Informasi Lagu
81
Nomor
Kode
NKB 81
Buku
Nyanyikanlah Kidung Baru
Metronom
0
Pencipta Lagu
Samuel Howard
Pencipta Syair
Cecil Frances Alexander
Penerjemah
B. Maruta / Tim Nyanyian GKI
Dengarkan di YouTube
Syair / Lirik 4 bait
Pancaran air milikNya, pun sungai, danau, serta laut, tetapi Yesus berkesah: “Betapa Aku haus.”
Tikaman tombak yang kejam dan aib dosa manusia, terpadu dalam ratapanNya di salib Golgota.
Meski dahaga dan lelah, namun tak dihiraukanNya, kar’na manusia bercela t’rus dirindukanNya.
Ya Yesus, Jurus’lamatku, ‘Kau tanggung aib dosaku; Dahaga dan sengsaraMu patutlah milikku.
Partitur / Not
Partitur Chord NKB 81
Sejarah Lagu
Lagu yang Anda maksud, **"Pancaran Air Milik-Nya"** (atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan judul asli ***"All Things Bright and Beautiful"***), memiliki latar belakang yang sangat menarik. Lagu ini sebenarnya adalah sebuah puisi yang ditulis oleh **Cecil Frances Alexander** (bukan Samuel Howard).

Berikut adalah kisah mendalam di balik lagu pujian yang legendaris ini:

### 1. Sosok Penulis: Cecil Frances Alexander
Cecil Frances Alexander (1818–1895) adalah seorang penulis puisi dan himne asal Irlandia. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat religius dan memiliki empati tinggi terhadap anak-anak. Ia menulis banyak lagu rohani yang ditujukan untuk membantu anak-anak memahami kebenaran Alkitab melalui pengamatan alam semesta.

### 2. Inspirasi di Balik Lirik
Lagu ini pertama kali dipublikasikan dalam bukunya yang berjudul *Hymns for Little Children* (1848). Inspirasi utama dari penulisan lagu ini adalah **Pengakuan Iman Rasuli** (*Apostles' Creed*), khususnya pada bagian awal:
> *"Aku percaya kepada Allah Bapa Yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi."*

Cecil Frances Alexander merasa bahwa anak-anak seringkali kesulitan memahami konsep abstrak tentang Tuhan sebagai Pencipta. Oleh karena itu, ia ingin membuat sebuah puisi yang merinci betapa nyata dan indahnya ciptaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

### 3. Makna di Balik Lirik yang "Kontroversial"
Meskipun lagu ini sangat populer di gereja-gereja seluruh dunia, ada satu bagian lirik asli yang sering dihapus dalam buku nyanyian modern karena dianggap "kejam" atau tidak peka oleh standar zaman sekarang. Lirik aslinya adalah:

> *"The rich man in his castle, / The poor man at his gate, / God made them, high or lowly, / And ordered their estate."*
> (Orang kaya di istananya, / Orang miskin di gerbangnya, / Tuhan yang membuat mereka, tinggi atau rendah, / Dan menetapkan status mereka.)

**Mengapa lirik ini ditulis?**
Pada abad ke-19 di Inggris dan Irlandia, struktur sosial dianggap sebagai kehendak Tuhan. Lirik ini mencerminkan pandangan teologis zamannya bahwa setiap orang memiliki "tempat" atau peran yang telah ditentukan oleh Tuhan dalam masyarakat. Namun, bagi masyarakat modern, lirik ini dianggap membenarkan ketimpangan sosial dan penindasan kelas, sehingga banyak gereja memutuskan untuk menghapus bait tersebut agar lagu ini tetap bisa dinyanyikan tanpa rasa tidak nyaman.

### 4. Mengenai Nama "Samuel Howard"
Mungkin terjadi sedikit kerancuan dalam referensi Anda mengenai Samuel Howard. Dalam sejarah musik gereja, melodi yang paling terkenal untuk lirik ini bukanlah karya Samuel Howard, melainkan melodi bernama **"Royal Oak"** (sebuah lagu rakyat Inggris abad ke-17 yang diaransemen oleh Martin Shaw) atau melodi **"All Things Bright and Beautiful"** yang disusun oleh William Henry Monk (komposer yang sama dengan lagu *Abide with Me*).

Jika Anda menemukan nama Samuel Howard, kemungkinan ia adalah pengaransemen atau komposer lain yang pernah membuat versi musik berbeda untuk puisi tersebut, namun melodi yang paling mendunia hingga hari ini tetaplah yang berasal dari tradisi musik Inggris.

### 5. Mengapa Lagu Ini Begitu Dicintai?
Lagu ini tetap bertahan selama lebih dari 170 tahun karena:
* **Kesederhanaannya:** Lagu ini tidak menggunakan istilah teologis yang rumit. Ia berbicara tentang bunga yang mekar, burung yang bernyanyi, gunung yang megah, dan perubahan musim.
* **Apresiasi Alam:** Sebelum gerakan lingkungan modern muncul, lagu ini sudah mengajarkan anak-anak untuk menghargai setiap detail kecil di alam sebagai "karya seni" dari Sang Pencipta.
* **Keagungan Tuhan:** Ia berhasil menjembatani kesenjangan antara Tuhan yang maha besar dengan detail-detail kecil yang kita temui di pekarangan rumah kita.

**Kesimpulan:**
*All Things Bright and Beautiful* atau *Pancaran Air Milik-Nya* adalah upaya seorang ibu (Cecil Frances Alexander) untuk mengajarkan rasa syukur kepada anak-anak dengan cara mengamati alam. Ia mengajak pendengarnya untuk menyadari bahwa di balik setiap keindahan dunia—baik itu gunung, sungai, maupun makhluk hidup terkecil—ada sentuhan tangan Tuhan yang menciptakan semuanya dengan tujuan dan keindahan.