KJ
Alam Raya Berkumandang
Angels We Have Heard on High / Lesanges dans nos campagnes
Informasi Lagu
101
Nomor
Do=G
Nada Dasar
Kode
KJ 101
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=G
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
0
Jumlah Bait
5 bait
Pencipta Lagu
Lagu Natal Prancis (1700)
Pencipta Syair
Nyanyian Natal Prancis (1700)
Cross Ref.
KK 161, KPJ 215, NR 38 ,MK 34 ,MB 334
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
5 bait
Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;
dari gunung, dari padang kidung malaikat bergema:
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Hai gembala, karna apa sambutan ini menggegar?
Bagi Maharaja siapa sorak sorgawi terdengar?
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Sudah lahir Juruslamat itu berita lagunya.
Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan padaNya.
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Ikutilah, hai gembala, nyanyian sorga yang merdu;
mainkan suling dan rebana dan bersyukur di hatimu!
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Mari, kita pun kesana untuk melihat Putera.
Mari, kita persembahkan suara dan hati padaNya!
Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelcis Deo!
Slide Lirik
5 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Les Anges dans nos campagnes"** (dikenal di Indonesia sebagai **"Alam Raya Berkumandang"**) adalah salah satu nyanyian Natal paling ikonik di dunia. Kisah di balik lagu ini menggabungkan tradisi rakyat Prancis, teologi Kristen, dan sejarah musik klasik yang kaya.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul (Akar Tradisi)
Lagu ini berasal dari **Prancis** pada abad ke-18. Tidak ada yang tahu pasti siapa penulis lirik aslinya, karena lagu ini tumbuh dari tradisi **"Noël"** (nyanyian rakyat untuk Natal) yang dinyanyikan secara turun-temurun oleh masyarakat di pedesaan Prancis, khususnya di wilayah Languedoc.
Pada awalnya, lagu ini dinyanyikan dengan melodi rakyat tradisional. Liriknya menggambarkan peristiwa dalam Alkitab (Lukas 2:8-14), di mana para malaikat menampakkan diri kepada para gembala di Betlehem untuk mengabarkan kelahiran Yesus.
### 2. Bagian Ikonik: *Gloria in Excelsis Deo*
Daya tarik utama lagu ini terletak pada bagian refreinnya: ***"Gloria in excelsis Deo"*** (Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi).
Bagian ini dibuat dengan gaya **melisma** yang panjang, yaitu satu suku kata yang dinyanyikan dengan banyak nada (nada yang naik-turun dengan cepat). Dalam tradisi Natal Prancis, teknik melisma yang panjang pada kata "Gloria" ini dimaksudkan untuk meniru gema suara nyanyian para malaikat di perbukitan Yudea yang terdengar bersahut-sahutan di kejauhan.
### 3. Perjalanan Menuju Dunia (Versi Bahasa Inggris)
Lagu ini pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang uskup asal Skotlandia bernama **James Chadwick** pada tahun 1862. Ia memberinya judul ***"Angels We Have Heard on High"***.
Chadwick terpesona oleh melodi tersebut dan ingin mempertahankan semangat "gema" malaikat tersebut dalam bahasa Inggris. Versi inilah yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui gereja-gereja di Inggris, Amerika Serikat, hingga akhirnya ke Indonesia.
### 4. Makna Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan yang sangat dalam:
* **Para Gembala:** Mereka adalah simbol orang yang paling sederhana dan rendah hati dalam masyarakat. Dipilihnya gembala sebagai saksi pertama kelahiran Yesus menunjukkan bahwa kabar sukacita ini untuk semua orang, tidak peduli status sosialnya.
* **Gema "Gloria":** Pengulangan kata "Gloria" yang panjang bukan sekadar hiasan musik, melainkan representasi dari keagungan Tuhan yang memenuhi alam semesta. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk sejenak berhenti dan "mendengarkan" sukacita surgawi yang turun ke bumi.
### 5. Versi Indonesia: "Alam Raya Berkumandang"
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Alam Raya Berkumandang"**. Terjemahannya sangat puitis karena berhasil menangkap semangat asli dari lirik Prancisnya.
Frasa *"Alam raya berkumandang oleh kidung yang merdu"* menggambarkan bagaimana seluruh dunia (alam raya) seolah ikut bernyanyi merayakan kelahiran Sang Juru Selamat. Penggunaan kata "berkumandang" adalah pilihan yang tepat untuk menerjemahkan konsep gema atau gaung malaikat yang ada dalam versi aslinya.
### Kesimpulan
Kisah di balik *Les Anges dans nos campagnes* adalah kisah tentang bagaimana sebuah lagu rakyat sederhana dari pedesaan Prancis mampu melintasi berabad-abad dan perbatasan negara untuk menjadi lagu wajib Natal di seluruh dunia.
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah **"undangan pendengaran"**. Saat kita menyanyikan bagian "Gloria..." yang panjang, kita diajak untuk membayangkan diri kita berdiri bersama para gembala, mendengarkan suara yang membelah keheningan malam di Betlehem ribuan tahun lalu.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Asal-Usul (Akar Tradisi)
Lagu ini berasal dari **Prancis** pada abad ke-18. Tidak ada yang tahu pasti siapa penulis lirik aslinya, karena lagu ini tumbuh dari tradisi **"Noël"** (nyanyian rakyat untuk Natal) yang dinyanyikan secara turun-temurun oleh masyarakat di pedesaan Prancis, khususnya di wilayah Languedoc.
Pada awalnya, lagu ini dinyanyikan dengan melodi rakyat tradisional. Liriknya menggambarkan peristiwa dalam Alkitab (Lukas 2:8-14), di mana para malaikat menampakkan diri kepada para gembala di Betlehem untuk mengabarkan kelahiran Yesus.
### 2. Bagian Ikonik: *Gloria in Excelsis Deo*
Daya tarik utama lagu ini terletak pada bagian refreinnya: ***"Gloria in excelsis Deo"*** (Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi).
Bagian ini dibuat dengan gaya **melisma** yang panjang, yaitu satu suku kata yang dinyanyikan dengan banyak nada (nada yang naik-turun dengan cepat). Dalam tradisi Natal Prancis, teknik melisma yang panjang pada kata "Gloria" ini dimaksudkan untuk meniru gema suara nyanyian para malaikat di perbukitan Yudea yang terdengar bersahut-sahutan di kejauhan.
### 3. Perjalanan Menuju Dunia (Versi Bahasa Inggris)
Lagu ini pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang uskup asal Skotlandia bernama **James Chadwick** pada tahun 1862. Ia memberinya judul ***"Angels We Have Heard on High"***.
Chadwick terpesona oleh melodi tersebut dan ingin mempertahankan semangat "gema" malaikat tersebut dalam bahasa Inggris. Versi inilah yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui gereja-gereja di Inggris, Amerika Serikat, hingga akhirnya ke Indonesia.
### 4. Makna Lirik
Secara teologis, lagu ini membawa pesan yang sangat dalam:
* **Para Gembala:** Mereka adalah simbol orang yang paling sederhana dan rendah hati dalam masyarakat. Dipilihnya gembala sebagai saksi pertama kelahiran Yesus menunjukkan bahwa kabar sukacita ini untuk semua orang, tidak peduli status sosialnya.
* **Gema "Gloria":** Pengulangan kata "Gloria" yang panjang bukan sekadar hiasan musik, melainkan representasi dari keagungan Tuhan yang memenuhi alam semesta. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk sejenak berhenti dan "mendengarkan" sukacita surgawi yang turun ke bumi.
### 5. Versi Indonesia: "Alam Raya Berkumandang"
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan judul **"Alam Raya Berkumandang"**. Terjemahannya sangat puitis karena berhasil menangkap semangat asli dari lirik Prancisnya.
Frasa *"Alam raya berkumandang oleh kidung yang merdu"* menggambarkan bagaimana seluruh dunia (alam raya) seolah ikut bernyanyi merayakan kelahiran Sang Juru Selamat. Penggunaan kata "berkumandang" adalah pilihan yang tepat untuk menerjemahkan konsep gema atau gaung malaikat yang ada dalam versi aslinya.
### Kesimpulan
Kisah di balik *Les Anges dans nos campagnes* adalah kisah tentang bagaimana sebuah lagu rakyat sederhana dari pedesaan Prancis mampu melintasi berabad-abad dan perbatasan negara untuk menjadi lagu wajib Natal di seluruh dunia.
Lagu ini bukan sekadar melodi, melainkan sebuah **"undangan pendengaran"**. Saat kita menyanyikan bagian "Gloria..." yang panjang, kita diajak untuk membayangkan diri kita berdiri bersama para gembala, mendengarkan suara yang membelah keheningan malam di Betlehem ribuan tahun lalu.
Cross Reference
KK 161, KPJ 215, NR 38 ,MK 34 ,MB 334
Alam Raya Berkumandang
KK
Aneng Salumahing Bumi
KPJ
Gloria
MB
Alam raya berkumandang
MK
Dari Pulau dan Benua
NR
Sama Tema
Kelahiran Yesus dan Masa Natal
Malam Kudus
KJ
Tumbuhlah Tunas Baru
KJ
Hai Kota Mungil Betlehem
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Di Malam Sunyi Bergema
KJ
Hai Malaikat Dari Sorga
KJ
Jauh Dari Sorga Datangku
KJ
Gita Sorga Bergema
KJ
Muliakanlah
KJ
Di Dalam Palungan
KJ
Dengarlah Kidung
KJ
Hai Dengar Tembang Malaikat
KJ
Ya Anak Kecil
KJ
Bernyanyilah Merdu
KJ
Terbitlah dalam Kegelapan
KJ
Takhta Mulia di Tempat Baka
KJ
Hai Mari, Berhimpun
KJ
Di Betlehem T'lah Lahir Seorang Putera
KJ
Di Palungan Dibaringkan
KJ
Anak Maria dalam Palungan
KJ
Dalam Kota Raja Daud
KJ
Mari, Lihatlah Semua
KJ
Berlutut di PalunganMu
KJ
Yang Dipuji Kaum Gembala
KJ
Hai Anak Semua
KJ
Sungguh Mulia
KJ
Hai Dunia, Gembiralah
KJ
Hai, Siarkan di Gunung
KJ
Dunia Kedinginan
KJ
Anak yang Dijanji
KJ
S'lamat, S'lamat Datang
KJ
Siapakah Yang Menerima
KJ
Lahir Kristus di Dunia
KJ
Tiap Tahun Kembali
KJ
Kandang Domba Itu RumahNya
KJ