengan "beban berat".
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Latar Belakang Penulis: Edmund Hamilton Sears
Lagu ini ditulis oleh **Edmund Hamilton Sears**, seorang pendeta Unitarian di Wayland, Massachusetts, Amerika Serikat. Sears menulis puisi ini pada tahun **1849**.
Penting untuk dipahami bahwa Sears adalah seorang pemikir yang sangat peduli pada isu sosial. Pada tahun 1849, dunia sedang mengalami banyak pergolakan:
* **Perang:** Perang Meksiko-Amerika baru saja berakhir.
* **Ketegangan Politik:** Amerika Serikat sedang berada di ambang perang saudara karena isu perbudakan yang memanas.
* **Revolusi di Eropa:** Terjadi berbagai pemberontakan di seluruh Eropa yang mengakibatkan banyak pertumpahan darah.
### 2. Pesan di Balik Lirik
Sears merasa bahwa dunia telah kehilangan pesan damai dari Natal. Meskipun dunia merayakan kelahiran Yesus sebagai "Raja Damai", kenyataannya manusia terus terjebak dalam perang, kebencian, dan keserakahan.
Dalam lirik aslinya, Sears menekankan bahwa lagu malaikat itu sebenarnya sudah bergema selama berabad-abad, namun **telinga manusia terlalu bising dengan suara senjata dan egoisme** sehingga mereka tidak mampu mendengarnya.
Salah satu bait yang sangat kuat (yang sering kali dilewati dalam versi modern) berbunyi:
> *"O ye, beneath life's crushing load, whose forms are bending low... Look up, for glad and golden hours come swiftly on the wing."*
Sears ingin memberikan harapan bagi orang-orang yang lelah karena penindasan, kerja keras, dan penderitaan hidup, bahwa kedamaian sejati yang dibawa Kristus akan segera datang.
### 3. Musik: Richard Storrs Willis
Puisi Sears kemudian menarik perhatian **Richard Storrs Willis**, seorang komposer dan kritikus musik. Pada tahun **1850**, Willis menciptakan melodi yang kita kenal sekarang, yang diberi nama *"Carol"*.
Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang bernada riang dan penuh lonceng (seperti *Jingle Bells*), melodi Willis cenderung lebih tenang, kontemplatif, dan memiliki kedalaman emosional. Harmoni ini sangat cocok dengan nuansa "malam sunyi" yang digambarkan Sears.
### 4. Makna yang Relevan Sepanjang Masa
Yang membuat lagu ini begitu istimewa adalah keberaniannya untuk menyinggung kondisi dunia. Jika lagu Natal lain fokus pada palungan, gembala, atau bintang, *Di Malam Sunyi Bergema* justru berbicara tentang:
* **Penderitaan manusia:** Lagu ini mengakui bahwa hidup itu berat ("life's crushing load").
* **Harapan untuk perdamaian dunia:** Lagu ini adalah doa agar peperangan berhenti dan kasih menggantikan kebencian.
* **Kerinduan akan keadilan:** Fokusnya bukan hanya pada "bayi di palungan", tetapi pada "pesan damai" yang harus dipraktikkan di bumi.
### 5. Fakta Menarik: "Gencatan Senjata Natal"
Salah satu momen paling ikonik dalam sejarah lagu ini terjadi saat **Perang Dunia I pada tahun 1914**. Di tengah "Gencatan Senjata Natal" yang terkenal itu, para tentara yang berada di parit-parit yang berseberangan secara spontan berhenti menembak. Di tengah kesunyian malam yang mencekam di antara garis depan pertempuran, lagu ini—dengan pesannya tentang "damai di bumi"—dinyanyikan oleh tentara di kedua belah pihak sebagai pengingat akan kemanusiaan mereka di tengah perang yang kejam.
### Kesimpulan
Saat kita menyanyikan *"Di Malam Sunyi Bergema"*, kita sebenarnya sedang diingatkan bahwa Natal bukan sekadar perayaan pesta, melainkan sebuah **protes terhadap kebencian**. Lagu ini adalah sebuah ajakan untuk berhenti sejenak dari kebisingan dunia, mendengarkan "pesan malaikat", dan mencoba menghadirkan kedamaian di tengah dunia yang penuh dengan "beban berat".
Cross Reference
Sama Tema
Natal
Anak Yang Dijanji
KK
Alam Raya Berkumandang
KK
Anak Maria Dalam Palungan
KK
Bernyanyilah Merdu
KK
Bintang-Bintang Cemerlang
KK
Dalam Kota Raja Daud
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Betlehem T'lah Lahir
KK
Di Palungan Dibaringkan
KK
Dunia Kedinginan
KK
Gembala Yang Ada Di Padang
KK
Gerangan Bayi Apakah
KK
Gita Surga Bergema
KK
Hai Anak Semua
KK
Hai, Dengar Tembang Malaikat
KK
Hai Dunia, Gembiralah
KK
Hai Gembala Efrata
KK
Hai Kota Mungil Betlehem
KK
Hai Mari, Berhimpun
KK
Hai, Siarkan Di Gunung
KK
Hai Umat, Puji Allahmu
KK
Jauh Dari Surga Datangku
KK
Kandang Domba Itu Rumahnya
KK
'Kau, Yesus, Raja Mahakaya
KK
Lahir Kristus Di Dunia
KK
Malam Kudus
KK
Mari, Gembala, Ke Kandang
KK
Mari, Lihatlah Semua
KK
Muliakanlah
KK
Bayi Yang Terbaring Di Palungan
KK
Pada Hari Natal
KK
Siapa Gerangan Sang Raja
KK
S'lamat, S'lamat Datang
KK
Sungguh Mulia
KK
T'lah Turun Ke Dunia
KK
Waktu Malam Yang Sepi
KK
Ya Anak Kecil
KK
Yang Dipuji Kaum Gembala
KK
Tiap Tahun Kembali
KK