KK
T'lah Turun Ke Dunia
Nggo Nusur Ku Doni
Informasi Lagu
195
Nomor
Kode
KK 195
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Pencipta Lagu
Djaga Sembiring Depari
Pencipta Syair
Nyanyian Natal Batak Karo
Penerjemah
Epafroditus Laurentius Pohan Shn (E.L. Pohan)
Cross Ref.
PKJ 73, NKB 55, MK 61
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
1 bait
Tílah turun ke dunia, tinggalkan takhtaNya,
kemuliaan surga ditanggal semesta,
tiada bagiNya tempat di Betlehem.
O, bírilah, hai manusia, tempat dihatimu!
Mari sembah, ucap syukur, karína besar
anugírah Tuhanmu yang bíri Imanuel.
Slide Lirik
2 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"T’lah Turun ke Dunia"** atau dalam bahasa Karo berjudul **"Nggo Nusur Ku Doni"** merupakan salah satu mahakarya legendaris dalam khazanah musik rohani masyarakat Karo. Lagu ini bukan sekadar nyanyian Natal biasa, melainkan sebuah refleksi teologis dan kultural yang mendalam.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Sang Maestro: Djaga Sembiring Depari
Djaga Sembiring Depari (1918–1963) adalah seorang komponis besar Indonesia asal Tanah Karo. Ia dikenal sebagai sosok nasionalis yang banyak menciptakan lagu-lagu perjuangan (seperti *Pahlawan Merdeka*). Namun, selain lagu perjuangan, ia memiliki sisi spiritual yang kuat.
Ia adalah seorang yang sangat mencintai budaya Karo dan mampu memadukan unsur melodi tradisional Karo ke dalam komposisi musik yang universal. Lagu "Nggo Nusur Ku Doni" diciptakan sebagai bentuk ekspresi iman Kristen yang ia yakini, sekaligus upaya untuk mendekatkan pesan Natal agar lebih menyentuh hati masyarakat Karo.
### 2. Makna Lirik: Pesan Inkarnasi dalam Bahasa Lokal
Secara harfiah, judul *"Nggo Nusur Ku Doni"* berarti **"Sudah Turun ke Dunia"**.
* **Pesan Utama:** Lagu ini menceritakan tentang peristiwa inkarnasi (penjelmaan Allah menjadi manusia) dalam diri Yesus Kristus. Fokus utamanya bukan sekadar kemeriahan perayaan Natal, melainkan penghormatan kepada kerendahan hati Tuhan yang mau meninggalkan kemuliaan surgawi untuk datang ke dunia yang penuh dosa demi menebus umat manusia.
* **Sentuhan Budaya:** Djaga Sembiring Depari menulis liriknya dengan pemilihan kata (diksi) yang puitis dan sangat "Karo". Ia tidak hanya menerjemahkan lagu-lagu Natal Barat (seperti *Silent Night*), tetapi merangkai narasi sendiri yang menggambarkan betapa agungnya peristiwa tersebut bagi orang Karo.
### 3. Konteks Sejarah dan Budaya
Pada masa penciptaan lagu ini, musik gerejawi di Tanah Karo masih sangat dipengaruhi oleh lagu-lagu terjemahan dari Belanda atau Jerman. Djaga Sembiring Depari merasa perlu menciptakan komposisi yang memiliki "jiwa" lokal.
* **Melodi:** Lagu ini memiliki karakteristik melodi yang tenang, agung, dan mengandung unsur *melismatik* khas musik tradisional Karo, namun tetap mudah dinyanyikan oleh jemaat di gereja-gereja (GBKP - Gereja Batak Karo Protestan).
* **Penerimaan:** Sejak diciptakan, lagu ini langsung diterima oleh jemaat Karo. Lagu ini menjadi sangat ikonik karena mampu menyatukan elemen keagamaan (Kristen) dengan identitas etnis (Karo). Hampir di setiap kebaktian Natal di Tanah Karo atau di perantauan, lagu ini menjadi lagu wajib.
### 4. Mengapa Lagu Ini Menjadi Legenda?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap lestari hingga hari ini:
1. **Kedalaman Emosional:** Bagi masyarakat Karo, mendengar lagu ini seringkali membangkitkan rasa haru. Liriknya dianggap berhasil menangkap esensi "kerinduan" manusia akan keselamatan.
2. **Identitas Kultural:** Lagu ini menjadi bukti bahwa iman Kristen dapat berinkulturasi dengan indah dalam budaya Karo tanpa kehilangan substansi teologisnya.
3. **Warisan Sang Komponis:** Djaga Sembiring Depari dikenal sebagai seniman yang perfeksionis. Kualitas komposisi lagu ini sangat rapi secara struktur musik, sehingga melampaui zamannya.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu "Nggo Nusur Ku Doni" adalah kisah tentang seorang seniman besar yang mendedikasikan bakatnya untuk Tuhan dan budayanya. Lagu ini adalah pengingat bagi masyarakat Karo bahwa Natal bukan sekadar pesta, melainkan peristiwa turunnya Sang Juruselamat ke dunia (*Nusur Ku Doni*) yang harus disambut dengan kerendahan hati dan ucapan syukur.
Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi simbol identitas Natal bagi masyarakat Karo, baik di kampung halaman maupun di perantauan, menjadikannya salah satu lagu rohani lokal paling berpengaruh di Indonesia.
Berikut adalah detail kisah dan latar belakang di balik lagu tersebut:
### 1. Sosok Sang Maestro: Djaga Sembiring Depari
Djaga Sembiring Depari (1918–1963) adalah seorang komponis besar Indonesia asal Tanah Karo. Ia dikenal sebagai sosok nasionalis yang banyak menciptakan lagu-lagu perjuangan (seperti *Pahlawan Merdeka*). Namun, selain lagu perjuangan, ia memiliki sisi spiritual yang kuat.
Ia adalah seorang yang sangat mencintai budaya Karo dan mampu memadukan unsur melodi tradisional Karo ke dalam komposisi musik yang universal. Lagu "Nggo Nusur Ku Doni" diciptakan sebagai bentuk ekspresi iman Kristen yang ia yakini, sekaligus upaya untuk mendekatkan pesan Natal agar lebih menyentuh hati masyarakat Karo.
### 2. Makna Lirik: Pesan Inkarnasi dalam Bahasa Lokal
Secara harfiah, judul *"Nggo Nusur Ku Doni"* berarti **"Sudah Turun ke Dunia"**.
* **Pesan Utama:** Lagu ini menceritakan tentang peristiwa inkarnasi (penjelmaan Allah menjadi manusia) dalam diri Yesus Kristus. Fokus utamanya bukan sekadar kemeriahan perayaan Natal, melainkan penghormatan kepada kerendahan hati Tuhan yang mau meninggalkan kemuliaan surgawi untuk datang ke dunia yang penuh dosa demi menebus umat manusia.
* **Sentuhan Budaya:** Djaga Sembiring Depari menulis liriknya dengan pemilihan kata (diksi) yang puitis dan sangat "Karo". Ia tidak hanya menerjemahkan lagu-lagu Natal Barat (seperti *Silent Night*), tetapi merangkai narasi sendiri yang menggambarkan betapa agungnya peristiwa tersebut bagi orang Karo.
### 3. Konteks Sejarah dan Budaya
Pada masa penciptaan lagu ini, musik gerejawi di Tanah Karo masih sangat dipengaruhi oleh lagu-lagu terjemahan dari Belanda atau Jerman. Djaga Sembiring Depari merasa perlu menciptakan komposisi yang memiliki "jiwa" lokal.
* **Melodi:** Lagu ini memiliki karakteristik melodi yang tenang, agung, dan mengandung unsur *melismatik* khas musik tradisional Karo, namun tetap mudah dinyanyikan oleh jemaat di gereja-gereja (GBKP - Gereja Batak Karo Protestan).
* **Penerimaan:** Sejak diciptakan, lagu ini langsung diterima oleh jemaat Karo. Lagu ini menjadi sangat ikonik karena mampu menyatukan elemen keagamaan (Kristen) dengan identitas etnis (Karo). Hampir di setiap kebaktian Natal di Tanah Karo atau di perantauan, lagu ini menjadi lagu wajib.
### 4. Mengapa Lagu Ini Menjadi Legenda?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap lestari hingga hari ini:
1. **Kedalaman Emosional:** Bagi masyarakat Karo, mendengar lagu ini seringkali membangkitkan rasa haru. Liriknya dianggap berhasil menangkap esensi "kerinduan" manusia akan keselamatan.
2. **Identitas Kultural:** Lagu ini menjadi bukti bahwa iman Kristen dapat berinkulturasi dengan indah dalam budaya Karo tanpa kehilangan substansi teologisnya.
3. **Warisan Sang Komponis:** Djaga Sembiring Depari dikenal sebagai seniman yang perfeksionis. Kualitas komposisi lagu ini sangat rapi secara struktur musik, sehingga melampaui zamannya.
### Kesimpulan
Kisah di balik lagu "Nggo Nusur Ku Doni" adalah kisah tentang seorang seniman besar yang mendedikasikan bakatnya untuk Tuhan dan budayanya. Lagu ini adalah pengingat bagi masyarakat Karo bahwa Natal bukan sekadar pesta, melainkan peristiwa turunnya Sang Juruselamat ke dunia (*Nusur Ku Doni*) yang harus disambut dengan kerendahan hati dan ucapan syukur.
Hingga saat ini, lagu ini tetap menjadi simbol identitas Natal bagi masyarakat Karo, baik di kampung halaman maupun di perantauan, menjadikannya salah satu lagu rohani lokal paling berpengaruh di Indonesia.
Cross Reference
Sama Tema
Natal
Anak Yang Dijanji
KK
Alam Raya Berkumandang
KK
Anak Maria Dalam Palungan
KK
Bernyanyilah Merdu
KK
Bintang-Bintang Cemerlang
KK
Dalam Kota Raja Daud
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Betlehem T'lah Lahir
KK
Di Malam Sunyi Bergema
KK
Di Palungan Dibaringkan
KK
Dunia Kedinginan
KK
Gembala Yang Ada Di Padang
KK
Gerangan Bayi Apakah
KK
Gita Surga Bergema
KK
Hai Anak Semua
KK
Hai, Dengar Tembang Malaikat
KK
Hai Dunia, Gembiralah
KK
Hai Gembala Efrata
KK
Hai Kota Mungil Betlehem
KK
Hai Mari, Berhimpun
KK
Hai, Siarkan Di Gunung
KK
Hai Umat, Puji Allahmu
KK
Jauh Dari Surga Datangku
KK
Kandang Domba Itu Rumahnya
KK
'Kau, Yesus, Raja Mahakaya
KK
Lahir Kristus Di Dunia
KK
Malam Kudus
KK
Mari, Gembala, Ke Kandang
KK
Mari, Lihatlah Semua
KK
Muliakanlah
KK
Bayi Yang Terbaring Di Palungan
KK
Pada Hari Natal
KK
Siapa Gerangan Sang Raja
KK
S'lamat, S'lamat Datang
KK
Sungguh Mulia
KK
Waktu Malam Yang Sepi
KK
Ya Anak Kecil
KK
Yang Dipuji Kaum Gembala
KK
Tiap Tahun Kembali
KK