NKB
T'lah Datanglah Tahun Baru!
Another Year Is Dawning!
Informasi Lagu
47
Nomor
Kode
NKB 47a
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Tradisional Wales
Pencipta Syair
Frances Ridley Havergal
Penerjemah
Tim Nyanyian GKI
Cross Ref.
47
Dengarkan di YouTube
Slide Lirik
3 slide
Partitur / Not
Partitur chord belum tersedia
Sejarah Lagu
Lagu **"Another Year Is Dawning"** (dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi **"T’lah Datanglah Tahun Baru"**) adalah salah satu nyanyian rohani (hymne) yang paling ikonik untuk menyambut pergantian tahun.
Meskipun melodi lagu ini sering diasosiasikan dengan tradisi musik Wales, kekuatan utama lagu ini terletak pada liriknya yang ditulis oleh seorang penulis himne Inggris yang sangat berpengaruh, **Frances Ridley Havergal**.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Sosok Frances Ridley Havergal (1836–1879)
Frances Ridley Havergal adalah seorang penyair dan komposer berbakat dari Inggris. Ia dikenal sebagai "Penyair Konsekrasi" karena sebagian besar karya sastra dan musiknya berfokus pada penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Hidupnya penuh dengan pergumulan kesehatan (ia sering sakit-sakitan), namun ia memiliki semangat rohani yang sangat tinggi.
### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1874)
Frances menulis lirik lagu ini pada akhir tahun 1874. Konteks penulisannya sangat sederhana namun mendalam: ia menulisnya sebagai bagian dari tradisi "Tahun Baru" yang ia jalani secara pribadi.
Kala itu, ia ingin menciptakan sebuah doa tertulis yang bisa ia jadikan pegangan untuk menghadapi ketidakpastian masa depan. Baginya, pergantian tahun bukan sekadar perayaan kalender, melainkan momen untuk memperbarui komitmen imannya. Lirik aslinya mencerminkan kerendahan hati: ia tidak meminta kemudahan atau kekayaan, melainkan meminta "kehadiran Tuhan" dalam setiap langkah yang belum diketahui di tahun yang akan datang.
### 3. Makna Lirik: Antara Harapan dan Ketakutan
Lirik lagu ini dianggap sangat menyentuh karena kejujurannya:
* **"Another year is dawning, dear Master, let it be, in working or in waiting, another year with Thee."**
(Tahun baru telah datang, ya Tuhan, biarlah tahun ini, baik dalam bekerja maupun menanti, menjadi tahun bersama-Mu).
Havergal menyadari bahwa tahun baru seringkali membawa kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi. Oleh karena itu, poin utama dari lagu ini adalah **"Ketergantungan Total"**. Ia tidak meminta agar tahun itu berjalan mulus, melainkan ia meminta agar **apapun** yang terjadi, Tuhan ada bersamanya.
### 4. Melodi: Tradisi Wales
Lirik Havergal yang sangat indah ini kemudian dipadukan dengan melodi yang dikenal dengan nama **"Aurelia"** (yang sebenarnya lebih sering dipakai untuk lagu *The Church's One Foundation*) atau terkadang dengan melodi tradisional Wales yang megah.
Dalam tradisi musik gerejawi, penggunaan melodi tradisional Wales seringkali dipilih karena sifatnya yang "bersemangat" (stately), yang memberikan kesan optimisme sekaligus keteguhan saat memasuki fase hidup yang baru.
### 5. Mengapa Lagu ini Bertahan Hingga Sekarang?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap relevan setelah lebih dari 140 tahun:
1. **Universalitas:** Lagu ini tidak terikat pada situasi politik atau sosial tertentu, melainkan pada pengalaman manusiawi tentang "waktu" dan "ketidakpastian".
2. **Keseimbangan:** Liriknya mencakup dua sisi kehidupan: "Bekerja" (saat kita produktif) dan "Menanti" (saat kita mengalami kesulitan atau masa tunggu). Havergal menyadari bahwa hidup adalah kombinasi keduanya.
3. **Harapan yang Tenang:** Berbeda dengan lagu perayaan tahun baru yang bersifat hingar-bingar, lagu ini menawarkan kedamaian batin. Ia mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak, berdoa, dan mempercayakan masa depan kepada sang Pencipta.
### Kesimpulan
Ketika kita menyanyikan *"T’lah Datanglah Tahun Baru"*, kita sebenarnya sedang mengulang doa Frances Ridley Havergal. Ia menulisnya bukan untuk menjadi lagu populer, melainkan sebagai **kompas pribadinya** dalam melangkah ke tahun yang baru. Pesannya tetap sama: bahwa tidak peduli apa yang akan terjadi di tahun mendatang, yang terpenting adalah berjalan bersama Tuhan dalam setiap detiknya.
Lagu ini menjadi pengingat bahwa tahun baru bukan tentang keberuntungan, melainkan tentang **kesetiaan Tuhan** yang akan menyertai kita dari awal Januari hingga Desember nanti.
Meskipun melodi lagu ini sering diasosiasikan dengan tradisi musik Wales, kekuatan utama lagu ini terletak pada liriknya yang ditulis oleh seorang penulis himne Inggris yang sangat berpengaruh, **Frances Ridley Havergal**.
Berikut adalah detail kisah di balik penciptaan lagu tersebut:
### 1. Sosok Frances Ridley Havergal (1836–1879)
Frances Ridley Havergal adalah seorang penyair dan komposer berbakat dari Inggris. Ia dikenal sebagai "Penyair Konsekrasi" karena sebagian besar karya sastra dan musiknya berfokus pada penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Hidupnya penuh dengan pergumulan kesehatan (ia sering sakit-sakitan), namun ia memiliki semangat rohani yang sangat tinggi.
### 2. Latar Belakang Penulisan (Tahun 1874)
Frances menulis lirik lagu ini pada akhir tahun 1874. Konteks penulisannya sangat sederhana namun mendalam: ia menulisnya sebagai bagian dari tradisi "Tahun Baru" yang ia jalani secara pribadi.
Kala itu, ia ingin menciptakan sebuah doa tertulis yang bisa ia jadikan pegangan untuk menghadapi ketidakpastian masa depan. Baginya, pergantian tahun bukan sekadar perayaan kalender, melainkan momen untuk memperbarui komitmen imannya. Lirik aslinya mencerminkan kerendahan hati: ia tidak meminta kemudahan atau kekayaan, melainkan meminta "kehadiran Tuhan" dalam setiap langkah yang belum diketahui di tahun yang akan datang.
### 3. Makna Lirik: Antara Harapan dan Ketakutan
Lirik lagu ini dianggap sangat menyentuh karena kejujurannya:
* **"Another year is dawning, dear Master, let it be, in working or in waiting, another year with Thee."**
(Tahun baru telah datang, ya Tuhan, biarlah tahun ini, baik dalam bekerja maupun menanti, menjadi tahun bersama-Mu).
Havergal menyadari bahwa tahun baru seringkali membawa kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi. Oleh karena itu, poin utama dari lagu ini adalah **"Ketergantungan Total"**. Ia tidak meminta agar tahun itu berjalan mulus, melainkan ia meminta agar **apapun** yang terjadi, Tuhan ada bersamanya.
### 4. Melodi: Tradisi Wales
Lirik Havergal yang sangat indah ini kemudian dipadukan dengan melodi yang dikenal dengan nama **"Aurelia"** (yang sebenarnya lebih sering dipakai untuk lagu *The Church's One Foundation*) atau terkadang dengan melodi tradisional Wales yang megah.
Dalam tradisi musik gerejawi, penggunaan melodi tradisional Wales seringkali dipilih karena sifatnya yang "bersemangat" (stately), yang memberikan kesan optimisme sekaligus keteguhan saat memasuki fase hidup yang baru.
### 5. Mengapa Lagu ini Bertahan Hingga Sekarang?
Ada beberapa alasan mengapa lagu ini tetap relevan setelah lebih dari 140 tahun:
1. **Universalitas:** Lagu ini tidak terikat pada situasi politik atau sosial tertentu, melainkan pada pengalaman manusiawi tentang "waktu" dan "ketidakpastian".
2. **Keseimbangan:** Liriknya mencakup dua sisi kehidupan: "Bekerja" (saat kita produktif) dan "Menanti" (saat kita mengalami kesulitan atau masa tunggu). Havergal menyadari bahwa hidup adalah kombinasi keduanya.
3. **Harapan yang Tenang:** Berbeda dengan lagu perayaan tahun baru yang bersifat hingar-bingar, lagu ini menawarkan kedamaian batin. Ia mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak, berdoa, dan mempercayakan masa depan kepada sang Pencipta.
### Kesimpulan
Ketika kita menyanyikan *"T’lah Datanglah Tahun Baru"*, kita sebenarnya sedang mengulang doa Frances Ridley Havergal. Ia menulisnya bukan untuk menjadi lagu populer, melainkan sebagai **kompas pribadinya** dalam melangkah ke tahun yang baru. Pesannya tetap sama: bahwa tidak peduli apa yang akan terjadi di tahun mendatang, yang terpenting adalah berjalan bersama Tuhan dalam setiap detiknya.
Lagu ini menjadi pengingat bahwa tahun baru bukan tentang keberuntungan, melainkan tentang **kesetiaan Tuhan** yang akan menyertai kita dari awal Januari hingga Desember nanti.