KJ
Tumbuhlah Tunas Baru
Els ist ein Reis entsprungen / Lo How a Rose E?er Blooming
Informasi Lagu
93
Nomor
Kode
KJ 93
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
NR 32 , MK 56 , BE 58 , KKb 136 ,KK 151
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
4 bait
Tumbuhlah tunas baru di tunggul Isai,
yang pada masa lalu disyairkan nabi.
Nubuatnya genap: bunga harapan
Lahir di malam yang gelap.
Ini maksud Yesaya dengan nubuatnya:
lahir dari Maria seorang Putera.
Kudus dan mulia Firman menjadi daging;
Perawan bundaNya.
Bunga begitu mungil yang harum dan lembut,
menghapus dari bumi gelap dan kemelut.
Sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah,
Penebus dunia.
Mari menyambut "Amin" atas karunia.
Ya Yesus, kami yakin; ya Tuhan tolonglah,
Agar dengan syukur kami memuji Dikau
di KerajaanMu.
Slide Lirik
4 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah yang indah dan mendalam di balik lagu Natal Jerman yang agung, "Es ist ein Ros entsprungen," yang di Indonesia dikenal dengan judul "Tumbuhlah Tunas Baru."
Lagu ini bukan sekadar melodi indah; ia adalah perpaduan kaya antara teologi, simbolisme, sejarah, dan puisi yang telah memukau hati selama berabad-abad.
---
### Kisah di Balik "Es ist ein Ros entsprungen" / "Tumbuhlah Tunas Baru"
**1. Asal-usul dan Latar Belakang Historis: Abad Pertengahan yang Mistik**
* **Zaman Awal (Abad ke-15):** Lagu ini diperkirakan berasal dari Jerman pada awal abad ke-15, meskipun versi tertulis tertua yang diketahui adalah dari tahun 1582, ditemukan dalam sebuah buku himne dari Trier, Jerman. Sebelum itu, kemungkinan besar lagu ini telah hidup dan diwariskan secara lisan selama beberapa waktu.
* **Awalnya Katolik:** Pada mulanya, lagu ini adalah himne Katolik yang sangat kuat, dengan penekanan pada Perawan Maria. Lirik aslinya lebih banyak berfokus pada Maria sebagai "mawar" yang suci dari mana Yesus lahir.
* **Hubungan dengan "Ranting Isai" (Jesse Tree):** Lagu ini secara langsung mengacu pada tradisi visual dan teologis "Ranting Isai" (Jesse Tree) yang populer di abad pertengahan. Ranting Isai adalah penggambaran silsilah Yesus yang menelusuri garis keturunan-Nya hingga Isai, ayah Raja Daud. Tradisi ini terinspirasi dari **Kitab Yesaya 11:1**:
> "Tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari akarnya akan berbuah."
Ayat ini adalah inti dari seluruh simbolisme lagu. Isai dianggap sebagai "tunggul" atau "akar" yang telah mati atau layu (melambangkan kerajaan Israel yang telah jatuh atau kondisi manusia yang penuh dosa), namun dari situlah akan muncul "tunas" atau "taruk" baru yang membawa kehidupan dan harapan.
**2. Makna Simbolis dan Teologis: Mawar, Tunas, dan Pengharapan**
Lagu ini adalah mahakarya metafora dan alegori:
* **"Ein Ros" (Satu Mawar/Bunga Mawar):**
* **Perawan Maria:** Dalam tradisi Katolik awal, "mawar" ini secara eksplisit merujuk pada Perawan Maria, yang digambarkan sebagai bunga mawar tanpa duri – simbol kemurnian, keperawanan, dan kesuciannya yang sempurna. Ia adalah bunga yang mekar di tengah "musim dingin" dosa dunia.
* **"Wurzel Zart" (Akar yang Lembut/Halus):** Ini merujuk pada silsilah Isai (Jesse), akar keluarga Daud, dari mana Maria berasal. Ungkapan "lembut" mungkin merujuk pada kerendahan hati Maria atau keadaannya yang sederhana.
* **"Ein Blümlein" / "Ein Reis" (Satu Bunga Kecil / Satu Tunas):**
* **Yesus Kristus:** Dari mawar (Maria) ini muncul "bunga kecil" atau "tunas" baru, yaitu Yesus Kristus. Dialah Mesias yang dijanjikan, yang lahir dari Maria yang perawan.
* **Kelahiran Ajaib di Tengah Kegelapan:** Lirik sering menggambarkan mawar ini mekar di tengah musim dingin yang pahit ("mitten im kalten Winter," "zur halben Nacht"), di bawah salju yang tebal ("unter des Schnees Schein"). Ini adalah metafora kuat untuk kelahiran Yesus di tengah kegelapan spiritual dunia, membawa terang dan kehidupan di saat yang paling tidak terduga dan paling sulit. Ini adalah keajaiban yang melampaui logika alamiah.
* **"Duft" (Harum):** Bunga ini membawa "harum yang sangat manis," melambangkan sukacita, kedamaian, dan keselamatan yang dibawa oleh kedatangan Yesus bagi seluruh umat manusia.
**3. Evolusi dan Harmonisasi: Dari Katolik ke Protestan, dari Lisan ke Abadi**
* **Reformasi Protestan:** Ketika Reformasi Protestan menyebar di Jerman pada abad ke-16, banyak lagu-lagu liturgi yang diadaptasi. Lagu ini adalah salah satu yang beruntung. Para reformis Protestan, meskipun tidak terlalu menekankan Maria seperti Katolik, melihat keindahan dan kedalaman teologis dalam lagu ini dan mengadaptasi liriknya untuk lebih menekankan Kristus sebagai pusat pengharapan.
* **Michael Praetorius (1609):** Tokoh paling penting dalam sejarah lagu ini adalah komposer dan teoris musik Jerman, Michael Praetorius. Pada tahun 1609, ia menerbitkan harmonisasi lagu ini dalam karyanya "Musae Sioniae." Aransemen empat suara yang tenang, meditatif, dan indah oleh Praetorius inilah yang sebagian besar kita kenal dan nyanyikan hingga hari ini. Aransemennya mengangkat lagu ini dari himne lokal menjadi mahakarya universal.
* **Dua Versi Lirik:** Sejak saat itu, ada dua tradisi lirik utama:
* **Versi Katolik:** Seringkali memiliki stanza tambahan yang lebih menekankan Maria sebagai mawar suci.
* **Versi Protestan:** Lebih fokus pada tunas (Yesus) yang keluar dari akar Isai dan mawar (Maria) tanpa terlalu mendewa-dewakan Maria.
**4. "Tumbuhlah Tunas Baru" di Indonesia**
Versi Indonesia, "Tumbuhlah Tunas Baru," adalah terjemahan yang indah dan setia, yang berhasil menangkap esensi puitis dan teologis dari lagu aslinya. Ia dengan tepat memilih metafora "tunas" dan "bunga" untuk Yesus dan Maria, serta konteks kelahiran yang ajaib di tengah kegelapan, sama seperti bunga yang mekar di tengah salju musim dingin.
**Kesimpulan:**
"Es ist ein Ros entsprungen" adalah lebih dari sekadar lagu Natal. Ia adalah sebuah permenungan yang mendalam tentang nubuat kuno, keajaiban kelahiran Kristus, dan harapan yang dibawanya kepada dunia. Dengan melodi yang sederhana namun memukau, dan lirik yang kaya simbolisme, lagu ini terus mengingatkan kita akan keindahan dan misteri Natal: bahwa dari keadaan yang paling sederhana dan paling tidak mungkin sekalipun, Allah dapat menumbuhkan kehidupan, terang, dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Ini adalah nyanyian tentang harapan yang tak pernah padam, bahkan di tengah musim dingin yang paling gelap sekalipun.
Lagu ini bukan sekadar melodi indah; ia adalah perpaduan kaya antara teologi, simbolisme, sejarah, dan puisi yang telah memukau hati selama berabad-abad.
---
### Kisah di Balik "Es ist ein Ros entsprungen" / "Tumbuhlah Tunas Baru"
**1. Asal-usul dan Latar Belakang Historis: Abad Pertengahan yang Mistik**
* **Zaman Awal (Abad ke-15):** Lagu ini diperkirakan berasal dari Jerman pada awal abad ke-15, meskipun versi tertulis tertua yang diketahui adalah dari tahun 1582, ditemukan dalam sebuah buku himne dari Trier, Jerman. Sebelum itu, kemungkinan besar lagu ini telah hidup dan diwariskan secara lisan selama beberapa waktu.
* **Awalnya Katolik:** Pada mulanya, lagu ini adalah himne Katolik yang sangat kuat, dengan penekanan pada Perawan Maria. Lirik aslinya lebih banyak berfokus pada Maria sebagai "mawar" yang suci dari mana Yesus lahir.
* **Hubungan dengan "Ranting Isai" (Jesse Tree):** Lagu ini secara langsung mengacu pada tradisi visual dan teologis "Ranting Isai" (Jesse Tree) yang populer di abad pertengahan. Ranting Isai adalah penggambaran silsilah Yesus yang menelusuri garis keturunan-Nya hingga Isai, ayah Raja Daud. Tradisi ini terinspirasi dari **Kitab Yesaya 11:1**:
> "Tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari akarnya akan berbuah."
Ayat ini adalah inti dari seluruh simbolisme lagu. Isai dianggap sebagai "tunggul" atau "akar" yang telah mati atau layu (melambangkan kerajaan Israel yang telah jatuh atau kondisi manusia yang penuh dosa), namun dari situlah akan muncul "tunas" atau "taruk" baru yang membawa kehidupan dan harapan.
**2. Makna Simbolis dan Teologis: Mawar, Tunas, dan Pengharapan**
Lagu ini adalah mahakarya metafora dan alegori:
* **"Ein Ros" (Satu Mawar/Bunga Mawar):**
* **Perawan Maria:** Dalam tradisi Katolik awal, "mawar" ini secara eksplisit merujuk pada Perawan Maria, yang digambarkan sebagai bunga mawar tanpa duri – simbol kemurnian, keperawanan, dan kesuciannya yang sempurna. Ia adalah bunga yang mekar di tengah "musim dingin" dosa dunia.
* **"Wurzel Zart" (Akar yang Lembut/Halus):** Ini merujuk pada silsilah Isai (Jesse), akar keluarga Daud, dari mana Maria berasal. Ungkapan "lembut" mungkin merujuk pada kerendahan hati Maria atau keadaannya yang sederhana.
* **"Ein Blümlein" / "Ein Reis" (Satu Bunga Kecil / Satu Tunas):**
* **Yesus Kristus:** Dari mawar (Maria) ini muncul "bunga kecil" atau "tunas" baru, yaitu Yesus Kristus. Dialah Mesias yang dijanjikan, yang lahir dari Maria yang perawan.
* **Kelahiran Ajaib di Tengah Kegelapan:** Lirik sering menggambarkan mawar ini mekar di tengah musim dingin yang pahit ("mitten im kalten Winter," "zur halben Nacht"), di bawah salju yang tebal ("unter des Schnees Schein"). Ini adalah metafora kuat untuk kelahiran Yesus di tengah kegelapan spiritual dunia, membawa terang dan kehidupan di saat yang paling tidak terduga dan paling sulit. Ini adalah keajaiban yang melampaui logika alamiah.
* **"Duft" (Harum):** Bunga ini membawa "harum yang sangat manis," melambangkan sukacita, kedamaian, dan keselamatan yang dibawa oleh kedatangan Yesus bagi seluruh umat manusia.
**3. Evolusi dan Harmonisasi: Dari Katolik ke Protestan, dari Lisan ke Abadi**
* **Reformasi Protestan:** Ketika Reformasi Protestan menyebar di Jerman pada abad ke-16, banyak lagu-lagu liturgi yang diadaptasi. Lagu ini adalah salah satu yang beruntung. Para reformis Protestan, meskipun tidak terlalu menekankan Maria seperti Katolik, melihat keindahan dan kedalaman teologis dalam lagu ini dan mengadaptasi liriknya untuk lebih menekankan Kristus sebagai pusat pengharapan.
* **Michael Praetorius (1609):** Tokoh paling penting dalam sejarah lagu ini adalah komposer dan teoris musik Jerman, Michael Praetorius. Pada tahun 1609, ia menerbitkan harmonisasi lagu ini dalam karyanya "Musae Sioniae." Aransemen empat suara yang tenang, meditatif, dan indah oleh Praetorius inilah yang sebagian besar kita kenal dan nyanyikan hingga hari ini. Aransemennya mengangkat lagu ini dari himne lokal menjadi mahakarya universal.
* **Dua Versi Lirik:** Sejak saat itu, ada dua tradisi lirik utama:
* **Versi Katolik:** Seringkali memiliki stanza tambahan yang lebih menekankan Maria sebagai mawar suci.
* **Versi Protestan:** Lebih fokus pada tunas (Yesus) yang keluar dari akar Isai dan mawar (Maria) tanpa terlalu mendewa-dewakan Maria.
**4. "Tumbuhlah Tunas Baru" di Indonesia**
Versi Indonesia, "Tumbuhlah Tunas Baru," adalah terjemahan yang indah dan setia, yang berhasil menangkap esensi puitis dan teologis dari lagu aslinya. Ia dengan tepat memilih metafora "tunas" dan "bunga" untuk Yesus dan Maria, serta konteks kelahiran yang ajaib di tengah kegelapan, sama seperti bunga yang mekar di tengah salju musim dingin.
**Kesimpulan:**
"Es ist ein Ros entsprungen" adalah lebih dari sekadar lagu Natal. Ia adalah sebuah permenungan yang mendalam tentang nubuat kuno, keajaiban kelahiran Kristus, dan harapan yang dibawanya kepada dunia. Dengan melodi yang sederhana namun memukau, dan lirik yang kaya simbolisme, lagu ini terus mengingatkan kita akan keindahan dan misteri Natal: bahwa dari keadaan yang paling sederhana dan paling tidak mungkin sekalipun, Allah dapat menumbuhkan kehidupan, terang, dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Ini adalah nyanyian tentang harapan yang tak pernah padam, bahkan di tengah musim dingin yang paling gelap sekalipun.
Cross Reference
NR 32 , MK 56 , BE 58 , KKb 136 ,KK 151
Martumbur Tungkotungko
BE
Tumbuhlah Tunas Baru
KK
Tina Tunggul Isai
KKb
Tumbuhlah tunas baru
MK
Terbit Sepucuk Taruk
NR
Sama Tema
Kelahiran Yesus dan Masa Natal
Malam Kudus
KJ
Hai Kota Mungil Betlehem
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Di Malam Sunyi Bergema
KJ
Hai Malaikat Dari Sorga
KJ
Jauh Dari Sorga Datangku
KJ
Gita Sorga Bergema
KJ
Muliakanlah
KJ
Alam Raya Berkumandang
KJ
Di Dalam Palungan
KJ
Dengarlah Kidung
KJ
Hai Dengar Tembang Malaikat
KJ
Ya Anak Kecil
KJ
Bernyanyilah Merdu
KJ
Terbitlah dalam Kegelapan
KJ
Takhta Mulia di Tempat Baka
KJ
Hai Mari, Berhimpun
KJ
Di Betlehem T'lah Lahir Seorang Putera
KJ
Di Palungan Dibaringkan
KJ
Anak Maria dalam Palungan
KJ
Dalam Kota Raja Daud
KJ
Mari, Lihatlah Semua
KJ
Berlutut di PalunganMu
KJ
Yang Dipuji Kaum Gembala
KJ
Hai Anak Semua
KJ
Sungguh Mulia
KJ
Hai Dunia, Gembiralah
KJ
Hai, Siarkan di Gunung
KJ
Dunia Kedinginan
KJ
Anak yang Dijanji
KJ
S'lamat, S'lamat Datang
KJ
Siapakah Yang Menerima
KJ
Lahir Kristus di Dunia
KJ
Tiap Tahun Kembali
KJ
Kandang Domba Itu RumahNya
KJ