MK
Di dalam palungan
Away in a manger
Informasi Lagu
45
Nomor
Kode
MK 45
Buku
Malam Kudus
Metronom
0
Cross Ref.
KJ 102, KK 166a, KC 50a
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Away in a Manger"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai *"Di Dalam Palungan"*) adalah salah satu misteri sejarah musik gerejawi yang paling menarik. Berbeda dengan banyak lagu Natal lain yang penciptanya jelas, lagu ini memiliki latar belakang yang "kabur" dan penuh perdebatan.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Mitos "Karya Martin Luther"
Selama bertahun-tahun, lagu ini sering disebut sebagai *"Luther's Cradle Hymn"* (Lagu Buaian Luther). Banyak orang percaya bahwa tokoh Reformasi, Martin Luther, menulis lagu ini untuk anak-anaknya agar mereka bisa membayangkan suasana kelahiran Yesus.
Namun, para peneliti sejarah musik telah membuktikan bahwa **ini adalah kekeliruan sejarah**. Tidak ada bukti tulisan tangan atau catatan dalam karya-karya Luther yang merujuk pada lirik lagu ini. Diduga, klaim ini sengaja dibuat oleh penerbit lagu di Amerika pada akhir abad ke-19 untuk memberikan kesan "klasik" dan "sakral" agar lagu tersebut lebih mudah diterima masyarakat.
### 2. Asal-Usul Lirik (Tahun 1880-an)
Lirik lagu ini pertama kali muncul dalam sebuah publikasi anak-anak di Amerika Serikat pada tahun 1885 berjudul *Little Children’s Book for Schools and Families*. Lirik tersebut anonim.
Dua tahun kemudian, pada 1887, lirik yang sedikit berbeda muncul dalam *Dainty Songs for Little Lads and Lasses* karya James R. Murray. Murray sendiri sering dianggap sebagai penulis liriknya, meskipun ia tidak pernah mengonfirmasi hal tersebut secara resmi.
### 3. Dua Melodi Populer (Versi A dan B)
Karena liriknya dianggap sebagai milik publik (*public domain*), banyak komposer membuat melodinya sendiri. Inilah alasan mengapa lagu ini memiliki dua melodi utama yang paling dikenal di dunia:
* **Versi A (James Ramsay Murray - 1887):**
Murray memberi judul lagu ini *"Luther’s Cradle Hymn"* saat ia mempublikasikannya. Melodi ciptaannya cenderung lebih ceria, berirama waltz (3/4), dan sangat populer di Amerika Serikat. Ini adalah melodi yang paling sering dinyanyikan di sekolah-sekolah Minggu.
* **Versi B (William James Kirkpatrick - 1895):**
Kirkpatrick adalah seorang komposer musik rohani yang produktif. Ia menerbitkan melodinya dalam buku berjudul *Around the World with Christmas*. Melodi buatan Kirkpatrick terasa lebih tenang, meditatif, dan harmonis. Versi inilah yang kemudian menjadi sangat populer di Inggris dan negara-negara Persemakmuran.
### 4. Makna di Balik Lagu
Terlepas dari siapa penulisnya, lagu ini dicintai karena kesederhanaannya. Berbeda dengan lagu Natal megah seperti *"O Holy Night"* atau *"Joy to the World"*, lagu ini menempatkan pendengarnya (terutama anak-anak) dalam posisi yang intim dengan bayi Yesus.
* **Lirik:** *"Be near me, Lord Jesus, I ask Thee to stay / Close by me forever, and love me I pray"* (Dekatlah, ya Yesus, tinggallah serta / Dekatku selalu, kasihi aku).
* **Pesan:** Lagu ini membawa pesan bahwa Tuhan yang agung bersedia menjadi manusia yang rapuh dalam palungan, dan Dia hadir tidak hanya untuk dunia, tetapi untuk menemani hati setiap individu, sekecil apa pun orang tersebut.
### Kesimpulan
Secara historis, *"Away in a Manger"* adalah hasil dari **"anonimitas yang disengaja"**. Tidak ada satu orang pun yang benar-benar bisa mengklaim sebagai penulis tunggal liriknya. Lagu ini tumbuh secara organik dari budaya populer Amerika abad ke-19, dipoles oleh James Murray dan William Kirkpatrick, hingga akhirnya menjadi "lagu wajib" Natal di seluruh dunia.
Mungkin justru karena anonimitas inilah, lagu tersebut terasa begitu universal—seolah-olah ia bukan milik satu orang, melainkan milik semua orang yang ingin menyambut bayi Yesus di dalam hati mereka.
Berikut adalah detail kisah di balik lagu tersebut:
### 1. Mitos "Karya Martin Luther"
Selama bertahun-tahun, lagu ini sering disebut sebagai *"Luther's Cradle Hymn"* (Lagu Buaian Luther). Banyak orang percaya bahwa tokoh Reformasi, Martin Luther, menulis lagu ini untuk anak-anaknya agar mereka bisa membayangkan suasana kelahiran Yesus.
Namun, para peneliti sejarah musik telah membuktikan bahwa **ini adalah kekeliruan sejarah**. Tidak ada bukti tulisan tangan atau catatan dalam karya-karya Luther yang merujuk pada lirik lagu ini. Diduga, klaim ini sengaja dibuat oleh penerbit lagu di Amerika pada akhir abad ke-19 untuk memberikan kesan "klasik" dan "sakral" agar lagu tersebut lebih mudah diterima masyarakat.
### 2. Asal-Usul Lirik (Tahun 1880-an)
Lirik lagu ini pertama kali muncul dalam sebuah publikasi anak-anak di Amerika Serikat pada tahun 1885 berjudul *Little Children’s Book for Schools and Families*. Lirik tersebut anonim.
Dua tahun kemudian, pada 1887, lirik yang sedikit berbeda muncul dalam *Dainty Songs for Little Lads and Lasses* karya James R. Murray. Murray sendiri sering dianggap sebagai penulis liriknya, meskipun ia tidak pernah mengonfirmasi hal tersebut secara resmi.
### 3. Dua Melodi Populer (Versi A dan B)
Karena liriknya dianggap sebagai milik publik (*public domain*), banyak komposer membuat melodinya sendiri. Inilah alasan mengapa lagu ini memiliki dua melodi utama yang paling dikenal di dunia:
* **Versi A (James Ramsay Murray - 1887):**
Murray memberi judul lagu ini *"Luther’s Cradle Hymn"* saat ia mempublikasikannya. Melodi ciptaannya cenderung lebih ceria, berirama waltz (3/4), dan sangat populer di Amerika Serikat. Ini adalah melodi yang paling sering dinyanyikan di sekolah-sekolah Minggu.
* **Versi B (William James Kirkpatrick - 1895):**
Kirkpatrick adalah seorang komposer musik rohani yang produktif. Ia menerbitkan melodinya dalam buku berjudul *Around the World with Christmas*. Melodi buatan Kirkpatrick terasa lebih tenang, meditatif, dan harmonis. Versi inilah yang kemudian menjadi sangat populer di Inggris dan negara-negara Persemakmuran.
### 4. Makna di Balik Lagu
Terlepas dari siapa penulisnya, lagu ini dicintai karena kesederhanaannya. Berbeda dengan lagu Natal megah seperti *"O Holy Night"* atau *"Joy to the World"*, lagu ini menempatkan pendengarnya (terutama anak-anak) dalam posisi yang intim dengan bayi Yesus.
* **Lirik:** *"Be near me, Lord Jesus, I ask Thee to stay / Close by me forever, and love me I pray"* (Dekatlah, ya Yesus, tinggallah serta / Dekatku selalu, kasihi aku).
* **Pesan:** Lagu ini membawa pesan bahwa Tuhan yang agung bersedia menjadi manusia yang rapuh dalam palungan, dan Dia hadir tidak hanya untuk dunia, tetapi untuk menemani hati setiap individu, sekecil apa pun orang tersebut.
### Kesimpulan
Secara historis, *"Away in a Manger"* adalah hasil dari **"anonimitas yang disengaja"**. Tidak ada satu orang pun yang benar-benar bisa mengklaim sebagai penulis tunggal liriknya. Lagu ini tumbuh secara organik dari budaya populer Amerika abad ke-19, dipoles oleh James Murray dan William Kirkpatrick, hingga akhirnya menjadi "lagu wajib" Natal di seluruh dunia.
Mungkin justru karena anonimitas inilah, lagu tersebut terasa begitu universal—seolah-olah ia bukan milik satu orang, melainkan milik semua orang yang ingin menyambut bayi Yesus di dalam hati mereka.
Cross Reference
Sama Tema
Natal
Sayang
MK
Betlehem
MK
Hai Kota mungil Betlehem
MK
Nina bobo
MK
Tidur, tidur
MK
Malam kudus
MK
Gembala waktu malam g'lap
MK
Gembala waktu malam glap
MK
Jauh dari sorga datangku
MK
Wahai hatiku
MK
Muliakanlah
MK
Lahir seorang Putera
MK
Gita sorga bergema
MK
Hai malaikat dari sorga
MK
Malaikat sorga datanglah
MK
Alam raya berkumandang
MK
O dengarlah lagu apa
MK
Dengarlah kidung
MK
Gembaia yang ada di padang
MK
Mari gembala ke kandang rendah
MK
O Natalan di Betlehem
MK
Di malam sunyi bergema
MK
Waktu malam yang sepi
MK
Siapakah yang menerima
MK
Di palungan dibaringkan
MK
Di palungan dibaringkan
MK
Di zaman yang silam
MK
Ya Anak kecil
MK
Dalam palungan
MK
Siapa namaNya
MK
Bernyanyilah merdu
MK
Dalam kota Raja Daud
MK
Malam kudus, malam kudus
MK
Malam kudus, kartika berkilauan
MK
Bintang-bintang cemerlang
MK