KJ
Hai Anak Semua
Ihr Kinderlein, kommet
Informasi Lagu
117
Nomor
Kode
KJ 117
Buku
Kidung Jemaat
Metronom
0
Cross Ref.
MK 75, KK 174, BE 49
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
6 bait
Hai anak semua, cepat marilah!
Masukilah kandang yang amat rendah dan lihatlah
Bayi yang tidur nyenyak, tergolek di dalam palungan ternak.
O, lihatlah Dia bersinar terang,
lembut bercahaya di malam kelam meski dalam lampin,
lebih mulia dibanding malaikat di sorga cerah.
Terbaringlah Ia di rumput kering;
Maria dan Yusuf tenang dan hening dan para gembala
Sujud menyembah, malaikat di atas memuliakanNya.
Sekarang pun
kita hendak bertelut
di muka palungan Sang Bayi lembut; marilah semua
bernyanyi senang bersama malaikat yang putih terang.
Dan kita berdoa: ya Yesus kudus,
kesalahan kami hendak Kautebus; Kau lahir di kandang
yang hina rendah dan rela menanggung salib Golgota.
Terimalah hati yang kami beri,
dan buatlah kami pun suci bersih, supaya beroleh
sentosa penuh, bersatu abadi dengan diriMu!
Slide Lirik
6 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Ihr Kinderlein, kommet"** (Hai, Anak Semua) adalah salah satu lagu Natal paling ikonik di dunia, terutama di negara-negara berbahasa Jerman. Kisah di balik lagu ini merupakan perpaduan antara spiritualitas masa lalu dan dedikasi seorang penulis untuk anak-anak.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Christoph von Schmid (1798)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Christoph von Schmid**, seorang pendeta Katolik dan penulis cerita anak-anak asal Jerman. Pada tahun 1798, saat ia menjabat sebagai pastor di desa Illerrieden, Bavaria, ia menulis puisi berjudul *"Die Kinder bei der Krippe"* (Anak-anak di dekat palungan).
Christoph von Schmid dikenal sebagai pelopor sastra anak-anak yang bersifat mendidik dan religius. Ia menulis puisi ini dengan tujuan yang sangat sederhana: **mengajak anak-anak untuk membayangkan secara langsung peristiwa kelahiran Yesus.** Ia ingin membawa mereka "berjalan" ke Betlehem melalui imajinasi, agar pesan Natal tidak hanya menjadi teori, tetapi pengalaman emosional yang hangat.
### 2. Melodi: Johann Abraham Peter Schulz (1790)
Meskipun liriknya sangat terkenal, melodi yang kita kenal sekarang sebenarnya bukanlah melodi asli yang digunakan oleh Christoph von Schmid pada awalnya.
Melodi yang kita nyanyikan saat ini dikomposisikan oleh **Johann Abraham Peter Schulz** pada tahun 1790. Menariknya, Schulz awalnya menulis melodi ini untuk lagu yang sama sekali tidak berhubungan dengan Natal, berjudul *"Wie reizend, wie wonnig"* (Betapa menariknya, betapa nikmatnya).
Baru pada sekitar tahun 1832, melodi karya Schulz tersebut digabungkan dengan lirik karya Christoph von Schmid. Perpaduan ini ternyata sangat harmonis—nada yang lembut, ceria, namun khusyuk—sehingga lagu ini langsung menjadi standar perayaan Natal di Jerman dan menyebar ke seluruh dunia.
### 3. Makna di Balik Liriknya
Jika kita membedah liriknya, lagu ini bukan sekadar lagu pujian biasa. Lagu ini adalah **sebuah undangan**.
* **Undangan:** Bait pertama (*"Ihr Kinderlein, kommet, o kommet doch all!"*) adalah panggilan ramah kepada anak-anak untuk datang melihat keajaiban di palungan.
* **Visualisasi:** Lagu ini mengajak pendengar untuk melihat detail sederhana: palungan, jerami, bayi Yesus yang manis, dan suasana sunyi di Betlehem.
* **Pesan Moral:** Di bagian akhir lagu, Schmid tidak hanya menceritakan kelahiran, tetapi juga memberikan pesan moral agar anak-anak menjadikan Yesus sebagai teladan dalam kerendahan hati dan kasih.
### 4. Tradisi "Krippe" (Palungan)
Lagu ini menjadi sangat populer karena tradisi *Krippenspiel* (pertunjukan palungan) yang sangat kuat di Jerman. Pada malam Natal, keluarga-keluarga di Jerman biasanya menempatkan miniatur kandang Betlehem di rumah mereka. Lagu "Ihr Kinderlein, kommet" sering dinyanyikan tepat saat keluarga berkumpul di sekeliling miniatur tersebut.
### Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
"Hai Anak Semua" tetap dicintai hingga hari ini karena beberapa alasan:
1. **Kesederhanaan:** Liriknya mudah diingat oleh anak-anak, namun maknanya mendalam bagi orang dewasa.
2. **Kekuatan Imajinasi:** Lagu ini menempatkan pendengar sebagai "saksi mata" yang hadir langsung di kandang Betlehem bersama para gembala dan malaikat.
3. **Universalitas:** Lagu ini tidak berfokus pada teologi yang rumit, melainkan pada kehangatan momen kelahiran seorang bayi yang membawa kedamaian.
Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan ke dalam berbagai versi dalam buku nyanyian gerejawi, yang terus dinyanyikan setiap musim Natal untuk mengingatkan kita kembali pada semangat kesederhanaan dan sukacita masa kanak-kanak saat menyambut kelahiran Yesus.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu ini:
### 1. Penulis Lirik: Christoph von Schmid (1798)
Lirik lagu ini ditulis oleh **Christoph von Schmid**, seorang pendeta Katolik dan penulis cerita anak-anak asal Jerman. Pada tahun 1798, saat ia menjabat sebagai pastor di desa Illerrieden, Bavaria, ia menulis puisi berjudul *"Die Kinder bei der Krippe"* (Anak-anak di dekat palungan).
Christoph von Schmid dikenal sebagai pelopor sastra anak-anak yang bersifat mendidik dan religius. Ia menulis puisi ini dengan tujuan yang sangat sederhana: **mengajak anak-anak untuk membayangkan secara langsung peristiwa kelahiran Yesus.** Ia ingin membawa mereka "berjalan" ke Betlehem melalui imajinasi, agar pesan Natal tidak hanya menjadi teori, tetapi pengalaman emosional yang hangat.
### 2. Melodi: Johann Abraham Peter Schulz (1790)
Meskipun liriknya sangat terkenal, melodi yang kita kenal sekarang sebenarnya bukanlah melodi asli yang digunakan oleh Christoph von Schmid pada awalnya.
Melodi yang kita nyanyikan saat ini dikomposisikan oleh **Johann Abraham Peter Schulz** pada tahun 1790. Menariknya, Schulz awalnya menulis melodi ini untuk lagu yang sama sekali tidak berhubungan dengan Natal, berjudul *"Wie reizend, wie wonnig"* (Betapa menariknya, betapa nikmatnya).
Baru pada sekitar tahun 1832, melodi karya Schulz tersebut digabungkan dengan lirik karya Christoph von Schmid. Perpaduan ini ternyata sangat harmonis—nada yang lembut, ceria, namun khusyuk—sehingga lagu ini langsung menjadi standar perayaan Natal di Jerman dan menyebar ke seluruh dunia.
### 3. Makna di Balik Liriknya
Jika kita membedah liriknya, lagu ini bukan sekadar lagu pujian biasa. Lagu ini adalah **sebuah undangan**.
* **Undangan:** Bait pertama (*"Ihr Kinderlein, kommet, o kommet doch all!"*) adalah panggilan ramah kepada anak-anak untuk datang melihat keajaiban di palungan.
* **Visualisasi:** Lagu ini mengajak pendengar untuk melihat detail sederhana: palungan, jerami, bayi Yesus yang manis, dan suasana sunyi di Betlehem.
* **Pesan Moral:** Di bagian akhir lagu, Schmid tidak hanya menceritakan kelahiran, tetapi juga memberikan pesan moral agar anak-anak menjadikan Yesus sebagai teladan dalam kerendahan hati dan kasih.
### 4. Tradisi "Krippe" (Palungan)
Lagu ini menjadi sangat populer karena tradisi *Krippenspiel* (pertunjukan palungan) yang sangat kuat di Jerman. Pada malam Natal, keluarga-keluarga di Jerman biasanya menempatkan miniatur kandang Betlehem di rumah mereka. Lagu "Ihr Kinderlein, kommet" sering dinyanyikan tepat saat keluarga berkumpul di sekeliling miniatur tersebut.
### Mengapa Lagu Ini Begitu Bertahan?
"Hai Anak Semua" tetap dicintai hingga hari ini karena beberapa alasan:
1. **Kesederhanaan:** Liriknya mudah diingat oleh anak-anak, namun maknanya mendalam bagi orang dewasa.
2. **Kekuatan Imajinasi:** Lagu ini menempatkan pendengar sebagai "saksi mata" yang hadir langsung di kandang Betlehem bersama para gembala dan malaikat.
3. **Universalitas:** Lagu ini tidak berfokus pada teologi yang rumit, melainkan pada kehangatan momen kelahiran seorang bayi yang membawa kedamaian.
Di Indonesia, lagu ini sering diterjemahkan ke dalam berbagai versi dalam buku nyanyian gerejawi, yang terus dinyanyikan setiap musim Natal untuk mengingatkan kita kembali pada semangat kesederhanaan dan sukacita masa kanak-kanak saat menyambut kelahiran Yesus.
Cross Reference
Sama Tema
Kelahiran Yesus dan Masa Natal
Malam Kudus
KJ
Tumbuhlah Tunas Baru
KJ
Hai Kota Mungil Betlehem
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Gembala Waktu Malam G'lap
KJ
Di Malam Sunyi Bergema
KJ
Hai Malaikat Dari Sorga
KJ
Jauh Dari Sorga Datangku
KJ
Gita Sorga Bergema
KJ
Muliakanlah
KJ
Alam Raya Berkumandang
KJ
Di Dalam Palungan
KJ
Dengarlah Kidung
KJ
Hai Dengar Tembang Malaikat
KJ
Ya Anak Kecil
KJ
Bernyanyilah Merdu
KJ
Terbitlah dalam Kegelapan
KJ
Takhta Mulia di Tempat Baka
KJ
Hai Mari, Berhimpun
KJ
Di Betlehem T'lah Lahir Seorang Putera
KJ
Di Palungan Dibaringkan
KJ
Anak Maria dalam Palungan
KJ
Dalam Kota Raja Daud
KJ
Mari, Lihatlah Semua
KJ
Berlutut di PalunganMu
KJ
Yang Dipuji Kaum Gembala
KJ
Sungguh Mulia
KJ
Hai Dunia, Gembiralah
KJ
Hai, Siarkan di Gunung
KJ
Dunia Kedinginan
KJ
Anak yang Dijanji
KJ
S'lamat, S'lamat Datang
KJ
Siapakah Yang Menerima
KJ
Lahir Kristus di Dunia
KJ
Tiap Tahun Kembali
KJ
Kandang Domba Itu RumahNya
KJ