Informasi Lagu
102
Nomor
Kode
KJ 102
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
KPKA 240, KK 165, MK 45, KC 50a , KPJ 214
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 3 bait
Di dalam palungan, tiada yang lain, terbaringlah Yesus berbalutkan kain. BintangNya di langit mengkilap terang Dan Yesus tertidur lelap dan tenang.
Ternak bersuara membangunkanNya, Tetapi Sang Bayi tiada resah. Ya Yesus, sekarang hatiku tentram, Engkaulah Temanku di malam kelam.
Ya Yesus, Tuhanku, dengar doaku: tetaplah sertaku dengan kasihMu. Semua anakMu berilah berkat Dan hidup sertaMu di sorga kelak.
Slide Lirik 3 slide
Slide 1 — KJ 102 1
Slide 2 — KJ 102 2
Slide 3 — KJ 102 3
Partitur / Not
Partitur Chord KJ 102
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Away in a Manger"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Di Dalam Palungan"*) adalah salah satu misteri sejarah musik gerejawi yang paling menarik. Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang penciptanya jelas, lagu ini memiliki latar belakang yang "kabur" dan penuh perdebatan.

Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:

### 1. Mitos "Karya Martin Luther"
Selama bertahun-tahun, lagu ini sering disebut sebagai *"Luther's Cradle Hymn"* (Lagu Buaian Luther). Banyak orang percaya bahwa tokoh Reformasi, Martin Luther, menulis lagu ini untuk anak-anaknya agar mereka bisa membayangkan suasana kelahiran Yesus.

Namun, para peneliti sejarah musik telah membuktikan bahwa **ini adalah kekeliruan sejarah**. Tidak ada bukti tulisan tangan atau catatan dalam karya-karya Luther yang merujuk pada lirik lagu ini. Diduga, klaim ini sengaja dibuat oleh penerbit lagu di Amerika pada akhir abad ke-19 untuk memberikan kesan "klasik" dan "sakral" agar lagu tersebut lebih mudah diterima masyarakat.

### 2. Asal-Usul Lirik (Tahun 1880-an)
Lirik lagu ini pertama kali muncul dalam sebuah publikasi anak-anak di Amerika Serikat pada tahun 1885 berjudul *Little Children’s Book for Schools and Families*. Lirik tersebut anonim.

Dua tahun kemudian, pada 1887, lirik yang sedikit berbeda muncul dalam *Dainty Songs for Little Lads and Lasses* karya James R. Murray. Murray sendiri sering dianggap sebagai penulis liriknya, meskipun ia tidak pernah mengonfirmasi hal tersebut secara resmi.

### 3. Dua Melodi Populer (Versi A dan B)
Karena liriknya dianggap sebagai milik publik (*public domain*), banyak komposer membuat melodinya sendiri. Inilah alasan mengapa lagu ini memiliki dua melodi utama yang paling dikenal di dunia:

* **Versi A (James Ramsay Murray - 1887):**
Murray memberi judul lagu ini *"Luther’s Cradle Hymn"* saat ia mempublikasikannya. Melodi ciptaannya cenderung lebih ceria, berirama waltz (3/4), dan sangat populer di Amerika Serikat. Ini adalah melodi yang paling sering dinyanyikan di sekolah-sekolah Minggu.

* **Versi B (William James Kirkpatrick - 1895):**
Kirkpatrick adalah seorang komposer musik rohani yang produktif. Ia menerbitkan melodinya dalam buku berjudul *Around the World with Christmas*. Melodi buatan Kirkpatrick terasa lebih tenang, meditatif, dan harmonis. Versi inilah yang kemudian menjadi sangat populer di Inggris dan negara-negara Persemakmuran.

### 4. Makna di Balik Lagu
Terlepas dari siapa penulisnya, lagu ini dicintai karena kesederhanaannya. Berbeda dengan lagu Natal megah seperti *"O Holy Night"* atau *"Joy to the World"*, lagu ini menempatkan pendengarnya (terutama anak-anak) dalam posisi yang intim dengan bayi Yesus.

* **Lirik:** *"Be near me, Lord Jesus, I ask Thee to stay / Close by me forever, and love me I pray"* (Dekatlah, ya Yesus, tinggallah serta / Dekatku selalu, kasihi aku).
* **Pesan:** Lagu ini membawa pesan bahwa Tuhan yang agung bersedia menjadi manusia yang rapuh dalam palungan, dan Dia hadir tidak hanya untuk dunia, tetapi untuk menemani hati setiap individu, sekecil apa pun orang tersebut.

### Kesimpulan
Secara historis, *"Away in a Manger"* adalah hasil dari **"anonimitas yang disengaja"**. Tidak ada satu orang pun yang benar-benar bisa mengklaim sebagai penulis tunggal liriknya. Lagu ini tumbuh secara organik dari budaya populer Amerika abad ke-19, dipoles oleh James Murray dan William Kirkpatrick, hingga akhirnya menjadi "lagu wajib" Natal di seluruh dunia.

Mungkin justru karena anonimitas inilah, lagu tersebut terasa begitu universal—seolah-olah ia bukan milik satu orang, melainkan milik semua orang yang ingin menyambut bayi Yesus di dalam hati mereka.