KK
Gembala Yang Ada Di Padang
De Herdertjes Lagen Bij Nachte
Informasi Lagu
171
Nomor
do=g
Nada Dasar
Kode
KK 171
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
do=g
Ketukan
6/8 ketuk
Metronom
52
Pencipta Lagu
Belanda
Pencipta Syair
Nyanyian Natal Belanda
Penerjemah
Yamuger, 1981Lagu: Belanda, 1700/1852
Cross Ref.
MK 37, NKB 62, KKb 122, GB 149
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
Gembala yang ada di padang menjaga kawanan ternak,
Dombanya terlena dan aman, jumlahnya terhitung lengkap.
Trus datang malaikat bernyanyi membawa berita besar.
Gembala pergi menjumpai di Betlehem Trang Benar!2.
Setiba mereka di sana melihat Sang Bayi lembut,
Terharu mereka bersama berdoa dengan bertelut.
Trang Kudus bersinar di kandang dan hati menjadi cerah,
Tatkala mereka memandang Penolong manusia.3.
Ya Anak yang rela terbaring di kandang yang amat rendah,
Supaya pada-Mu berpaling, tobatkanlah kami sgra.
Kau datang menambah kasih, pengganti dengki dan perang;
Kuasa gelap Kau atasi, kasih-Mu kekal menang!
Syair: De herdertjes lagen bij nachte, Nyanyian Natal Belanda, 1700/1852,
terj. Yamuger, 1981Lagu: Belanda, 1700/1852
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"De Herdertjes lagen bij nachte"** (Para Gembala Berjaga di Malam Hari) adalah salah satu lagu Natal paling ikonik dan tradisional dari Belanda. Lagu ini bukan sekadar lagu anak-anak, melainkan sebuah karya yang memiliki akar sejarah panjang dalam tradisi Kristiani di Negeri Kincir Angin.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Penulis
Lagu ini pertama kali muncul dalam sebuah buku nyanyian Katolik Belanda berjudul ***"Oude en Nieuwe Lof-zangen"*** yang diterbitkan pada tahun **1850**. Penulis liriknya adalah **Jan Pieter Heije** (1809–1876), seorang dokter sekaligus penyair terkenal asal Belanda yang dikenal karena kontribusinya pada budaya populer melalui lagu-lagu anak dan lagu rakyat.
Meskipun liriknya dikaitkan dengan Heije, lagu ini sebenarnya merupakan adaptasi dari tradisi lisan yang sudah ada jauh sebelumnya. Melodi yang kita kenal sekarang bersifat anonim (tidak diketahui pencipta pastinya) dan berakar dari melodi rakyat tradisional Eropa yang telah mengalami beberapa kali penyesuaian selama berabad-abad.
### 2. Makna Lirik
Lirik lagu ini menceritakan kembali peristiwa Alkitab dari **Lukas 2:8-12**, di mana para gembala yang sedang berjaga di padang rumput pada malam hari dikunjungi oleh malaikat Tuhan yang membawa kabar tentang kelahiran Yesus di Betlehem.
**Struktur liriknya sangat sederhana dan repetitif:**
* **Bait pertama:** Menggambarkan para gembala yang menjaga domba-domba mereka di malam hari.
* **Refrain (Bagian paling terkenal):** *"Zingt jubelt nu, zingt jubelt nu, zingt jubelt nu, van blijdschap!"* (Bernyanyi dan bersukacitalah sekarang, karena sukacita!).
* **Bait selanjutnya:** Menceritakan tentang malaikat yang memberikan kabar gembira bahwa Juruselamat telah lahir di sebuah palungan di Betlehem.
Kesederhanaan lirik ini membuatnya sangat mudah diingat oleh anak-anak, itulah sebabnya lagu ini menjadi standar wajib di sekolah-sekolah dan gereja-gereja di Belanda saat perayaan Natal.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa *De Herdertjes* menjadi sangat legendaris di Belanda:
* **Identitas Budaya:** Lagu ini menjadi bagian dari identitas budaya Natal Belanda yang egaliter. Tidak seperti lagu-lagu Natal dari Inggris atau Jerman yang sering kali bernuansa megah dan klasik (seperti *Silent Night*), lagu Belanda ini terasa sangat "membumi" dan ceria.
* **Nuansa Keriaan:** Berbeda dengan banyak lagu Natal yang bernada syahdu atau sendu, *De Herdertjes* memiliki ritme yang cepat dan bersemangat. Bagian refrein "Zingt jubelt nu" sering dinyanyikan dengan energi yang tinggi, mencerminkan kegembiraan para gembala yang terburu-buru pergi ke Betlehem.
* **Warisan Pendidikan:** Karena ditulis oleh Jan Pieter Heije yang sangat peduli pada pendidikan anak, lagu ini dimasukkan ke dalam buku-buku pelajaran sekolah pada abad ke-19 dan awal ke-20. Hal ini memastikan lagu tersebut diwariskan dari generasi ke generasi.
### 4. Perbedaan dengan Versi Indonesia
Banyak orang Indonesia mengenal lagu ini melalui terjemahan **"Gembala yang ada di padang"** yang sering dinyanyikan di sekolah Minggu atau kebaktian Natal. Dalam versi Indonesia, beberapa penyesuaian dilakukan agar nadanya pas dengan bahasa, namun esensi kegembiraan yang melompat-lompat (seperti sedang berlari ke arah palungan) tetap dipertahankan.
### Kesimpulan
Kisah di balik *De Herdertjes lagen bij nachte* adalah kisah tentang bagaimana sebuah narasi Alkitab yang kuno diubah menjadi sebuah lagu rakyat yang ceria. Ia tidak mencoba untuk menjadi karya seni yang rumit, melainkan menjadi sarana bagi masyarakat (terutama anak-anak) untuk ikut serta merayakan Natal dengan cara yang sederhana, gembira, dan penuh sukacita—persis seperti semangat para gembala saat pertama kali mendengar kabar kelahiran Yesus.
Jika Anda mendengarkan lagu ini hari ini di Belanda, Anda akan merasakan suasana yang sangat nostalgia, karena lagu ini seolah-olah menjadi "pintu masuk" bagi setiap orang Belanda ke dalam kenangan masa kecil mereka di musim Natal.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul dan Penulis
Lagu ini pertama kali muncul dalam sebuah buku nyanyian Katolik Belanda berjudul ***"Oude en Nieuwe Lof-zangen"*** yang diterbitkan pada tahun **1850**. Penulis liriknya adalah **Jan Pieter Heije** (1809–1876), seorang dokter sekaligus penyair terkenal asal Belanda yang dikenal karena kontribusinya pada budaya populer melalui lagu-lagu anak dan lagu rakyat.
Meskipun liriknya dikaitkan dengan Heije, lagu ini sebenarnya merupakan adaptasi dari tradisi lisan yang sudah ada jauh sebelumnya. Melodi yang kita kenal sekarang bersifat anonim (tidak diketahui pencipta pastinya) dan berakar dari melodi rakyat tradisional Eropa yang telah mengalami beberapa kali penyesuaian selama berabad-abad.
### 2. Makna Lirik
Lirik lagu ini menceritakan kembali peristiwa Alkitab dari **Lukas 2:8-12**, di mana para gembala yang sedang berjaga di padang rumput pada malam hari dikunjungi oleh malaikat Tuhan yang membawa kabar tentang kelahiran Yesus di Betlehem.
**Struktur liriknya sangat sederhana dan repetitif:**
* **Bait pertama:** Menggambarkan para gembala yang menjaga domba-domba mereka di malam hari.
* **Refrain (Bagian paling terkenal):** *"Zingt jubelt nu, zingt jubelt nu, zingt jubelt nu, van blijdschap!"* (Bernyanyi dan bersukacitalah sekarang, karena sukacita!).
* **Bait selanjutnya:** Menceritakan tentang malaikat yang memberikan kabar gembira bahwa Juruselamat telah lahir di sebuah palungan di Betlehem.
Kesederhanaan lirik ini membuatnya sangat mudah diingat oleh anak-anak, itulah sebabnya lagu ini menjadi standar wajib di sekolah-sekolah dan gereja-gereja di Belanda saat perayaan Natal.
### 3. Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?
Ada beberapa alasan mengapa *De Herdertjes* menjadi sangat legendaris di Belanda:
* **Identitas Budaya:** Lagu ini menjadi bagian dari identitas budaya Natal Belanda yang egaliter. Tidak seperti lagu-lagu Natal dari Inggris atau Jerman yang sering kali bernuansa megah dan klasik (seperti *Silent Night*), lagu Belanda ini terasa sangat "membumi" dan ceria.
* **Nuansa Keriaan:** Berbeda dengan banyak lagu Natal yang bernada syahdu atau sendu, *De Herdertjes* memiliki ritme yang cepat dan bersemangat. Bagian refrein "Zingt jubelt nu" sering dinyanyikan dengan energi yang tinggi, mencerminkan kegembiraan para gembala yang terburu-buru pergi ke Betlehem.
* **Warisan Pendidikan:** Karena ditulis oleh Jan Pieter Heije yang sangat peduli pada pendidikan anak, lagu ini dimasukkan ke dalam buku-buku pelajaran sekolah pada abad ke-19 dan awal ke-20. Hal ini memastikan lagu tersebut diwariskan dari generasi ke generasi.
### 4. Perbedaan dengan Versi Indonesia
Banyak orang Indonesia mengenal lagu ini melalui terjemahan **"Gembala yang ada di padang"** yang sering dinyanyikan di sekolah Minggu atau kebaktian Natal. Dalam versi Indonesia, beberapa penyesuaian dilakukan agar nadanya pas dengan bahasa, namun esensi kegembiraan yang melompat-lompat (seperti sedang berlari ke arah palungan) tetap dipertahankan.
### Kesimpulan
Kisah di balik *De Herdertjes lagen bij nachte* adalah kisah tentang bagaimana sebuah narasi Alkitab yang kuno diubah menjadi sebuah lagu rakyat yang ceria. Ia tidak mencoba untuk menjadi karya seni yang rumit, melainkan menjadi sarana bagi masyarakat (terutama anak-anak) untuk ikut serta merayakan Natal dengan cara yang sederhana, gembira, dan penuh sukacita—persis seperti semangat para gembala saat pertama kali mendengar kabar kelahiran Yesus.
Jika Anda mendengarkan lagu ini hari ini di Belanda, Anda akan merasakan suasana yang sangat nostalgia, karena lagu ini seolah-olah menjadi "pintu masuk" bagi setiap orang Belanda ke dalam kenangan masa kecil mereka di musim Natal.
Cross Reference
MK 37, NKB 62, KKb 122, GB 149
Gembala Yang Ada Di Padang
GB
Pangangon Nu Keur Ngajaraga
KKb
Gembaia yang ada di padang
MK
Gembala yang Ada di Padang
NKB
Sama Tema
Natal
Anak Yang Dijanji
KK
Alam Raya Berkumandang
KK
Anak Maria Dalam Palungan
KK
Bernyanyilah Merdu
KK
Bintang-Bintang Cemerlang
KK
Dalam Kota Raja Daud
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Betlehem T'lah Lahir
KK
Di Malam Sunyi Bergema
KK
Di Palungan Dibaringkan
KK
Dunia Kedinginan
KK
Gerangan Bayi Apakah
KK
Gita Surga Bergema
KK
Hai Anak Semua
KK
Hai, Dengar Tembang Malaikat
KK
Hai Dunia, Gembiralah
KK
Hai Gembala Efrata
KK
Hai Kota Mungil Betlehem
KK
Hai Mari, Berhimpun
KK
Hai, Siarkan Di Gunung
KK
Hai Umat, Puji Allahmu
KK
Jauh Dari Surga Datangku
KK
Kandang Domba Itu Rumahnya
KK
'Kau, Yesus, Raja Mahakaya
KK
Lahir Kristus Di Dunia
KK
Malam Kudus
KK
Mari, Gembala, Ke Kandang
KK
Mari, Lihatlah Semua
KK
Muliakanlah
KK
Bayi Yang Terbaring Di Palungan
KK
Pada Hari Natal
KK
Siapa Gerangan Sang Raja
KK
S'lamat, S'lamat Datang
KK
Sungguh Mulia
KK
T'lah Turun Ke Dunia
KK
Waktu Malam Yang Sepi
KK
Ya Anak Kecil
KK
Yang Dipuji Kaum Gembala
KK
Tiap Tahun Kembali
KK