KJ
Di Betlehem T'lah Lahir Seorang Putera
Zu Bethlehem geboren ist uns
Informasi Lagu
110
Nomor
Kode
KJ 110
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Jumlah Bait
4 bait
Cross Ref.
KK 167, NR 36 , MK 65 , BE 53, BN 53
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Di Betlehem tlah lahir seorang Putera.
Semoga ku menjadi abadi milikNya,
Sungguh, sungguh, abadi milikNya.
Hatiku kubenamkan di dalam kasihNya;
padaNya kuserahkan diriku slamanya,
sungguh, sungguh, diriku slamanya.
Ya Yesus, Kau kucinta sepanjang hidupku;
bagiku makin indah cahaya kasihMu,
sungguh, sungguh, cahaya kasihMu
Tandanya kuaminkan jaminan janjiMu:
padaMu kutitipkan seluruh hatiku,
sungguh, sungguh, seluruh hatiku.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Zu Bethlehem geboren"** (Di Betlehem T’lah Lahir) adalah salah satu lagu Natal paling klasik dan mendalam dari tradisi Jerman. Lagu ini bukan sekadar nyanyian gembira, melainkan sebuah refleksi teologis yang ditulis oleh seorang tokoh yang hidup di masa yang sangat kelam.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sang Penulis: Friedrich von Spee (1591–1635)
Penulis liriknya adalah **Friedrich von Spee**, seorang imam Yesuit, penyair, dan akademisi Jerman. Ia hidup di tengah periode **Perang Tiga Puluh Tahun** (1618–1648), salah satu konflik paling destruktif dalam sejarah Eropa.
Kisah hidup Spee sangat tragis namun heroik:
* **Melawan Perburuan Penyihir:** Di masa itu, banyak orang tak berdosa dieksekusi karena tuduhan sihir. Spee secara berani menentang praktik ini melalui bukunya, *Cautio Criminalis*, yang ia tulis secara anonim. Ia mendampingi banyak korban menuju tiang eksekusi, yang membuatnya sangat sedih dan trauma.
* **Kematian:** Ia akhirnya meninggal dunia pada usia 44 tahun akibat tertular penyakit (kemungkinan wabah) saat merawat para tentara yang terluka dalam perang.
### 2. Latar Belakang Penciptaan: Mencari Kedamaian di Tengah Perang
Dunia Friedrich von Spee adalah dunia yang penuh dengan kelaparan, wabah penyakit, dan pembantaian. Di tengah kekacauan dan penderitaan perang yang melanda Jerman, ia menulis lagu ini sebagai upaya untuk mengalihkan pandangan orang dari penderitaan dunia menuju **inkarnasi Allah**.
Ia memasukkan lagu ini dalam koleksi puisi religiusnya yang terkenal berjudul ***Trutznachtigall*** (Burung Bulbul yang Melawan/Menantang), yang diterbitkan secara anumerta pada tahun 1649. Judul tersebut bermakna bahwa lagu-lagunya adalah "balasan" bagi suara dunia yang penuh duka, sebuah nyanyian yang lebih indah dan kudus untuk menandingi "nyanyian" perang dan kehancuran.
### 3. Makna Lirik: Teologi Inkarnasi
Lagu ini tidak hanya menceritakan kisah lahirnya bayi Yesus, tetapi merangkum seluruh teologi keselamatan Kristen. Dalam bahasa Jerman aslinya, lagu ini memiliki struktur yang sangat kuat:
* **Pernyataan:** Lagu dibuka dengan fakta sejarah tentang kelahiran Kristus di Betlehem.
* **Penyatuan Ilahi dan Manusia:** Spee menekankan bahwa Sang Pencipta alam semesta menjadi seorang bayi kecil yang lemah. Ini adalah bentuk kerendahan hati Allah yang luar biasa.
* **Tujuan Penyelamatan:** Lagu ini menghubungkan palungan (tempat bayi Yesus) dengan takdir-Nya di kayu salib. Bagi Spee, Natal tidak bisa dipisahkan dari misi penebusan.
### 4. Melodi dan Warisan
Melodi yang kita kenal sekarang pertama kali muncul dalam buku nyanyian *Geistliche Psalter* (1637). Melodinya memiliki karakter yang tenang, reflektif, dan bersifat meditasi, sangat cocok dengan suasana spiritualitas Yesuit pada masa itu.
**Mengapa lagu ini bertahan ratusan tahun?**
* **Ketulusan:** Lagu ini ditulis oleh seseorang yang benar-benar mengalami penderitaan dunia dan menemukan penghiburan dalam sosok bayi Yesus.
* **Kedalaman Teologis:** Dibandingkan dengan lagu-lagu Natal yang hanya fokus pada "keceriaan", lagu ini membawa pendengar untuk merenungkan makna mendalam dari Allah yang menjadi manusia untuk menebus dosa.
### Kesimpulan
Saat Anda menyanyikan *Di Betlehem T’lah Lahir*, ingatlah bahwa lirik ini lahir dari pena seorang pria yang menghabiskan hari-harinya di antara korban perang dan ketidakadilan. Friedrich von Spee ingin menyampaikan bahwa di tengah dunia yang hancur, **"Terang yang sesungguhnya telah lahir"**. Lagu ini adalah sebuah "protes" damai terhadap kegelapan dunia dengan membawa harapan surgawi ke dalam palungan yang sederhana.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Sang Penulis: Friedrich von Spee (1591–1635)
Penulis liriknya adalah **Friedrich von Spee**, seorang imam Yesuit, penyair, dan akademisi Jerman. Ia hidup di tengah periode **Perang Tiga Puluh Tahun** (1618–1648), salah satu konflik paling destruktif dalam sejarah Eropa.
Kisah hidup Spee sangat tragis namun heroik:
* **Melawan Perburuan Penyihir:** Di masa itu, banyak orang tak berdosa dieksekusi karena tuduhan sihir. Spee secara berani menentang praktik ini melalui bukunya, *Cautio Criminalis*, yang ia tulis secara anonim. Ia mendampingi banyak korban menuju tiang eksekusi, yang membuatnya sangat sedih dan trauma.
* **Kematian:** Ia akhirnya meninggal dunia pada usia 44 tahun akibat tertular penyakit (kemungkinan wabah) saat merawat para tentara yang terluka dalam perang.
### 2. Latar Belakang Penciptaan: Mencari Kedamaian di Tengah Perang
Dunia Friedrich von Spee adalah dunia yang penuh dengan kelaparan, wabah penyakit, dan pembantaian. Di tengah kekacauan dan penderitaan perang yang melanda Jerman, ia menulis lagu ini sebagai upaya untuk mengalihkan pandangan orang dari penderitaan dunia menuju **inkarnasi Allah**.
Ia memasukkan lagu ini dalam koleksi puisi religiusnya yang terkenal berjudul ***Trutznachtigall*** (Burung Bulbul yang Melawan/Menantang), yang diterbitkan secara anumerta pada tahun 1649. Judul tersebut bermakna bahwa lagu-lagunya adalah "balasan" bagi suara dunia yang penuh duka, sebuah nyanyian yang lebih indah dan kudus untuk menandingi "nyanyian" perang dan kehancuran.
### 3. Makna Lirik: Teologi Inkarnasi
Lagu ini tidak hanya menceritakan kisah lahirnya bayi Yesus, tetapi merangkum seluruh teologi keselamatan Kristen. Dalam bahasa Jerman aslinya, lagu ini memiliki struktur yang sangat kuat:
* **Pernyataan:** Lagu dibuka dengan fakta sejarah tentang kelahiran Kristus di Betlehem.
* **Penyatuan Ilahi dan Manusia:** Spee menekankan bahwa Sang Pencipta alam semesta menjadi seorang bayi kecil yang lemah. Ini adalah bentuk kerendahan hati Allah yang luar biasa.
* **Tujuan Penyelamatan:** Lagu ini menghubungkan palungan (tempat bayi Yesus) dengan takdir-Nya di kayu salib. Bagi Spee, Natal tidak bisa dipisahkan dari misi penebusan.
### 4. Melodi dan Warisan
Melodi yang kita kenal sekarang pertama kali muncul dalam buku nyanyian *Geistliche Psalter* (1637). Melodinya memiliki karakter yang tenang, reflektif, dan bersifat meditasi, sangat cocok dengan suasana spiritualitas Yesuit pada masa itu.
**Mengapa lagu ini bertahan ratusan tahun?**
* **Ketulusan:** Lagu ini ditulis oleh seseorang yang benar-benar mengalami penderitaan dunia dan menemukan penghiburan dalam sosok bayi Yesus.
* **Kedalaman Teologis:** Dibandingkan dengan lagu-lagu Natal yang hanya fokus pada "keceriaan", lagu ini membawa pendengar untuk merenungkan makna mendalam dari Allah yang menjadi manusia untuk menebus dosa.
### Kesimpulan
Saat Anda menyanyikan *Di Betlehem T’lah Lahir*, ingatlah bahwa lirik ini lahir dari pena seorang pria yang menghabiskan hari-harinya di antara korban perang dan ketidakadilan. Friedrich von Spee ingin menyampaikan bahwa di tengah dunia yang hancur, **"Terang yang sesungguhnya telah lahir"**. Lagu ini adalah sebuah "protes" damai terhadap kegelapan dunia dengan membawa harapan surgawi ke dalam palungan yang sederhana.
Cross Reference
KK 167, NR 36 , MK 65 , BE 53, BN 53
Di Betlehem Do Tubu
BE
Di Betlehem T'lah Lahir
BN
Di Betlehem T'lah Lahir
KK
Di Betlehem _lah Iahir seorang Putera
MK
Di Betlehem T'lah Jadi
NR
Sama Tema
Kelahiran Yesus dan Masa Natal
Malam Kudus
KJ
Tumbuhlah Tunas Baru
KJ
Hai Kota Mungil Betlehem
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Di Malam Sunyi Bergema
KJ
Hai Malaikat Dari Sorga
KJ
Jauh Dari Sorga Datangku
KJ
Gita Sorga Bergema
KJ
Muliakanlah
KJ
Alam Raya Berkumandang
KJ
Di Dalam Palungan
KJ
Dengarlah Kidung
KJ
Hai Dengar Tembang Malaikat
KJ
Ya Anak Kecil
KJ
Bernyanyilah Merdu
KJ
Terbitlah dalam Kegelapan
KJ
Takhta Mulia di Tempat Baka
KJ
Hai Mari, Berhimpun
KJ
Di Palungan Dibaringkan
KJ
Anak Maria dalam Palungan
KJ
Dalam Kota Raja Daud
KJ
Mari, Lihatlah Semua
KJ
Berlutut di PalunganMu
KJ
Yang Dipuji Kaum Gembala
KJ
Hai Anak Semua
KJ
Sungguh Mulia
KJ
Hai Dunia, Gembiralah
KJ
Hai, Siarkan di Gunung
KJ
Dunia Kedinginan
KJ
Anak yang Dijanji
KJ
S'lamat, S'lamat Datang
KJ
Siapakah Yang Menerima
KJ
Lahir Kristus di Dunia
KJ
Tiap Tahun Kembali
KJ
Kandang Domba Itu RumahNya
KJ