KK
Alam Raya Berkumandang
Les Anges Dan Nos Compagnes
Informasi Lagu
161
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KK 161
Buku
Kidung Keesaan
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
112
Jumlah Bait
5 bait
Pencipta Lagu
Lagu Natal Prancis (1700)
Pencipta Syair
Nyanyian Natal Prancis (1700)
Penerjemah
Yamuger/Panlit KAJ (1980)
Cross Ref.
KJ 101, KPJ 215, NR 38, MK 34
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
5 bait
Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;
Dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema:
Gloria In excelsis Deo! Gloria In excelsis Deo!
Hai gembala,karna apa sambutan ini menggegar?
Bagi Maharaja siapa sorak surgawi terdengar?
Gloria In excelsis Deo! Gloria In excelsis Deo!
Sudah lahir Juruslamat, itu berita lagunya.
Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan pada-Nya.
Gloria In excelsis Deo! Gloria In excelsis Deo!
Ikutilah, hai gembala, nyanyian surga yang merdu;
Mainkan suling dan rebana dan bersyukur di hatimu!
Gloria In excelsis Deo! Gloria In excelsis Deo!
Mari, kita pun kesana untuk melihat Putera.
Mari, kita persembahkan suara dan hati pada-Nya
Gloria In excelsis Deo! Gloria In excelsis Deo!
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Les Anges dans nos campagnes"** (dikenal di Indonesia sebagai **"Alam Raya Berkumandang"**) adalah salah satu nyanyian Natal paling ikonik di dunia. Kisah di balik lagu ini menggabungkan tradisi rakyat Prancis, teologi Kristen, dan sejarah musik klasik yang kaya.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul (Akar Tradisi)
Lagu ini berasal dari **Prancis** pada abad ke-18. Tidak ada yang tahu pasti siapa penulis lirik aslinya, karena lagu ini tumbuh dari tradisi **"Noël"** (nyanyian rakyat untuk Natal) yang dinyanyikan secara turun-temurun oleh masyarakat di pedesaan Prancis, khususnya di wilayah Languedoc.
Pada awalnya, lagu ini dinyanyikan dengan melodi rakyat tradisional. Liriknya menggambarkan peristiwa dalam Alkitab (Lukas 2:8-14), di mana para malaikat menampakkan diri kepada para gembala di Betlehem untuk mengabarkan kelahiran Yesus.
### 2. Bagian Ikonik: *Gloria in Excelsis Deo*
Daya tarik utama lagu ini terletak pada bagian refreinnya: ***"Gloria in excelsis Deo"*** (Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi).
Bagian ini dibuat dengan gaya **melisma** yang panjang, yaitu satu suku kata yang dinyanyikan dengan banyak nada (nada yang naik-turun dengan cepat). Dalam tradisi Natal Prancis, teknik melisma yang panjang pada kata "Gloria" ini dimaksudkan untuk meniru gema suara nyanyian para malaikat di perbukitan Yudea yang terdengar bersahut-sahutan di kejauhan.
### 3. Perjalanan Menuju Dunia (Versi Bahasa Inggris)
Lagu ini pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang uskup asal Skotlandia bernama **James Chadwick** pada tahun 1862. Ia memberinya judul ***"Angels We Have Heard on High"***.
Chadwick terpesona oleh melodi tersebut dan ingin mempertahankan semangat "gema" malaikat tersebut dalam bahasa Inggris. Versi inilah yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui gereja-gereja di Inggris, Amerika Serikat, hingga akhirnya ke Indonesia.
### 4. Makna Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan yang sangat dalam:
* **Para Gembala:** Mereka adalah simbol orang yang paling sederhana dan rendah hati dalam masyarakat. Dipilihnya gembala sebagai saksi pertama kelahiran Yesus menunjukkan bahwa kabar sukacita ini untuk semua orang, tidak peduli status sosialnya.
* **Gema "Gloria":** Pengulangan kata "Gloria" yang panjang bukan sekadar hiasan musik, melainkan representasi dari keagungan Tuhan yang memenuhi alam semesta. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk sejenak berhenti dan "mendengarkan" sukacita surgawi yang turun ke bumi.
### 5. Versi Indonesia: "Alam Raya Berkumandang"
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Alam Raya Berkumandang"**. Terjemahannya sangat puitis karena berhasil menangkap semangat asli dari lirik Prancisnya.
Frasa *"Alam raya berkumandang oleh kidung yang merdu"* menggambarkan bagaimana seluruh dunia (alam raya) seolah ikut bernyanyi merayakan kelahiran Sang Juru Selamat. Penggunaan kata "berkumandang" adalah pilihan yang tepat untuk menerjemahkan konsep gema atau gaung malaikat yang ada dalam versi aslinya.
### Kesimpulan
Kisah di balik *Les Anges dans nos campagnes* adalah kisah tentang bagaimana sebuah lagu rakyat sederhana dari pedesaan Prancis mampu melintasi berabad-abad dan perbatasan negara untuk menjadi lagu wajib Natal di seluruh dunia.
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah **"undangan pendengaran"**. Saat kita menyanyikan bagian "Gloria..." yang panjang, kita diajak untuk membayangkan diri kita berdiri bersama para gembala, mendengarkan suara yang membelah keheningan malam di Betlehem ribuan tahun lalu.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul (Akar Tradisi)
Lagu ini berasal dari **Prancis** pada abad ke-18. Tidak ada yang tahu pasti siapa penulis lirik aslinya, karena lagu ini tumbuh dari tradisi **"Noël"** (nyanyian rakyat untuk Natal) yang dinyanyikan secara turun-temurun oleh masyarakat di pedesaan Prancis, khususnya di wilayah Languedoc.
Pada awalnya, lagu ini dinyanyikan dengan melodi rakyat tradisional. Liriknya menggambarkan peristiwa dalam Alkitab (Lukas 2:8-14), di mana para malaikat menampakkan diri kepada para gembala di Betlehem untuk mengabarkan kelahiran Yesus.
### 2. Bagian Ikonik: *Gloria in Excelsis Deo*
Daya tarik utama lagu ini terletak pada bagian refreinnya: ***"Gloria in excelsis Deo"*** (Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi).
Bagian ini dibuat dengan gaya **melisma** yang panjang, yaitu satu suku kata yang dinyanyikan dengan banyak nada (nada yang naik-turun dengan cepat). Dalam tradisi Natal Prancis, teknik melisma yang panjang pada kata "Gloria" ini dimaksudkan untuk meniru gema suara nyanyian para malaikat di perbukitan Yudea yang terdengar bersahut-sahutan di kejauhan.
### 3. Perjalanan Menuju Dunia (Versi Bahasa Inggris)
Lagu ini pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang uskup asal Skotlandia bernama **James Chadwick** pada tahun 1862. Ia memberinya judul ***"Angels We Have Heard on High"***.
Chadwick terpesona oleh melodi tersebut dan ingin mempertahankan semangat "gema" malaikat tersebut dalam bahasa Inggris. Versi inilah yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui gereja-gereja di Inggris, Amerika Serikat, hingga akhirnya ke Indonesia.
### 4. Makna Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan yang sangat dalam:
* **Para Gembala:** Mereka adalah simbol orang yang paling sederhana dan rendah hati dalam masyarakat. Dipilihnya gembala sebagai saksi pertama kelahiran Yesus menunjukkan bahwa kabar sukacita ini untuk semua orang, tidak peduli status sosialnya.
* **Gema "Gloria":** Pengulangan kata "Gloria" yang panjang bukan sekadar hiasan musik, melainkan representasi dari keagungan Tuhan yang memenuhi alam semesta. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk sejenak berhenti dan "mendengarkan" sukacita surgawi yang turun ke bumi.
### 5. Versi Indonesia: "Alam Raya Berkumandang"
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Alam Raya Berkumandang"**. Terjemahannya sangat puitis karena berhasil menangkap semangat asli dari lirik Prancisnya.
Frasa *"Alam raya berkumandang oleh kidung yang merdu"* menggambarkan bagaimana seluruh dunia (alam raya) seolah ikut bernyanyi merayakan kelahiran Sang Juru Selamat. Penggunaan kata "berkumandang" adalah pilihan yang tepat untuk menerjemahkan konsep gema atau gaung malaikat yang ada dalam versi aslinya.
### Kesimpulan
Kisah di balik *Les Anges dans nos campagnes* adalah kisah tentang bagaimana sebuah lagu rakyat sederhana dari pedesaan Prancis mampu melintasi berabad-abad dan perbatasan negara untuk menjadi lagu wajib Natal di seluruh dunia.
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah **"undangan pendengaran"**. Saat kita menyanyikan bagian "Gloria..." yang panjang, kita diajak untuk membayangkan diri kita berdiri bersama para gembala, mendengarkan suara yang membelah keheningan malam di Betlehem ribuan tahun lalu.
Cross Reference
KJ 101, KPJ 215, NR 38, MK 34
Alam Raya Berkumandang
KJ
Aneng Salumahing Bumi
KPJ
Alam raya berkumandang
MK
Dari Pulau dan Benua
NR
Sama Tema
Natal
Anak Yang Dijanji
KK
Anak Maria Dalam Palungan
KK
Bernyanyilah Merdu
KK
Bintang-Bintang Cemerlang
KK
Dalam Kota Raja Daud
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Betlehem T'lah Lahir
KK
Di Malam Sunyi Bergema
KK
Di Palungan Dibaringkan
KK
Dunia Kedinginan
KK
Gembala Yang Ada Di Padang
KK
Gerangan Bayi Apakah
KK
Gita Surga Bergema
KK
Hai Anak Semua
KK
Hai, Dengar Tembang Malaikat
KK
Hai Dunia, Gembiralah
KK
Hai Gembala Efrata
KK
Hai Kota Mungil Betlehem
KK
Hai Mari, Berhimpun
KK
Hai, Siarkan Di Gunung
KK
Hai Umat, Puji Allahmu
KK
Jauh Dari Surga Datangku
KK
Kandang Domba Itu Rumahnya
KK
'Kau, Yesus, Raja Mahakaya
KK
Lahir Kristus Di Dunia
KK
Malam Kudus
KK
Mari, Gembala, Ke Kandang
KK
Mari, Lihatlah Semua
KK
Muliakanlah
KK
Bayi Yang Terbaring Di Palungan
KK
Pada Hari Natal
KK
Siapa Gerangan Sang Raja
KK
S'lamat, S'lamat Datang
KK
Sungguh Mulia
KK
T'lah Turun Ke Dunia
KK
Waktu Malam Yang Sepi
KK
Ya Anak Kecil
KK
Yang Dipuji Kaum Gembala
KK
Tiap Tahun Kembali
KK