KJ
Jauh Dari Sorga Datangku
From Heaven Above to Elarth I Come / VomHinunelhochdakommichher
Informasi Lagu
98
Nomor
Kode
KJ 98
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
KK 182, NR 26, BE 46, MK 27, BN 46, MB 337
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
15 bait
Jauh dari sorga datangku dengan berita bagimu,
begitu bagus dan megah: ku ingin menyanyikannya!
Seorang bayi lahirlah dari perawan Maria
dan Anak itu Kawanmu yang paling akrab dan teguh
Dialah Yesus Penebus, Sang Juruslamat yang kudus,
Penolong orang yang lemah, Penghapus dosa dunia.
Ia membawa bagimu bahagia sorga yang penuh,
supaya juga kaukenal rahasia hidup yang kekal.
Inilah tanda bagimu: di kandang kamu bertemu
Sang Bayi di palunganNya; Dialah raja semesta.
Dengan gembala marilah ke kandang domba yang rendah,
melihat kasih kurnia di dalam Putra mulia.
Dalam palungan lihatlah betapa manis tidurNya.
Siapa itu yang lembut? Itulah Yesus, Kawanku!
Selamat datang, Rajaku, yang turun dari takhtaMu.
Kau masuk dunia cemar; betapa kasihMu besar!
Pencipta alam semesta, Kau jadi insan yang rendah;
palungan domba dan lembu Kaubuat petiduranMu.
Andaikan muka dunia berlipat ganda luasnya
dengan permata pun penuh, tetap tak layak bagiMu.
Bukanlah sutra beledu perlambang kebesaranMu.
Di atas rumput yang kering KerajaanMu tercermin.
Sekarang aku mengerti teladan yang Engkau beri:
kuasa, harta dan benda bagiMu tiada artinya.
Temanku Yesus, marilah, hatiku persiapkanlah
menjadi kediamanMu sepanjang umur hidupku!
Selalu hatiku senang, seluruh jalanku terang
dan kidung sukacitaku, ya Yesus, hanya bagiMu!
Muliakan Allah, pujilah Yang memberikan PutraNya!
Salam sorgawi menggema di Tahun Baru yang cerah.
Slide Lirik
15 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu "Jauh Dari Surga Datangku" atau yang lebih dikenal dengan judul aslinya dalam bahasa Jerman, "Vom Himmel Hoch da komm ich her", adalah sebuah kisah yang sangat personal, pastoral, dan teologis dari Martin Luther, salah satu tokoh sentral Reformasi Protestan. Lagu ini bukan sekadar himne Natal biasa; ia adalah manifestasi dari visi Luther untuk membawa pesan Injil ke dalam kehidupan sehari-hari umat, terutama anak-anak.
Mari kita selami detail kisahnya:
**1. Konteks Abad ke-16: Peran Luther dan Musik**
Martin Luther (1483-1546) bukan hanya seorang teolog dan reformator ulung; ia juga seorang musisi dan komposer yang sangat menghargai kekuatan musik. Baginya, musik adalah karunia ilahi kedua setelah teologi. Ia percaya bahwa himne-himne dalam bahasa rakyat (bukan Latin) adalah alat yang sangat efektif untuk mengajarkan doktrin Kristen dan menguatkan iman umat. Ia ingin umat tidak hanya pasif mendengarkan, tetapi aktif bernyanyi dan memahami kebenaran Injil melalui lirik-lirik yang sederhana namun mendalam.
Pada masa Luther, perayaan Natal seringkali dipenuhi dengan tradisi-tradisi yang sudah bergeser jauh dari inti teologisnya, seperti kisah Santa Klaus (St. Nicholas) yang membawa hadiah. Luther, sebagai seorang ayah dan pastor, ingin mengarahkan fokus kembali kepada sosok Kristus itu sendiri sebagai pemberi hadiah terbesar bagi umat manusia.
**2. Motivasi Personal dan Keluarga: Menulis untuk Anak-anaknya**
Pada tahun 1535, Luther dan istrinya, Katharina von Bora, memiliki enam orang anak yang masih kecil. Perayaan Natal di rumah tangga Luther di Wittenberg adalah momen yang hangat dan penuh makna. Luther sangat ingin anak-anaknya memahami arti sebenarnya dari Natal: bahwa Allah, melalui Yesus Kristus, telah datang ke dunia sebagai hadiah terbesar bagi umat manusia.
Tradisi populer saat itu adalah "Spielmannslied" (lagu pemain/penyanyi) atau "Wiegenlied" (lagu pengantar tidur) yang anak-anak kenal. Ada sebuah melodi rakyat populer yang biasa dinyanyikan dengan lirik "Ich komm aus fremden Landen her" (Aku datang dari negeri asing), di mana seorang "orang asing" membawa berbagai hadiah. Melodi ini riang dan sangat dikenal oleh anak-anak Jerman kala itu.
Luther melihat kesempatan emas. Daripada menciptakan melodi baru yang mungkin asing, ia memutuskan untuk mengambil melodi yang sudah akrab di telinga anak-anaknya dan menggantinya dengan lirik-lirik yang sarat makna teologis. Ini adalah salah satu ciri khas reformasi Luther dalam musik gereja: "membaptis" melodi sekuler untuk tujuan sakral.
**3. Proses Penciptaan: "Orang Asing" Menjadi Malaikat atau Kristus Anak**
Luther dengan sengaja mengganti sosok "orang asing" yang membawa hadiah dengan sosok yang jauh lebih agung: **seorang malaikat yang mengumumkan kelahiran Yesus**, atau bahkan **Yesus Anak itu sendiri sebagai pembawa kabar gembira dan hadiah keselamatan**.
Ia membayangkan seolah-olah ia sendiri, mungkin dengan jenggot dan jubahnya, datang ke tengah-tengah keluarganya pada malam Natal, dan dengan suara malaikat, mengumumkan berita kelahiran Yesus. Atau ia membayangkan Kristus Anak datang langsung untuk menyampaikan kabar sukacita itu.
**Lirik Awal (Stanza Pertama):**
"Vom Himmel hoch da komm ich her,
ich bring' euch gute neue Mär,
der guten Mär bring ich so viel,
davon ich singen und sagen will."
("Dari surga tinggi datanglah aku,
kubawa kabar gembira baru bagimu,
berita baik yang kubawa amatlah banyak,
tentang itu ingin ku bernyanyi dan bertutur.")
Lirik ini dengan jelas menempatkan narator sebagai pembawa kabar dari surga, bukan lagi sekadar seorang pengembara. Kemudian, himne ini berlanjut dengan menjelaskan identitas Anak itu, tempat kelahirannya (palungan di Bethlehem), tujuan kedatangannya (untuk menyelamatkan manusia), dan undangan untuk bersukacita dan menyembah-Nya.
**4. Pesan Teologis yang Mendalam dalam Bahasa Sederhana**
"Vom Himmel Hoch" adalah ringkasan teologi Natal Luther yang kaya:
* **Inkarnasi (Penjelmaan):** Allah yang Mahatinggi merendahkan diri dan menjadi manusia, seorang bayi yang lemah, lahir di tempat yang sederhana. Ini adalah keajaiban terbesar.
* **Anugerah (Grace):** Kelahiran Kristus adalah anugerah murni dari Allah, bukan hasil usaha atau perbuatan manusia. Ia adalah hadiah yang tidak pantas kita terima.
* **Penebusan:** Kristus datang untuk membebaskan manusia dari dosa dan kematian, membawa damai dan sukacita.
* **Iman yang Aktif:** Lagu ini mengundang pendengar, terutama anak-anak, untuk secara aktif menerima kabar gembira ini, untuk datang dan melihat bayi di palungan, dan untuk merayakan-Nya.
* **Pengganti St. Nicholas:** Melalui himne ini, Luther secara efektif mengalihkan fokus dari tokoh St. Nicholas ke "Christkind" (Kristus Anak) sebagai simbol pemberi hadiah Natal, yang kemudian menjadi tradisi kuat di beberapa wilayah Jerman.
**5. Dampak dan Warisan**
"Vom Himmel Hoch da komm ich her" segera menjadi sangat populer di kalangan Protestan Jerman dan menyebar ke seluruh dunia. Lagu ini tidak hanya dinyanyikan di gereja-gereja, tetapi juga di rumah-rumah, menjadi lagu wajib pada perayaan Natal keluarga.
* **Pendidikan Katekismus:** Lagu ini berfungsi sebagai katekismus yang dapat dinyanyikan, mengajarkan kebenaran fundamental Injil kepada anak-anak dengan cara yang mudah diingat dan menyenangkan.
* **Pengaruh Budaya:** Hymne ini turut membentuk tradisi Natal di banyak budaya, menekankan kesederhanaan, sukacita, dan anugerah.
* **Karya Seni:** Melodinya yang indah dan liriknya yang kuat telah menginspirasi banyak komposer klasik, termasuk Johann Sebastian Bach, yang menggunakannya dalam oratorio dan karya-karya choral lainnya.
Singkatnya, "Jauh Dari Surga Datangku" adalah lebih dari sekadar lagu Natal. Ia adalah warisan dari hati seorang bapa, seorang pastor, dan seorang teolog yang ingin memastikan bahwa inti pesan Natal—yaitu cinta Allah yang tak terhingga yang datang ke dunia dalam diri seorang bayi—tetap hidup dan bergema dalam setiap hati, khususnya hati anak-anak. Ia adalah bukti kejeniusan Luther dalam menggunakan musik sebagai jembatan antara kebenaran ilahi yang agung dan pemahaman manusia yang sederhana.
Mari kita selami detail kisahnya:
**1. Konteks Abad ke-16: Peran Luther dan Musik**
Martin Luther (1483-1546) bukan hanya seorang teolog dan reformator ulung; ia juga seorang musisi dan komposer yang sangat menghargai kekuatan musik. Baginya, musik adalah karunia ilahi kedua setelah teologi. Ia percaya bahwa himne-himne dalam bahasa rakyat (bukan Latin) adalah alat yang sangat efektif untuk mengajarkan doktrin Kristen dan menguatkan iman umat. Ia ingin umat tidak hanya pasif mendengarkan, tetapi aktif bernyanyi dan memahami kebenaran Injil melalui lirik-lirik yang sederhana namun mendalam.
Pada masa Luther, perayaan Natal seringkali dipenuhi dengan tradisi-tradisi yang sudah bergeser jauh dari inti teologisnya, seperti kisah Santa Klaus (St. Nicholas) yang membawa hadiah. Luther, sebagai seorang ayah dan pastor, ingin mengarahkan fokus kembali kepada sosok Kristus itu sendiri sebagai pemberi hadiah terbesar bagi umat manusia.
**2. Motivasi Personal dan Keluarga: Menulis untuk Anak-anaknya**
Pada tahun 1535, Luther dan istrinya, Katharina von Bora, memiliki enam orang anak yang masih kecil. Perayaan Natal di rumah tangga Luther di Wittenberg adalah momen yang hangat dan penuh makna. Luther sangat ingin anak-anaknya memahami arti sebenarnya dari Natal: bahwa Allah, melalui Yesus Kristus, telah datang ke dunia sebagai hadiah terbesar bagi umat manusia.
Tradisi populer saat itu adalah "Spielmannslied" (lagu pemain/penyanyi) atau "Wiegenlied" (lagu pengantar tidur) yang anak-anak kenal. Ada sebuah melodi rakyat populer yang biasa dinyanyikan dengan lirik "Ich komm aus fremden Landen her" (Aku datang dari negeri asing), di mana seorang "orang asing" membawa berbagai hadiah. Melodi ini riang dan sangat dikenal oleh anak-anak Jerman kala itu.
Luther melihat kesempatan emas. Daripada menciptakan melodi baru yang mungkin asing, ia memutuskan untuk mengambil melodi yang sudah akrab di telinga anak-anaknya dan menggantinya dengan lirik-lirik yang sarat makna teologis. Ini adalah salah satu ciri khas reformasi Luther dalam musik gereja: "membaptis" melodi sekuler untuk tujuan sakral.
**3. Proses Penciptaan: "Orang Asing" Menjadi Malaikat atau Kristus Anak**
Luther dengan sengaja mengganti sosok "orang asing" yang membawa hadiah dengan sosok yang jauh lebih agung: **seorang malaikat yang mengumumkan kelahiran Yesus**, atau bahkan **Yesus Anak itu sendiri sebagai pembawa kabar gembira dan hadiah keselamatan**.
Ia membayangkan seolah-olah ia sendiri, mungkin dengan jenggot dan jubahnya, datang ke tengah-tengah keluarganya pada malam Natal, dan dengan suara malaikat, mengumumkan berita kelahiran Yesus. Atau ia membayangkan Kristus Anak datang langsung untuk menyampaikan kabar sukacita itu.
**Lirik Awal (Stanza Pertama):**
"Vom Himmel hoch da komm ich her,
ich bring' euch gute neue Mär,
der guten Mär bring ich so viel,
davon ich singen und sagen will."
("Dari surga tinggi datanglah aku,
kubawa kabar gembira baru bagimu,
berita baik yang kubawa amatlah banyak,
tentang itu ingin ku bernyanyi dan bertutur.")
Lirik ini dengan jelas menempatkan narator sebagai pembawa kabar dari surga, bukan lagi sekadar seorang pengembara. Kemudian, himne ini berlanjut dengan menjelaskan identitas Anak itu, tempat kelahirannya (palungan di Bethlehem), tujuan kedatangannya (untuk menyelamatkan manusia), dan undangan untuk bersukacita dan menyembah-Nya.
**4. Pesan Teologis yang Mendalam dalam Bahasa Sederhana**
"Vom Himmel Hoch" adalah ringkasan teologi Natal Luther yang kaya:
* **Inkarnasi (Penjelmaan):** Allah yang Mahatinggi merendahkan diri dan menjadi manusia, seorang bayi yang lemah, lahir di tempat yang sederhana. Ini adalah keajaiban terbesar.
* **Anugerah (Grace):** Kelahiran Kristus adalah anugerah murni dari Allah, bukan hasil usaha atau perbuatan manusia. Ia adalah hadiah yang tidak pantas kita terima.
* **Penebusan:** Kristus datang untuk membebaskan manusia dari dosa dan kematian, membawa damai dan sukacita.
* **Iman yang Aktif:** Lagu ini mengundang pendengar, terutama anak-anak, untuk secara aktif menerima kabar gembira ini, untuk datang dan melihat bayi di palungan, dan untuk merayakan-Nya.
* **Pengganti St. Nicholas:** Melalui himne ini, Luther secara efektif mengalihkan fokus dari tokoh St. Nicholas ke "Christkind" (Kristus Anak) sebagai simbol pemberi hadiah Natal, yang kemudian menjadi tradisi kuat di beberapa wilayah Jerman.
**5. Dampak dan Warisan**
"Vom Himmel Hoch da komm ich her" segera menjadi sangat populer di kalangan Protestan Jerman dan menyebar ke seluruh dunia. Lagu ini tidak hanya dinyanyikan di gereja-gereja, tetapi juga di rumah-rumah, menjadi lagu wajib pada perayaan Natal keluarga.
* **Pendidikan Katekismus:** Lagu ini berfungsi sebagai katekismus yang dapat dinyanyikan, mengajarkan kebenaran fundamental Injil kepada anak-anak dengan cara yang mudah diingat dan menyenangkan.
* **Pengaruh Budaya:** Hymne ini turut membentuk tradisi Natal di banyak budaya, menekankan kesederhanaan, sukacita, dan anugerah.
* **Karya Seni:** Melodinya yang indah dan liriknya yang kuat telah menginspirasi banyak komposer klasik, termasuk Johann Sebastian Bach, yang menggunakannya dalam oratorio dan karya-karya choral lainnya.
Singkatnya, "Jauh Dari Surga Datangku" adalah lebih dari sekadar lagu Natal. Ia adalah warisan dari hati seorang bapa, seorang pastor, dan seorang teolog yang ingin memastikan bahwa inti pesan Natal—yaitu cinta Allah yang tak terhingga yang datang ke dunia dalam diri seorang bayi—tetap hidup dan bergema dalam setiap hati, khususnya hati anak-anak. Ia adalah bukti kejeniusan Luther dalam menggunakan musik sebagai jembatan antara kebenaran ilahi yang agung dan pemahaman manusia yang sederhana.
Cross Reference
KK 182, NR 26, BE 46, MK 27, BN 46, MB 337
Na Sian Ginjang Do Au Ro
BE
Jauh Dari Surga Datangku
BN
Jauh Dari Surga Datangku
KK
Aku turun dari surga
MB
Jauh dari sorga datangku
MK
T'rus dari Sorga Datang-Ku
NR
Sama Tema
Kelahiran Yesus dan Masa Natal
Malam Kudus
KJ
Tumbuhlah Tunas Baru
KJ
Hai Kota Mungil Betlehem
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Di Malam Sunyi Bergema
KJ
Hai Malaikat Dari Sorga
KJ
Gita Sorga Bergema
KJ
Muliakanlah
KJ
Alam Raya Berkumandang
KJ
Di Dalam Palungan
KJ
Dengarlah Kidung
KJ
Hai Dengar Tembang Malaikat
KJ
Ya Anak Kecil
KJ
Bernyanyilah Merdu
KJ
Terbitlah dalam Kegelapan
KJ
Takhta Mulia di Tempat Baka
KJ
Hai Mari, Berhimpun
KJ
Di Betlehem T'lah Lahir Seorang Putera
KJ
Di Palungan Dibaringkan
KJ
Anak Maria dalam Palungan
KJ
Dalam Kota Raja Daud
KJ
Mari, Lihatlah Semua
KJ
Berlutut di PalunganMu
KJ
Yang Dipuji Kaum Gembala
KJ
Hai Anak Semua
KJ
Sungguh Mulia
KJ
Hai Dunia, Gembiralah
KJ
Hai, Siarkan di Gunung
KJ
Dunia Kedinginan
KJ
Anak yang Dijanji
KJ
S'lamat, S'lamat Datang
KJ
Siapakah Yang Menerima
KJ
Lahir Kristus di Dunia
KJ
Tiap Tahun Kembali
KJ
Kandang Domba Itu RumahNya
KJ