KK
Malam Kudus
Stille Nacht
Informasi Lagu
186
Nomor
Kode
KK 186
Buku
Kidung Keesaan
Metronom
0
Jumlah Bait
3 bait
Pencipta Lagu
Franz Xaver Grober
Pencipta Syair
Joseph Mohr
Penerjemah
Panlit Kaj
Cross Ref.
KJ 92, NR 31, MK 25, PS 452, BE 54, KKb 134, KC 51
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik
3 bait
Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap.
Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus;
Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.
Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;
bala surga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya:
"Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"
Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat
tercermin bagi kami terus di wajahMu, ya Anak kudus,
cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Kisah di balik lagu **"Malam Kudus"** (judul asli: *Stille Nacht, heilige Nacht*) adalah salah satu cerita Natal yang paling menyentuh dan legendaris. Lagu ini lahir bukan dari kemegahan, melainkan dari keterbatasan di sebuah desa kecil di Austria.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaannya:
### 1. Latar Belakang Kejadian (24 Desember 1818)
Latar tempatnya adalah **Oberndorf bei Salzburg**, sebuah desa kecil di Austria. Tokoh utamanya adalah **Joseph Mohr**, seorang pastor muda yang baru bertugas di Gereja St. Nicholas, dan **Franz Xaver Gruber**, seorang guru sekolah yang juga merangkap sebagai pemain organ gereja.
Beberapa hari sebelum Natal tahun 1818, sebuah bencana kecil menimpa gereja tersebut: **organ gereja rusak**. Menurut sejarah, pipa organ tersebut digerogoti tikus sehingga tidak bisa dimainkan. Hal ini membuat Mohr panik karena Natal sudah di depan mata dan ia ingin memberikan sesuatu yang istimewa bagi jemaatnya yang mayoritas adalah para pekerja kasar dan keluarga miskin di desa tersebut.
### 2. Kelahiran Lirik dan Musik
Joseph Mohr teringat sebuah puisi yang ia tulis dua tahun sebelumnya (pada tahun 1816) berjudul *Stille Nacht*. Ia kemudian mendatangi Franz Xaver Gruber pada pagi hari Natal, tanggal 24 Desember 1818, dan meminta Gruber untuk membuat melodi untuk puisi tersebut agar bisa dinyanyikan dengan iringan gitar.
Gruber, meskipun hanya seorang guru desa, adalah musisi yang berbakat. Hanya dalam beberapa jam, ia berhasil menggubah melodi yang sederhana namun sangat indah untuk mengiringi lirik karya Mohr.
### 3. Penampilan Perdana (Malam Natal 1818)
Malam itu, di Gereja St. Nicholas, *Stille Nacht* dinyanyikan untuk pertama kalinya. Karena organ rusak, lagu ini dinyanyikan dengan iringan **gitar**. Penampilan tersebut sederhana: Mohr menyanyikan bagian tenor, sementara Gruber menyanyikan bagian bas sambil memetik gitar, diikuti oleh paduan suara gereja.
Siapa sangka, lagu yang lahir dari kondisi "darurat" karena organ yang rusak ini justru menjadi sangat dicintai oleh jemaat setempat.
### 4. Penyebaran Lagu ke Seluruh Dunia
Lagu ini awalnya tidak langsung mendunia. *Stille Nacht* tersimpan di Oberndorf selama beberapa tahun sampai seorang teknisi perbaikan organ bernama **Karl Mauracher** datang untuk memperbaiki organ gereja tersebut.
Saat sedang bekerja, ia menemukan lembaran lagu *Stille Nacht* milik Gruber. Mauracher terpesona dengan melodi tersebut dan membawa salinannya kembali ke kampung halamannya di Zillertal. Di sana, keluarga penyanyi keliling bernama **keluarga Strasser** dan **keluarga Rainer** mulai menyanyikan lagu ini dalam konser mereka di seluruh Eropa.
Lagu ini kemudian menyebar luas ke Jerman, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat. Kepopulerannya mencapai puncak ketika diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa di seluruh dunia.
### 5. Fakta Menarik di Balik Lagu Ini:
* **Kecelakaan dalam Sejarah:** Banyak orang dulu mengira lagu ini adalah karya komposer besar seperti Beethoven, Mozart, atau Haydn karena keindahannya. Baru pada tahun 1854, identitas Mohr dan Gruber akhirnya dikonfirmasi secara resmi.
* **Gitar sebagai Alat Musik Ibadah:** Pada abad ke-19, penggunaan gitar di dalam gereja dianggap tidak lazim atau bahkan tidak pantas. Namun, karena kondisi organ yang rusak, Mohr terpaksa menggunakan gitar, yang kemudian menjadi ciri khas kelembutan lagu ini.
* **Gencatan Senjata Natal 1914:** Kisah paling mengharukan dari lagu ini terjadi saat Perang Dunia I. Pada Malam Natal 1914, tentara Jerman dan Inggris yang sedang berperang di parit-parit pertahanan secara spontan berhenti menembak dan mulai menyanyikan *Stille Nacht* secara bersama-sama di garis depan. Peristiwa ini dikenal sebagai "Gencatan Senjata Natal" (*Christmas Truce*).
* **Status UNESCO:** Pada tahun 2011, *Stille Nacht* secara resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai **Warisan Budaya Takbenda**.
### Kesimpulan
Lagu "Malam Kudus" adalah bukti bahwa keterbatasan (dalam hal ini, organ yang rusak) justru bisa melahirkan mahakarya abadi. Pesan kesederhanaan, kedamaian, dan harapan yang terkandung dalam liriknya tetap relevan hingga hari ini, menjadikannya lagu Natal yang paling banyak direkam dan dinyanyikan di seluruh penjuru dunia.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaannya:
### 1. Latar Belakang Kejadian (24 Desember 1818)
Latar tempatnya adalah **Oberndorf bei Salzburg**, sebuah desa kecil di Austria. Tokoh utamanya adalah **Joseph Mohr**, seorang pastor muda yang baru bertugas di Gereja St. Nicholas, dan **Franz Xaver Gruber**, seorang guru sekolah yang juga merangkap sebagai pemain organ gereja.
Beberapa hari sebelum Natal tahun 1818, sebuah bencana kecil menimpa gereja tersebut: **organ gereja rusak**. Menurut sejarah, pipa organ tersebut digerogoti tikus sehingga tidak bisa dimainkan. Hal ini membuat Mohr panik karena Natal sudah di depan mata dan ia ingin memberikan sesuatu yang istimewa bagi jemaatnya yang mayoritas adalah para pekerja kasar dan keluarga miskin di desa tersebut.
### 2. Kelahiran Lirik dan Musik
Joseph Mohr teringat sebuah puisi yang ia tulis dua tahun sebelumnya (pada tahun 1816) berjudul *Stille Nacht*. Ia kemudian mendatangi Franz Xaver Gruber pada pagi hari Natal, tanggal 24 Desember 1818, dan meminta Gruber untuk membuat melodi untuk puisi tersebut agar bisa dinyanyikan dengan iringan gitar.
Gruber, meskipun hanya seorang guru desa, adalah musisi yang berbakat. Hanya dalam beberapa jam, ia berhasil menggubah melodi yang sederhana namun sangat indah untuk mengiringi lirik karya Mohr.
### 3. Penampilan Perdana (Malam Natal 1818)
Malam itu, di Gereja St. Nicholas, *Stille Nacht* dinyanyikan untuk pertama kalinya. Karena organ rusak, lagu ini dinyanyikan dengan iringan **gitar**. Penampilan tersebut sederhana: Mohr menyanyikan bagian tenor, sementara Gruber menyanyikan bagian bas sambil memetik gitar, diikuti oleh paduan suara gereja.
Siapa sangka, lagu yang lahir dari kondisi "darurat" karena organ yang rusak ini justru menjadi sangat dicintai oleh jemaat setempat.
### 4. Penyebaran Lagu ke Seluruh Dunia
Lagu ini awalnya tidak langsung mendunia. *Stille Nacht* tersimpan di Oberndorf selama beberapa tahun sampai seorang teknisi perbaikan organ bernama **Karl Mauracher** datang untuk memperbaiki organ gereja tersebut.
Saat sedang bekerja, ia menemukan lembaran lagu *Stille Nacht* milik Gruber. Mauracher terpesona dengan melodi tersebut dan membawa salinannya kembali ke kampung halamannya di Zillertal. Di sana, keluarga penyanyi keliling bernama **keluarga Strasser** dan **keluarga Rainer** mulai menyanyikan lagu ini dalam konser mereka di seluruh Eropa.
Lagu ini kemudian menyebar luas ke Jerman, Rusia, Inggris, hingga Amerika Serikat. Kepopulerannya mencapai puncak ketika diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa di seluruh dunia.
### 5. Fakta Menarik di Balik Lagu Ini:
* **Kecelakaan dalam Sejarah:** Banyak orang dulu mengira lagu ini adalah karya komposer besar seperti Beethoven, Mozart, atau Haydn karena keindahannya. Baru pada tahun 1854, identitas Mohr dan Gruber akhirnya dikonfirmasi secara resmi.
* **Gitar sebagai Alat Musik Ibadah:** Pada abad ke-19, penggunaan gitar di dalam gereja dianggap tidak lazim atau bahkan tidak pantas. Namun, karena kondisi organ yang rusak, Mohr terpaksa menggunakan gitar, yang kemudian menjadi ciri khas kelembutan lagu ini.
* **Gencatan Senjata Natal 1914:** Kisah paling mengharukan dari lagu ini terjadi saat Perang Dunia I. Pada Malam Natal 1914, tentara Jerman dan Inggris yang sedang berperang di parit-parit pertahanan secara spontan berhenti menembak dan mulai menyanyikan *Stille Nacht* secara bersama-sama di garis depan. Peristiwa ini dikenal sebagai "Gencatan Senjata Natal" (*Christmas Truce*).
* **Status UNESCO:** Pada tahun 2011, *Stille Nacht* secara resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai **Warisan Budaya Takbenda**.
### Kesimpulan
Lagu "Malam Kudus" adalah bukti bahwa keterbatasan (dalam hal ini, organ yang rusak) justru bisa melahirkan mahakarya abadi. Pesan kesederhanaan, kedamaian, dan harapan yang terkandung dalam liriknya tetap relevan hingga hari ini, menjadikannya lagu Natal yang paling banyak direkam dan dinyanyikan di seluruh penjuru dunia.
Cross Reference
KJ 92, NR 31, MK 25, PS 452, BE 54, KKb 134, KC 51
Sonang Ni Bornginna I
BE
Malam Kudus
KC
Malam Kudus
KJ
Peuting Suci Jempe Simpe
KKb
Malam kudus
MK
Malam Kudus, Sunyi Senyap
NR
Malam kudus
PS
Sama Tema
Natal
Anak Yang Dijanji
KK
Alam Raya Berkumandang
KK
Anak Maria Dalam Palungan
KK
Bernyanyilah Merdu
KK
Bintang-Bintang Cemerlang
KK
Dalam Kota Raja Daud
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Dalam Palungan
KK
Di Betlehem T'lah Lahir
KK
Di Malam Sunyi Bergema
KK
Di Palungan Dibaringkan
KK
Dunia Kedinginan
KK
Gembala Yang Ada Di Padang
KK
Gerangan Bayi Apakah
KK
Gita Surga Bergema
KK
Hai Anak Semua
KK
Hai, Dengar Tembang Malaikat
KK
Hai Dunia, Gembiralah
KK
Hai Gembala Efrata
KK
Hai Kota Mungil Betlehem
KK
Hai Mari, Berhimpun
KK
Hai, Siarkan Di Gunung
KK
Hai Umat, Puji Allahmu
KK
Jauh Dari Surga Datangku
KK
Kandang Domba Itu Rumahnya
KK
'Kau, Yesus, Raja Mahakaya
KK
Lahir Kristus Di Dunia
KK
Mari, Gembala, Ke Kandang
KK
Mari, Lihatlah Semua
KK
Muliakanlah
KK
Bayi Yang Terbaring Di Palungan
KK
Pada Hari Natal
KK
Siapa Gerangan Sang Raja
KK
S'lamat, S'lamat Datang
KK
Sungguh Mulia
KK
T'lah Turun Ke Dunia
KK
Waktu Malam Yang Sepi
KK
Ya Anak Kecil
KK
Yang Dipuji Kaum Gembala
KK
Tiap Tahun Kembali
KK