KJ
Kandang Domba Itu RumahNya
Calypso Carol / See Him Lying on a Bed of Straw
Informasi Lagu
127
Nomor
Do=D
Nada Dasar
Kode
KJ 127
Buku
Kidung Jemaat
Nada Dasar
Do=D
Ketukan
4/4 ketuk
Metronom
112
Jumlah Bait
4 bait
Pencipta Lagu
Michael Arnold Perry (1969)
Pencipta Syair
Michael Arnold Perry (1969)
Penerjemah
Yamuger (1981)
Cross Ref.
MK 96, KK 183
Syair / Lirik
4 bait
Kandang domba itu rumahNya, palungan hewan petiduranNya;
lahir dari Bunda Maria Pangeran Mahamulia.
Reff
Aku pun hendak ke Betlehem, supaya ku melihatNya di tempat
yang hina dan rendah, Pangeran Mahamulia.
Bintang indah, hai tunjukkanlah di mana Yesus dan palunganNya.
Hai gembala, bangun segera menengok Juruslamatmu.
Reff
Hai malaikat, pujilah terus kemuliaan Allah yang kudus.
Bayi itulah Sang Penebus dan Juruslamat dunia.
Reff
Aku kaya oleh miskinMu, selamat oleh hidup suciMu,
ku dibasuh oleh darahMu, bahagia oleh salibMu.
Reff
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu "Kandang Domba Itu Rumahnya" atau dalam judul aslinya dalam bahasa Inggris, "See Him Lying On A Bed Of Straw," adalah sebuah kidung Natal modern yang sangat dicintai dan telah menjadi bagian integral dari perayaan Natal di banyak gereja dan komunitas di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kisah di balik penciptaan lagu ini berawal dari seorang penulis himne Inggris yang produktif, **Michael Arnold Perry**.
Berikut adalah kisah detail di baliknya:
**1. Penulis: Michael Arnold Perry (1942-1996)**
Michael Arnold Perry adalah seorang pendeta Anglikan dan penulis himne Inggris yang sangat berpengaruh pada abad ke-20. Ia dikenal karena kemampuannya menulis lirik yang segar, relevan, dan teologis dalam, namun tetap mudah dipahami oleh jemaat modern, termasuk anak-anak. Karya-karyanya seringkali berhasil menjembatani kesenjangan antara tradisi himne klasik dan kebutuhan jemaat kontemporer.
**2. Tahun Penulisan dan Konteks Awal: 1974**
Perry menulis "See Him Lying On A Bed Of Straw" pada tahun 1974. Saat itu, ia menjabat sebagai asisten kurator di sebuah gereja di Highbury, London. Di era 1970-an, ada keinginan yang berkembang di kalangan gereja untuk memiliki lagu-lagu Natal baru yang dapat berbicara kepada generasi modern tanpa terdengar kuno atau terlalu formal. Banyak lagu Natal tradisional memiliki bahasa yang kadang sulit dipahami oleh anak-anak atau jemaat yang kurang akrab dengan kosa kata lama.
Perry ingin menciptakan sebuah lagu Natal yang:
* **Sederhana dan Mudah Dipahami:** Terutama bagi anak-anak, tetapi tetap memiliki kedalaman makna bagi orang dewasa.
* **Menangkap Esensi Kisah Natal:** Fokus pada kerendahan hati dan kemuliaan kelahiran Kristus.
* **Menggunakan Bahasa yang Segar dan Relevan:** Menghindari arhaisme yang sering ditemukan dalam kidung-kidung yang lebih tua.
**3. Inspirasi Lirik: Kerendahan Hati dan Kemuliaan**
Lirik "See Him Lying On A Bed Of Straw" secara indah menangkap paradoks sentral dari kisah Natal: bahwa Raja segala raja, Sang Pencipta alam semesta, terlahir dalam kondisi yang paling sederhana dan hina. Bait pertama segera membawa pendengar ke palungan:
* "See him lying on a bed of straw" (Lihatlah Dia terbaring di atas jerami)
* "In a stable cold and dim" (Di kandang yang dingin dan remang-remang)
* "See his tiny new-born hand and paw" (Lihatlah tangan mungil-Nya yang baru lahir)
* "Sleeping peacefully and grim" (Tidur nyenyak dan tenang)
Perry dengan cerdik menggambarkan suasana fisik yang sederhana (jerami, kandang yang dingin) dan kontrasnya dengan identitas ilahi bayi Yesus: "King of kings" (Raja segala raja). Lirik ini menekankan bahwa meskipun Dia lahir dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan, Dia adalah pusat dari segala harapan dan keselamatan. Ini adalah pesan yang kuat tentang inkarnasi—Allah menjadi manusia—dalam bentuk yang paling rentan.
**4. Pemilihan Melodi: "Noël Nouvelet"**
Untuk lagu ini, Perry memilih untuk menyandingkan liriknya dengan melodi lagu Natal tradisional Prancis yang sangat tua dan terkenal, yaitu **"Noël Nouvelet"** (juga dikenal sebagai "Sing We Now of Christmas"). Pemilihan melodi yang sudah dikenal ini memiliki beberapa keuntungan:
* **Aksesibilitas Cepat:** Jemaat dapat dengan mudah menyanyikan lagu baru ini karena melodi sudah akrab di telinga mereka.
* **Nuansa Keriangan:** Melodi "Noël Nouvelet" memiliki karakter yang ceria dan meriah, sangat cocok untuk perayaan Natal.
* **Menghubungkan Tradisi:** Dengan menggunakan melodi tradisional, Perry berhasil menciptakan sesuatu yang baru namun tetap berakar pada warisan Kristen yang kaya.
**5. Dampak dan Popularitas**
Sejak pertama kali diterbitkan, "See Him Lying On A Bed Of Straw" dengan cepat diadopsi oleh gereja-gereja di Inggris, Amerika Serikat, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Lagu ini sering dimasukkan dalam buku himne modern, buku lagu anak-anak, dan repertoar paduan suara Natal.
**Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?**
* **Lirik yang Jelas dan Puitis:** Perry berhasil menyampaikan pesan teologis yang mendalam dengan kata-kata yang sederhana dan gambar yang kuat.
* **Melodi yang Menarik:** Kombinasi dengan "Noël Nouvelet" memberikan lagu ini daya tarik musikal yang abadi.
* **Relevansi Universal:** Pesan tentang kerendahan hati, anugerah ilahi, dan harapan dalam diri bayi Yesus tetap relevan bagi semua orang dari berbagai latar belakang.
* **Cocok untuk Semua Usia:** Anak-anak dapat dengan mudah memahami ceritanya, sementara orang dewasa dapat merenungkan kedalaman teologisnya.
**"Kandang Domba Itu Rumahnya" di Indonesia**
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan sangat baik dan dikenal luas sebagai "Kandang Domba Itu Rumahnya." Terjemahan ini sangat efektif dalam mempertahankan semangat dan gambaran asli lagu tersebut. Popularitasnya di Indonesia tak terlepas dari faktor-faktor yang disebutkan di atas, ditambah dengan keberhasilan terjemahan yang membuat lagu ini terasa akrab dan relevan bagi pendengar Indonesia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian Natal, sekolah minggu, dan acara-acara Natal lainnya, menjadi salah satu kidung Natal modern yang paling digemari.
Dengan demikian, "Kandang Domba Itu Rumahnya / See Him Lying On A Bed Of Straw" adalah testimoni akan kekuatan lirik yang sederhana namun mendalam, dipadukan dengan melodi yang abadi, untuk menciptakan sebuah karya yang terus menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia, merayakan misteri dan keajaiban Natal.
Berikut adalah kisah detail di baliknya:
**1. Penulis: Michael Arnold Perry (1942-1996)**
Michael Arnold Perry adalah seorang pendeta Anglikan dan penulis himne Inggris yang sangat berpengaruh pada abad ke-20. Ia dikenal karena kemampuannya menulis lirik yang segar, relevan, dan teologis dalam, namun tetap mudah dipahami oleh jemaat modern, termasuk anak-anak. Karya-karyanya seringkali berhasil menjembatani kesenjangan antara tradisi himne klasik dan kebutuhan jemaat kontemporer.
**2. Tahun Penulisan dan Konteks Awal: 1974**
Perry menulis "See Him Lying On A Bed Of Straw" pada tahun 1974. Saat itu, ia menjabat sebagai asisten kurator di sebuah gereja di Highbury, London. Di era 1970-an, ada keinginan yang berkembang di kalangan gereja untuk memiliki lagu-lagu Natal baru yang dapat berbicara kepada generasi modern tanpa terdengar kuno atau terlalu formal. Banyak lagu Natal tradisional memiliki bahasa yang kadang sulit dipahami oleh anak-anak atau jemaat yang kurang akrab dengan kosa kata lama.
Perry ingin menciptakan sebuah lagu Natal yang:
* **Sederhana dan Mudah Dipahami:** Terutama bagi anak-anak, tetapi tetap memiliki kedalaman makna bagi orang dewasa.
* **Menangkap Esensi Kisah Natal:** Fokus pada kerendahan hati dan kemuliaan kelahiran Kristus.
* **Menggunakan Bahasa yang Segar dan Relevan:** Menghindari arhaisme yang sering ditemukan dalam kidung-kidung yang lebih tua.
**3. Inspirasi Lirik: Kerendahan Hati dan Kemuliaan**
Lirik "See Him Lying On A Bed Of Straw" secara indah menangkap paradoks sentral dari kisah Natal: bahwa Raja segala raja, Sang Pencipta alam semesta, terlahir dalam kondisi yang paling sederhana dan hina. Bait pertama segera membawa pendengar ke palungan:
* "See him lying on a bed of straw" (Lihatlah Dia terbaring di atas jerami)
* "In a stable cold and dim" (Di kandang yang dingin dan remang-remang)
* "See his tiny new-born hand and paw" (Lihatlah tangan mungil-Nya yang baru lahir)
* "Sleeping peacefully and grim" (Tidur nyenyak dan tenang)
Perry dengan cerdik menggambarkan suasana fisik yang sederhana (jerami, kandang yang dingin) dan kontrasnya dengan identitas ilahi bayi Yesus: "King of kings" (Raja segala raja). Lirik ini menekankan bahwa meskipun Dia lahir dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan, Dia adalah pusat dari segala harapan dan keselamatan. Ini adalah pesan yang kuat tentang inkarnasi—Allah menjadi manusia—dalam bentuk yang paling rentan.
**4. Pemilihan Melodi: "Noël Nouvelet"**
Untuk lagu ini, Perry memilih untuk menyandingkan liriknya dengan melodi lagu Natal tradisional Prancis yang sangat tua dan terkenal, yaitu **"Noël Nouvelet"** (juga dikenal sebagai "Sing We Now of Christmas"). Pemilihan melodi yang sudah dikenal ini memiliki beberapa keuntungan:
* **Aksesibilitas Cepat:** Jemaat dapat dengan mudah menyanyikan lagu baru ini karena melodi sudah akrab di telinga mereka.
* **Nuansa Keriangan:** Melodi "Noël Nouvelet" memiliki karakter yang ceria dan meriah, sangat cocok untuk perayaan Natal.
* **Menghubungkan Tradisi:** Dengan menggunakan melodi tradisional, Perry berhasil menciptakan sesuatu yang baru namun tetap berakar pada warisan Kristen yang kaya.
**5. Dampak dan Popularitas**
Sejak pertama kali diterbitkan, "See Him Lying On A Bed Of Straw" dengan cepat diadopsi oleh gereja-gereja di Inggris, Amerika Serikat, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Lagu ini sering dimasukkan dalam buku himne modern, buku lagu anak-anak, dan repertoar paduan suara Natal.
**Mengapa Lagu Ini Begitu Populer?**
* **Lirik yang Jelas dan Puitis:** Perry berhasil menyampaikan pesan teologis yang mendalam dengan kata-kata yang sederhana dan gambar yang kuat.
* **Melodi yang Menarik:** Kombinasi dengan "Noël Nouvelet" memberikan lagu ini daya tarik musikal yang abadi.
* **Relevansi Universal:** Pesan tentang kerendahan hati, anugerah ilahi, dan harapan dalam diri bayi Yesus tetap relevan bagi semua orang dari berbagai latar belakang.
* **Cocok untuk Semua Usia:** Anak-anak dapat dengan mudah memahami ceritanya, sementara orang dewasa dapat merenungkan kedalaman teologisnya.
**"Kandang Domba Itu Rumahnya" di Indonesia**
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan dengan sangat baik dan dikenal luas sebagai "Kandang Domba Itu Rumahnya." Terjemahan ini sangat efektif dalam mempertahankan semangat dan gambaran asli lagu tersebut. Popularitasnya di Indonesia tak terlepas dari faktor-faktor yang disebutkan di atas, ditambah dengan keberhasilan terjemahan yang membuat lagu ini terasa akrab dan relevan bagi pendengar Indonesia. Lagu ini sering dinyanyikan dalam kebaktian Natal, sekolah minggu, dan acara-acara Natal lainnya, menjadi salah satu kidung Natal modern yang paling digemari.
Dengan demikian, "Kandang Domba Itu Rumahnya / See Him Lying On A Bed Of Straw" adalah testimoni akan kekuatan lirik yang sederhana namun mendalam, dipadukan dengan melodi yang abadi, untuk menciptakan sebuah karya yang terus menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia, merayakan misteri dan keajaiban Natal.
Cross Reference
Sama Tema
Kelahiran Yesus dan Masa Natal
Malam Kudus
KJ
Tumbuhlah Tunas Baru
KJ
Hai Kota Mungil Betlehem
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Di Malam Sunyi Bergema
KJ
Hai Malaikat Dari Sorga
KJ
Jauh Dari Sorga Datangku
KJ
Gita Sorga Bergema
KJ
Muliakanlah
KJ
Alam Raya Berkumandang
KJ
Di Dalam Palungan
KJ
Dengarlah Kidung
KJ
Hai Dengar Tembang Malaikat
KJ
Ya Anak Kecil
KJ
Bernyanyilah Merdu
KJ
Terbitlah dalam Kegelapan
KJ
Takhta Mulia di Tempat Baka
KJ
Hai Mari, Berhimpun
KJ
Di Betlehem T'lah Lahir Seorang Putera
KJ
Di Palungan Dibaringkan
KJ
Anak Maria dalam Palungan
KJ
Dalam Kota Raja Daud
KJ
Mari, Lihatlah Semua
KJ
Berlutut di PalunganMu
KJ
Yang Dipuji Kaum Gembala
KJ
Hai Anak Semua
KJ
Sungguh Mulia
KJ
Hai Dunia, Gembiralah
KJ
Hai, Siarkan di Gunung
KJ
Dunia Kedinginan
KJ
Anak yang Dijanji
KJ
S'lamat, S'lamat Datang
KJ
Siapakah Yang Menerima
KJ
Lahir Kristus di Dunia
KJ
Tiap Tahun Kembali
KJ